Tampilkan postingan dengan label Kepariwisataan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepariwisataan. Tampilkan semua postingan

Kepariwisataan


 kepariwisataan  



Suatu pembangunan dalam bidang apapun pasti tidak akan terlepas dari unsur kuali­

tas, kuantitas dan kesiapan sumber daya manusia yang ada. Demikian halnya dalam 

pembangunang bidan Pariwisata akan dihadapkan kepada dua sisi pendekatan pro­

gram, yaitu program pembangunan pariwisata yang ditujukan langsung kepada SDM 

yang menjadi stakeholder, dan program pembangunan pariwisata yang ditujukan 

langsung kepada SDM secara luas atau warga  umum. 

Kedua program ini tentunya memiliki pengelolaan dan strategi yang berbeda, dimana 

pembangunan pariwisata yang ditujukan kepada stakeholder sangat menuntut kom­

petensi secara akademik, sedangkan yang ditujukan kepada warga  memiliki nu­

ansa persuasif (mengajak) dalam bentuk kegiatan-kegiatan langsung seca ra bersama­

sama antara pemerintah melalui Depbudpar dengan seluruh Ia pi san warga . 

Berdasarkan kedua kondisi tersebut,maka melalui buku Pedoman untuk para penyuluh 

dan trainer ini, kami mencoba untuk mendeskripsikan bagaimana upaya-upaya pem­

bangunan Pariwisata  ini yang ditujukan kepada stakeholder dan warga  

pada umumnya. 

Mudah-mudahan apa yang tertulis dalam buku kecil ini dapat memberikan motivasi 

bagi kita semua dalam berpartisipasi untuk meningkatkan keberhasilan pembangu­

nan di bidang Pariwisata. 

Jakarta, Januari 2008 

Direktorat Jenderal Pengembangan 

Destinasi Pariwisata 

  3 

4   

. . . . 

Buku Pegangan Penatara & Penyuluh Kepariwisataan  5 

Pendahuluan 

6   

Pengertian: 

Wisata yaitu  kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan terse but yang 

dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan 

daya tarik wisata; 

Wisatawan ada lah orang yang melakukan kegiatan wisata; 

Pariwisata ada la h segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk 

pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha- usaha yang terkait di 

bidang tersebut; 

Kepariwisataan yaitu  sega la sesuatu yang be,·hubungan dengan penye leng­

garaan pariwisata; 

Destinasi Pariwisata adala h area kawasa n yang tidak terkait oleh batas ad­

mini strasi y ang mempunyai kesesuaian a ntara prasarana da n sarana umum 

d cngan produk pariw isata serta kesiapan yang layak untuk dikunjungi w isa-

lawan; 

  7 

Usaha Pariwisata yaitu  kegia tan ya ng bertujuan menyelenggaraka n jasa 

pariwisata a tau menyediakan a tau mengusahakan objek dan daya tarik w isata, 

usaha sarana pariwisata, dan usaha la in yang terkait di bidang tersebut; 

Objek dan Daya Tarik Wisata yaitu  segala sesuatu yang menjadi sasaran 

w isata; 

Kawasan Pariwisata adala h kawasan dengan luas tertentu yang dibangun 

atau di sed ia ka n untuk memenuhi kebutuhan pariwisata; 

Menteri yaitu  me nteri ya ng bertanggung jawab di bidang kepariwisataan. 

Asas dan Tujuan 

Penyelenggaraan kepariwisataan di laksanakan berdasarkan asas manfaat, 

usa ha bersama dan keke luargaa n, adil dan merata , perikehidupan dalam ke­

seimbanga n, dan kepercayaan pada diri sendiri . 

Penyelenggaraan kepariw isataan be rtujuan : 

a. mempe rkenalkan, mendayagunakan , melestarikan dan meningkatkan 

mutu objek dan daya tarik wisata; 

b . memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatka n persahabatan antar 

ban gsa; 

c. memperluas dan memera takan kesempatan berusa ha dan lapangan kerja; 

8   

d. meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan ke­

sejahteraan dan kemakmuran rakyat; 

e. mendorong pendayagunaan produksi nasional. 

Motivasi Melakukan Perjalanan 

Hasrat ingin tahu dan jiwa petualangan yang diberikan oleh 

Sang Pencipta kepada manusia merupakan dorongan terha­

dap kita untuk melakukan perjalanan kemana saja yang ingin 

kita lintasi dan nikmati objek wisatanya meskipun sampai ke 

negen orang. 

Selain itu dorongan lain yang dapat menjadi penyebab un­

tuk melakukan perjalanan wisata ada beberapa faktor lain 

seperti : 

a. Kondisi Lingkungan. Kondisi lingkungan sekitar kita 

yang kurang baik!rusak, lingkungan tempat tinggal 

yang bising dan kotor, ataupun pemandangan yang 

membosankan. 

b. Kondisi Sosial Budaya. Seperti kurang tersedia­

nya fasilitas rekreasi, kegiatan yang rutin dalam 

warga  sekitar, terlalu banyak kerja, adanya 

perbedaan sosial antara anggota warga  dan 

lain-lain yang sering menjadi alasan untuk pergi 

ke tempat-tempat yang kondisinya lebih baik dan 

menyenangkan . 

c. Kondisi Ekonomi. Konsumsi yang tinggi dari ma­

syarakat, biaya hidup sehari -hari, tingkat daya beli 

yang tinggi, banyaknya waktu luang serta relatif 

rendahnya ongkos angkutan, juga akan mendorong 

seseorang untuk melakukan perjalanan wisata. 

  9 

d. Pengaruh Kegiatan Pariwisata. Peningkatan publikasi dan penyebaran 

informasi serta timbulnya pandangan tentang nilai dari kegiatan berwisa­

ta terhadap fungsi sosial warga  dapat mendorong kegiatan wisata. 

Terdapat kecenderungan, bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, taraf 

kehidupan warga  yang makin sejahtera, tersedianya prasarana dan sa­

rana ya ng semakin baik sebagai hasil pembangunan, semakin mendorong ma­

syarakat untuk melakukan perja lanan wisata. 

Oleh karena itu, di zaman sekarang ini akan dan dalam warga  yang su­

dah maju, kegiatan berwisata sudah menjadi salah satu kebutuhan yang patut 

dipenuhi. 

Manfaat dan Dampak 

Pembangunan Pariwisata 

Dalam melakukan perja lanan wisata, 

para wisatawan meme1·lukan serang­

kaian jasa dan produk wisata, semen­

jak dia berangkat sampai kembali ke 

tempat tinggalnya semula . Jasa dan 

produk wisata inilah yang disebut 

"Komponen Pariwisata " yang dapat 

disediakan oleh pihak pengusaha, 

warga  a tau siapapun juga yang 

bet·minat. Untuk lebih jelasnya komponen panwt· 

sata ini me liputi : 

a. Obj ek dan daya tarik wisata 

b. AJwmodasi 

c. Angkutan wisata 

d. Sarana dan fasilitas wisata 

e. Prasarana wisata 

Banya k sekali manfaat dan keuntunga n dalam 

pembangunan da n pengembangan pariwi sata bila 

dire nca nakan dan diarahkan de ngan baik, yakni : 

I. Manfaat ekonomi (kesejahteraan) 

Meningkatnya arus wisatawan baik nusantara a tau man canegara ke 

suatu daerah menuntut macam-macam pelayanan dan fa silitas yang se­

makin meningkat jumlah dan ragamnya. 

