tarot Indonesia
Kartu tarot yaitu klenik?
Tunggu dulu! Jika dilihat lebih dalam lagi, mereka yang
berpendapat demikianlah yang sebenarnya memiliki
cara berpikir klenik dan tidak rasional. Mengapa? sebab
tarot tak lebih dari kartu bergambar yang berjumlah 78
dengan 66% polanya mirip kartu remi. Dan, jangan salah,
kartu remi pun dapat digunakan untuk fortune telling
seperti halnya kartu tarot. Perbedaannya hanya terletak
pada keasyikannya. Pada kartu remi tidak ada ilus-
trasi simbol-simbol warisan budaya kuno seperti yang
ada di bagian mayor arkana kartu tarot, sehingga
keasyikannya menjadi berkurang.
Simbol-simbol warisan budaya kuno dikenal juga de-
ngan simbol arketipal. Simbol arketipal yaitu simbol
yang berulang di sepanjang zaman dan muncul di ber-
bagai budaya di seluruh belahan bumi. Misalnya, sim-
bol laki-laki dan perempuan di samping sebuah pohon
berbuah—seperti apel—dan ada ular merambat di
pohon tersebut. Itu yaitu simbol yang akrab dengan ke-
percayaan Samawi. Begitu pula simbol perempuan suci.
Simbol ini muncul dalam berbagai manifestasi di berbagai
agama, kepercayaan, dan kebudayaan. Jadi, itulah tarot.
Tak ada kekuatan klenik dan tak ada hubungan dengan
sebutan berlebihan semacam kuasa kegelapan, roh jahat,
dan sejenisnya.
Tarot bahkan menjadi bagian dari karya seni. Saat ini
banyak kartu-kartu tarot yang artistik dan mengangkat
berbagai budaya dan mitologi, bahwa budaya dan mitolo-
gi mengandung nilai-nilai yang dapat diterapkan untuk
kehidupan praktis sehari-hari. Jadi, di sini sebenarnya
tarot yaitu cermin dari apa yang kita jalani sehari-hari.
Semacam cermin yang merefleksikan kembali aspek ter-
tentu dari pengalaman kita.
Manusia yaitu animal symbolicum, atau binatang
yang mengonsumsi simbol atau tanda apa saja yang da-
pat memberikan sebuah arti. Bahkan diri manusia sendiri
pun sejatinya yaitu simbol, yang dapat dibaca baik mela-
lui nama diri, warna kulit, wajah, fisik, maupun pelabelan
seperti gelar, status sosial, jabatan, dan banyak lagi. Jika
kita memahami pemahaman esensial mengenai simbol
ini, kita dapat memahami lebih jauh mengenai tarot dan
psikologi simbol.
Wajar jika banyak orang, terutama mereka yang
awam, menganggap tarot yaitu klenik, sewajar keawa-
man mereka tentang pemahaman akan simbol. Namun,
bagi mereka yang memahami benar prinsip-prinsip kerja
alam semesta, maka pemahaman mereka akan melam-
paui klenik dan tidak klenik, sebab label “klenik” sebe-
narnya yaitu kata pengganti akan ketidaktahuan—dan
ketakmautahuan yang sering kali disumbang oleh rasa
takut.
Salah satu contoh apa yang “klenik” di masa lalu,
yaitu pemahaman bahwa bumi ini bulat dan mengitari
matahari. Pemahaman seperti itu bertentangan dengan
Alkitab dan apa yang dipercaya begitu saja di zaman itu.
Maka, orang seperti Galileo yang mengemukakan bumi itu
bulat dan mengelilingi matahari yaitu praktisi klenik dan
mesti diganjar hukuman berat.
Di sinilah kita dapat melangkah lebih jauh pada pema-
haman akan psikologi simbol. Manusia selalu membutuh-
kan simbol untuk arah atau pegangan hidupnya. Simbol
itu dapat berasal dari apa pun yang hinggap di kepala. Bisa
dari Alkitab, patung, bahkan UFO sekalipun. Simbol sering
kali menjadi sumber dari pemaknaan hidup sese- orang.
Pemaknaan hidup yang berasal dari simbol itulah yang
kemudian membuat orang menjadi kuat menjalani
hidupnya.
Tarot yaitu dunia simbol. Bukan sekadar simbol,
namun simbol dengan suatu pesan. Lalu muncullah sebuah
pertanyaan: Bagaimana sebuah simbol memiliki pesan?
Kita akan mencoba memahami simbol dengan pesan da-
lam perjalanan membaca buku Tarot dan Psikologi Simbol
ini, yang merupakan kelanjutan dari buku Psikologi Tarot.
Di sini akan diulas bahwa simbol dalam tarot tak hanya
memiliki pesan, namun pesan-pesan itu dapat pula digu-
nakan sebagai medium konseling. Simbol dapat berfungsi
sebagai mediator bagi seseorang untuk mengungkapkan
perasaan atau masalah yang menderanya.
Jika berbicara mengenai simbol, kita dapat menemu-
kan bahwa manusia yaitu makhluk yang tenggelam
dalam simbol. Setiap hari manusia bertemu simbol, baik
melalui iklan, mode, tempat ibadah, gerakan tubuh, dan
lain sebagainya. Manusia yaitu makhluk yang mengon-
sumsi simbol. Segala kebermaknaan manusia diungkap-
kan, dikonstruksi, dan dikomunikasikan dalam simbol.
Sedih, Bahagia, Cinta, Laki, Perempuan, semua memiliki
simbolisasinya. Hal itu membuat hidup manusia sebe-
narnya berada di antara rajutan simbol demi simbol yang
bukan sekadar gambar mati, namun juga mengomunikasi-
kan sesuatu. Kepekaan pemaknaan simbol kemudian
akan menjadi kunci dalam menjalani kehidupan.1
Penjelasan mengenai manusia dan simbol selanjutnya
akan banyak dibahas berdasar perspektif dari Psikoana-
litik Carl Gustav Jung yang akan menemani dan menjadi
pengantar perjalanan kita dalam memahami buku ini.
Sebelum memasuki pembahasan lebih detail, perlu di-
pahami terlebih dahulu bahwa tarot bukanlah klenik,
komunikasi dengan roh jahat, tahayul, ramalan, atau ber-
bagai anggapan buruk lain. Tarot hanyalah salah satu me-
dium untuk menemukan alternatif pemecahan masalah-
masalah kehidupan yang dialami oleh manusia. Sama
halnya dengan dokter yang mendiagnosis berdasar sim-
tom-simtom, atau psikolog yang melakukan anamnesa
berdasar psikogram, begitu pula Pewacana Tarot yang
melakukan wacana berdasar kartu. Berarti, di sini kartu
hanyalah alat atau perantara, sedangkan pertanyaan bagi
permasalahan yang dibawa klien diajukan kepada Sang
Kekuatan Alam Semesta yang Mahabaik atau kerap juga
disebut dengan istilah Tuhan, Sang Hyang Widi, dan seba-
gainya.2
Tarot, Apa dan dari Mana?
“Being happy doesn’t mean that everything is perfect. It means that
you’ve decided to look beyond the imperfections.”
–Gerard Way
1.1 Mengenal Sejarah Kartu Tarot
ada banyak versi dalam menjelaskan sejarah kartu
tarot. Namun, banyaknya versi tersebut justru menun-
jukkan bahwa asal-usul permainan tarot tidak diketahui
secara pasti. Belum ada satu versi sejarah pun yang dapat
dibuktikan kebenarannya. Namun, di situlah letak sejati-
nya sejarah tarot, yaitu pada misterinya sendiri. Di sinilah
kita dapat menyadari bahwa kartu dengan simbol-simbol
itu memiliki power sebab misterinya. Mengapa dika-
takan demikian? sebab misteri memperlihatkan bahwa
tarot bukan berasal dari ideologi tertentu atau produk
dari kekuasaan tertentu. Tarot hadir sebagai eksistensi
simbol-simbol mitologis dalam kehidupan manusia yang
kesannya acak, namun mampu memberi ketepatan arti.
