Tampilkan postingan dengan label Dasar pariwisata 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar pariwisata 1. Tampilkan semua postingan

Dasar pariwisata 1

 


Pariwisata yang telah diakui sebagai ilmu mandiri sejak 13 juli 2008 di 

Jakarta yang lalu benar-benar merupakan suatu kebijakan yang tepat dan 

jelas sesuai dengan kenyataannya memang ilmu Kepariwisataan  harus 

lebih diperdalam pemahamannya khususnya bagi pendidikan pariwisata 

dan dikembangkan searah dengan perubahan globalisasi yang sangat 

cepat ini. Pariwisata lebih spesifik merupakan gejala dari pergerakan 

manusia secara temporer dan spontan di dalam rangka memenuhi 

kebutuhan dan keinginan tertentu. Gejala-gejala tersebut mendorong dan 

menumbuhkan kegiatan-kegiatan dalam bidang konsumsi dan produksi 

barang dan jasa-jasa dan pelayanan yang diperlukan oleh wisatawan. 

Banyak Negara berkembang saat ini sudah lebih professional dalam 

menggarap aspek pengembangan pariwisatanya seperti Singapore, 

Malaysia, Thailand bahkan Cambodia yang potensi wisatanya kurang 

namun telah mampu menyerap wisatawan yang luar biasa mengalahkan 

Indonesia. Hal tersebut perlu menjadikan pemikiran yang lebih serius dari 

para pelaku pariwisata di Indonesia.  Jumlah wisatawan mancanegara 

yang masih relatif rendah dan dengan potensi wisata yang jauh lebih 

besar dan beragam dibanding negara tetangga Indonesia sesungguhnya 

berpeluang cukup besar untuk menarik jauh lebih banyak lagi wisatawan 

mancanegara ke negaranya. Apalagi dalam beberapa tahun belakangan 

ini telah terjadi perubahan consumer behaviour pattern atau pola 

konsumsi dari para wisatawan ke jenis wisata yang lebih tinggi, yakni 

menikmati produk atau kreasi budaya (culture) dan peninggalan sejarah 

(heritage), serta nature atau eko-wisata dari suatu daerah atau negara. 

Sebagai negara yang sarat dengan sejumlah besar peninggalan sejarah, 

kekayaan atraksi budaya yang sangat beragam dan unik, nature maupun 

eko wisata yang tersebar di hampir seluruh pelosok nusantara, peluang 

Indonesia untuk menjadi daerah tujuan wisatawan mancanegara menjadi 

semakin besar.

Fenomena perkembangan dunia pariwisata dalam era globalisasi ini 

menunjukkan banyak perubahan yang sangat signifikan dari aspek bisnis 

2akomodasi, kuliner, atraksi wisata, Transportasi Udara, Transportasi 

Darat, Transportasi Laut, serta Bisnis Travel, paket-paket wisata  yang 

ada di berbagai daerah di Indonesia. Dampak yang terjadi yaitu  

tidak seimbangnya sarana prasarana pariwisata dengan meningkatnya 

wisatawan yang ada. Efek negative yang terjadinya yaitu  kemacetan di 

berbagai jalur lalu lintas di seluruh kota di Indonesia, sehingga wisatawan 

asing menjadi berfikir untuk datang mengunjungi Indonesia. Namun hal 

tersebut belum banyak disikapi oleh sebagian pemangku kebijakan dari 

pemerintah daerah dengan solusi penanganan  aksesibilitasnya yang 

lebih memadahi. Banyak jalur lalu lintas menuju destinasi wisata yang 

sangat potential belum memadahi (sempit) untuk dua jalur apalagi untuk 

bus wisata,  Di saat liburan selalu menghadapi hambatan kemacetan, 

sehingga mempengaruhi minat wisatawan selanjutnya. Faktor fisik 

lingkungan tersebut biasanya sangat berpengaruh langsung “sikap” dari 

wisatawan dan menumbuhkan motivasi tertentu. Motivasi ini merupakan 

dasar penyebab dari timbulnya kegiatan wisatawan yang sering disebut 

dengan dengan “motif”  yakni motif perjalanan. Motif merupakan 

perwujudan konkrit dari keinginan-keinginan yang harus dipenuhi. 

Sebagai contoh : kehidupan santai, yaitu keinginan yang disebabkan 

oleh akibat kelelahan badan, keresahan jiwa dan tekanan hidup di kota. 

Untuk itu perlu pemahaman pariwisata secara mendalam dengan ilmu 

pengetahuan Tourism introduction ini sehingga mampu mengantisipasi 

dan menangani permasalahan yang setiap waktu bisa terjadi. Pengetahuan 

saat ini menjadi sumber keunggulan yang kompetitif bagi perusahaan-

perusahaan. Pengetahuan menjadi unsur yang mendorong kearah 

keberhasilan bisnis melalui berbagai inovasi bisnis seperti teknologi, 

produk, proses maupun model bisnis yang baru. Pengetahuan membantu 

karyawan untuk memahami pekerjaan baru dan memberikan pengakuan 

pribadi dalam departemennya. 

Pengetahuan mendorong profit bagi perusahaan untuk mendapatkan 

peningkatan modal dan keberlangsungan keunggulan kompetitif 

. Pengetahuan karenanya dianggap sebagai 

asset yang harus dihargai, dikembangkan dan dikelola . Dengan demikian pengetahuan Pengantar Ilmu Pariwisata 

ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pembekalan sebagai 

pendorong perkembangan dunia pariwisata selanjutnya.


Pemahaman akan pengertian dari makna pariwisata memiliki banyak 

definisi, ini salah satu pengertian pariwisata menurut para ahli. Menurut 

Hunziger dan krapf dari Swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen 

Femderverkehrslehre, menyatakan pariwisata yaitu  keseluruhan 

jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing 

disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu 

pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang 

bersifat permanent maupun sementara. (Hunziger, 2008)

Jadi dapat di katakan pada dasarnya pariwisata itu motif kegiatannya 

yaitu  untuk mengisi waktu luang, untuk bersenang-senang, bersantai, 

studi, kegiatan Agama, dan mungkin untuk kegiatan olahraga. Selain itu 

semua kegiatan tersebut dapat memberi keuntungan bagi pelakunya baik 

secara fisik maupun psikis baik sementara maupun dalam jangka waktu 

lama,serta untuk prospek jangka panjangnya (sustainable tourism).

Jutaan orang telah mengenal tentang pariwisata, bahkan sering 

melakukan dan mampu menikmati pariwisata setiap saat, namun 

kenyataannya masih belum mampu mendalami arti dan makna 

pariwisata secara utuh.  Kegiatan pariwisata yaitu  kegiatan yang 

bersifat multi sektoral yaitu dilakukan oleh banyak pihak (minimun 18 

organisasi) yang mereka semua mempunyai kepentingan yang sama 

dan saling mendapatkan manfaatnya.  Disebut juga multi dimensional 

yakni pariwisata itu membutuhkan support atau dukungan dari segala 

aspek pandangan, pemahaman, idea pendapat yang berbeda-beda dari 

berbagai lintas sektoral. baik non pemerintah ikut serta menangani dan 

melibatkan banyak: sektor, instansi, disiplin. Sehingga kebutuhan pokok 

dari pariwisata yaitu  koordinasi.

Koordinasi yang paling tepat yaitu  koordinasi sapu lidi, yaitu : 

diatas ketat dan bagian bawah ambyar.  Sehingga dalam memaknai 

pariwisata harus mampu mendalami secara utuh sebagai kesatuan dari 

berbagaimulti disiplin ilmu dan organisasi juga berbagai pendapat dan 

pandangan dan idea kreatif , inovatif yang harus mampu dikoordinasikan 

oleh para pelaku-pelaku pariwisatanya (Stakeholder Pariwisata) secara 

efektif sehingga semua mendapatkan manfaatnya. 

4Pertumbuhan pariwisata sebagai industri belakangan ini menunjukkan 

grafik yang sangat meningkat dan bahkan mampu mendongkrak 

pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik. Menurut definisi yang 

luas pariwisata yaitu  perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, 

bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai 

usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan 

lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Suatu 

perjalanan dianggap sebagai perjalanan wisata bila memenuhi tiga 

persyaratan yang diperlukan, yaitu : 

1. Harus bersifat sementara, artinya tidak menetap.

2. Harus bersifat sukarela, artinya kesadaran minat sendiri bukan  

karena dipaksa.

3. Tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah atau bayaran.

Dalam kesimpulannya pariwisata yaitu  keseluruhan fenomena 

(gejala) dan hubungan-hubungan yang ditimbulkan oleh perjalanan dan 

persinggahan manusia di luar tempat tinggalnya. Dengan maksud bukan 

untuk tinggal menetap dan tidak berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan 

yang menghasilkan upah. 

Jadi dapat di katakan pada dasarnya pariwisata itu motif kegiatannya 

yaitu  untuk mengisi waktu luang, untuk bersenang-senang, bersantai, 

studi, kegiatan Agama, dan mungkin untuk kegiatan olahraga. Selain itu 

semua kegiatan tersebut dapat memberi keuntungan bagi pelakunya baik 

secara fisik maupun psikis baik sementara maupun dalam jangka waktu 

lama.

Kepariwisataan dipandang sebagai sesuatu yang abstrak , misalnya 

saja sebagai suatu gejala yang melukiskan kepergian orang-orang didalam 

negaranya sendiri (pariwisata domestik) atu penyeberangan orang-orang 

pada tapal batas suatu negara  (pariwisata internasional).