Hal ini memberi manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha maupun 

pemerintah setempat seperti : 

a. penerimaan d ev isa 

b. kesempatan berusaha 

c. te rbukanya lapangan kerja 

d. meningkatnya pendapata n warga  dan pemerinta h 

e. mendorong pembangunan daerah 

2. Manfaat sosial budaya 

Pembangunan dan pengembangan pariwisata akan mempunya i dampak 

positiF dalam bidang sosial budaya, seperti : 

a. pelestarian budaya dan adat istiadat 

b. meningkatkan kece rdasan warga  

c. meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani ataupun rohani 

d. mengurangi konflik sos ial. 

  11 

3. Manfaat dalam berbangsa da n bernegara 

Dampak dari kegiatan w isata ini, yaitu : 

a. mempercepat persatuan dan kesatuan 

b. menumbuhkan rasa memiliki, 

keinginan untuk memelihara 

dan mempertahankan 

negara yang UJungnya tumbuh 

rasa cinta terhadap tanah air. 

c. memelihara hubungan baik inter­

nasional dalam hal pengembang­

an pariwisata. 

4. Manfaat bagi lingkungan 

Pembangunan dan pengembangan pariwisata diarahkan agar dapat" me­

menu hi keinginan wisatawan, seperti hidup tenang, bersih, jauh dari polu­

si, santai, dapat mengembalikan kesehatan fisik maupun mental. Dengan 

demikian pengembangan pariwisata merupakan sa lah satu cara dalam 

upaya untuk melestarikan lingkungan, disamping akan memperoleh nilai 

tambah atas pemanfaatan dari lingkunganyang ada. 

Kita perlu memahami dampak-dampak negatif yang akan dan mungkin 

timbul karena pengembangan pariwisata agar dapat mengurangi atau 

menghilangkannya. Oampak-dampak yang tidak diinginkan karena 

12 Pegangan Penataran & Penyuluh Kepariwisataan  

berkembangnya kepariwisataan di suatu daerah, dapat menyangkut segi 

ekonomi, sosial budaya, politik maupun lingkungan seperti : 

a. Harga-harga barang atau jasa pelayanan menjadi naik, karena ba­

nyaknya pengunjung. Wisatawan selalu dianggap membawa uang 

bany ak. Harga tanah naik/ikut naik harganya akibat sarana dan 

fasilitas wisata seperti pembangunan hotel dan lain-lain. 

b . Penduduk, khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisa­

tawan yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa kita 

sendiri. 

c. Banyaknya pemanfaatan wisatawan oleh orang-orang yang tidak 

bertanggung jawab untuk me lakukan hal-hal yang tidak pantas se­

perti pemerasan, perjudian, pencurian, pengedaran barang-barang 

terlarang dan lain-lain. 

d . Terjadinya pengrusakan lingkungan, baik karena pembangunan 

prasarana dan sarana pariwisata, maupun karena ulah pengunjung 

atau tangan-tangan jahil. 

Pegangan Penataran & Penyuluh Kepariwisataan  13 

TantanganJ VisiJ Misi & 

Nilai-nilai J Modal Dasar dan 

Dukungan Lintas Sektoral Bagi 

Pembangunan Kebudayaan 

dan Pariwisata 

14   

Saat ini kita sedang dihadapkan pada kondisi warga  dunia dan masyara­

kat  yang sedang mengalami perubahan, menghadapi tata hubungan 

antai- bangsa yang makin terbuka dan bebas. Hal ini mendorong perlunya pe­

rubahan tatanan kehidupan warga  . Arus informasi budayayang 

datang dari luar makin meningkat dan tidak dapat dicegah sehingga apabi la ti­

dak waspada, dikhawatirkan akan dapat mengancam ketahanan budaya bang­

sa. Oleh karena itu, upaya untuk memperkuat ketahanan budaya menjadi salah 

satu tugas yang penting dalam pembangunan kebudayaan dan pariwisata. 

Di tingkat regional. an global. pembangunan pariwisata d ihadapkan pula ke­

pada tantangan yang sangat berat, terutama bila d ikaitkan dengan kompetisi 

yang makin tajam. Era globalisasi telah membawa pula konsekwensi dan pe­

rubahan-perubahan penting terhadap perkembangan industri pariwisata na­

sional, terutama pemanfaatan kemajuan teknologi dan perubahan-perubahan 

pola tingkah laku wisatawan internasional. 

  15 

Persaingan antar tujuan wisata di tingkat regional dan internasional menjadi 

tantangan tersendiri seiring dengan harapan para pakar dunia yang mem­

perkirakan pariwisata akan menjadi industri terbesar abad ke-21 ini. 

Berdasarkan undang-undang nomor 25 tahun 2000 tentang program pemba­

ngunan nasional (PROPENAS), pembangunan sosial dan budaya ditetap­

kan bahwa pembangunan kebudayaan dan pariwisata dilaksanakan melalui 

program pelestarian dan pengembangan kebudayaan dan program pemba­

ngunan pariwisata. Tujuan program pelestarian dan pengembangan kebu­

dayaan yaitu  untuk menanamkan nilai-nilai budaya bangsa dalam rangka 

menumbuhkan pemahaman dan penghargaan warga  kepada warisan 

budaya bangsa , keragam an budaya dan tradisi, meningkatkan kualitas berbu­

daya warga , menumbuhkan sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya dan 

memperkokoh ketahanan budaya. Sedangkan tujuan program pengembangan 

pariwisata yaitu  m engembangkan dan memperluas diversifikasi produk dan 

kualitas pariwisata nasional y a ng berbasis kepada pemberdayaan warga , 

kesenian dan kebudayaan serta su mber daya (pesona) alam lokal dengan tetap 

mempertahankan k elestarian seni dan budaya tradisional serta kelestarian 

lingkungan hidup setempa t, dan mengembangkan serta memperluas pasar 

pariwisata teru tama p asar luar negeri (internasional). 

16   

.~ 

Visi, Misi dan Nilai­

nilai Pembangunan 

Kebudayaan dan 

Pariwisata 

Visi Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata 

telah tergambar keinginan bangsa  dalam 

pembangunan kebudayaan dan pariwisata nasio­

nal yang merupakan salah satu penjabaran dari 

Tujuan dan Sasaran Pembangunan Nasional 

sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka 

Panjang (RPJP). Berbagai dasar pemikiran telah 

dirumuskan sebagai rambu-rambu di dalam Pembangunan Kebudayaan dan 

Kepariwisataan Nasional pada masa mendatang yang penuh dengan h.arapan 

dan tantangan, yang harus dipedomani oleh insan kebudayaan dan kepari­

wisataan untuk lebih berperan dalam melaksanakan pembangunan nasional 

yang berencana dan berkesinambungan. 

  17 

Untuk itu Departemen Kebudayaan dan 

Pariwisata yang merupakan salah satu pe­

laku pembangunan kebudayaan dan kepari­

wisataan nasional merumuskan Visi seba-

gai berikut : "TERWUJUDNYA JATI 

DIRI BANGSA, PERSATUAN DAN KE­

SATUAN BANGSA DALAM RANGKA 

MULTIKULTURAL, KESEJAHTERA­

AN RAKYAT DAN PERSAHABATAN 

ANTAR BANGSA". 

Untuk mewujudkan Visi tersebut di atas, serta berpedoman terhadap tugas 

pokok dan fungsi Departemen yang berperan sebagai regulator dan fasilita­

tor dalam pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan yang transparan dan 

akuntabel dengan mengutamakan kepentingan mayarakat, Misi Departemen 

Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2005-2009 yaitu  : 

1. Melakukan pelestarian dan pengembangan kebudayaan yang berdasar­

kan nilai luhur. 

2. Mendukung pengembangan destinasi dan pemasaran pariwisata yang 

berdaya saing global. 