Simbol-simbol ini menebar di rentang kehidupan manu-
sia, yang membentang di masa lalu dan masa depan yang
tak terbatas.
Pada dasarnya, permainan tarot sederhana dan me-
libatkan kebajikan serta keburukan teologis. Tidak ada
bukti bahwa tarot digunakan untuk meramal hingga ak-
hir abad ke-16. Kartu tarot baru disebutkan sebagai alat
untuk meramal pada awal abad ke-17 dalam sebuah buku
yang diterbitkan di Frankfurt. Kartu tarot belum diguna-
kan sebagai kartu ramalan hingga abad ke-18 dan yang
pertama kali memakai nya sebagai kartu ramalan
yaitu kaum Gipsi.
Penulis mencoba memberikan beberapa bukti bahwa
simbol-simbol tarot menebar di berbagai kebudayaan dan
di sepanjang rentang waktu. Tarot tampak dibawa ke
Prancis untuk menghibur Raja Charles VI (memerintah
sejak 1380–1422) yang lesu dan tertekan. Dan, diperkira-
kan pada saat yang sama, tarot juga muncul di Italia. Kita
dapat menemukan kartu tarot digunakan di Italia pada
abad ke-15 sebagai permainan kartu populer. Deck tarot
yang dapat dideteksi dari zaman ini yaitu The Visconti-
Sforza yang dibuat sekitar tahun 1450. Deck ini yaitu
salah satu deck yang paling awal dan paling lengkap.
Kemudian pada abad ke-18 dan ke-19, kartu-kar- tu
itu ditemukan oleh sejumlah ulama yang menganut
okultisme. Para ulama ini terpesona oleh tarot dan meng-
akui bahwa gambar pada kartu memiliki kekuatan lebih
daripada sekadar permainan sederhana. Mereka kemudi-
an melakukan penyingkapan lebih jauh—membuat tarot.
Kemudian sejarah tarot juga ditemukan berkaitan dengan
kartu misteri Mesir, filsafat Hermetik, Kabbalah, alkimia,
dan sistem mistik lainnya. Pencarian ini dapat berlanjut
hingga awal abad ke-20 ketika tarot dimasukkan ke da-
lam praktik warga rahasia, termasuk di antaranya
Ordo Golden Dawn.
Sebagian orang menduga bahwa tarot berada da-
lam ajaran sekte Asketik yang hidup di dekat Laut Mati
(Dead Sea) di Palestina Kuno antara 200 SM dan 100 M.
Namun, ada pula yang menduga bahwa tarot yaitu ben-
tuk simbol-simbol dari ajaran Kitab Taurat, sehingga ada
kesimetrian antara kata taurat dan tarot. Dugaan lain,
tarot digunakan oleh filsuf Yunani yang bernama Cebes,
murid dan teman Socrates, yang hidup di abad ke-5 SM.
Sedangkan beberapa orang berkata-kata bahwa tarot ber-
sumber dari ajaran kuno mengenai Hermes Trismegistus,
penulis karya terkenal Hermetic Acts and Sciences, yang
berisi tarot, astrologi, numerologi, alkemi, dan sacred
geometry. Legenda ini juga berkata-kata bahwa Hermes
memberikan tarot pada kaum Gipsi sebab mereka ada-
lah pengembara dunia.
Teori lain berkata-kata bahwa ada keterkaitan
antara tarot dengan Thoth yang berasal dari Mesir. Thoth
yaitu dewa pembelajaran dan komunikasi yang dalam
mite Mesir dikatakan menciptakan tarot dalam hiero-
glyphics, bahasa simbol piktorial Mesir. Pemikiran lain
berkata-kata bahwa tarot berasal dari Maroko. Hal ini
berawal dari legenda yang berkata-kata bahwa Phoenix
muncul dari abu. Ini yaitu simbolisasi sebuah kejadian di
zaman Alexandria (390 M), yaitu saat sebuah perpus-
takaan terbakar di zaman itu. Saat kebakaran terjadi,
sekelompok pendeta yang bekerja di perpustakaan itu
bekerja sama menyelamatkan manuskrip berbentuk
gulungan-gulungan dan membawa ke biara. Manuskrip
tersebut tetap tersembunyi hingga diterjemahkan ke da-
lam bahasa gambar yang universal, yaitu tarot.
Ada pula yang berpendapat bahwa tarot datang dari
ajaran kuno aliran misteri di Kasdim, Fenisia, dan Babilo-
nia dalam bentuk loose-leaf bergambar. Beberapa menga-
2 3
takan bahwa tarot berakar dari misteri Arab (mistisisme
muslim sebelum sufi) dan doktrin rahasia petapa sufi
(muslim atau mistis Islam) yang ada pada abad ke-10 dan
ke-11. Teori lain berkata-kata bahwa tarot yaitu invensi
abad ke-11 dari para Kesatria Templar di Eropa. Tem-
plar membawa “kebijaksanaan terlarang” (forbidden wis-
dom) dan kembali ke Eropa setelah Perang Salib. Kesatria
Templar yaitu alkemis, dan di kemudian hari menjadi
Rosicrucians—Fraternitas yang mengorganisasi mistis
religius di Jerman abad ke-15, yang melakukan konversi
pengetahuan mereka ke dalam kartu permainan.
Penjelasan di atas telah memberikan begitu banyak
gambaran mengenai tarot. Yang jelas, dari ke-78 kartu
tarot, 22-nya yaitu arkana mayor yang merupakan sim-
bol utama dari sebuah kartu tarot3. Simbol tersebut be-
rasal dari 22 huruf abjad Ibrani—abjad yang digunakan
dalam Kitab Suci Yahudi dan Kristen.
Abjad Ibrani yaitu : Aleph, Beth, Ghimel, ... dan sebagainya.
Abjad Arab yaitu : Aliph, Bha, Tha, ... dan sebagainya.
Abjad Yunani yaitu : Alpha, Bheta, Gama, ... dan sebagainya.
Abjad Latin yaitu : A, B, C, ... dan sebagainya.
Semua abjad di atas berasal dari abjad temuan bangsa
Fenisia yang menguasai lalu lintas perdagangan di Laut
Tengah pada ribuan tahun Sebelum Masehi. Bangsa Fe-
nisia berhasil menemukan cara untuk menuliskan abjad
3 Arkana Mayor didapat dari misteri Hellenik seperti:
Hermes (kartu Magician), Persephone, Isis, Hades (kartu the
Emperor dan the Devil), Osiris, Kronos, Pan, Helios (kartu the
Sun), Asklepios (kartu the Fool). Kartu tarot juga tampak me-
muat simbol-simbol yang berasal dari Mesir Kuno, Asia Kecil,
dan ilmu pengetahuan alam semesta abad kedua.
dengan cara yang praktis dan ditiru oleh bangsa-bangsa
lain, termasuk oleh bangsa Ibrani, Arab, dan bangsa-
bangsa di Eropa.
Ada yang berpendapat bahwa orang Fenisia tidak
menciptakan abjad mereka dari nol. Mereka melakukan
adaptasi dari tulisan piktografi milik orang Mesir Kuno.
Namun, budaya Mesir tidak berhasil menciptakan tulisan
yang praktis, sedangkan orang Fenisia berhasil membuat-
nya praktis dan kita termasuk yang menikmati manfaat-
nya.
Jadi, sebab 22 arkana mayor itu melambangkan,
menggambarkan, atau meringkaskan ke-22 abjad Ibrani
yang merupakan adaptasi dari abjad Fenisia, yang pada
gilirannya merupakan adaptasi dari piktografi Mesir
Kuno, maka sebagian orang berpendapat bahwa asal ta-
rot yaitu dari Mesir Kuno. Dan, di sini muncullah aspek
mitologis tentang Nabi Musa yang membawa intisari aja-
ran Mesir Kuno tentang ketuhanan dan mengadaptasinya
menjadi kepercayaan Ibrani terhadap JHWH—terkadang
dibaca Jehovah atau Jahveh, kenapa? sebab abjad Ibrani
tidak memiliki huruf hidup selain Aleph.