Secara khusus kepariwisataan dapat dipergunakan sebagai suatu 

alat untuk memperkecil kesenjangan saling pengertian diantara negara-

negara sumber wisatawan dengan negara penerima wisatawan, memupuk 

hubungan yang baik  dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan teknologi 

dan berfungsi dapat membantu meningkatkan dan memupuk hubungan 

5tersebut sehingga dengan demikian akan memperluas wawasan saling 

pengertian diantara bangsa-bangsa. Pada hampir kebanyakan Negara-

negara berkembang ada kecenderungan menjadikan cahaya matahari 

(sun), pantai (shore); pasir (Sand); dan bahkan seks yang dikemas dengan 

daya tarik seni budaya serta keramahtamahan untuk menarik wisatawan 

datang berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata (DTW). 

Pembangunan pariwisata daerah secara regional akan lebih mudah 

dilakukan melalui pengembangan pariwisatanya, terutama dalam 

menghadapi terjadinya gejala urbanisasi sebagai akibat semakin 

padatnya penduduk pada suatu kota yang sering menimbulkan masalah 

sosial dan ekonomi. Yang diharapkan dengan perkembangan pariwisata 

memberikan kenikmatan dan kepuasan pada wisatawan dan kemakmuran 

serta kesejahteraan bagi warga  lingkungannya. 

Gambar 1 : Obyek wisata Goa Pindul Kabupaten GunungKidul yang 

sedang trend saat ini, namun jalur lalu lintas kelokasi pada saat liburan 

sering macet total.

1.3. Sejarah pariwisata

Pengertian tentang Pariwisata dan wisatawan timbul di Perancis 

pada akhir abad ke 17. Tahun 1972 Maurice Menerbitkan buku petunjuk 

“The True Quide For Foreigners Travelling in France to Appreciate its 

Benevialities, Learn the language and take exercise.” Dalam buku ini 

disebutkan ada dua perjalanan yaitu perjalanan besar dan kecil (Grand 

Tour dan Petit Tour). 

Menurut sejarah Grand Tour di Inggris mendapat arti yang berbeda 

6yaitu dijadikan unsur pendidikan diplomasi dan politik. Pertengahan 

abad ke-19 Jumlah orang yang berwisata masih terbatas karena butuh 

waktu lama dan biaya besar, keamanan kurang terjamin, dan sarananya 

masih sederhana, tetapi sesudah Revolusi Industri Keadaan itu berbuah, 

tidak hanya golongan elite saja yang bisa berpariwisata tapi kelas 

menengah juga. Hal ini ditunjang juga oleh adanya kereta api. Pada abad 

Ke-20 terutama sesudah  perang dunia II kemajuan teknik produksi dan 

teknik penerbangan menimbulkan peledakan pariwisata. Perkembangan 

terkahir dalam pariwisata yaitu  munculnya perjalanan paket (Package 

tour).


Pariwisata yaitu  kegiatan bersifat dinamis yang melibatkan banyak 

manusia baik secara individu maupun kelompok serta menghidupkan 

berbagai bidang usaha. Beberapa istilah kepariwisataan dijabarkan 

supaya orang menjadi terbiasa. Tujuan perjalanan juga akan dikupas 

sehingga perbedaan wisatawan vakansi dan wisatawan bisnis perlu 

dijelaskan berikut dengan ciri-ciri yang membedakannya.Masing-masing 

wisatawan memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda sehingga 

penanganan pelayanan serta fasilitas serta sarana prasarananyapun perlu 

pendekatan yang khusus.

Sedangkan Konsep dan definisi tentang pariwisata, wisatawan serta 

klasifikasinya perlu ditetapkan dikarenakan sifatnya yang dinamis. Dalam 

kepariwisataan, menurut Leiper dalam Cooper et.al (1998:5) terdapat tiga 

elemen utama yang menjadikan kegiatan tersebut bisa terjadi. Kegiatan 

wisata terdiri atas beberapa komponen utama yaitu :

1. Wisatawan (Tourist)

Wisatawan yaitu  aktor pelaku dalam kegiatan wisata. Berwisata 

menjadi sebuah pengalaman manusia untuk menikmati, mengantisipasi 

dan mengingatkan masa-masa di dalam proses  menikmati kehidupan 

dalam perjalanan  mereka.

Wisatawan yaitu  seseorang yang melakukan perjalanan baik secara 

individu maupun kelompok  sejauh minimal 80 km dalam waktu  lebih 

dari 24 jam dengan tujuan untuk mencari kesenangan/rekreasi di objek/

destinasi wisata.

7a. Wisatawan Domestik

b. Wisatawan  Asing

c. Domestic Foreign Tourist

d. Indigenous Tourist

e. Transit Tourist

f. Business Tourist

2. Elemen geografi

Pergerakan wisatawan yang berlangsung pada tiga area geografi, 

seperti berikut ini.

a. Daerah Asal Wisatawan (DAW)

Daerah tempat asal wisatawan berada, tempat ketika melakukan 

aktivitias keseharian, seperti bekerja, belajar, tidur dan kebutuhan 

dasar lain. Rutinitas itu sebagai pendorong untuk memotivasi 

seseorang berwisata. Dari DAW, seseorang dapat mencari 

informasi tentang obyek dan days tarik wisata yang diminati, 

membuat pemesanan dan berangkat menuju daerah tujuan.

 b. Daerah Transit (DT)

Tidak seluruh wisatawan harus berhenti di daerah itu. Namun, 

seluruh wisatawan pasti akan melalui daerah tersebut sehingga 

peranan DT pun penting. Seringkali terjadi, perjalanan wisata 

berakhir di daerah transit, bukan di daerah tujuan. Hal inilah 

yang membuat negara-negara seperti Singapura dan Hong Kong 

berupaya menjadikan daerahnya multifungsi, yakni sebagai 

Daerah Transit dan Daerah Tujuan Wisata.

c. Daerah Tujuan Wisata 

Daerah ini sering dikatakan sebagai sharp end (ujung tombak) 

nya pariwisata. Di DTW ini dampak pariwisata sangat dirasakan 

sehingga dibutuhkan perencanaan dan strategi manajemen yang 

tepat. Untuk menarik wisatawan, DTW merupakan pemacu 

keseluruhan sistem pariwisata dan menciptakan permintaan 

untuk perjalanan dari DAW. DTW juga merupakan raison d’etre 

atau alasan utama (DTW) yakni perkembangan pariwisata yang 

menawarkan hal-hal yang berbeda dengan rutinitas wisatawan.

83. Industri pariwisata

Elemen ketiga dalam sistem pariwisata yaitu  industri pariwisata. 

Industri yang menyediakan jasa, daya tarik, dan sarana wisata. Industri 

yang merupakan unit-unit usaha atau bisnis di dalam kepariwisataan dan 

tersebar di ketiga area geografi tersebut. Sebagai contoh, biro perjalanan 

wisata bisa ditemukan di daerah asal wisatawan, Penerbangan bisa 

ditemukan baik di daerah asal wisatawan maupun di daerah transit, 

dan akomodasi bisa ditemukan di daerah tujuan wisata. Pariwisata 

merupakan gejala dari pergerakan manusia secara temporer dan spontan 

di dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Gejala-

gejala tersebut mendorong dan menumbuhkan kegiatan-kegiatan dalam 

bidang konsumsi dan produksi barang dan jasa-jasa yang diperlukan oleh 

wisatawan.

Pengertian lain Pariwisata merupakan kegiatan yang dapat dipahami 

dari banyak pendekatan. Dalam Undang-undang RI nomor 10 tahun 

2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa :

a. Wisata yaitu  kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang 

atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk 

tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan 

daya tank wisata yang dikunjungi, dalam jangka waktu sementara.

b. Wisatawan yaitu  orang yang melakukan perjalanan wisata.

c. Pariwisata yaitu  berbagai macam kegiatan wisata dan didukung 

berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh warga , 

pengusaha, dan pemerintah.

d. Kepariwisataan yaitu  keseluruhan kegiatan yang terkait dengan 

pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin tersebut 

diatas yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara 

serta interaksi antara wisatawan dan warga  setempat, sesama 

wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pengusaha.

e. Usaha pariwisata yaitu  usaha yang menyediakan barang dan/atau 

jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan 

pariwisata.

f. Pengusaha pariwisata yaitu  orang atau sekelompok orang yang 

melakukan kegiatan usaha pariwisata.

9g. Industri pariwisata yaitu  kumpulan usaha pariwisata yang saling 

terkait dalam rangka menghasilkan barang dan /atau jasa bagi 

pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.

Menurut WTO (1999:5) yang dimaksud dengan pariwisata :

a. Tourism – activities of persons traveling to and staying in places 

outside their usual environment for not more than one consecutive 

year for leisure, business and other purposes.

 Pariwisata dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang melakukan 

perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan 

kesehariannya. Perjalanan wisata ini berlangsung dalam jangka 

waktu tidak lebih dari satu tahun secara berturut-turut untuk tujuan 

bersenang-senang, bisnis dan lainnya.

b. Visitor – any person traveling to a place other than that of his/her 

usual environ-ment for less than 12 consecutive months and whose 

main purpose of travel is not to work for pay in the place visited.  Dapat 

diartikan pengunjung yaitu  siapa pun yang melakukan perjalanan 

ke daerah lain di luar dari lingkungan kesehariannya dalam jangka 

waktu tidak lebih dari 12 bulan berturut-turut dan tujuan perjalanan 

tidak untuk mencari nafkah di daerah tersebut.

c. Tourist – overnight visitor, visitor staying at least one night In a 

collective or private accommodation in the place visited.

 Wisatawan merupakan pengunjung yang menginap atau pengunjung 

yang tinggal di daerah tujuan setidaknya satu malam di akomodasi 

umum ataupun pribadi.

d. Same day visitor – excursionists, visitor who does not spend the night 

in a collective or private accommodation in the place visited;

Pengunjung harian yaitu  ekskursionis, pengunjung yang tidak 

bermalam di akomodasi umum atau pribadi di daerah tujuan.