3. Melakukan pengembangan sumber daya kebudayaan dan pariwisata. 

4. Menciptakan tata pemerintahan yang bersih, dan akuntabel. 

18   

Berdasarkan Visi dan Misi di atas, maka ditetapkan 9 (sembilan) nilai-nilai 

yang menjadi dasar dalam pelaksanaan Renstra Departemen Kebudayaan dan 

Pariwisata Tahun 2005-2009, adapun ke-sembilan nilai-nilai terse but yaitu  : 

1. Religius 

a. Mewujudkan aparatur di lingkungan Departemen Kebudayaan dan 

Pariwisata yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia sehingga ajar­

an agama khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur 

budaya, terutama kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam perilaku 

keseharian; 

b. Mengembangkan toleransi antar dan antara umat beragama; 

c. Mengembangkan terwujudnya penghormatan terhadap martabat 

kemanusiaan. 

2. Manusiawi 

a. Mendorong terwujudnya warga  yang menghargai nilai-nilai 

kemanusiaan yang adil dan beradab; 

b. Mendorong terwujudnya hubungan harmonis antar manusia Indo­

nesia tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, ras, agama 

dan lain-lain. 

c. Mendorong berkembangnya dinamika kehidupan berwarga  ke 

arah peningkatan harkat dan martabat manusia; 

  19 

d. Mendorong terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban 

dalam perilaku kehidupan berwarga , berbangsa dan bernega-

ra. 

3. Bersatu 

a . Meningkatkan semangat persatuan dan kerukunan bangsa; 

b. Meningkatkan toleransi, kepedulian dan tanggung ja­

wab sosial; 

c. Mengembangkan budaya dan perilaku sportif serta 

menghargai dan menerima perbedaan 

dalam kemajemukan; 

d. Mengembangkan semangat anti kekerasan; 

e. Mengembangkan dialog secara wajar dan saling menghormati an tar 

kelompok dalam warga . 

4. Demokratis 

a. Mewujudkan keseimbangan kekuasaan antara lembaga penyeleng­

gara negara dan hubungan kekuasaan antara pemerintah nasional 

dan daerah; 

b. Mengembangkan organisasi sosial, organisasi kewarga an, dan 

organisasi politik yang bersifat ter buka; 

c. Mewujudkan mekanisme kontrol di dalam kehidupan berbangsa 

dan bernegara; 

20 Buku egangan Penatar & Penyuluh Kepariwisataan  

5. 

d. 

e. 

Adil 

a. 

b. 

c. 

d. 

e. 

f. 

Mengembangkan budaya demokrasi, transparansi, akuntabi litas, ju­

jur, sportif menghargai perbedaan; 

Mengembangkan sistem kepemimpinan yang egaliter dan rasional. 

Menegakkan hukum yang berkeadilan tanpa diskriminasi; 

Mewujudkan institusi dan aparat hukum yang bersih dan profesio­

nal; 

Mewujudkan penegakan hak asasi manusia; 

Mewujudkan keadilan gender; 

Mewujudkan budaya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum; 

Mewujudkan keadilan dalam distribusi pendapatan, sumber daya 

ekonomi dan penguasaan asset ekonomi, serta hi langnya praktek 

monopoli; 

g. Menyediakan peluang yang lebih besar bagi kelompok ekonomi ke­

cil, penduduk miskin dan tertinggal. 

6. Sejahtera 

a. Meluaskan kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan pen­

duduk sehingga bangsa  menjadi sejahtera dan mandiri; 

b. Mewujudkan sistem 

pelayanan umum, 

bagi seluruh lapisan 

warga , termasuk 

pelayanan kepada pe­

nyandang cacat dan 

usia lanjut; 

c. Mewujudkan kea-

manan dan rasa aman 

dalam warga  

  21 

7. Maju 

a . Meningkatkan kemampuan bangsa dalam pergaulan an tar bangsa; 

b. Meningkatkan kualitas SDM sehingga mampu bekerjasama dan 

bersaing dalam era global; 

c. Meningkatkan kualitas pendidikan kebudayaan dan kepariwisataan 

sehingga menghasilkan tenaga yang kompeten sesuai dengan stan­

dar nasiona dan internasional; 

d. Meningkatkan disiplin dan etos kerja; 

e. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan 

teknologi serta pembudayaan dalam warga ; 

f. Mengaktualisasikan keragaman budaya . 

8. Mandiri 

a . Memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan 

kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah pergaulan an­

tar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain; 

b. Mendukung terwujudnya politik luar negeri yang berkepribadian 

dan bebas aktif; 

22   

c. Mewujudkan ekonomi  yang bertumpu pada kemampuan 

serta potensi bangsa dan negara; 

d. Memiliki kepribadian bangsa dan identitas budaya  yang 

berakar pada potensi budaya daerah. 

9. Baik dan Bersih dalam Penyelenggaraan Negara 

a . Mewujudkan penyelenggara negara yang profesional, transparan 

akuntabel, memiliki kredibilitas dan bebas KKN; 

b. Mengusahakan penyelenggaraan negara yang peka dan tanggap ter­

hadap kepentingan dan aspirasi rakyat di seluruh wi layah negara 

termasuk di daerah terpenci l dan perbatasan; 

c. Mengembangkan transparansi dalam budaya dan perilaku serta ak­

tifitas politik dan pemerintahan. 

Modal Dasar Pembangunan Kebudayaan dan 

Pariwisata 

 memiliki sumber daya alam dan sumber daya man usia yang cukup 

besar sebagai modal dasar pembangunan dan mengembangkan kepariwisata­

an. Modal dasar tersebut apabila dikelola dan direncanakan dengan baik dan 

terarah akan mempunyai peranan yang cukup besar dalam menunjang penca­

paian tujuan nasional, yakni meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran 

raky at, memperluas dan meratakan 

kesempatan berusaha dan lapang­

an kerja, mendorong pembangun­

an daerah, memperkenalkan dan 

mendayagunakn objek dan daya 

tarik wisata serta memupuk rasa 

cinta tanah air dan mempererat 

persahabatan antar bangsa. 

  23 

Sumber daya yang menjadi modal dalam pembangunan kepariwisataan meli­

puti: 

a. Luas Wilayah dan Letak Geografis. 

 merupakan negara kepulauan terbesar di dunia terletak di 

garis khatulistiwa dengan jumlah pulau scbanyak 17.408 pulau. ± 60% 

dari seluruh wilayah a tau seluas 3.166.168 km terdiri dari air, dan selebih­

nya atau sekitar 2.207.087 km berupa daratan. 

Wilayah  tersebut bi la dibandingkan, sama luasnya dengan Be­

nua Eropa atau Arnerika Utara. Panjang rentang dari Ujung Barat sampai 

Ujung Timur mencapai 5.100 km dan panjang dari Utara ke Selatan seki-

tar 1.888 km. Letak geografis 

 berada dian tara Be­

nua Asia dan Australia serta 

Lautan Pasiftk dan Samudera 

Hindia, beriklim tropis yang 

basah dengan penyinaran ma­

tahari sepanjang tahun. 

b. Sumber Daya Alam 

Sebagai negara yang dilalui 

oleh Sirkum Pegunungan yai­

tu Sirkum Sunda dan Pasiftk 

24   

memiliki ban yak gunung dan pegunungan, baikyang pada saat ini stabili­

tas keama na n negara kita sangat perlu dijaga oleh berbagai pihak terma­

suk pemerintah, warga  dan pihak-pihak lain yang sangat mendam­

bakan ketenangan dan rasa a man dalam melakukan wisata. 