Mungkin pada zaman Musa (sekitar 3500 tahun yang
lalu), abjad Ibrani belum terbentuk secara baku sehing- ga
tradisi dilanjutkan secara lisan, termasuk Taurat—5 buku
pertama di dalam Kitab Suci Ibrani dan Kristen— yang
menurut tradisi ditulis oleh Nabi Musa. Kabbalah yang
juga sering dikaitkan dengan tarot yaitu ajaran mistis
atau esoteris Ibrani yang, menurut penulis, tidak asli
Ibrani, melainkan banyak bercampur dengan ajaran
esoteris dari Yunani Kuno—dengan eksponennya tokoh-
tokoh semi legendaris: Pythagoras, Plato, dan sebagainya.
Kabbalah juga dikaitkan dengan Nabi Musa, yang mung-
4 5
Tema
musa
yesus
karna
sTar
Wars
Harry
PoTTer
Tokoh
merupakan
keturunan
orang ter-
pilih (bu-
kan orang
biasa)
Yesus
merupakan
keturunan
Raja Daud
Karna
yaitu
putra hasil
hubungan
gelap Dewi
Kunti dan
Batara
Surya
Luke ada-
lah putra
dari Anakin
dan Padmé
Amidala.
Raja dan
senator
dari Re-
public
Harry Pot-
ter yaitu
putra dari
James dan
Lily Potter,
penyihir
aliran
putih yang
kaya
Lahir pada
suatu za-
man yang
penuh ke-
sulitan
Musa
lahir
pada saat
Israel
dijajah
Mesir
Lahir di za-
man Kaisar
Herodes
berkuasa
Peperang-
an mela-
wan kaum
separatis
serta
halang-
an cinta
Anakin dan
Amidala
Harry Pot-
ter lahir
di zaman
Lord
Voldemort
berkuasa,
satu za-
man
kegelapan
dalam du-
nia sihir
kin kebenarannya hanya separuh. Di sinilah dapat terli-
hat bahwa tarot dan Kabbalah memiliki hubungan.
1.2. Tarot yaitu Simbol Mitologis
Tarot yaitu medium yang berbasis pada mite4. Mite ada-
lah cerita-cerita yang berasal dari berbagai zaman dan
muncul terus-menerus. Jika Anda mencermati, selalu
ada kesamaan yang berulang pada sejumlah cerita. Putri
Salju, Cinderella, Putri Tidur, dan sejumlah mite lain yang
kita kenal. Di setiap mite tersebut selalu muncul hal-hal
seperti: Putri, Pangeran, Lelaki Tua Bijaksana, Ratu, Raja,
Kesatria, Penyihir Jahat, dan lain-lain yang terus ber-
munculan meskipun waktu dan tempat kemunculan mite
tersebut berbeda. Apakah Anda akan berkata-kata itu se-
mua yaitu kebetulan? Rasanya terlalu naif berpendapat
seperti itu, sebab jika dipikirkan benar-benar, akan tam-
4 Ada sejumlah definisi mengenai mite terutama mem-
bedakannya dengan folktale, legenda, dan dongeng;, namun
dalam tulisan ini penulis mendefinisikan mite sebagai entitas
yang hidup dalam alam bawah sadar kolektif manusia (col-
lective unconscious). Manifes dalam dongeng, cerita rakyat,
legenda, mimpi, dan bentuk-bentuk fantasi lain. Jadi, segala
yang telah menjadi cerita komunal dan menginspirasi ada-
lah mite, sehingga mite sebenarnya melingkupi pula folktale,
legenda, dan dongeng, yang kesemuanya yaitu derivat dari
mite. Dan, penulis lebih menyukai memakai kata mite
ketimbang mitos pada tulisan ini, meskipun dalam kamus
dapat berarti sama dan dapat dipertukarkan. sebab kata
mitos dalam budaya ucapan warga Indonesia telah
mengalami kemelencengan arti. Makan sambil duduk di de-
pan pintu dikatakan mitos, padahal hal-hal seperti itu ada-
lah belief.
pak bahwa itu “terlalu kebetulan” untuk dikatakan ke-
betulan. Berarti apa? Ya! Di sini ada suatu pola tertentu.
Mite memiliki jenis dan pola yang sama, baik mite yang
ada dalam Kitab Suci maupun di luar Kitab Suci.
Mari kita cermati keberulangan itu pada mite Musa,
Yesus, Star Wars, Karna, dan Harry Potter seperti yang
tertera pada tabel berikut:
6 7
Tema
musa
yesus
karna
sTar
Wars
Harry
PoTTer
Diselamat-
kan dan
dibesarkan
oleh orang
miskin/
tidak
beruntung
kehidupan-
nya
Disela-
matkan
oleh
putri
Firaun,
dibe-
sarkan
di ling-
kungan
istana
Yesus
dibesarkan
sebagai
anak Yosef
si tukang
kayu
Diselamat-
kan se-
orang ku-
sir istana,
dibesarkan
oleh kusir
itu sehing-
ga Karna
lebih dike-
nal sebagai
anak kusir
Diselamat-
kan paman-
nya, tinggal
di sebuah
daerah
pertanian
Dibesar-
kan oleh
paman-
nya, hidup
dalam ke-
prihatinan
selama 11
tahun
Awal ke-
terlibatan
dalam petu-
alangan
Melawan
prajurit
Mesir
yang me-
mukuli
orang
Israel
Pem-
babtisan
Yohanes
Pemandi
Memi- liki
baju sakti
yang
melekat
dengan
tubuhnya,
baju yang
mem-
buatnya
tak bisa
dilukai,
Dewata
kemudian
menego-
siasi agar
baju itu
ditukar
dengan
senjata
Konta
Pesan dari
Princess
Leia
Hagrid
membawa
pesan
pada Harry
Potter
Tema
musa
yesus
karna
sTar
Wars
Harry
PoTTer
Setelah
kelahiran
tokoh, ada
ancaman
bahaya
pada kedua
orangtu-
anya
Firaun
mem-
bunuh
semua
bayi
Herodes
berusaha
membunuh
semua bayi
untuk me-
lenyapkan
Yesus
Kekacauan
terjadi di
galaksi,
transisi
dari Re-
public pada
Empire,
Anakin
jatuh ke da-
lam kekua-
tan hitam
dan men-
jadi Darth
Vader
Setelah
kelahiran-
nya, Volde-
mort mem-
bunuh
kedua
orangtua
Harry
Di awal
kehidupan-
nya, tokoh
dibuang,
ditaruh
dalam
keranjang
dan meng-
alir dalam
aliran
kehidupan
yang akan
memper-
temukan
pada sese-
orang
Musa
dile-
takkan
dalam
keran-
jang dan
dilarung
di sungai
Nil
Maria dan
Yosef me-
ngungsi ke
Nazareth
untuk me-
nyelemat-
kan bayi
Yesus
Karna di-
letakkan
di dalam
keranjang
dan dila-
rung di
Sungai
Gangga
(tidak
jelas)
Harry
ditinggal
dalam
keranjang
di depan
rumah
keluarga
Dursley—
pamannya,
keluarga
yang tidak
cukup
memberi-
kan uang
untuk
perkem-
bangan
Harry
8 9
Tema
musa
yesus
karna
sTar
Wars
Harry
PoTTer
Tumbuh
dan mene-
mukan bah-
wa dirinya
yaitu
keturunan
orang ter-
pilih
Per-
temuan
dengan-
Tuhan
dan
melak-
sanakan
perintah-
perintah
Tuhan
Yesus berk-
hotbah di
bait Allah,
membuat
mukjizat-
mukjizat,
selalu ada
dalam
hubungan-
nya dengan
Bapa
Senjata
Konta mi-
lik Karna
semesti-
nya yaitu
senjata
yang bisa
mem-
bunuh
Arjuna,
namun Kar-
na terlepas
menggu-
nakannya