Definisi-definisi tersebut diatas menjabarkan unsur-unsur penting 

yang harus dikelola dan ada dalam kepariwisataan yaitu sebagai berikut :

1. Jenis aktivitas yang dilakukan dan maksud tujuan dari kunjungan

2. Lokasi kegiatan wisata yang dituju.

3. Aksessibilitas yang bisa ditempuh .

10

4. Rencana lamanya tinggal di daerah tujuan wisata (Length of stay)

5. Sarana prasarana serta fasilitas amenities dan pelayanan yang dapat 

dimanfaatkan yang mampu  disediakan oleh usaha pariwisata.

Dengan memahami kelima unsur-unsur tersebut pengelola pariwisata 

harus mampu menjabarkan  maksud  dan tujuannya, sehingga mampu 

melakukan pendekatan dalam aspek pelayanan yang lebih berkualitas 

dan memadahi. Wisatawan yang berbeda-beda memiliki kepentingan 

yang berbeda pula, apalagi culture /budaya mereka yang berbeda harus 

dengan pendekatan (customer culture approach) yang lebih spesifik 

dalam pemenuhan kepuasan mereka. Lokasi yang memenuhi persyaratan 

aksesibilitas kemudahan untuk dijakau wisatawan beserta sarana 

prasarana serta fasilitas amenities yang dibutuhkan selama tinggal serta 

pelayanan yang berkualitas sangat mendukung terciptanya kepuasan 

wisatawan yang akan menciptakan image / citra positif terhadap 

kelangsungan pengembangan pariwisata selanjutnya.


Ada beberapa pengertian tentang industri pariwisata, antara lainnya 

sebagai kumpulan dari macam-macam perusahaan yang secara bersama 

menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa (goods and services) yang 

dibutuhkan para wisatawan pada khususnya dan traveler pada umumnya, 

selama dalam perjalanannya. 

Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi 

manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang 

setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri 

sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, 

pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan 

manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. 

Disebabkan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam 

industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, 

makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau 

daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks 

pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Kegiatan industri sebenarnya 

sudah lama ada, yaitu sejak manusia berada di muka bumi ribuan tahun 

yang lalu dalam tingkat yang sangat sederhana. Seiring dengan pesatnya 

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia, 

kegiatan industri pun tumbuh dan berkembang semakin kompleks. (Riza 

Amelia.2014).

Pengertian tentang industri pariwisata yang lainnya yaitu  suatu 

susunan organisasi, baik pemerintah maupun swasta yang terkait dalam 

pengembangan, produksi dan pemasaran produk suatu layanan yang 

memenuhi kebutuhan dari orang yang sedang bepergian. (Kusudianto, 

1996)

Industri pariwisata yaitu  kumpulan usaha pariwisata yang saling 

terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan 

kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata ( Undang-

Undang Pariwisata no 10 tahun 2009).

12

Menurut Damarji (Yoeti, 1996), pengertian industri Pariwisata yaitu  

rangkuman dari berbagai bidang usaha yang secara bersama-sama 

menghasilkan produk-produk dan service yang nantinya secara langsung 

akan dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa industri dengan industri pariwisata 

sangat berbeda sekali, industri merupkan pengolahan barang yang 

belum jadi menjadi barang yang sudah jadi dan siap untuk digunakan. 

Sedangkan, industri pariwisata sangat berbeda sekali pengertiannya 

dengan industri. Industri Pariwisata merupakan suatu industri dari 

serangkaian perusahan yang menghasilkan barang dan jasa yang 

diperuntukkan pada para wisatawan agar terpenuhi kesenangannya 

dalam berwisata.


Kepariwisataan yaitu  segala sesuatu yang berhubungan dengan 

penyelenggaraan pariwisata (Yoeti, 1997). Wisata merupakan suatu 

kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan 

secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan 

daya tarik wisata. Sedangkan wisatawan yaitu  orang yang melakukan 

kegiatan wisata. “Tourism is an integrated system and can be viewed in 

terms of demand and supply. The demand is made up of domestic and 

international tourist market. The supply is comprised of transportations, 

tourist attractions and activities, tourist facilities, services and related 

infrastructure, and information and promotion. Visitors are defined as 

tourist and the remainder as same-day visitors”.

Pada garis besarnya, definisi tersebut menunjukkan bahwa 

kepariwisataan memiliki arti keterpaduan yang di satu sisi diperani oleh 

faktor permintaan dan faktor ketersediaan. Faktor permintaan terkait 

oleh permintaan pasar wisatawan domestik dan mancanegara. Sedangkan 

faktor ketersediaan dipengaruhi oleh transportasi, atraksi wisata dan 

aktifitasnya, fasilitas-fasilitas, pelayanan dan prasarana terkait serta 

informasi dan promosi.

Perencanaan pariwisata pada dasarnya ditujukan untuk memberikan 

manfaat sebesar besarnya bagi daerah tujuan wisata sekaligus 

meminimalisir dampak negatif dari proses dan hasil pengembangan 

13

pariwisata di daerah tersebut. Disisi lain pengembangan pariwisata 

yang harus berkesinambungan dan terus memberikan sumbangan 

bagi kesejahteraan dan kemaslahatan penduduk,serta seterusnya 

meningkatkan kualitas lingkungan serta melestarikan budaya setempat. 

(Djoko Soedibyo, 2005)

Pariwisata merupakan industri perdagangan jasa yang memiliki 

mekanisme pengaturan yang kompleks karena mencakup pengaturan 

pergerakan wisatawan dari negara asalnya, di daerah tujuan wisata 

hingga kembali ke negara asalnya yang melibatkan berbagai hal seperti; 

transportasi, penginapan, restoran, pemandu wisata, dan lain-lain. Oleh 

karena itu, industri pariwisata memegang peranan yang sangat penting 

dalam pengembangan pariwisata.

Dalam menjalankan perannya, industri pariwisata harus menerapkan 

konsep dan peraturan serta panduan yang berlaku dalam pengembangan 

pariwisata agar mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah 

kunjungan wisatawan yang nantinya bermuara pada pemberian manfaat 

ekonomi bagi industri pariwisata dan warga  lokal. Industri-industri 

pariwisata yang sangat berperan dalam pengembangan pariwisata yaitu : 

biro perjalanan wisata, hotel dan restoran. Selain itu juga didukung oleh 

industri-industri pendukung pariwisata lainnya.


Pada dasarnya bagian-bagian dari gejala pariwisata terdiri dari tiga 

unsur :

1. Manusia (unsur insani sebagai pelaku kegiatan pariwisata)

2. Tempat (unsur fisik yang sebenarnya tercakup oleh kegiatan itu 

sendiri)

3. Waktu (unsur tempo yang dihabiskan dalam perjalanan itu sendiri 

selama berdiam ditempat tujuan).

Faktor khas pada umumnya berkaitan dengan maksud bepergian, 

sifat sementara bepergian tersebut, penggunaan fasilitas wisata, dan 

yang dianggap paling penting yaitu faktor kenikmatan dan perasaan 

yang rileks berekreasi. Kita akui kedua faktor terakhir ini bukanlah 

faktor kepariwisataan yang mutlak (sinequa non) karena orang yang 

berpariwisata bisnis (misalnya pelajar) haruslah pula mereka itu tetap 

14

dianggap sebagai wisatawan, meskipun dalam beberapa hal  kaidah 

kenikmatan dan rekreasi bukanlah tujuan utama kepergian mereka.

Sisi lain pariwisata hendaknya dilihat dari sudut pandangan negara 

penerima wisatawan. Didalam konteks ini pariwisata hendaknya 

dipandang sebagai suatu industri yang turut memberi andil dalam 

pembangunan sosial ekonomi, baik negara itu sudah maju atau sedang 

berkembang.

Istilah industri pariwisata mungkin terasa sebagai sebutan yang 

agak aneh bagi mereka yang selama ini menganut batasan  pengertian 

industri klasik , yang senantiasa berarti  suatu proses dengan maksud 

untuk meningkatkan kekayaan. Struktur industri dapat berbeda menurut 

hakikat hasil produksinya dan pasaran tempat hasil produksi itu dijual. 

Juga struktur industri yang dibedakan berdasarkan bahan baku yang 

dipergunakan dan kondisi tempat bahan itu diolah.

Unsur-unsur Pariwisata yang mutlak sangat menentukan dalam 

pengembangan pariwisata berkelanjutan yaitu  unsur pengelolaan dari : 

1. Daya Tarik Wisata (Attractions)

Dalam kegiatan wisata, ada pergerakan manusia dari tempat 

tinggalnya menuju ke destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata, 

merupakan kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah 

administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas 

umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas serta warga  yang saling 

terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. Dengan demikian, 

faktor daya tarik wisata merupakan salah satu unsur yang membentuk 

dan menentukan suatu daerah menjadi destinasi pariwisata.

Setiap destinasi pariwisata memiliki daya tarik berbeda-beda sesuai 

dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Di bawah ini yaitu  jenis 

daya tarik wisata yang biasanya ditampilkan di destinasi pariwisata :

a. Daya tarik wisata alam (natural tourist attractions), segala bentuk 

daya tarik yang dimiliki oleh alam, misalnya: laut, pantai, gunung, 

danau, lembah, bukit, air terjun, ngarai, sungai, hutan

b. Daya tarik wisata buatan manusia (man-made tourist attractions), 

meliputi: Daya tarik wisata budaya (cultural tourist attractions), 

15

misalnya: tarian, wayang, upacara adat, lagu, upacara ritual dan daya 

tarik wisata yang merupakan hasil karya cipta, misalnya: bangunan 

seni, seni pahat, ukir, lukis.     

Daya tarik wisata memiliki kekuatan tersendiri sebagai komponen 

produk pariwisata karena dapat memunculkan motivasi bagi wisatawan 

dan menarik wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata, hal 

demikian terlebih terjadi di destinasi pariwisata yang memilki sangat 

beragam dan bervariasi daya tarik wisata, seperti yang ditulis oleh 

Robert Christie Mill dalam buku “Tourism: The International Business” 

(1990): “Attractions draw people to a destination”.