Bangsa  yang sebelumnya dikenal karena memiliki budaya 

tinggi, luhur, ramah, santun, beradab, 

bertoleransi tinggi antar sesama, se­

cara tidak sengaja dan tidak disadari 

berubah menjadi bangsa yang mudah 

tersinggung, emosional, egois, sampa1 

dicap sebagai negara sarang teroris dan 

seakan-akan telah kehilangan jati diri se­

bagai bangsayang besar. Oleh karena itu 

marilah kita sama-sama mengembalikan 

citra  ini sebagai negara yang 

aman sehingga memberikan kesempatan 

dan iklim yang baik dalam penye lengga­

raan kepariwisataan di , teru­

tama bagi kelancaran dan ketenangan 

wisatawan, baik mancanegara maupun 

nusantara untuk melakukan kunjungan 

ke . 

Bluku Pegangan Penatar & Penyuluh Kepariwisataan  25 

c. Penduduk yang Besar dan Budaya yang Beragam 

 merupakan negara yang berpenduduk terbesar di dunia selain 

Cina, India dan Amerika Serikat. Penduduk  yang terdiri dari 

berbagai suku, dengan budaya dan adat istiadat yang beranekaragam, 

sejarah dan dialek yang berbeda merupakan modal dasar yang besar bagi 

pengembangan pariwisata. 

Seni berpakaian, seni tari, seni ukir dan sejarah dari masing-masing dae­

rah serta aneka jenis makanan, merupakan daya tarik tersendiri dan telah 

menjadikan  sebagai daerah tujuan wisata yang unik. 

d. Stabilitas Keamanan 

Pada saat ini stabilitas keamanan 

negara kita sangat perlu dijaga 

oleh berbagai pihak termasuk 

pemerintah, warga  dan 

pihak-pihak lain yang sangat 

mendambakan ketenangan dan 

rasa aman dalam melakukan wi ­

sata. Bangsa  yang se­

belumnya dikenal karena memi­

liki budaya tinggi, luhur, ramah, 

26   

santun, beradab, bertoleransi tinggi antar sesama, secara tidak sengaja 

dan tidak disadari berubah menjadi bangsa yang mudah tersinggung, 

emosional, egois, sampai dicap sebagai negara sarang teroris dan seakan­

akan telah kehilangan jati diri sebagai bangsayang besar. 

Oleh karena itu marilah kita sama-sama mengembalikan citra Indone­

sia ini sebagai negara yang aman sehingga memberikan kesempatan dan 

iklim yang baik dalam penyelenggaraan kepariwisataan di , 

terutama bagi kelancaran dan ketenangan wisatawan, baik mancanegara 

maupun nusantara untuk melakukan kunjungan di . 

e. Komitmen Politik dari Pemerintah 

Komitmen politik yang kuat dari pemerintah untuk mempersatukan bangsa 

dan menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan dalam penerimaan devisa 

dapat merupakan modal utama bagi warga  pariwisata untuk menyiap­

kan rencana kegiatan sesuai dengan bidang usaha masing-masing. 

f. Keberhasilan Pembangunan 

Keberhasilan pembangunan telah memberi dampak yang positif dalam 

pembangunan dan pengembangan pariwisata di . Prasarana 

dan sarana yang semakin baik, telah memberikan kemudahan dan citra 

positif bagi kepariwisataan . 

Keberhasilan dapat dilihat dari dampak positif yang tidak dapat diukur 

seperti : 

semakin meningkatnya seni dan budaya bangsa 

semakin meningkatnya sadar wisata dan partisipasi warga  

dalam pembangunan pariwisata 

semakin dikenalnya objek dan daya tarik wisata baik oleh wisatawan 

nusantara maupun mancanegara. 

  27 

Dukungan Lintas Sektoral Bagi Pembangunan Pariwisata 

Pembangunan kebudayaan dan pariwisata tidak dapat dilepaskan dari situa­

si, perubahan dan dinamika yang terjadi di tingkat nasional, regional maupun 

internasional yang satu sama lain saling berpengaruh dan terpengaruh. Pem­

bangunan dan pengembangan pariwisata melibatkan banyak sektoral, sehingga 

sering dikatakan bahwa pariwisata merupakan bidang yang multi sektoral. Un­

tuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan usaha pariwisatayang cukup beragam 

itu, baik kebutuhan langsung maupun yang tidak langsung, melibatkan hampir 

semua sektor pembangunan. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan dan 

pengembangan pariwisata banyak tergantung dari dukungan berbagai sektor. 

Untuk dapat mencapai keberhasilan pem­

bangunan pariwisata diperlukan program 

pendukung lintas sektor yang merupakan 

program yang diharapkan o leh berbagai 

instansi lembaga lain yang akan ikut me­

nentukan keberhasilan pembangunan ke­

budayaan dan pariwisata. 

Pokok-pokok program kegiatan tersebut 

antara lain : 

I. Pengembangan kebudayaan dan pari­

wisata nusantara bersama Diknas, 

Pemda, Ormas/Ornop. 

28   

2. Penelitian dan pengembangan pengetahuan lintas disiplin yang terkait 

dengan kebudayaan dan pariwisata (LIPI, PTN/S). 

3. Pemberdayaan warga  (bersama dengan Depdagri dan Pemda). 

4. Pemantapan dan peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyara­

kat (Dephan, POLRI). 

5. Pengendalian Tenaga Kerja Asing Kebudayaan 

dan Pariwisata (Oepnaker). 

6. Peningkatan mutu produk dan pelayanan pari­

wisata (Oep. Kehakiman dan HAM, Depdagri, 

Oepkes dan Kessos, Depkeu). 

7. Peningkatan sarana dan prasarana perhubungan (Dephub, Depkimpras­

wil) . 

8. Pembinaan otonomi di bidang kepariwisataan (Depdagri). 

9. Pemantapan pendidikan pariwisata bersama (Depdiknas, Kopertis). 

10. Pengendalian struktur industri pariwisata (BKPM, Oepkeu). 

11. Pemanfaatan TN (Taman Nasional), THR (Taman Hutan Raya), TNL 

(Taman Nasional Laut) dalam rangka pengembangan wisata-eko (Dept. 

Kehutanan). 

12. Penyesuaian tarif airport-tax, ticket masuk ke Taman Nasional, biaya tam­

bat/masuk Kapal Pesiar, Fiscal keluar dan lain-lain (Oephub dan Oephut). 

  29 

13. Pengembangan sis tern dan jaringan informasi kebudayaan dan pariwisata 

(MPI, Deplu, dan lain-lain). 

14. Pengembangan statistik kebudayaan dan pariwisata (BPS, Asosiasi In­

dustri, Pemda dan lain-lain). 

Dengan mengidentif1kasikan berbagai kegiatan lintas sektoral, diharapkan 

pihak-pihak terkait dapat membantu dan mendukung sasaran pembangunan 

sektor kebudayaan dan pariwisata, baikdi tingkat nasional maupun di tingkat 

daerah. 

30   

Gambaran Renstra Departemen Kebudayaan dan 

Pariwisata 

J ~ 

PENILAIAN DAN KAJIAN PENILAIAN DAN KAJIAN 

UNGKUNGAN INTERNAL UNGKUNGAN EKSTERNAL 

l .KEKUATAN 3.PELUANG 

2. KELEMAHAN 4.ANCAMAN 

( PENETAPAN TUJUAN ) 

( PENETAPAN SASARAN ) 

( FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN ) 

PENETAPAN STRATEGI : 

1. PENYUSUNAN KEBIJAKAN 

2. PENYUSUNAN PROGRAM 

  31 

VisiJ Misi Pengembangan 

Destinasi Pariwisata 

32   

Visi yaitu  pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana organisasi harus 

dibawa dan berkarya agar tetap konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif, 

serta produktif. Visi merupakan suatu gambaran menan tang tentang keadaan 

masa depan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan. 