ketika
melawan
Gatotkaca
Bertemu
Obi Wan
Kenobi,
seorang
jedi yang
melatih-
nya untuk
menjadi
seorang
hero
Memasuki
sekolah
sihir Hog-
warts dan
menyadari
dirinya
sebagai
penyihir,
Dumble-
dore mem-
bimbing-
nya untuk
menjadi
hero
Kontinum
antara
tokoh an-
tagonis dan
protagonis
Musa
yang
memba-
wa Israel
keluar
dari Me-
sir, pada
faktanya
ia dise-
lamatkan
dan
dibesar-
kan oleh
orang
Mesir
Yesus selalu
ditempat-
kan di salah
satu kutub
yang ber-
seberangan
dengan
Setan
Keter-
hubungan
Karna dan
Arjuna
melalui
fakta bah-
wa mereka
berasal
dari ibu
yang sama
Keter-
hubungan
Luke dan
Darth Vad-
er melalui
fakta
bahwa
Luke ada-
lah putra
dari Darth
Vader
Keter-
hubungan
Harry dan
Voldemort
melalui
tongkat
yang ber-
asal dari
bulu Phoe-
nix yang
sama dan
bekas luka
di dahi
Harry
Tema
Putri Tidur
Putri salju
Cinderella
Perempuan
baik (Sacred
Feminine) yang
tersiksa
Putri Aurora ter-
tusuk jarum mesin
pemintal yang mem-
buatnya tertidur
Putri Salju tinggal
sendirian di hutan
Cinderella
menderita di
bawah peng-
asuhan ibu
tirinya
Perempuan
baik yang
terkurung
Putri Aurora terku-
rung di istana di
tengah hutan yang
dijaga naga
Cinderella ada-
lah sosok yang
dilarang keluar
oleh ibu tirinya
Laki-laki baik
(Sacred Mascu-
line)
Pangeran Pangeran Pangeran
Keterpisahan
antara Sacred
Feminine dan
Sacred Mascu-
line oleh buda-
ya, kebiasaan,
dan kekuasaan
yang akhirnya
dapat dilam-
paui serta
menghasilkan
penyatuan Sa-
cred Feminine
dan Sacred
Masculine
Pangeran dan Putri
terpisah oleh hutan
lebat, benteng, dan
naga
Pangeran dan Putri
terpisah oleh kema-
tian
Cinderella dan
pangeran yang
dipisahkan
oleh status,
antara peran
sosial pemban-
tu dan putra
raja
Contoh lain dapat kita lihat pada mite Putri Tidur, Putri
Salju, dan Cinderella di tabel berikut:
Pemaparan tersebut bukan hendak menggiring pem-
baca untuk meletakkan mite pada pemahaman struktural
empiris. Mite masih memiliki misterinya sendiri sebab
dalam misteri itulah kekuatannya. Misteri itulah yang
membuat mite berkemampuan untuk menginspirasi,
hanya saja, ketika juga ada kesamaan pola, berarti
ada suatu benang merah yang bisa ditarik. Apa benang
merahnya? Bahwa mite-mite itu mencoba menyampaikan
sesuatu, sebuah pesan dari alam. Pesan apa? Bagaimana
10 11
menerjemahkan pesan itu? Itulah yang akan coba kita
pelajari dalam buku ini.
Inilah kontekstualisasi dari nirsadar kolektif yang di-
jelaskan oleh Jung, selain nirsadar personal yang telah
dijelaskan oleh psikoanalisisnya Freud beserta segala
derivasinya. Ranah ini menghubungkan manusia satu de-
ngan manusia lain. Dalam ranah ini, ada gambaran-
gambaran purba atau arkais yang diistilahkan sebagai
arketipe (Archetype—Tipe Utama). Arketipe inilah yang
membawa spirit atau pesan tertentu. Ada arketipe yang
universal, ada pula arketipe yang hanya menghubungkan
manusia dalam ras atau budaya tertentu. Arketipe-arke-
tipe ini muncul secara berulang di berbagai mite yang
muncul sepanjang waktu di berbagai tempat. Nah, di sini
kita mulai dapat melihat hubungannya dengan kesamaan-
kesamaan dalam berbagai mite di dunia ini.
Tarot bekerja dalam cara yang mirip dengan apa
yang dijelaskan Jung dalam konsep arketipe dan nirsa-
dar kolektif. Ketika sebuah kartu menunjukkan gambar
tertentu, sebenarnya ada pesan yang keluar dari
nirsadar kolektif untuk permasalahan yang berhubung-
an dengan klien. Apa yang membedakan dengan kartu
Rorschach yaitu jika kartu Rorschach masuk ke dalam
diri klien melalui nirsadar personal, maka tarot masuk ke
dalam diri klien melalui nirsadar kolektif. Psike manusia
dapat diakses baik melalui nirsadar personal maupun
nirsadar kolektif. Hal ini sebenarnya berlaku logika yang
tak akan terpahami jika orang berada pada pemahaman
rasionalisme atau empirisisme, yaitu manusia dalam se-
mesta dan semesta dalam manusia. Hal yang sama kita
temukan pada konsep Manunggaling Kawulo Gusti. Ma-
nusia dalam Tuhan, Tuhan dalam manusia; atau apa yang
coba disampaikan melalui mite Yesus, yaitu Manusia (Ye-
sus/Putra) dalam Tuhan (Bapa), Tuhan (Bapa) dalam
manusia (Yesus/Putra).
Mengenal dan Memahami
Kartu Arkana Mayor
“Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in
harmony.”–Mahatma Gandhi
TAROT DAN PSIKOLOGI SIMBOL
Kartu tarot arkana mayor berjumlah 22 dan menyimbol-
kan hal-hal yang bersifat spiritual atau rohaniah. Suatu hal
bersifat sebagai spirit atau roh jika bergeraknya di
alam roh, bukan di alam fisik. ada kaitan antara alam
roh dan fisik, yaitu berupa energi-energi. Namun, energi-
energi itu harus diaktifkan agar kaitan antara roh dan
alam fisik dapat berjalan dengan baik. Pengak- tifan energi
dilakukan melalui konsentrasi, dan konsen- trasi tersebut
dapat berupa aktivitas mental, emosional, maupun fisik.
Jadi, pengaktifan energi dapat dilakukan di alam pikiran
saja, di alam perasaan saja, di alam fisik saja, atau
gabungan dari ketiga jenis aktivitas itu sekali- gus.
Menurut pengalaman penulis, pengaktifan sumber-
sumber energi spiritual atau rohaniah yang disimbolkan
oleh kartu tarot arkana mayor selalu melibatkan mental,
fisik, dan emosi. Ada sesuatu yang berada di alam roh dan
menunggu untuk diaktualisasikan di alam fisik, sehingga
harus dilakukan sesuatu agar aktualisasi itu menjadi nya-
ta. Dengan kata lain, kartu-kartu arkana mayor menun-
jukkan potensi-potensi yang akan terwujud di alam fisik
jika dilakukan hal-hal tertentu.
Jadi, pengertian pertama mengenai arkana mayor se-
cara umum yaitu adanya potensi perwujudan atau mate-
rialisasi dari suatu sumber energi spiritual yang spesifik.