Attraction atau atraksi yaitu  produk utama sebuah destinasi. Atraksi 

berkaitan dengan what to see dan what to do. Apa yang bisa dilihat dan 

dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Atraksi bisa berupa 

keindahan dan keunikan alam, budaya warga  setempat, peninggalan 

bangunan bersejarah, serta atraksi buatan seperti sarana permainan dan 

hiburan. Seharusnya sebuah atraksi harus mempunyai nilai diferensiasi 

yang tinggi. Unik dan berbeda dari daerah atau wilayah lain.

2. Fasilitas dan Jasa Pelayanan Wisata (Amenities)

Amenity atau amenitas yaitu  segala fasilitas pendukung yang 

bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di 

destinasi. Amenitas berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi 

untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. 

Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh 

wisatawan, seperti  toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik 

kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya juga tersedia di sebuah destinasi. 

Tentu saja fasilitas-fasilitas tersebut juga perlu melihat dan mengkaji 

situasi dan kondisi dari destinasi sendiri dan kebutuhan wisatawan. 

Tidak semua amenitas harus berdekatan dan berada di daerah utama 

destinasi. Destinasi alam dan peninggalan bersejarah sebaiknya agak 

berjauhan dari amenitas yang bersifat komersial, seperti hotel, restoran 

dan rest area.

Disamping daya tarik wisata, wisatawan dalam melakukan kegiatan 

wisata juga membutuhkan adanya fasilitas yang menunjang perjalanan 

tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan tersebut, perlu 

16

disediakan bermacam-macam fasilitas, mulai dari pemenuhan kebutuhan 

sejak berangkat dari tempat tinggal wisatawan, selama berada di destinasi 

pariwisata dan kembali ke tempat semula. “Attractions bring people to 

the destination; facilities service them when they get there. Because they 

are away from home,the visitor requires certain things a place to stay, 

something to eat and drink” . 

 : Daya tarik Obyek wisata Air Terjun Kedung Pedut yang 

belum terekspos ini memiliki keunikan sebagai obyek wisata, namun 

belum terkelola dengan baik sebagai wisata unggulan di Kabupaten 

Kulonprogo Yogyakarta.

Daya tarik atraksi wisata yang membawa wisatawan ke tujuan 

(destinasi) ; harus memberikan fasilitas pelayanan berkualitas pada 

wisatawan  ketika mereka sampai disana,  karena mereka berada jauh 

dari rumah, pasti membutuhkan hal-hal tertentu seperti akomodasi 

tempat tinggal, dan sesuatu fasilitas untuk makan dan minum mereka 

selama tinggal. Fasilitas-fasilitas untuk memenuhi kebutuhan perjalanan 

wisatawan tersebut muncul dalam satu kesatuan yang saling terkait tidak 

dapat dipisahkan, dan saling melengkapi satu sama lain, sehingga dalam 

suatu perjalanan wisata, seluruh komponen yang digunakan tidak dapat 

dipisahkan, tergantung pada karakteristik dan bentuk perjalanan wisata 

yang dilakukan oleh wisatawan.  

 Daya tarik wisata Sky Bridge  yang ada di Pulau Langkawi 

Malaysia, bisa dicontoh dan dikembangkan di Indonesia yang memiliki 

wisata alam yang luar biasa banyaknya.

Burkart dan Medlik mengemukakan lima karakteristik sebagai 

pedoman untuk memahami pariwisata. Karakteristik-karakteristik 

tersebut ialah: 

a. Karena kompleksitasnya, pariwisata lebih merupakan suatu 

phenomena dan hubungan- hubungan dari pada sesuatu yang berdiri 

sendiri. 

b. Phenomena dan hubungan-hubungan tersebut timbul karena 

perjalanan dan persinggahan manusia di berbagai tempat tujuan. Jadi 

di dalamnya terdapat unsur dinamik yaitu perjalanan, dan unsur statis 

yaitu persinggahan.  

c. Tempat tujuan perjalanan dan persinggahan itu berbeda dengan 

tempat tinggal dan tempat kerja wisatawan sehari-hari, sehingga 

aktivitas mereka pun berbeda dengan aktivitas penduduk setempat. 

d. Perjalanan dan persinggahan tersebut bersifat sementara, mereka 

akan kembali ke tempat tinggal asalnya dalam beberapa hari, minggu, 

atau bulan. 

e. Kunjungan ke berbagai tempat tujuan itu bukan dimaksudkan untuk 

bekerja atau mencari nafkah. 

Cable Car di Pulau Langkawi Malaysia memiliki 

ketinggian 700 meter diatas permukaan laut, yang memiliki tiga stage 

yang setiap stage wisatawan bisa berhenti keluar dari cable car untuk 

menikmati pemandangan alam yang berbeda, kemudian naik lagi 

seterusnya sampai  yang teratas..

Komponen fasilitas dan jasa pelayanan perjalanan biasanya terdiri dari 

unsur alat transportasi, fasilitas akomodasi, fasilitas makan dan minum 

dan fasilitas penunjang lainnya yang bersifat spesifik dan disesuaikan 

dengan kebutuhan perjalanan. Komponan ini tidak terlepas dari adanya 

komponen prasarana atau infrastuktur, yaitu suatu komponen yang 

menjamin bagi tersedianya kelengkapan fasilitas. Fasilitas transportasi 

baru dapat disediakan apabila ada jaminan bahwa prasarana jalan sudah 

tersedia, demikian juga fasilitas telekomunikasi dapat disediakan apabila 

prasana jaringan penghubung ke destinasi pariwisata tersebut sudah 

tersedia.

3. Kemudahan untuk mencapai destinasi wisata (Accesibility)

Dalam suatu perjalanan wisata, terdapat pula faktor yang tidak 

kalah pentingnya dalam mempengaruhi kepuasan wisatawan, yaitu 

faktor aksesibilitas, yang berarti kemudahan yang tersedia untuk 

mencapai destinasi wisata, yang terkadang diabaikan oleh wisatawan  

dalam merencanakan perjalanan wisata, sehingga secara umum dapat 

mempengaruhi budget perjalanan mereka tersebut. Accessibility atau 

aksesibilitas yaitu  sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi. 

Akses jalan raya, ketersediaan  sarana transportasi dan rambu-rambu 

19

penunjuk jalan merupakan aspek penting bagi sebuah destinasi. 

Banyak sekali wilayah di Indonesia yang mempunyai keindahan alam 

dan budaya yang layak untuk dijual kepada wisatawan, tetapi tidak 

mempunyai aksesibilitas yang baik, sehingga ketika diperkenalkan dan 

dijual, tak banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjunginya. Perlu 

juga diperhatikan bahwa akses jalan yang baik saja tidak cukup tanpa 

diiringi dengan ketersediaan sarana transportasi. Bagi individual tourist, 

transportasi umum sangat penting karena kebanyakan mereka mengatur 

perjalanannya sendiri tanpa bantuan travel agent, sehingga sangat 

bergantung kepada sarana dan fasilitas publik.

Yang dimaksud dengan aksessibilitas yaitu  sarana yang memberi 

kemudahan kepada wisatawan untuk mencapai tujuan. Pengertian 

aksessibilitas tidak terbatas pada alat angkutan (transportasi) yang 

dapat membawa wisatawan dari tempat asalnya ke tempat dan kembali 

ketempat asalnya, tetapi juga meliputi semua aspek yang memperlancar 

dalam melakukan perjalanan.

Dilihat dari pemakainya, alat angkutan dapat dibedakan ke dalam dua 

kelompok, yaitu :

a. Angkutan yang dapat digunakan untuk penumpang umum maupun 

wisatawan

b. Angkutan yang khusus digunakan untuk wisatawan

Menurut jenisnya angkutan dapat dibedakan ke dalam tiga jenis,  

yaitu :

a. Angkutan darat ( Kereta Api; Bus; Angkot; Becak; Andong/Delman.

dsb)

b. Angkutan udara :

Penerbangan dapat dibedakan menjadi :

 • Schedul airlines : yaitu penerbangan yang berjadwal, dengan tarif, 

rute dan frekuensi yang tetap.

 • Charter flight : yaitu penerbangan yang beroperasi baik secara 

jadwal, maupun tidak, juga dapat melakukan penerbangan 

berdasarkan permintaan.

 • Inclusive tour atau paid up air trip : yaitu perjalanan dimana 

20

ongkos angkutan penerbangannya sudah termasuk biaya untuk 

akomodasi dan biaya-biaya lain yang diperlukan selama melakukan 

perjalanan wisata

c. Angkutan laut : (Kapal Ferry; Tongkang; Speed Boat; Cruiseship)

4. Keramah tamahan (ancilliary=Hospitality) 

Keramahtamahan berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi 

atau orang-orang yang mengurus destinasi tersebut.  Ini menjadi penting 

karena walaupun destinasi sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas dan 

amenitas yang baik, tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus 

maka ke depannya pasti akan terbengkalai. Organisasi sebuah destinasi 

akan melakukan tugasnya seperti sebuah perusahaan. Mengelola 

destinasi sehingga bisa memberikan keuntungan kepada pihak terkait 

seperti pemerintah, warga  sekitar, wisatawan, lingkungan dan para 

stakeholder lainnya.  Destinasi wisata dapat menyebabkan munculnya 

perasaan wisatawan terhadap kebutuhan yang berkaitan dengan 

keramahtamahan melalui seseorang atau sesuatu, seperti yang ditulis oleh 

Robert Christie Mill: “The hospitality of an area is the general feeling of 

welcome that tourists receive while visiting the area. People do not want 

to go where the do not feel welcome” (Mill, 1990).   Dengan demikian 

aspek hospitality keramah tamahan ini yaitu  sangat penting yang 

memberikan kesan dan kenangan kepuasan bagi wisatawan dan dapat 

menciptakan citra positif sebagai pengembangan pemasaran “words of 

mouth” (gethok tular = Jawa) yang merupakan aspek pemasaran yang 

paling unggul saat ini.