Visi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempresen­

tasikan visi Pengembangan Destinasi Pariwisata, yang didefinisikan sebagai 

berikut : "Terwujudnya Destinasi Pariwisata Berdaya Saing Mendorong 

Pengembangan Daerah dan Pemberdayaan warga ". 

Pernyataan tentang definisi pariwisata yang berdaya samg mendorong 

pengembangan daerah menegaskan bahwa destinasi  di masa depan 

harus mempunyai keunggulan kompetitifyang berorientasi g lobal berdasarkan 

keunggulan komparatif dan mempunyai destinasi unggulan di setiap daerah, 

mampu berkompetisi dengan baik di kawasan regional maupun internasional. 

  33 

Pemberdayaan warga  menegaskan bahwa peran serta aktif warga  

yaitu  menjadi perhatian utama dalam Pengembangan Destinasi Pariwisata 

seh ingga dapat tercipta kesempatan berusaha dan lapangan kerja, khususnya 

bagi industri kecil dan menengah serta koperasi. 

Misi Pengembangan Destinasi Pariwisata 

Misi yaitu  sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh organisasi, 

sesuai visi yang ditetapkan, agar tuj uan organisasi dapat terlaksana dan ber­

hasil dengan baik. 

U ntuk mewujudkan Visi Pengembangan Oestinasi Pariwisata, ditetapkan 

misi pengembangan destinasi pariwisata yakni mewujudkan hal-hal sebagai 

berikut: 

• Mengembangkan destinasi pariwisata berkelanjutan yang berdaya saing 

dan berbasis karakteristik lokal. 

• Menjadikan pengembangan destinasi pariwisata sebagai wahana mencip­

takan kesempatan berusaha dan bekerja serta investasi. 

• Memberikan kesempatan kepada semua daerah/destinasi berkembang 

sesuai dengan potensi masing-masing. 

• Mengembangkan destinasi pariwisata yang berbasis warga . 

34   

Tujuan dan Sasaran 

Tujuan Pengembangan Destinasi Pariwisata, yaitu : 

• M.enyusun dan memantapkan kebijakan nasional pengembangan desti­

nasi pariwisata. 

• Meningkatkan pengembangan kebijakan destinasi pariwisata. 

• Meningkatkan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata utama 

berkelas dunia. 

• Meningkatnya daya saing usaha pariwisata nasional. 

• Meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. 

• Menyusun standard dan sistem akreditasi produk dan usaha pariwisata. 

• Mengimplementasikan standarisasi, akreditasi dan sertifikasi produk dan 

usaha pariwisata. 

Sasaran Pengembangan Destinasi Pariwisata, yaitu : 

• Tersusun dan terwujudnya pemantapan kebijakan nasional pengembang­

an destinasi pariwisata. 

• Meningkatkan pengembangan keb ijakan destinasi pariwisata. 

• Meningkatkan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata utama 

berkelas dunia. 

• Meningkatnya daya saing usaha pariwisata nasional. 

• Meningkatnya jumlah k unjungan w isatawan n usantara. 

• Tersusunnya standard dan sistem akreditasi produk dan usaha pariwi­

sata. 

• Terlaksananya pengimplementasian standarisasi, akreditasi dan sertifi­

kasi produk dan usaha pariwisata. 

  35 

Aspek Pemberdayaan 

warga  dalam 

Pengembangan Pariwisata 

36   

• AGENDA PARI- warga  sebagai 

WISATA GLOBAL stakeholder penting/ 

(WTO) utama dalam pengem-

• VISI BUDPARNAS ~ bangan (disamping 

pemerintah dan 

• VISI DITJEN PDP Pemberdayaan swasta) 

warga  

sebagai Unsur • Sukses atau keberha-

Penting dalam silan jangka panjang 

• Pariwisata B erbasis 

Pengembangan 

industri pariwisata Pariwisata 

warga  (Commu-

L sangat tergantung 

nity Based Tourism pada tingkat peneri-

Development) maan dan dukungan 

• Pro-poor sustainable dari warga lko-

tourism munitas lokal 

  37 

KONDISI 

MASYARA­

KATYANG 

ADASAAT 

INI 

Kerangka Pikir 

Pemberdayaan warga  

PARADIGMA NASIONAL 

(Pembangunan berkelanjutan, Pemerataan, 

Berbasis Komunitas, Ramah Lingkungan, 

Good Governance) 

Pemerintah warga  -

(pusat/dae- - Pokdarwis 

rah, sektor warga  

terkait) Peduli Pariwi-

Swasta/ pe- sata 

ngusaha Media -

LSM/ Or- Aparatur 

nopTokoh Pemerintah 

warga , Pengusaha/ -

Tokoh Adat, swasta -

Tokoh Agama - Peraturan 

perundangan 

LINGKUNGAN STRATEGIS 

(l nternasional , Nasional dan 

Regional ) 

Edukasi 

Desentralisasi 

Pemberdaya-

an 

Komunikasi 

Regulasi 

Penegakan 

hukum 

Sosialisasi 

Pilot Project 

-

38   

KONDISI 

MASYARA-

KAT YANG 

DIHARAP-

KAN 

- Maju (kuat, 

inisiatif 

dan po-

sisi tawar 

tinggi) 

- Bertang-

gung 

jawab 

Sejahtera 

Konsep Pemberdayaan warga  

PEMBERDAYAAN 

warga  

- Penguatan dan peningkatan KAPASITAS, PERAN 

dan INISIATIF warga  sebaga i sa lah satu 

stakeholder penting di luar unsur pemerintah 

dan swasta untuk dapat berparti sipasi dan 

berperan aktif dan strategis sebagai SUBYEK 

maupun sebagai PENERIMA MANFAAT dalam 

pengembangan kepariwisataan secara 

berkelanjutan 

SEBAGAI SUBYEK PENGEMBANGAN: warga  

menjadi pelaku penting dan terlibat secara aktif 

dalam perenca naan dan pengembangan keg iatan 

kepariwisataan 

SEBAGAI PENERIMA MANFAAT: warga  

memperoleh nilai manfaat ekonomi signifikan 

dari pengembangan kegiatan kepariwisataan 

yang akan meningkatkan kualitas hid up dan 

kesejahteraan sosial warga  

Kebijakan Pemberdayaan warga  

l. Meningkatkan KAPASIT AS, PERAN dan IN ISlA TIF warga  seba­

gai SUBYEK atau pelaku penting dalam pengembangan kepariwisataan 

(sadar wisata) 

2. Meningkatkan POSISI DAN KUALITAS KETERLIBATAN/PARTI­

SIPASI warga  da lam pengembangan kepariwisataan (aspek peren­

canaan, pengelolaan dan manfaat) 

3. Meningkatkan NILAI MANFAAT POSITIF pembangunan pariwisata 

bagi kesejahteraan ekonomi warga  (Japangan kerja dan usaha, pe­

ningkatan pendapatan) 

4. Meningkatkan KEMAMPUAN MASYARAKA T dalam melakukan per­

jalanan wisata (sadar wisata) 

  39 

Jabaran Kebijakan Pemberdayaan 

warga  

l. Meningkatkan KAPASITAS, PERAN dan INISIATIF warga  se­

bagai SUBYEK ata u pelaku penting dalam pengembangan kepariwisa­

taan (sadar wisata) 

Melalui : 

Pengembangan basis data potensi sumber daya dan kapasitas ma­

syarakat dalam pengembangan desdtinasi dan kepariwisataan 

Pengembangan wawasan, pengeta huan dan kemampuan warga  

lokal dalam pengembangan destinasi dan kepariwisataan (kampanye 

Sadar Wisata/sosialisasi, diklat dan bantuan teknis) 