Atau, dapat juga disebut sebagai arketipe jika mengi-
kuti istilah yang dipopulerkan oleh psikolog Carl Gustav
Jung. Potensi itu akan terwujud jika manusianya mau
menerima dan menjalankan kegiatan tertentu seperti
disarankan oleh esensi dari kartu arkana mayor yang ter-
cabut di dalam pembacaan. Pengertian kedua mengenai
arkana mayor secara umum yaitu tentang adanya saran
dari alam bawah sadar si penanya sendiri yang disuara-
kan oleh kartu arkana mayor yang tercabut. Tentu saja
kita dapat memakai istilah “the higher self” atau alam
bawah sadar (subconscious mind) untuk merujuk kepada
sesuatu yang diasumsikan memberikan saran ke- pada si
penanya; penulis sendiri lebih suka memakai istilah
alam bawah sadar. Dan, saran oleh alam bawah sa- dar si
penanya itu diberikan agar sumber energi spiritual
tertentu yang disimbolkan oleh kartu tarot arkana mayor
yang tercabut dapat termaterialisasi di kehidupan si pe-
nanya.
[0] The Fool
The Fool yaitu simbol diri kita sen-
diri ketika harus mengambil keputu-
san tanpa tahu konsekuensi apa yang
menanti di masa depan. Biasanya
hanya ada dua pilihan besar: ya atau
tidak, dijalankan atau tidak. Kedua
pilihan besar itu sama menariknya
dan sama kuatnya, argumen pro dan
kontra juga seimbang. Oleh sebab itu, jika kartu ini
muncul, berarti bawah sadar penanya sedang menung-
gu keputusan apa yang akan diambil oleh si penanya.
Pegangannya demikian: jika motivasi penanya berada
di dimensi rohani yang relatif bersih, maka keputusan apa
pun yang diambil akan membawa kebaikan. jika mo-
tivasi diwarnai oleh ambisi-ambisi keduaniawian, maka
penanya dapat terperosok ke dalam jebakan yang dicip-
takannya sendiri. Ini yaitu pilihan terbuka bagi penanya
untuk diputuskannya sendiri.
[I] The magician
The Magician yaitu simbol dari ke-
mauan, niat, atau tekad yang berada
di diri manusia. Kemauan yaitu
suatu kekuatan energi untuk melak-
sanakan suatu keputusan atau ren-
cana. Sebelum suatu hal tampak di
permukaan secara fisik atau terma-
terialisasi, kemauan atau niat sudah
ada di diri manusia yang akan mewu-
judkannya. sebab segala sesuatu
yaitu penyelarasan, maka tidak ada
yang kebetulan. jika sesuatu ternyata muncul di ke-
hidupan seseorang, berarti ada yang menginginkannya.
jika kartu the Magician muncul, berarti kemauan atau
niat dari si penanya sudah terkumpul; sudah ada niat,
tekad, atau kemauan untuk memutuskan atau melaksa-
nakan sesuatu. Masalahnya, hal itu belum dinyatakan atau
dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang terkait. Dan,
alam bawah sadar si penanya memberikan saran agar hal
itu dikomunikasikan. Melalui komunikasi, sumber energi
dari the Magician dapat tersalurkan.
16 17
[II] The High Priestess
The High Priestess yaitu sumber
kearifan yang berada di dalam diri
si penanya sendiri, meskipun belum
dipergunakan sebagaimana mesti-
nya. Kearifan itu bisa berarti ilmu
pengetahuan, pengalaman, atau di-
siplin yang berasal dari ketekunan
kerja. Atau, bisa juga berarti teknik
tertentu untuk mengatasi kobaran
konflik antarpribadi. Di sini kuncinya
yaitu diri si penanya juga. Maukah
penanya menerapkan apa yang sudah ada di dalam diri-
nya itu dalam situasi nyata yang kini dihadapinya? Walau-
pun alam bawah sadarnya menyarankan agar kearifan itu
diterapkan, penanya mungkin masih ragu-ragu. Keraguan
yaitu hal biasa, dan yang dapat dilakukan oleh pemba-
ca tarot yaitu mempersilakan penanya untuk bertanya
lebih spesifik tentang keraguan yang menghambatnya
sehingga apa yang disarankan oleh alam bawah sadar si
penanya itu dapat dilaksanakan.
[III] The empress
The Empress yaitu potensi untuk
menghasilkan hal-hal nyata yang
berlimpah-limpah. Hal ini dapat be-
rupa prestasi kerja, keuntungan usa-
ha, penghargaan warga , dan
sebagainya. Namun, sekali lagi, ini
barulah potensi untuk produktif, dan
mungkin sama sekali belum muncul
meskipun segala sesuatu yang diper-
lukan telah tertata di tempatnya
masing-masing. The Empress yaitu simbol dari Dewi
Keberuntungan atau Dewi Fortuna. Sebagai suatu sumber
energi, keberuntungan tidak perlu melakukan hal lain se-
lain menjadi dirinya sendiri. Itulah saran dari alam bawah
sadar penanya jika kartu ini muncul: jadilah diri sendi-
ri dan menghasilkan hal-hal nyata yang dapat membawa
manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain:
teruskan apa yang telah dicanangkan untuk dijalankan itu
sebab akan membawa hasil berlimpah.
[IV] The emperor
The Emperor yaitu simbol dari
kekuatan berpikir rasional dan logis
sekaligus mempraktikkannya de-
ngan konsekuen tanpa pilih kasih.
Kemampuan rasional bisa aktual,
bisa juga potensial, dan sama sekali
tidak tergantung pada gender sese-
orang. Seorang wanita bisa saja leb-
ih rasional daripada pria. Usia juga
tidak berpengaruh: banyak orang
lebih muda justru lebih rasional dari-
pada generasi di atasnya. Namun, banyak kemampuan
berpikir dan bertindak rasional hanya berada di alam roh
atau di dimensi potensial saja. Sebagai suatu potensi, the
Emperor juga merupakan suatu sumber energi bagi ma-
nusia yang memilikinya jika diterapkan dan diprak-
tikkan di dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari. Itulah
yang disarankan oleh alam bawah sadar penanya jika
kartu ini muncul.
18 19
[V] The Hierophant
The Hierophant yaitu simbol dari
kekuatan energi yang berasal dari
prinsip-prinsip ketuhanan univer-
sal: dapat berupa ajaran agama kon-
vensional, atau berupa spiritualitas
nonkonvensional. Yang implisit di
dalam sumber energi ini yaitu ja-
ring-jaring hubungan saling memen-
garuhi antara berbagai individu yang
menganut ajaran yang sama. sebab
penanya memiliki hubungan antar-
pribadi dengan mereka yang memiliki posisi menentu-
kan dalam ajaran kerohanian yang dianutnya, maka ten-
tu saja hal itu perlu dikultivasikan agar dapat diperoleh
manfaat maksimum. Dan, memang itulah saran dari alam
bawah sadar penanya. Jadi, penanya perlu melakukan
pendayagunaan dari hubungan-hubungan yang telah ada
itu. Caranya dengan menerapkan prinsip-prinsip ketu-
hanan universal itu di dalam kehidupannya sendiri, atau
dengan kultivasi hubungan antarpribadi dengan mereka
yang ada di jaring-jaring yang sama.
[VI] The Lovers
The Lovers yaitu simbol dari sum-
ber energi berupa saling penger-
tian antara diri penanya dengan
orang-orang atau hal-hal tertentu di
kehidupannya. Saling pengertian itu
begitu mendalam sehingga tidak
diperlukan lagi komunikasi mela-
lui cara-cara normal sebagaimana
layaknya dalam interaksi biasa.
Namun, di sinilah letaknya batu sandungan dari simbol
The Lovers. sebab pengertian itu telah mendarah da-
ging, penanya sering merasa bahwa hubungan itu agak
aneh: terkadang tertarik untuk mendekat, dan terkadang
seakan-akan ada yang menghalangi. Alasannya yaitu
sebab adanya saling pengertian atau perasaan keterikat-
an yang mendalam itu. Pesan dari alam bawah sadar pe-
nanya jika kartu ini muncul biasanya berkaitan dengan
jenis komunikasi yang perlu dibina dengan orang atau hal
yang terkait. Intinya, ada suatu ikatan saling pengertian
sebab kesamaan atau kecocokan pribadi. Dan, jenis ko-
munikasi yang sesuai tidak perlu ditentukan oleh norma-
norma umum, melainkan cukup oleh mereka yang terkait
langsung di dalam hubungan tersebut.