2.3.   Dampak pariwisata terhadap perekonomian indonesia

Pariwisata menjadi suatu kegiatan yang cukup mendapat perhatian 

dari pemerintah karena dampaknya terhadap perekonomian nasional. 

Dengan kedatangan wisatawan ke suatu Daerah Tujuan Wisata, terutama 

wisatawan mancanegara, maka diharapkan akan mendatangkan devisa 

bagi DTW tersebut.

Seperti kita ketahui, penerimaan devisa negara dari sektor minyak 

bumi dan gas akhir-akhir ini terus menurun, bahkan diperkirakan tahun 

2012, karena keterbatasan teknologi, komoditi migas secara ekonomis 

dianggap tidak akan efisien lagi sebagai penghasil devisa negara. Di 

21

sisi lain, ketahanan daya saing ekspor non-migas juga tidak dapat 

diandalkan karena cara berproduksi masih didominasi oleh teknologi 

rendah, sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak mampu bersaing 

di pasar global. Investor asing tidak berminat menanamkan modalnya 

di Indonesia, selain karena keamanan yang labil, terlalu banyak pungli 

(pungutan liar) untuk memulai suatu bisnis di Indonesia. Kenaikan upah 

buruh yang terus meningkat mengakibatkan harga produk tidak kuat 

bersaing di pasar internasional.

Berdasarkan hal di atas, maka pemerintah harus mencari alternatif 

sektor ekonomi yang dianggap tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Salah satu sektor ekonomi yang dianggap cukup perspektif yaitu  sektor 

pariwisata. sektor ini diyakini tidak hanya sekadar mampu menjadi 

sektor andalan dalam usaha meningkatkan perolehan devisa untuk 

pembangunan, tetapi juga mampu mengentaskan kemiskinan. Dilihat 

dari kacamata ekonomi makro, jelas pariwisata memberikan dampak 

positif, antara lain :

1. Dapat menciptakan kesempatan berusaha. Dengan datangnya 

wisatawan, perlu pelayanan untuk menyediakan kebutuhan (need), 

keinginan (want), dan harapan (expectation) wisatawan.

2. Dapat meningkatkan kesempatan kerja. Dengan dibangunnya hotel 

atau restoran, akan diperlukan tenaga kerja/ karyawan yang cukup 

banyak.

3. Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memercepat pemerataan 

pendapatan warga . Sebagai akibat multiplier effect yang terjadi 

dari pengeluaran wisatawan yang relatif cukup besar.

4. Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi 

daerah. Setiap wisatawan berbelanja selalu dikenakan pajak sebesar 

10% sesuai Peraturan pemerintah yang berlaku.

5. Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Bruto 

(GDB).

6. Dapat mendorong peningkatan investasi dari sektor industri pariwisata 

dan sektor ekonomi lainnya.

Dapat memperkuat neraca pembayaran. Bila neraca perdagangan dari 

Pariwisata mengalami surplus, dengan sendirinya akan memperkuat 

neraca pembayarannya.


PENGERTIAN POKOK-POKOK TENTANG 

PARIWISATA

Pariwisata merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Orang-

orang dari seluruh dunia selalu merencanakan setiap tahunnya untuk 

melakukan perjalanan wisata (travelling) dengan menyisihakan dana 

setiap bulannya, berbeda dengan di Indonesia warga  belum 

sepenuhnya menyadari bahwa pariwisata yaitu  salah satu proses 

dalam kehidupan keluarga juga untuk refreshing. seperti melakukan 

perjalanan ke negara lain.  Mereka ingin menjelajahi tempat-tempat baru, 

budaya baru dan orang baru. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah 

pariwisata alternatif telah dibahas oleh orang-orang dalam industri 

pariwisata. Mungkin relatif baru bagi sebagian dari warga  yang 

hanya berorientasi untuk hidup rutin secara konvensional. Ini yaitu  

jenis wisata yang berbeda dari industri pariwisata konvensional. 

Ada beberapa bentuk alternative tourism terdiri dari 5 (lima) macam 

yakni: cultural tourism (pariwisata budaya) ingin menikmati budaya 

yang dimiliki daerah, bangsa lain, Educational tourism (pariwisata 

pendidikan), yaitu pariwisata yang dilakukan oleh para pelajar, 

mahasiswa, untuk belajar ke daerah lain seperti pertukaran pelajar 

(students exchange) , scientific tourism (pariwisata science) yaitu 

mahasiswa juga dosen melakukan perjalanan reset ke daerah atau Negara 

lain untuk suatu penelitian tertentu, adventure tourism (pariwisata 

petualangan) yang dilakukan oleh individu atau kelompok komunitas 

melakukan outing bersama, dan agritourism ( pariwisata pertanian) 

yakni melakukan kegiatan studi banding  kedaerahlain tentang pertanian, 

dan dari kesemuanya itu merupakan Nature Tourism atau Ecotourism 

(pariwisata berwawasan lingkungan).

Ada beberapa batasan pengertian pokok yang terlebih dahulu perlu 

dipahami dalam membicarakan kepariwisataan, Kegunaan dari suatu 

batasan yaitu  sebagai titik tolak yang fokus dalam pembahasan. Istilah 

– istilah yang diberikan untuk batasan–batasan dalam buku pengetahuan 

Kepariwisataan ini yaitu  :

24

1. Pariwisata ( Tourism )

2. Wisatawan ( Tourist)

3. Produk Wisata (Tourism Products)

4. Atraksi Wisata (Tourist Attraction)

5. Sarana Wisata (Tourism Facilities)

6. Prasarana Wisata (Tourism Amenities)

 3.1.  Pengertian Pariwisata (Tourism)

Arti dari istilah pariwisata belum banyak diungkapkan oleh para ahli 

bahasa dan pariwisata di Indonesia. Yang jelas kata pariwisata berasal 

dari bahasa Sangsakerta , terdiri dari dua suku kata, yaitu “ pari” 

dan “ wisata” . Pari berarti banyak, berkali-kali atau berputar-putar, 

sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata 

berarti perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling.

Dalam Bahasa Inggris untuk Pariwisata digunakan istilah “ Tourism”. 

Menurut seorang Ahli Ekonomi berkebangsaan Austria Norval, Pariwisata 

atau Tourism yaitu  “ the sum total of operations, mainly of an economic 

nature which directly relate to the entry, stay and movement of foreigners 

inside and outside a certain country, city or region.” ( Pariwisata yaitu  

keseluruhan kegiatan, yang berhubungan dengan masuk, tinggal dan 

pergerakan penduduk asing di dalam atau di luar suatu negara, kota atau 

wilayah tertentu.)

Definisi pariwisata yang lebih lengkap dikemukakan oleh Prof. 

Hunziker dan Kraft (1942)[22], sebagai berikut : “ Tourism is the 

totality of relationships and phenomena arising from the travel and stay 

of strangers, provided the stay does not imply the establishment of a 

permanent residence and is not connected with a remunerated activity”. ( 

Pariwisata yaitu  keseluruhan hubungan dan gejala –gejala atau peristiwa 

– peristiwa yang timbul dari adanya perjalanan dan tinggalnya orang 

asing, dimana perjalanannya tidak untuk bertempat tinggal menetap dan 

tidak ada hubungan dengan kegiatan untuk mencari nafkah.)

Sedangkan menurut Keputusan R.I. No. 19 tahun 1969 , Kepariwisataan 

yaitu   “merupakan kegiatan jasa yang memanfaatkan kekayaan alam 

dan lingkungan hidup yang khas, seperti hasil budaya, peninggalan 

sejarah, pemandangan alam yang indah dan iklim yang nyaman.”

25

Dari ketiga batasan tersebut penulis dapat menarik kesimpulan , 

bahwa pariwisata mencakup hal – hal sebagai berikut :

1. Keseluruhan fenomena alam maupun buatan manusia yang di 

manfaatkan untuk wisatawan.

2. Kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan 

wisatawan selama melakukan perjalanan.

3. Ruang lingkup kegiatan pariwisata mencakup kegiatan-kegiatan 

sebagai berikut :

a. Kegiatan yang berhubungan dengan angkutan dari tempat asal 

wisatawan sampai temapat tujuan selama di tempat tujuan dan 

kembali ke tempat asalnya.

b. Kegiatan yang berhubungan dengan penyediaan, pengelolaan dan 

pengembangan atraksi, sarana , prasarana dan amenitas pariwisata.

c. Kegiatan yang berhubungan dengan penyediaan dan pelayanan 

informasi tentang atraksi , sarana , prasarana dan segala sesuatu 

yang diperlukan wisatawan.

d. Komponen pariwisata: segala sesuatu yang berhubungan dengan 

wisata termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta 

jasa usaha sarana wisata.

Menurut WTO (World Tourist Organization) Pengertian Wisata dapat 

dijabarkan sebagai berikut :

1. Melakukan kegiatan perjalanan / sebagian perjalanan.

2. Dilakukan dengan sukarela

3. Bersifat sementara

4. Dilakukan tidak untuk mencari nafkah

5. Berlangsung lebih dari 24 jam. Karena kurang dari 24 jam hanya 

disebut “Excursionist”

3.2.  Jenis-jenis Wisatawan (Tourist)

Kata wisatawan berasal dari bahasa Sangsakerta, dari asal kata “ 

wisata” yang berarti perjalanan ditambah dengan akhiran “ wan” yang 

berarti orang yang melakukan perjalanan wisata.  Dalam bahasa Inggris, 

orang yang melakukan perjalanan disebut traveller. Sedangkan orang 

yang melakukan perjalanan untuk tujuan wisata disebut Tourist. Definisi 

mengenai tourist, diantara berbagai ahli atau Badan Internasional, masih 

26

belum ada keseragaman pengertian. Perbedaan pengertian atau batasan 

di sebabkan karena perbedaan latar belakang pendidikan atau keahlian, 

perbedaan kepentingan dan perbedaan pandangan dari para ahli atau 

badan tersebut. Baik mengenai batasan wisatawan  internasional maupun 

wisatawan domestik.