Pengembangan model mekanisme pemberdayaan dan partisipasi 

warga  dalam pengembangan destinasi dan kepariwisataan 

(kampanye Sadar Wisata/sosialisasi, diklat dan bantuan teknis) 

2. Meningkatkan POSISI DAN KUALITAS KETERLIBATAN/PARTI­

SIPASI warga  dalam pengembangan kepariwisataan (aspek peren­

canaan, pengelolaan dan manfaat) 

Melalui: 

Pembinaan dan pemberdayaan kelompok sadar wisata (POKDAR­

WIS) 

Revitalisasi peran kelompok sadar wisata dalam pengembangan 

kepariwisataan 

Fasilitasi, pembinaan dan pemberdayaan kelompok warga  

peduli pariwisata 

Revitalisasi peran kelompok M asyarakat Peduli Pariwisata dalam 

pengembangan kepariwisataan 

40   

3. Meningkatkan NILAI MANF AA T POSIT IF pembangunan pariwisata 

bagi kesejahteraan ekonomi warga  (Japangan kerja dan usaha, pe­

ningkatan pendapatan) 

Melalui: 

Rintisan Pengembangan Par·iwisata berbasis Komunitas (comm u­

nity based tourism development) baik dalam bentuk paket wisata 

maupun destinasi wisata (obyek wisata budaya sungailpasar tera­

pung, desa wisata, desa kerajinan, dsbnya.) 

Dukungan pengembangan UMKM bidang jasa dan layanan kepari­

wisataan 

4. Meningkatkan KEMAMPUAN MASYARA­

KA T dalam melakukan perjalanan wisata 

(sadar w isata) 

Melalui: 

Pengembangan kemudahan dan 

insentif perjalanan wisata (misal: 

pengembangan model Kredit Wi­

sata) 

  41 

Sadar Wisata dalam 

Pengembangan Pariwisata 

42   

Pentingnya Sadar Wisata 

1. warga  sebagai salah satu stakeholder pembangunan memiliki peran 

strategis tidak saja sebagai penerima manfaat pengembangan, namun 

sekaligus menjadi pelaku yang mendorong keberhasilan pengembangan 

kepariwisataan di wilayahnya masing-masing 

2. Keberhasilan pengembangan pariwisata perlu iklim yang kondusif dalam 

bentuk dukungan dan penerimaan warga  terhadap pengembangan 

pariwisata di daerahnya masing-masing. 

PERLU PENINGKATAN DUKUNGAN DAN PARTISIPASI warga  

MELALUI PENINGKATAN SADAR WISATA 

Pegangan Penatar & Penyuluh Kepariwisataan  43 

Konsep Sadar Wisata 

Sadar Wisata didefinisikan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan 

PARTISIPASI DAN DUKUNGAN warga  DALAM MENDORONG 

TERWUJUDNYA IKLIM YANG KONDUSIF PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN 

Dl SUATU WILAYAH!TEMPAT 

Partisipasi dan dukungan warga  tersebut terkait dengan 

PENCIPTAAN KONDISI YANG MAMPU MENDORONG TUMBUH DAN 

BERKEMBANGNYA INDUSTRI PARIWISATA, ANTARA LAIN UNSUR KEAMANAN, 

KEBERSIHAN, KETERTIBAN, KENYAMANAN, KEINDAHAN, 

KERAMAHAN DAN UNSUR KENANGAN 

Kerangka Keterkaitan SADAR WISATA dan 

PENGEMBANGAN DESTINASI/ODTW 

• VI SI dan KEBIJAKAN 

PENGEMBANGAN 

DESTINASI 

PARIWISATA 

- • PENGEMBANGAN 

PRODUK 

• PENGEMBANGAN - USAHA PARIWI SATA 

Pemberdayaan Potensi 

warga  

• PEMBERDAYAAN 

warga  - SADAR WISATA 

Peran Media 

Kemitraan 

Pemberdayaan 

warga  

-

-

Terwujudnya 

Desti nasi Wisata/ 

ODTWyang 

MENARIKdan 

BERDAYA SAING 

serta MEMBERIKAN 

NILAI MANFAAT 

EKONOMI/ 

kesejahteraan 

bagi warga  

setempat 

Pokdarwis 

warga  Peduli 

- Keamanan 

- Ketertiban 

- Kebersihan 

- Kesejukan 

- Kenyamanan 

- Keindahan 

- Keramahan 

- Kenangan 

44   

Sapta Pesona 

lmplementasi 

Mewujudkan unsur-unsur: 

- KEAMANAN 

- KETERTIBAN 

- KEBERSIHAN 

- KESEJUKAN 

- KE/NDAHAN 

- KERAMAHAN, DAN 

- KENANGAN 

Dalam pengembangan 

dan pengelolaan objek 

dan daya tarik wisata 

di berbagai tempat 

di  

  45 

Jabaran Unsur-unsur Penting dalam 

Pengembangan SAPTA PESONA 

AMAN (KEAMANAN) 

Tujuan: 

Menciptakan lingkungan yang aman bagi w isatawan 

dan berlangsungnya kegiatan kepariwisataan, sehingga 

wisatawan tidak merasa cemas dan dapat menikmati 

kunjungannya ke suatu destinasi wisata. 

Bentuk aksi: 

I. Tidak mengganggu wisatawan 

2. Menolong dan melindungi wisatawan 

3. Bersahabat terhadap wisatawan 

4. Memelihara keamanan lingkungan 

5. Membantu memberi informasi kepada wisatawan 

6. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya pe­

nyakit menular 

7. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik 

TERTIB (KETERTIBAN) 

Tujuan: 

Menciptakan lingkungan yang tertib bagi berlang­

sungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu mem­

berikan layanan teratur dan efektif bagi wisatawan. 

Bentuk aksi: 

1. Mewujudkan budaya antri 

46   

2. Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku 

3. Disiplin waktu/tepat waktu 

4 . Serba teratur, rapidan lancar 

5. Semua sisi kehidupan berbangsa dan berwarga  menunjukkan kete­

raturan yang tinggi 

BERSIH (KEBERSIHAN) 

Tujuan: 

Menciptakan lingkungan yang bersih bagi berlangsungnya kegiatan kepariwi­

sataan yang mampu memberikan layanan higienis bagi wisatawan. 

Bentuk Aksi: 

l . Tidak membuang sampah/limbah sembarangan 

2. T urut menjaga kebersihan sarana dan lingkungan objek dan daya tarik wi-

sata 

3. Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis 

4 . Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih 

5. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi 

  47 

SEJUK (KESEJUKAN) 

Tujuan: 

Menciptakan lingkunganyang nyaman bagi berlangsungnya 

kegiatan kepariwisataan yang mampu menawarkan suasana 

yang nyaman dan rasa "betah" bagi wisatawan, sehingga 

mendorong lama tinggal dan kunjungan yang lebih panjang. 

Bentuk aksi: 

Melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon 

Memelihara penghijauan di objek dan daya tarik wisata serta jalur wisata 

Menjaga kondisi sejuk dalam ruangan umum, hotel, penginapan, restoran 

dan alat transportasi dan tempat lainnya 

INDAH (KEINDAHAN) 

Tujuan: 

Menciptakan lingkungan yang indah bagi berlangsungnya kegiatan kepariwi­

sataan yang mampu menawarkan suasana yang menarik dan menumbuhkan 

kesan yang mendalam bagi wisatawan, sehingga mendorong promosi ke ka­

langan/pasar yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang. 