[VII] The Chariot
The Chariot yaitu sumber kekuat-
an spiritual berupa keberhasilan se-
cara emosional. Walaupun kekuat-
an ini dapat dirasakan, belum tentu
dapat dilihat bukti-bukti nyatanya
di alam materi. Yang penting di sini
yaitu kenyamanan emosional, bu-
kan penumpukan hasil yang dapat
dilihat oleh mata fisik. Kenyamanan
emosional itu selalu berkaitan de-
ngan lancarnya hubungan antara si
penanya dan lingkungan si penanya berada. Jadi, meski-
pun lingkungan kerja sedang mengalami kesulitan, belum
tentu kehidupan emosional terjangkiti juga. Bahkan, bisa
saja pribadi-pribadi yang terlibat justru sedang berada
di tahap kesuksesan dalam menjalani hubungan antar-
pribadi, meskipun hal itu tidak disadari. Dan, saran dari
20 21
alam bawah sadar penanya yaitu agar kesuksesan itu
diterima dan disyukuri. Setidaknya ada hal yang masih
tetap menyambung di tengah berbagai distorsi yang dia-
lami oleh penanya.
[VIII] strength
Strength yaitu simbol dari kemam-
puan untuk melaksanakan hal-hal
yang diinginkan secara fisik. Sim-
bol energi ini bisa muncul manaka-
la penanya merasa bahwa dirinya
tidak mampu untuk berdaya upaya
melaksanakan tugas dan kewajiban-
nya; manakala dirasakannya bahwa
tantangan yang harus dihadapinya
terlalu berat baginya. Memang ter-
lalu berat jika sumber energi
berupa kekuatan fisik itu tetap dibiarkan laten saja di
alam potensial dan tidak didayagunakan. Alam bawah sa-
dar di sini mengingatkan penanya bahwa pada dasarnya
kekuatan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban itu
telah ada di dirinya. Tidak perlu ada usaha lagi untuk me-
mikirkan cara menjalankan, atau bahkan cara melakukan
pendekatan pribadi dengan orang tertentu. Cukup dilak-
sanakan saja, sebab yang lain-lain itu sebenarnya telah
ada. Yang kurang yaitu penggunaan kemampuan diri
yang potensial itu, sehingga solusinya memang sederha-
na: gunakan kekuatan itu.
[IX] The Hermit
The Hermit yaitu simbol dari sesuatu di dalam diri pe-
nanya yang selalu menunjukkan dengan pasti apa yang
perlu dilakukannya agar segala potensi dirinya dapat ter-
wujud. Dalam budaya tertentu, sim-
bol ini dapat mengambil bentuk se-
bagai malaikat pelindung (guardian
angel). Kenapa malaikat pelindung?
sebab malaikat pelindung yaitu
roh yang diberikan tugas khusus oleh
Yang Maha Esa untuk menjaga
keselamatan seseorang, menunjuk-
kan jalan yang harus ditempuh sese-
orang, dan menerangi jalan hidup
seseorang. Dalam budaya lain, roh
ini bisa disebut sebagai leluhur. Ke-
napa leluhur? sebab leluhur dipercayai sebagai mere-
ka yang telah mendahului kita berpindah ke alam sana,
namun masih terikat dengan kita sebagai keturunannya.
Jadi, prinsip pemberian bantuan tanpa pamrih itu tetap
berlaku apa pun simbol yang diambil. Lalu, apa saran yang
diberikan oleh alam bawah sadar penanya jika kartu
ini muncul? Sarannya sederhana saja: ikutilah apa yang
telah ditunjukkan di dalam kesadaran itu.
[X] Wheel of Fortune
Wheel of Fortune berarti roda ke-
beruntungan. Sebagai suatu simbol
arketipe, roda keberuntungan me-
ngandung semua unsur alam semes-
ta: api, air, udara, dan tanah. Arti-
nya, ada penggunaan semua aspek
yang ada di diri manusia sehingga
keberuntungan itu hadir. Tidak ada
yang kebetulan, semua sinkron.
sebab sinkron, maka terjadilah ke-
beruntungan itu: bisa sebab hal-hal
22 23
yang telah dilakukan oleh penanya di masa lalu, bisa juga
sebab penanya telah membina hubungan dengan mere-
ka yang terbuka terhadap pemikiran dan pandangannya.
Yang jelas, jika kartu ini muncul, berarti penanya te-
lah menggenggam potensi untuk mewujudkan salah satu
tonggak penting dalam kehidupannya. jika yang di-
tanyakan tentang perjodohan, biasanya kartu ini menun-
jukkan bahwa orang yang ditanya memang jodohnya. Jadi,
ada hubungannya juga dengan takdir, meskipun kita
harus berhati-hati sekali. Takdir memang ada, namun tidak
selalu. Sebagian besar dari kehidupan kita yaitu pilihan,
termasuk jodoh. jika mau dijalani, maka jadi- lah.
jika tidak mau, maka akan muncul kandidat lain- nya.
Penulis berulang kali melihat bahwa kartu Wheel of
Fortune memperlihatkan suatu bentuk hubungan takdir
yang harus dijalani.
[XI] Justice
Justice yaitu simbol dari potensi-
potensi untuk menghasilkan suatu
kesepakatan bersama yang kemung-
kinan besar mengambil bentuk
tertulis, suatu kesepakatan tertulis
di depan hukum. Atau, dapat juga
berarti hal-hal yang sudah dipertim-
bangkan dengan masak-masak dan
diuraikan dengan sejelas mungkin
di hadapan pihak-pihak yang rele-
van. Sebagai suatu sumber energi
dari alam bawah sadar, Justice mengimbau penanya agar
memakai segala kemampuannya untuk bersikap
impartial atau tidak memihak, untuk bersikap adil dan
seimbang dalam memberikan pendapatnya. jika hal
itu dijalankan, penanya dapat mengambil manfaat dari-
nya. jika tidak dijalankan, potensi itu tetap akan men-
jadi potensi belaka, tidak menjadi realitas. Apa pun spesi-
fiknya, Justice selalu melibatkan komunikasi: bicaralah
dan komunikasikan. Komunikasi selalu berarti ada pihak-
pihak lain. Ada yang harus disodorkan kepada pihak lain,
dan ada pula yang harus diterima oleh penanya.
[XII] The Hanged man
Simbol dari the Hanged Man yaitu
manusia yang digantung terbalik:
kaki di atas dan kepala di bawah.
Artinya bukanlah pemutarbalikan
fakta-fakta, melainkan penggunaan
pengetahuan atau keahlian yang
telah dimiliki oleh penanya secara
nyata dalam kehidupannya. Asum-
sinya yaitu adanya hal-hal yang
telah diketahui oleh penanya sendiri
namun belum diterapkannya. Pena-
nya merasa bahwa ia dapat ditertawakan jika hal itu
diungkapkan dan diterapkannya. Kenapa? sebab tidak
ada orang lain yang memakai cara atau metode itu.
Namun, alam bawah sadar penanya sendiri justru mem-
berikan saran agar cara itu diterapkan saja. Cara terse-
but memang kreatif, dan tidak ada yang bisa melihatnya
selain penanya sendiri. Dengan memakai cara yang
telah diketahuinya itu, maka jalan ke depan akan semakin
terbuka. Itulah pesan dari The Hanged Man. Dan, peng-
gunaan cara itu biasanya melalui hubungan antarpribadi:
dapat dengan komunikasi verbal, dapat juga dengan em-
pati.
24 25
[XIII] Death
Death tentu saja berarti kematian.