Macam-macam jenis Wisatawan (Tourist):

1. National Tourist

2. Domestic tourist

3. Local tourist

4. Wisatawan Nusantara (wisnus)

5. International tourist

6. Incoming tourist

7. Foreign tourist

8. Wisatawan mancanegara (Wisman).

Beberapa batasan yang dikemukakan dari beberapa ahli dan badan 

internasional di bidang pariwisata antara lain:

1). Wisatawan Internasional

Norval, seorang ahli ekonomi Inggris, memberi batasan mengenai 

wisatawan internasional sebagai berikut : “ Every person who comes to 

a foreign country for a reason than to establish his permanent residence 

or such permanent work and who spends in the country of his temporary 

stay, the money he has earned else where”.

(Wisatawan yaitu  setiap orang yang mengunjungi suatu negara , 

dengan tujuan tidak untuk menetap atau bekerja tetap, dan membelanjakan 

uangnya di tempat tersebut dengan uang yang diperolehnya di tempat 

lain.)

Dari definisi tersebut, Norval lebih menekankan pada aspek 

ekonominya, sementara aspek sosiologi kurang mendapat perhatian. 

Pada zaman dahulu tahun 1937, Komisi Ekonomi Liga Bangsa-Bangsa 

( Economy Commission of The league of Nations), pertama kali 

memberikan batasan pengertian mengenai internasional tourist pada 

forum international . Rumusan tersebut yaitu  sebagai berikut “ The term 

tourist shall , in principle, be interpreted to mean any person travelling 

27

for a period of 24-hours or more in a country other than in which he 

usually resides”. ( Istilah Wisatawan pada dasarnya diartikan sebagai 

seseorang yang melakukan perjalanan selama 24 jam atau lebih di negara 

lain, selain dimana yang bersangkutan bertempat tinggal.)

Hal pokok yang penting dari batasan Liga Bangsa – Bangsa tersebut 

yang perlu dicatat yaitu  :

a. Perjalanan dari satu negara ke negara lain

b. Lama perjalanan sekurang-kurangnya 24 jam

Untuk selanjutnya Komisi Liga Bangsa-Bangsa ini, menyempurnakan 

batasan pengertian tersebut, dengan mengelompokkan orang- orang yang 

dapat disebut sebagai wisatawan dan bukan wisatawan.

2).  Kriteria wisatawan yaitu :

a. Mereka yang mengadakan perjalanan untuk keperluan bersenang-

senang, mengunjungi keluarga, dll.

b. Mereka yang mengadakan perjalanan untuk keperluan pertemuan –

pertemuan atau karena tugas tertentu , seperti dalam ilmu pengetahuan, 

tugas negara, diplomasi, agama , olah raga dll.

c. Mereka yang mengadakan perjalanan untuk tujuan usaha.

d. Mereka yang melakukan kunjungan mengikuti perjalanan kapal laut, 

walaupun tinggal kurang dari 24 jam.

3).  Yang dianggap sebagai bukan wisatawan:

a. Mereka yang berkunjung dengan tujuan untuk mencari pekerjaan 

atau melakukan kegiatan usaha.

b. Mereka yang berkunjung ke suatu negara dengan tujuan utuk 

bertempat tinggal tetap.

c. Penduduk di daerah tapal batas negara dan bekerja di negara yang 

berdekatan.

d. Wisatawan yang hanya melewati suatu negara tanpa tinggal di negara 

yang dilaluinya itu.

e. Batasan tersebut tidak dapat diterima oleh Komisi Statistik dan 

Komisi Fasilitas Internasional Civil Aviation Organization, PBB. 

Komisi ini membuat rumusan baru. Istilah Tourist diganti dengan 

Foreign Tourist, dan memasukkan kategori Visitor di dalamnya.

28

Dalam rumusan Komisi Statistik ini dicantumkan batas maksimal 

kunjungan selama 6 bulan, sedangkan batas minimum 24 jam 

dikesampingkan. Selanjutnya batasan yang semula berdasarkan 

kebangsaan (nationality) , diganti dengan berdasarkan tempat tinggal 

sehari - hari wisatawan. ( Country of Residence).

Menyadari ketidakseragaman pengertian tersebut Internasional Union 

of Official Travel Organization ( IUOTO), sebagai badan organisasi 

pariwisata internasional  yang memiliki anggota lebih kurang 90 negara 

telah mengambil inisiatif dan memutuskan batasan yang sifatnya seragam 

melalui PBB pada tahun 1963 di Roma.

Visitor yaitu  “ Any person travelling to country other than that of 

his usual place of residence, for any reason other than the exercise of a 

remunerated activity”. ( Setiap orang yang mengadakan perjalanan ke 

suatu negara lain, di luar tempat tinggal biasanya, dengan alasan apapun, 

selain melakukan kegiatan untuk mendapat upah ).

Batasan tersebut mencakup dua kategori pengertian Tourist dan 

Excursionists. 

Tourist are temporary visitors staying at least 24 hours in the country 

visited and whose motives for travel are :

a. Leisure ( pleasure, holidays, health, studies, religion and sports)

b. Business , family, mission, meetings

Wisatawan yaitu  pengunjung sementara, tinggal sekurang-

kurangnya 24 jam di negara yang dikunjungi dan motif perjalanannya 

yaitu  :

a. Kesenangan, liburan, kesehatan, belajar, keagamaan dan olah raga

b. Usaha, kunjungan keluarga, missi, pertemuan-pertemuan

Excursionists are temporary visitors staying only on one day in the 

country visited without staying overnight (including cruise passenger). 

(Excursionists yaitu  pengunjung sementara, tinggal satu hari di negara 

yang dikunjungi tanpa menginap, termasuk penumpang kapal pesiar).

4). Wisatawan Domestik/Nusantara (wisnus)

29

Wisatawan Domestik yaitu  seseorang penduduk suatu negara yang 

melakukan perjalanan ke tempat selain dimana ia tinggal menetap. 

Perjalanan tersebut dilakukan dalam ruang lingkup negara dimana yang 

bersangkutan tinggal, dengan lama perjalanan sekurang-kurangnya 24 

jam, dengan tujuan tidak untuk mendapatkan nafkah. Sebagai contoh 

wisatawan dari Jakarta, Bandung, Surabaya  atau dari kota lainnya datang 

ke Yogyakarta untuk berwisata selama beberapa hari maka wisatawan 

tersebut disebut Wisnus .sedangkan apabila datang dari luar negeri 

sebagai contoh: Malaysia, Singapore, Jepang dllnya maka wisatawan 

tersebut disebut wisatawan asing ( wisman). 

Di Negara Singapura yang sangat dekat dengan Batam Indonesia 

atau deket dengan Malaysia juga Thailand, wisatawan yang datang ke 

Singapore hanya melakukan wisata belanja, maka mereka tetap dicatat 

sebagai kunjungan wisman di Singapore. Di Negara Singapore ada 

yang disebut Shopping Tourist, Business tourist yang disediakan untuk 

wisatawan melakukan kegiatan belanja. Memang Pariwisata dituntut 

untuk dapat menghasilkan devisa yang banyak, maka untuk ini perlu 

usaha meningkatkan Jumlah wisman, dengan meningkatkan lamanya 

tinggal (Length of stay), apabila dari jumlah wisatawan yang datang 

terbatas. Dengan demikian untuk meningkatkan jumlah wisatawan 

yang jumlahnya terbatas melakukan strategi meningkatkan lama tinggal 

sangat penting, untuk upaya meningkatkan jumlah pembelanjaannya 

(Expenditure) nya. Untuk keperluan diatas maka usaha-usahanya yaitu  

memahami kebutuhan dan keinginan wisatawan antara lain:

a. Wisatawan Manca Negara (wisman) membutuhkan: 

Informasi, promosi, dan pemasaran yang jelas dan akurat, 

memadahi

Memperlancar masuknya Wisman dengan kemudahan 

mendapatkan

Bebas Visa, visa on arrival, multigate (pintu gerbang yang cukup)

Meningkatkan sarana-prasarana akomodasi, aksesibilitas, 

amenities, jaringan IT networking. 

b. Aspek lamanya tinggal wisatawan Length of Stay: 

Meningkatkan keamanan, dan kenyamanan.

30

Membuat Wisman senang untuk tinggal, dengan menyediakan 

sarana-prasarana agar sesuai dengan kondisi negerinya. 

Meningkatkan jumlah atraksi yang menarik dan disenangi oleh 

Wisman.

Expenditure : 

Sejumlah pengeluaran yang telah dibelanjakan oleh wisatawan 

selama tinggal, dengan upaya meningkatkan lamanya tinggal length of 

stay (LOS), dan menambah jumlah Souvenir shop yang memadahi.

3.3. Produk Pariwisata

Produk wisata yaitu  segala sesuatu dihasilkan sesuai dengan 

yang diperlukan oleh wisatawan dari mulai ia meninggalkan tempat 

tinggalnya sampai kembali ke tempat tinggalnya semula. Produk wisata 

dapat bersifat nyata (Tangible) dan tidak nyata (intangible). Produk nyata 

(Tangible products) yang dapat langsung dilihat dan diraba sehingga 

wisatawan dengan melihat langsung daya tariknya apakah sesuai dengan 

yang diharapkan. Sedangkan produk yang tidak nyata (intangible 

products) yaitu  berupa pelayanan (service) yang mampu diberikan 

oleh pengelola dan penyaji wisata yang mampu menciptakan kepuasan 

wisatawan (satisfaction).