Bentuk aksi: 

Menjaga keindahan objek dan daya tarik wisata 

dalam tatanan yang alami dan harmoni 

Menata tern pat tinggal dan lingkungan secara 

teratur, tertib dan serasi serta menjaga karak­

ter kelokalan 

Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias 

dan peneduh sebagai elemen estetika lingkung­

an yang bersifat natural 

48   

RAMAH (KERAMAH -TAMAHAN) 

Tujuan: 

Menciptakan lingkungan yang ramah bagi ber­

langsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu 

menawarkan suasanayang akrab, bersahabat serta 

seperti di 'rumah sendiri" bagi wisatawan, sehing­

ga mendorong minat kunjungan ulang dan promosi 

yang positif bagi prospek pasar yang lebih luas. 

Bentuk aksi: 

Bersikap sebagai tuan rumah yang baik dan rela membantu wisatawan 

Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan 

Para petugas bisa menampilkan sikap dan perilku yang terpuji 

Menampilkan senyum dan keramah-tamahan yang tulus 

KENANGAN 

Tujuan: 

Menciptakan memori yang berkesan bagi wisatawan, seh ingga pengalaman 

perjalananlkunjungan wisata yang dilakukan dapat terus membekas dalam 

benak wisatawan, dan menumbuhkan motivasi untuk kunjungan ulang. 

Bentuk aksi: 

Menggali dan mengangkat keunikan budaya 

lokal 

Menyajikan makanan dan minuman khas lokal 

yang bersih, sehat dan menarik 

Menyediakan cinderamatayang menarik, unik/ 

khas serta mudah dibawa 

  49 

Metoda Pendekatan 

Penataran dan Penyuluhan 

Pariwisata  

50   

Yang dimaksud dengan pendekatan yaitu  cara memandang sesuatu. Menyu­

sun perencanaan komunikasi pariwisata sebaiknya menggunakan pendekatan, 

yaitu diantaranya menggunakan pendekatan ekonomi dan pendekatan per­

suasif. 

Pendekatan ekonomi diukur d engan rupiah, pendekatan persuasif diukur de­

ngan bersedia atau tidak bersedia melaksanakan. Di samping itu bisa melalui 

pendekatan ilmia h yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. 

Dalam pendekatan persuasif ha rus memperhatikan syarat-syarat sebagai beri­

kut: 

l. lnformasi harus sesuai dengan apayang sudah ada pada warga  arti­

nya sudah membudaya pada warga  sasaran, sehingga informasi mu­

dah dipahami, te rutama pada awal pertemuan. 

2. Informasi harus masuk awal (logis) sehingga warga  bersed ia me­

nerima informasi tersebut. 

3. lnformasi disampaikan dengan sentuhan-sentuhan manusiawi, yaitu me­

lalui pendekatan psikologis, sosiologis, dan kul tural. 

Pegangan Penatar & Penyuluh Kepariwisataan  51 

Namun pendekatan komunikasi kepariwisataan tidak hanya menggunakan 

satu pendekatan tetapi sebaiknya menggunakan beberapa pendekatan, sesuai 

dengan hasil temuan-temuan dari hasil penelitian yang sudah ada, baik melalui 

Analisis Evaluasi maupun penelitian dan pengembangan daerah setempat. 

Dalam buku pedoman ini sudah barang tentu d isesuaikan dengan permasalah­

an yang dihadapi . Oleh karenanya berikut ini d igambarkan proses kemasan 

pariwisata sebagai berikut : 

P "K , p . . roses ernasan ar1~sata 

Modal 

Teknologi 

Seni Budaya 

- Pemerintah 

- Dunia Usaha 

- warga  Umum 

• Tokoh warga  

• Pemuda 

• Profesi, dsb 

- Pers 

CAUSE/SEBAB 

MATER! : 

Penyuluhan/Penataran 

KEPARIWISATAAN 

PESAN: 

SAPTA PESONA 

52   

1. Persuasive 

Strategy 

2. Power Strategy 

3. Reeducative 

St rategy 

- Perubahan Pengetahuan 

- Perubahan Sikap 

- Perubahan Sosial 

- Pembudayaan 

(melembaga) 

Setiap pembinaan harus diawali dengan sebab (cau.1e) mengapa pembinaan ini 

dilakukan. Misalnya sebabnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyara­

kat dari sektor kepariwisataan dan Sapta Pesona. Atau untuk meningkatkan 

kualitas dan kuantitas warga  Pariwisatayang pada akhirnya meningkat­

kan kesejahteraan warga  melalui pembangunan kepariwisataan. 

Usaha pembinaan memerlukan dukungan warga  sebagai agen perubah­

an, warga  Pariwisata misalnya, yang berkedudukan sebagai penggerak 

yaitu orang yang memprakarsai pembinaan dan ada pendukung yaitu sebagai 

pemuka pendapat, dalam hal ini bisa pemuka warga  ataupun pemerintah 

setempat yang memberi dukungan terhadap terlaksananya kegiatan penyuluh­

an dan penataran kepariwisataan. 

Dalam melaksanakan pembinaan kepariwisataan di­

perlukan dua faktor penting yaitu strategi dan sum­

ber daya. Strategi di sini bisa digunakan tiga macam 

strategi yaitu strategi/pendekatan persuasif, seperti 

telah diuraikan di atas, strategi power, yaitu dengan 

adanya ketentuan-ketentuan pemerintah dan strategi 

redukatif a tau instruksional yang mampu memayungi 

kegiatan pembinaan. 

Sumber daya man usia dan modaL teknologi dan seni budaya merupakan kum­

pulan Sumber Daya. Modal yaitu  sejumlah dana untuk melakukan kegiatan 

  53 

mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keberhasilan. Selanjutnya 

faktor MATER!, di sini materi yang difokuskan dalam pembinaan yaitu ma­

teri KEPARlWISATAAN dalam arti yang luas dan implementasinya melalui 

SAPTA PESONA sebagai pesan. 

Sasaran pembinaan yaitu  pihak pemerintah sendiri yaitu de­

partemen lintas sektoral di kalangan Dinas Kebudayaan dan 

Pariwisata, Dunia Usaha, warga  Umum, terdiri dari 

tokoh warga , pemuda & mahasiswa, kelompok profesi 

serta warga  Pariwisata. 

Hasil/efek dari pembinaan : 

I. Meningkatkan Pengetahuan; 

2. Perubahan Sikap; 

3. Perubahan Sosial; dan 

4. Pembudayaan (menjadi melembaga). 

Dari hasil pembinaan tersebut akan mencapai tu­

juan yang sudah ditentukan, yaitu : 

a. Meningkatkan daya tarik wisata berikut un­

sur-unsur penunJangnya. 

b. Menyediakan pelayanan-pelayanan infor-

mas1 

54   

c. Memanfaatkan warga  pariwisata sebagai 

mitra kerja 

d. Mengikutsertakan warga  mulai dari peren-

canaan sampai pada akhir produk/jasa dipasarkan. 

e. Nlerangsang tumbuhnya warga  Pariwisata bagi yang belum ada. 

f. Meningkatkan dan mengembangkan peran warga  Pariwisata. 

g. Meningkatkan dan mengembangkan peran warga  Pariwisata se­

bagai komunikator dan motivator yang handal, baik secara kuantitatif 

maupun kualitatif. 

  55 

Pada akhirny a aka n m encapai : 

l . Meningkatkan Pendapa tan Daerah ; 

2 . K esempatan Kerja; 

3 . K esempatan Berusaha; 

4 . M eningka tkan Fungsi warga  Pariwisata. 

Untuk dapat menentukan sebab (cause) kita harus melihat hasil dari litbang/ 

ANEV (Analisa Evaluasi), karena dari sini kita dapat memperoleh data ten­

tang masalahnya. Beberapa contoh sebab/cause : Kebersihan, produktivitas, 

profesiona lisme, disiplin, pendapatan dan Kesejahteraan warga . 