Namun, ini hanya simbol belaka, bu-
kan arti harfiahnya. Kenapa kema-
tian? sebab kematian yaitu yang
akan dialami oleh kita secara sim-
bolis jika kita tetap berkutat da-
lam bentuk hubungan pribadi yang
sama dan monoton dengan orang-
orang tertentu. Hubungan pribadi
itu selalu berubah, bahkan dalam
hubungan yang memuaskan seka-
lipun. Perlu ada perubahan dalam hakikat hubungan se-
hingga apa yang beku dapat kembali mencair, dan spon-
tanitas serta kreativitas dapat berjalan kembali dengan
lancar. Jadi, alam bawah sadar penanya menyarankan
agar hubungan antarpribadi tertentu yang ditanyakan
oleh penanya ditinjau kembali dan diusahakan agar ter-
jadi pergerakan ke arah lain. jika hubungan terlalu
dekat, perlu diambil jarak sehingga penanya dapat lebih
objektif. jika terlalu dingin, penanya perlu berusaha
untuk lebih dekat agar dapat lebih memahami. Hanya itu
yang perlu dilakukan, dan memang tidak perlu terlalu
drastis. Cukup agar ada perubahan yang dapat dirasakan
sehingga spontanitas dan kreativitas dapat berjalan.
[XIV] Temperance
Temperance yaitu simbol dari mengalirnya usaha-
usaha dua arah. Ada yang diberikan kepada orang lain
oleh penanya, dan ada yang diterima oleh penanya dari
pihak lain. sebab ada sesuatu yang mengalir dalam ak-
tivitas timbal balik ini, maka Temperance juga menyim-
bolkan penyembuhan. Ada sesuatu di diri penanya yang
disembuhkan oleh pihak lain, dan
ada kekurangan di pihak lain yang
bisa diisi oleh penanya. Saran dari
alam bawah sadar penanya berupa
dorongan agar dilakukan inisiatif
untuk memulai proses itu, proses
timbal balik berupa aktivitas fisik
sehingga apa yang kurang di diri ma-
sing-masing dapat saling terisi. Beda
arketipe ini dengan yang lain yaitu
pada penekanannya. Temperance
lebih menekankan “sharing” secara
fisik dalam bentuk aktivitas yang dijalankan bersama. Se-
dangkan arketipe lain lebih menekankan “sharing” ber-
bentuk mental atau emosional. Sebagai suatu arketipe,
Temperance juga merupakan simbol penyembuhan fisik,
atau potensi untuk mengaktualisasikan suatu rekonsili-
asi secara fisik.
[XV] The Devil
The Devil yaitu iblis. Simbol ini
dikenal sebagai roh penggoda ma-
nusia dengan iming-iming hal ter-
tentu yang digandrungi. jika
manusia tergoda, ia akan terikat se-
lamanya kepada si iblis dan tidak da-
pat melepaskan dirinya lagi. Secara
rasional, hal kegandrungan kepada
sesuatu itu dapat diartikan sebagai
suatu obsesi. Dan, obsesi yaitu arti
dari kartu arkana mayor yang satu
ini. jika kartu ini muncul, berarti hal yang ditanyakan
memang benar-benar diinginkan oleh penanya, bahkan
26 27
benar-benar memenuhi hati dan pikirannya sehingga
menjadi semacam obsesi. Tentu saja hal itu normal. Se-
tiap orang memiliki obsesi tertentu dalam saat tertentu.
Namun, obsesi yang telah melewati waktu yang sewa-
jarnya bukanlah hal yang sehat, sehingga alam bawah
sadar penanya merasa perlu untuk menyarankan agar
obsesi itu ditinggalkan. Itulah pesan dari kartu ini jika
muncul: hentikan obsesi itu.
[XVI] The Tower
The Tower yaitu intervensi lang-
sung dari Yang Maha Esa dalam ke-
hidupan penanya. Bentuk pastinya
seperti apa memang tidak dapat lang-
sung diketahui, yang jelas ada inter-
vensi langsung berupa sesuatu yang
datang tiba-tiba tanpa direncanakan
dan diharapkan. Mengapa ada inter-
vensi dari Yang Maha Esa? sebab
ada kebekuan di kehidupan si pena-
nya, dan si penanya merasa tidak
dapat mengambil jalan lain lagi. sebab ada kebekuan dan
hakikat dari alam semesta yaitu pergerakan, maka
muncullah intervensi itu. jika kartu itu muncul di
posisi masa depan, maka penanya haruslah diberikan
pengertian agar bersiap-siap untuk menghadapi sesuatu
yang akan segera muncul di kehidupannya. Sesuatu yang
mendadak muncul dapat berakibat baik, dapat juga ber-
akibat buruk. Namun, jika penanya sudah siap untuk
menghadapi situasi apa pun, bahkan situasi yang paling
buruk, ia masih memiliki kesempatan untuk menghadapi-
nya dengan dewasa sehingga membawa kebaikan.
[XVII] The stars
The Stars yaitu alam semesta atau
kosmos. Alam luas yang mencakup
bumi, bulan, matahari, dan bintang-
bintang. Artinya yaitu dunia luas di
mana penanya hidup, bukan hanya
dunia sehari-hari berupa orang atau
hal itu-itu saja yang ditemuinya se-
cara rutin. Sebagai suatu sumber
energi atau arketipe, the Stars yaitu
potensi yang dimiliki oleh penanya
untuk meluaskan cakupan lingkung-
an pergaulannya dengan mereka yang sebenarnya telah
diketahuinya namun belum ditemuinya secara intensif. Sa-
ran dari alam bawah sadar yaitu agar orang-orang itu
ditemui sebab akan ada pertukaran informasi yang akan
berguna bagi penanya. Akan ada perluasan perspektif
atau cara pandang, bahkan berpotensi untuk mengubah
cara pandang yang selama ini dipegang oleh penanya.
Alam semesta ada untuk dieksplorasi, untuk ditemui, di-
mengerti, dan diinkorporasikan ke dalam diri. Pengertian
dari dunia luas selalu memiliki potensi untuk menjadi
pengertian pribadi dari si penanya. Implisit di sini yaitu
upaya penghilangan rasa takut, sebab ketakutan ada-
lah yang menghalangi orang untuk menjadi diri sendiri
dan berkomunikasi secara terbuka dengan alam semesta
(lingkungan baru, pemikiran baru, agama lain, dan seba-
gainya).
[XVIII] The moon
The Moon yaitu sumber energi berupa naluri-naluri
yang ada di alam bawah sadar penanya. Naluri yaitu
kemampuan untuk melakukan sesuatu tanpa tahu apa
28 29
sebabnya. Yang diketahui hanyalah
bahwa ada sesuatu yang perlu di-
lakukan, dan itu dapat dilakukan
jika ada kemauan. Naluri atau
insting berada di dalam alam bawah
sadar manusia dan dapat dibawa ke
dalam alam kesadaran. Spesifiknya
dapat berupa bakat dalam bidang
tertentu, misalnya bakat seni, bakat
bisnis, bakat bergaul, dan lain-lain.
Namun, itu semua masih berupa po-
tensi saja sebab belum didayaguna-
kan. Munculnya kartu arkana mayor The Moon memper-
lihatkan kepada penanya bahwa naluri di bidang tertentu
yang dimilikinya belum digunakan. Dan, sarannya yaitu :
gunakan! jika naluri itu digunakan, penanya akan se-
makin bertambah kemampuannya untuk lebih mengerti
sesama manusia, untuk lebih mengerti apa yang harus di-
lakukannya agar masalah yang dihadapinya dapat terse-
lesaikan. Memang hal itu lebih ke hubungan antarpribadi
atau energi empati.