Apakah jasa termasuk pada kelompok pengertian industri atau tidak? 

Ini hanyalah masalah semantik (arti kata) istilah industri saja.

Suatu produk baik yang dapat dijamah (tangible) maupun tidak dapat 

dijamah (intangible), jika memenuhi kebutuhan tertentu manusia haruslah 

dianggap sebagai produk industri. Pariwisata yaitu  merupakan industri 

gaya baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat 

dalam menciptakan kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam 

mengaktifkan sektor produksi lain dinegara penerima wisatawan. Lagi 

pula pariwisata sebagai suatu sektor yang kompleks meliputi industri-

industri dalam arti yang klasik, seperti misalnya industri kerajinan 

tangan dan idustri cinderamata. Penginapan dan transportasi secara 

ekonomi juga dipandang sebagai industri.

Beberapa Karakter Produk Pariwisata: 

31

1. Pariwisata tidak dapat dipindahkan,

2. Pariwisata tidak memerlukan perantara untuk mencapai kepuasan 

3. Pariwisata tidak dapat ditimbun atau disimpan 

4. Pariwisata sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis 

5. Tidak dapat dicoba atau dicicipi 

6. Sangat tergantung pada faktor manusia 

7. Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi 

8. Tidak memiliki standar atau ukuran yang obyektif dalam menilai 

mutu produk

Kepariwisataan dapat pula dipandang sebagai suatu profesi yang 

memiliki kaidah-kaidah dan kode etiknya sendiri. Profesi ini harus 

diarahkan untuk memberikan fungsi tertentu di dalam warga  yang 

umumnya berkaitan dengan upaya memajukan kontak-kontak manusiawi 

dan integrasi sosial di dalam negara tertentu atau antar beragam negara, 

untuk meningkatkan pembangunan sosial ekonomi. 

Fungsi ganda ini meniscayakan suatu latar belakang intelektual yang 

luas dan pendidikan atau latihan yang khusus agar para profesional mampu 

menyesuaikan diri dengan perubahan ilmu dan teknologi didalam bidang 

industri pariwisata. Jika hanya memikirkan berbagai aspek misalnya 

aspek organisasi, pemasaran, perencanaan, dan teknik pariwisata, 

seharusnya sadar betapa kompleksnya pembangunan pariwisata itu. 

Apabila mengikuti pendekatan lama secara klasik dalam pemecahan 

masalah pariwisata, dan menggunakan strategi konvensional sehari-hari 

yang sudah tidak lagi memadahi dalam menghadapi pertumbuhan dan 

perubahan yang begitu cepat dalam industri pariwisata dunia (cyber 

technology) yang sudah harus dengan program high-tech dan high-touch.

3.4.   Atraksi Wisata

Pengertian atraksi wisata yaitu  sebagai terjemahan dari Attraction 

dalam bahasa Inggris, yang berarti segala sesuatu yang memiliki daya 

tarik, baik benda yang berbentuk pisik maupun non-pisik.

Namun pengertian atraksi sering diartikan sempit yakni “pertunjukan”. 

Sedangkan attraction diterjemahkan dengan “obyek” wisata. Oleh 

karena  segala sesuatu yang dapat menarik, dalam bahasa Inggris 

menggunakan istilah attraction, maka penulis memilih menggunakan 

32

atraksi wisata dari pada obyek wisata. Konotasi pengertian obyek wisata 

lebih besar kepada benda-benda mati dan belum tentu memiliki daya 

tarik. Dengan demikian atraksi harus dikelola dan dilestarikan dengan 

baik agar dapat menciptakan daya tarik minat khusus yang kuat bagi 

wisatawan untuk berkunjung di Negara kita. Dengan demikian atraksi 

yaitu  suatu pertunjukan atau tontonan (performance) yang dinikmati 

sesaat sedangkan attraction dalam pariwisata dimaksudkan sebagai 

daya tarik dari berbagai asset wisata yang ada yang dapat dinikmati 

selamanya. 

Penjabaran Atraksi (attraction) sebagai berikut:

1. Atraksi berupa Ciptaan TUHAN Yang Maha Kuasa: keindahan alam, 

danau, gunung, hutan, flaura & fauna, pantai, goa dsb.

2. Atraksi buatan Karya Manusia: budaya (kesenian, adat istiadat, 

upacara tradisionil, barang kerajinan patung, wayang kulit; tas kulit, 

baju batik dsb).

3. Site attraction: (disini obyeknya tetap)

 Panorama gunung, candi, keraton dsb yang tidak dapat dipindahkan.

4. Event attraction: (disini obyeknya suatu peristiwa)

Seperti halnya: Festival tari kesenian, upacara Labuhan di pantai, dan 

labuhan di gunung Merapi, serta Upacara Grebeg Sekatenan; Festival 

Borobudur; dapat juga acara event olahraga (Sea games) dsb.

Wisatawan mengharapkan dalam perjalanan wisata mereka 

mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru yang tidak mereka 

dapatkan dinegara mereka sendiri. Dengan demikian pengelola pariwisata 

harus mampu memahami apa yang mereka butuhkan (need) , inginkan 

(want)  dan harapkan (expectation) , dengan penyajian fasilitas, sarana 

prasarana, amenities, pelayanan yang prima yang sangat dibutuhkan oleh 

wisatawan. Walaupun setiap bangsa memiliki perbedaan sikap perilaku 

budaya dan karakternya masing-masing, namun dalam mempersiapkan 

produk wisata yang ditawarkan harus mampu mengelola sesuai standar 

kualitas yang mereka harapkan. 

Kebanyakan wisatawan menginginkan beberapa hal sebagai berikut: 

1. Situs arkeologi kuno (Ancient archeological sites)

33

2. Kekayaan budaya tradisional (Rich traditional culture)

3. Seni & kerajinan tangan (Art & handy craft )

4. Fasilitas Akademik (Academic facilities)

5. Situs sejarah yang signifikan (Significant historical sites)

6. Kegiatan petualangan & olahraga terbuka (Outdoor adventure & 

sporting activities)

7. Pemandangan tropis yang indah (Picturesque tropical landscape)

8. Penduduk yang ramah dan sopan (Warm & hospitable people)

9. Pelabuhan udara domestic dan internasional yang modern. (Modern 

international & domestic air port) 

10. Sistem transportasi yang efisien kereta api, bus, & jalan darat (Efficient 

transport system rail, bus, & road)

Segala kebutuhan wisatawan perlu disikapi dengan mengatur dan 

menata segalanya sesuai standar yang berkualitas mengacu pada 

kehidupan yang jelas lebih modern, untuk itu dalam pendekatannya perlu 

diarahkan pada nilai-nilai estetika dan keaslian (kearifan local) yang 

dimiliki. Sehingga tetap terjaga dan memiliki nilai sejarah budaya yang 

asli (original) seperti apa yang diharapkan oleh wisatawan asing, untuk 

datang ke Indonesia. Dalam perkembangan pariwisata daerah sering 

terjadi karena kurang pahamnya tentang asset budaya leluhur, warisan 

budaya dirubah dengan kreasi baru yang meninggalkan nilai seni budaya 

aslinya, sehingga menurunkan nilai estetika keasliannya.

Kebutuhan wisatawan dalam bidang akomodasi: 

Beberapa item yang perlu di kembangkan dalam pengembangan 

pariwisata yang berkelanjutan (Sustainable tourism) antara lain yaitu :

1. Akomodasi berkembang di bawah zonasi & bangunan kode yang 

sesuai (Accommodation develop under appropriate zoning & building 

codes )

2. Aman, bersih & aman lingkungan (Safe, clean & secure environment 

)

3. Berbagai pilihan untuk makan atau bersantap (Various dining options)

4. Belanja otentik dan terjangkau (Authentic and affordable shopping)

5. Pengelolaan daya tarik wisata yang prima (Well manage tourism 

attractions)

34

3.5. Sarana wisata

Sarana Wisata yaitu  sarana yang dibutuhkan oleh wisatawan, dari 

aspek ekonomi yang merupakan berbagai fasilitas amenities yang selalu 

diperlukan atau dibutuhkan langsung oleh wisatawan, seperti: adanya 

Transportasi, Akomodasi, Restoran, Jasa penunjang/ pemandu  wisata, 

Souvenir dan lain-lain.

3.5.1. Transportasi wisata

Aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan 

komunikasi. Faktor jarak dan waktu sangat mem pengaruhi keinginan 

orang untuk melakukan perjalanan wisata. Dewasa ini transportasi 

menyebabkan pertumbuhan pariwisata yang sangat pesat sekali. 

Kemajuan fasilitas transportasi mendo rong kemajuan kepariwisataan 

dan sebaliknya ekspansi yang ter jadi dalam industri pariwisata dapat 

menciptakan permintaan transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan 

wisatawan.  Dengan demikian tidak dapat disangkal lagi bahwa fungsi 

utama transportasi sangat erat hubungannya dengan “accessibility”. 

Maksudnya frekuensi penggunaannya, kecepatan yang dimilikinya 

dapat mengakibatkan jarak yang jauh seolah-olah menjadi lebih dekat. 

Hal ini berarti mempersingkat waktu dan tentunya lebih meringankan 

biaya perjalanan.  Sarana transportasi dapat memudahkan orang untuk 

mengunjungi suatu daerah tertentu, seperti misalnya daerah tujuan 

wisata.  

Dalam kepariwisataan kita mengenal tiga macam transportasi yang 

biasa digunakan oleh wisatawan, yaitu: 

a. Transportasi Udara (International Flight, Domestic Flight). 

b. Transportasi Laut (Regular Lines, Charter Lines Cruiser). 

c. Transportasi Darat (Sepeda, Dokar atau Delman, Sepeda Motor, 

Mobil penumpang, Kereta Api). 