Kemudian menentuka n segmennya, bisa Pemerintah, Swasta atau Masyara­

kat setempat m enentukan Agen Perubahan (Change Agent) . Misalnya untuk 

meny ampaikan program-program kepariwisataan melalui change agent yang 

diklasiftkasikan sebagai berikut: 

No. Klasfikasi Sasaran Target 

1. Agama: 

-Formal Pemerintah, Swasta, Perubahan Persepsi dan 

-Non Formal warga  Sikap 

2. Bisnis: 

-Formal 

warga  Sekitar Perilaku melakukan 

-Non Formal 

3. Pendidikan: 

- Formal Pemerintah, Swasta, Perubahan Persepsi 

-Non Formal warga , Pers Sikap, Perilaku 

4. Keuangan: 

-Formal warga  Sekitar Motif, Perubahan, 

-Non Formal Objek Wisata Persepsi 

5. Budaya: 

-Formal Swasta, warga  Pers Perubahan, Persepsi, 

- Non Formal dan Pemuda Sikap, Perilaku 

6. lndustri: 

- Pemerintah 

warga  Sekitar Perubahan Perilaku 

- Swasta 

Pertanyaan yang muncul yaitu  bagaimana langkah-langkah mengkomunika­

sikan pariwisata itu kepada warga  untuk dikemas. 

56   

Contoh 'mengkemas' transportasi setelah turis turun kapal, ia masuk ke Cus­

tom Immigration Q uarantine, la lu menggunakan kendaraan darat dan sete­

rusnya seperti gambar di bawah ini : 

Transfer ~ 

Rekreasi 

lnternasional 

Airport 

Akomodasi 

Langkah-langkah mengkomunikasikan kemasan Pariwisata yang dimaksud 

yaitu  sebagai berikut: 

- Modal 

- - Teknologi - Dikomunikasikan 

- B~daya L.,~--~-"'!'~..,~ 

- Aman 

- Tertib 

- Bersih 

~ - Sejuk 

-lndah 

-Ramah 

- Kenangan 

  57 

Oalam melihat tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil pembinaan teru­

tama sampai pada sasaran cognitive domain bisa mencapai : 

1. Pengetahuan : Mengingatkan materi yang telah dipelajari fakta-fakta 

hingga teori abstrak. I ni merupakan tingkat terendah dari hasil belajar, 

jadi mengutamakan daya ingat. 

2. Pengertian : Kemampuan menangkap arti materi dengan menterjemah­

kan, menginterpretasikan dan mengutamakan pemahaman. 

3. Aplikasi : Penggunaan kemampuan dengan menggunakan bahan yang 

telah dipelajari ke dalam situasi baru dan kongkrit, misalnya aturan, 

metode, konsep, prinsip, hukum dan teori. 

4. Analisa : Kemampuan memecahkan bahan ke dalam komponen bagian­

bagian organisasinya, menganalisa hubungan dan prinsip organisasinya. 

5. Sintesa: Kemampuan meletakkan bagian-bagian ke daJam satu keseluruhan, 

menyusun suatu hubungan yang abstrak dan munculnya Formulasi baru. 

6. Evaluasi : Kemampuan mempertimbangkan penilaian terhadap suatu ma­

teri untuk suatu tujuan tertentu, dan ini merupakan hasil belajar tertinggi. 

Apabila digambar bentuknya sebagai berikut: 

Pengertian ,--'------' 

Pengetahuan 'I ---- ' 

Efektivitas belajar dapat diukur dari keadaan-keadaan : 

Evaluasi 

I. Menerima; kemampuan peserta melihat fenomena atau peristiwa, aktifitas 

kelas membaca text book, musik, usaha, menimbulkan, memelihara dan 

mengarahkan perhatian peserta. lni merupakan tingkatan yang terendah. 

2. Menjawab; partisipasi aktif dari peserta, tidak hanya melihat fenomena 

tetapi mereaksikannya. 

58   

3. Menilai; kemampuan meletakkan nilai terhadap objek, fenomena atau 

tingkah laku, penilaian berdasarkan internalisasi, juga sikap dan apresiasi. 

4. Mengorganisasi; menyata kan nilai-nilai yang berbeda dalam memecah­

kan pertentangan sistem nilai-nilai, termasuk juga konsep dan nilai fil sa­

fa tnya . 

5. Mengkarakterisasi; dari nilai kelompok atau nilai individu mengontrol 

tingkah lakuny a hingga tercermin corak hidup terentu, tingkah lakunya 

jadi berisi dan konsisten. Meliputi pola umum dari penyesuaian pribadi, 

sosial dan emosi. 

Taksonomi bidang pembinaan menghasilkan : 

1. Persepsi; menunjukkan pada proses kesadaran akan adanya perubahan 

setelah pembinaan, serta melihat pemahaman terhadap materi pembi-

naan. 

2. Kesiapan; menunjukka n langkah la njut setelah adanya persepsi, kemam­

puan dalam membedakan, memilih dan menggunakan hak respons (jeed­

baclc). 

3. Respons terpirnpin; dengan persepsi dan kesiapan di atas mengembang­

kan kema mpuan dalam aktivitasnya guna mencapai tujuan dan membuat 

lapora n. 

4. Mekanisme; penggunaa n sejumlah skill dan aktivitas yang kompleks me­

liputi butir 1, 2 dan 3 di atas. 

5. Respons yang kompleks; menggunaka n sikap dan pengalaman 1, 2, 3 dan 

4 di atas serta penggunaan perencanaan test dan pengembangan model. 

6. Mampu mengubah tatanan; Sistem dan peran dalam warga  (Pe­

rubahan Sosial). 

7. Sebagai akhir dari tujuan; yaitu  pembudayaan bahwa perilaku dan pe­

rubahan di atas sudah melembaga dalam warga . 


Demikian juga ten tang ketertiban, anggota warga  masih cenderu ng ber­

lomba-lomba dan berebutan untuk saling serobot dan mendahului orang lain 

tanpa mau mengindahkan nilai etika dan peraturan yang berlaku . 

Sementara untuk bidang kebersihan, masih sangat menyedihkan dan banyak 

ditemui ketidaksesuaiannya dengan apa yang diharapkan . Banyak anggota 

warga  masih senang membuang sampah sembarangan. Khusus un­

tuk aspek Keramahan, kita masih belum bisa dijadikan contoh teladan yang 

baik, buktinya para wisatawan mancanegara (wisman) justru d iperlakukan 

tidak sopan bahkan diusir (sweeping) oleh sebagian anggota warga  yang 

kurang mengerti bagaimana cara menghormati tamu yang seharusnya dilind ­

ungi . Namun demikian kita tidak boleh berputus asa, secara perlahan-lahan 

marilah kita ajak anggota warga  kern bali ke jalan yang benar untuk bisa 

menjadi tuan rumah yang baik. Salah satu caranya yaitu  melalui penerbitan 

buku saku kecil ini sebagai usaha kampanye yang bisa dilakukan. 

  61 

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak 

yang membantu tersusun dan terbitnya buku pegangan ini. Semoga buku pe­

gangan ini dapat membantu khususnya para penatar dan penyuluh serta bagi 

insan-insan anak bangsa yang berkesempatan memperoleh dan membacanya 

disertai harapan tumbuhnya kesadaran dan keikhlasan dalam melaksanakan 

Sadar Wisata dan mengimplementasikan nilai-nilai dari Sapta Pesona di Bumi 

Pertiwi ini. 

62   


Share:

POPULAR

TRANSLATE

Privacy Policy

viewer

Penulis

Foto saya
saya mahluk lain asli cuma hanya sekedar asal asalan berpura pura menjadi penulis kecil kecilan saja tanpa tujuan tanpa arti ini tulisan sederhana yang tidak menarik tidak bisa dipahami terlalu berbelit Belit

SEARCH