Dalam pemakaian transportasi untuk keperluan kepariwisataan jarang 

yang hanya menggunakan satu macam angkutan saja, ham pir selalu 

merupakan kombinasi yang banyak tergantung pada kondisi tempat atau 

daerah tujuan wisata. Jadi ada macam-macam kombinasi pengangkutan 

yang digunakan di daerah tujuan wisata, tergantung bagaimana penga-

turan Tour Operator yang merencanakan sesuai dengan “tour itinerary” 

35

yang mereka susun. (Rochajat,2008)[23].

3.5.2.  Akomodasi:

Pengertian Akomodasi

Yang dimaksud dengan akomodasi yaitu  sarana untuk menyediakan 

jasa pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan 

makan dan minum serta jasa lainnya, sedang klasifikasi dan manajemen 

pengelolaanya dapat dibedakan sesuai dengan tingkat standar kualitasnya 

seperti: Hotel. Bintang & Non Bintang, Hotel Melati, penginapan 

(Losmen), Guest house, apartemen yang memiliki pangsa pasar tersendiri.

Pengelolaan Hotel menggunakan Manajemen Hotel (Perhotelan) 

melalui studi pendidikan vokasi yang sesuai, dan praktek yang efektif serta 

pengembangan seni kreatif dan inovatif untuk menjalankan bisnis hotel, 

restoran dan bisnis pariwisata lainnya. Selain itu juga pengetahuan yang 

berhubungan dengan bidang perjalanan wisata (travel) sehingga proses 

pengelolaan supaya lebih lancar, nyaman, sehingga memenuhi bahkan 

melebihi harapan konsumen wisatawan yang membutuhkannya. Hotel 

merupakan generator utama di industri pariwisata. Manajemen Hotel 

memastikan melibatkan semua operasionalnya, termasuk penyediaan 

akomodasi, makanan dan minuman dan pelayanan serta penyediaan 

fasilitas hotel lainnya (hotel amenities) dapat berjalan lancar. Manajer 

Hotel (perhotelan) yaitu  orang yang mengelola operasional sehari-

hari dalam manajemen hotel. Hotel besar selalu memiliki tim untuk 

manajemen, dimana setiap anggota tim berkonsentrasi pada daerah 

kepentingan tertentu. Manajer hotel bertanggung jawab atas operasi 

yang efisien dan menguntungkan bagi perusahaan. General Manajer 

hotel bertugas mengontrol keuangan, rumah tangga, kualitas pelayanan 

dan makanan, dekorasi dan interior sertapembentukan norma-norma 

yang harus diikuti oleh staf sambil memberikan layanan mereka 

kepada para tamu, dll. Sedangkan, tugas dari Asisten Manajer yaitu  

untuk mengawasi operasional sehari-hari dari departemen. hotel besar 

memiliki Manajer Residen untuk menyelesaikan masalah sepanjang 

waktu. Disini para manajer departemen yang berbeda diawasi 

oleh manajemen puncak

36

Gambar 7: Akomodasi Hotel yang berkualitas internasional.

 Karakteristik Akomodasi Hotel

Perbedaan antara hotel dengan industri lainnya yaitu :

a. Industri hotel tergolong industri yang padat modal serta padat karya 

yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang 

besar dengan tenaga pekerja yang banyak pula.

b. Dipengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor 

ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut 

berada.

Menghasilkan dan memasarkan produknya bersamaan dengan tempat 

dimana jasa pelayanannya dihasilkan.

Beroperasi selama 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam 

pelayanan jasa terhadap pelanggan hotel dan warga  pada umumnya.

Memperlakukan pelanggan seperti raja selain juga memperlakukan 

pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat 

tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel 

tersebut.

Salah satu unsur pariwisata yaitu  akomodasi hotel yang sangat 

37

beragam baik desain dan pengelolaannya. Hal ini disesuaikan dengan 

berbagai karakteristiknya, sehingga desain, tata layout dan type jenis 

hotel pun sangat bervariasi juga tingkat statusnya.

(Bintang, non bintang dan Melati) yang bengaruh terhadap kondisi 

kualitasnya.

Jenis-jenis Akomodasi. 

Sesuai dengan jenis akomodasi dan strategi pengelolaan dan 

pemasarannya:

a. Hotel yaitu  salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan 

sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan 

penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang 

dikelola secara komersil.

b. Motel ada beberapa pengertian tentang motel, yaitu:

Bangunan yang terletak di luar pusat kota dan daerah sekat high way 

(jalan raya), biasanya pada bangunan itu disediakan penginapan 

dalam bentuk apartemen dan dapat untuk tempat tinggal kurang 

dari 24 jam, apartemen itu memiliki pintu masuk tersendiri dan 

satu garasi atau tempat parkir mobil.

Gabungan dari dua kata, yakni motor dan hotel, yaitu hotel yang 

menyedikan fasilitas khusus, yakni kendaraan bermotor.

Motor hotel, yaitu sejenis akomodasi yang biasanya terdapat 

di antara dua kota besar, tempat para pengendara mobil dapat 

beristirahat sesudah perjalanan jauh dan baru meneruskan 

perjalanannya pada keesokan harinya; mobil pemilik dapat 

diparkir dekat kamar.

c. Guest House yaitu  sejenis akomodasi yang dapat dimiliki oleh 

suatu perusahaan atau instansi yang diperuntukkan bagi para tamu 

yang menginap dan mendapatkan pelayanan makan dan minum. 

Dalam pengertian aslinya, guest house merupakan akomodasi 

yang mempunyai fasilitas sederhana. Termasuk dalam jenis ini, di 

Indonesia dikenal dengan nama Pondok Wisata

d. Youth Hostel /penginapan remaja yaitu  bangunan bagi para pejalan 

muda, penaik sepeda, dan sebagainya dapat tinggal dan makan atau 

menyediakan makanannya sendiri dengan murah

38

e. Apartemen bangunan yang menyediakan jasa akomodasi jangka lama 

untuk sejumlah orang dalam unit tersendiri dengan ruang tidur, ruang 

makan, dapur dan ruang tamu (Sitting Room).

f. Apartement Hotel bangunan bercorak hotel yang terdiri dari beberapa 

apartement yang tidak menyediakan jasa catering (pelayanan makan).

g. Pension/ Rumah penginapan dahulu disediakan untuk para purna 

tugas.

h. Lodgments bisa juga dikatakan sebagai hotel kecil yang 

menyediakan penginapan dan makan pagi tamu dengan tarif tertentu. 

Perlengkapannya diatur menurut tingkat dan kepentingan tamu. 

Usaha penginapan dengan makan dalam bentuk kecil ini biasanya 

hanya menempati satu atau dua lantai suatu bangunan bertingkat. 

Akomodasi bentuk ini menyediakan ruangan umum untuk suatu 

acara tertentu.

i. Camping ground. (Bumi perkemahan). 

 Camping ground yaitu  area wisata yang sangai cocok dan aman 

untuk mendirikan tenda-tenda untuk melakukan camping bersama 

kelompoknya. Dalam bahasa asingnya disebut camping, yaitu  

tempat yang agak luas diperuntukan bagi mereka yang sedang 

mengadakan perkemahan dengan tanpa dipungut bayaran. Tempat ini 

mempunyai sifat administrasi dengan peraturan - peraturan tertentu 

untuk menyelesaikan segala sesuatu mengenai fasilitas - fasiltas 

serta kebutuhan - kebutuhan bagi mereka yang hendak berkemah. 

Di tempat itu lalu didirikan kemah - kemah, diatur secara bersama 

- sama dengan mereka yang berkemah. Berkemah atau camping ini 

disebut dalam bahasa teknisnya ber-caravan.

j. Caravan yaitu  Mobil yang dipergunakan sebagai fasilitas akomodasi 

yang lengkap seperti yang ada di kamar hotel yang disewakan untuk 

keluarga, dapat dipergunakan untuk rekreasi di kawasan pantai atau 

tempat tertentu sesuai dengan keinginan pemakainya.

39

Gambar 8: Mobil Caravan

k. Home stay yaitu  suatu jenis akomodasi yang berasal dari rumah 

- rumah rakyat yang telah ditingkatkan fasilitas dan sarananya, 

sehingga memenuhi syarat -syarat kesehatan, yang disewakan kepada 

wisatawan

l. INN – Hotel (Holiday- Inn)

 Suatu tempat yang menyediakan penginapan, makan dan minum, 

serta pelayanan umum lainnya, disewakan kepada orang - orang 

yang singgah untuk sementara waktu dengan jangka waktu menginap 

terbatas, biasanya lokasinya berada dekat kawasan pantai.

m. Boatel (boat-perahu) Sejenis akomodasi yang berlokasi di sekitar 

pantai atau danau berupa kapal yang disewakan untuk keluarga, 

serta dilengkapi dengan fasilitas seperti layaknya kamar di hotel dan 

fasilitas untuk rekreasi diatas air sungai, danau atau laut, dengan 

program paket yang di sepakati bersama.

40

Gambar 9:  Speed Boat yang dipergunakan sebagai Boatel.

3.5.3.  Restoran

Suatu usaha bisnis kuliner yang dapat berdiri sendiri juga bisa berada 

dalam operasional sebuah hotel yang merupakan fasilitas hotel dalam 

menyediakan pelayanan makanan dan minuman. Restoran ini merupakan 

sarana fasilitas pariwisata yang merupakan usaha bisnis produk kuliner; 

makanan dan minuma


Share:

POPULAR

TRANSLATE

Privacy Policy

viewer

Penulis

Foto saya
saya mahluk lain asli cuma hanya sekedar asal asalan berpura pura menjadi penulis kecil kecilan saja tanpa tujuan tanpa arti ini tulisan sederhana yang tidak menarik tidak bisa dipahami terlalu berbelit Belit

SEARCH