[XIX] The sun
The Sun yaitu simbol dari kemam-
puan menghasilkan materi yang ber-
limpah-limpah dari pekerjaan yang
dilakukan, sekaligus potensi untuk
menikmatinya. Ada sesuatu yang da-
pat dilakukan oleh penanya, dan po-
tensinya memang besar dalam aspek
pemasukan. Tentu saja pemasukan
dapat berarti materi, penghargaan,
atau bahkan kesempatan untuk
mempraktikkan bakat dan minat. Yang jelas, potensi itu
sekaligus mengisyaratkan bahwa sesuatu yang diterima
itu juga akan dinikmati. Ada pemasukan yang disimpan
atau dipergunakan untuk investasi berikutnya, namun the
Sun tidak demikian. Yang masuk akan dinikmati, dipergu-
nakan, dan bukan hanya disimpan belaka. Saran dari alam
bawah sadar juga di arah yang sama: Nikmatilah hidup
Anda! jika selama ini penanya terlalu khawatir akan
keuangannya sehingga terlalu hemat, maka melalui kartu
ini alam bawah sadarnya memberikan petunjuk agar mu-
lai menikmati hidup.
[XX] Judgement
Judgement secara harfiah berarti
penghakiman. Kenapa penghakim-
an? sebab ada yang perlu dinilai: be-
nar atau salah, baik atau buruk, lebih
banyak baiknya atau buruknya. Ben-
tuk simbolnya yaitu manusia mati
yang dibangkitkan kembali pada hari
akhir (kiamat) untuk dihakimi. Na-
mun, itu hanya simbol. Artinya ada-
lah bahwa manusia harus berubah
secara drastis, harus berubah total
agar dapat menghadapi tantangan-tantangan baru yang
ada di hadapannya. Penulis yang sekarang tidak sama
dengan lima tahun lalu sebab penulis telah berubah
drastis, dan sebab telah berubah drastis, maka penulis
sanggup menghadapi tantangan hidup di masa kini. Dan,
perubahan drastis dalam kehidupan harus dimulai dari
diri sendiri. Itulah pesan dari sumber energi di arketipe
ini: harus berubah seolah-olah lahir kembali menjadi ma-
nusia baru! Menjadi manusia baru berarti tidak memper-
30 31
no. nama kartu unsur
0 The Fool Udara
1 The Magician Udara
2 The High Priestess Air
3 The Empress Tanah
4 The Emperor Api
5 The Hierophant Tanah
6 The Lovers Udara
7 The Chariot Air
8 Strength Api
9 The Hermit Tanah
10 Wheel of Fortune Api
11 Justice Udara
12 The Hanged Man Air
13 Death Air
14 Temperance Api
15 The Devil Tanah
16 The Tower Api
17 The Star Udara
18 The Moon Air
19 The Sun Api
20 Judgement Api
21 The World Tanah
hitungkan apa yang ada di belakang dan segala sesuatu
yang negatif di masa lalu, segalanya itu dianggap tidak ada
sehingga penanya dapat memulainya kembali seperti
seorang bayi yang baru lahir.
[XXI] The World
The World yaitu simbol dari me-
nyatunya semua elemen kehidup-
an secara harmonis di kehidupan
seseorang sehingga apa yang telah
dimulainya di masa lalu kini telah
tercapai. Dengan kata lain, segala tu-
juan-tujuan yang dicanangkan oleh
seseorang ketika memulai suatu
usaha tertentu telah tercapai. Tujuan
tercapai, itulah arti dari arketipe ini.
jika tujuan telah tercapai, apa
yang harus dilakukan? Bersyukur, tentu saja. Dan, ber-
syukur yaitu yang disarankan oleh alam bawah sadar
penanya jika kartu ini muncul. Bersyukur sebab apa
yang ditargetkan telah tercapai. Bersyukur bahwa seka-
rang akan ada hal lain lagi yang harus mulai dicanangkan
dan dikejar. Bersyukur bahwa hal baru yang ditargetkan
untuk dicapai itu bahkan mungkin sebenarnya telah ter-
capai secara potensial rohaniah. Yang diperlukan hanya-
lah menjalankannya saja.
2.1 Elemen dari Arkana Mayor
Ada pertanyaan yang mungkin muncul dalam diri Anda,
“Apakah kartu arkana mayor bobotnya lebih tinggi dari-
pada kartu-kartu arkana minor?” Bagi penulis itu relatif,
bisa ya dan tidak. Oleh sebab itu, penulis merekomen-
dasikan agar Anda membacakan (meramalkan) tarot
sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang tidak dike-
nal, sehingga nantinya Anda akan tahu sendiri.
Kartu arkana mayor terbagi juga ke dalam empat ele-
men dasar. Ini dapat ditemukan di buku-buku pelajaran
tarot, namun dapat Anda temukan di sini sebab hal ini
termasuk yang harus dihafal oleh mereka yang serius
mempelajari tarot.
Arkana Mayor:
32 33
Jika empat elemen arkana minor (Wands, Swords, Cups,
Pentacles) dianalogikan memiliki kesejajaran dengan em-
pat fungsi kepribadian Jung (Rasio, Emosi, Intuisi, Peng-
indraan) dan Sedulur Papatnya dalam Kejawen, maka ele-
men arkana mayor sejajar dengan konsep simbol-simbol
arketipe Jung dan Pancer yang kesemuanya (baik Jung
maupun Kejawen) memiliki pengertian yang kurang lebih
yaitu pusat kehidupan kita masing-masing atau ego.
Jadi, empat elemen arkana minor yaitu “Ada” yang
menandai keterlemparan manusia ke dalam dunia, lalu
muncullah arkana mayor sebagai “meng-Ada” atau pros-
es perjalanan hidup manusia dengan memaknakan dan
merefleksikan pesan-pesan dari semesta pada dirinya.
Manusia berada dalam Semesta, Semesta berada dalam
manusia. Proses meng-Ada inilah yang kerap tak terjadi
pada manusia yang membiarkan diri larut dalam keseha-
rian.
2.2 Harmonisasi Elemen
Sampai di sini, kita telah sampai pada filosofi dasar dari
semesta dan peran psikologi tarot di dalamnya. Level
pemikiran ini, jika memang benar-benar dikuasai, sebe-
narnya sudah membuat Anda mampu untuk menguasai
psikologi tarot dengan baik. Oleh sebab itu, rasanya
tanggung jika tak sekalian mengeksplorasi lebih jauh ra-
nah pemahaman ini. Sekalian saja penulis menambahkan
aksioma dasar elemen-elemen tarot yaitu, bahwa keem-
pat elemen itu tidak selalu harmonis jika berdamp-
ingan dengan lainnya. Ini suatu level pemahaman yang
lebih sulit.
• Elemen Api berlawanan dengan Elemen Air.
• Elemen Udara berlawanan dengan Elemen Ta-
nah.
• Elemen Api bersesuaian dengan Elemen Udara.
• Elemen Air bersesuaian dengan Elemen Tanah.
• Elemen Api netral terhadap Elemen Tanah.
• Elemen Udara netral terhadap Elemen Air.
Pengertian harmonisasi dan disharmonisasi elemen-ele-
men ini harus dikuasai sebagai naluri kedua oleh seorang
pembaca (peramal) tarot. Hanya ada enam pengertian
itu, dan untuk menghafalnya tidaklah sukar. Namun, juga
tidak gampang jika pikiran kita masih terjebak dalam
batasan-batasan seperti bahasa verbal, rasionalitas, em-
pirisisme, dan hal-hal sejenisnya. Itu semua akan men-
ghalangi Anda untuk terhubung dengan nirsadar kolektif.
Sulitnya yaitu , pada saat yang sama pun kita harus aktif
sekaligus pasif. Nah, jika Anda masih terjebak dalam ba-
hasa verbal, itu tak akan terpahami dengan Anda sebab
dalam tata bahasa, apa yang aktif akan menjadi negasi
bagi apa yang pasif. Padahal dalam realita, justru kedua-
nya dapat muncul bersamaan.
Pada saatnya, kita harus langsung dapat menilai suatu
tebaran kartu tarot hanya dengan melihat elemen-ele-
mennya, sebab elemen menyatakan atmosfer dasar
(basic mood) dari seluruh tebaran. Secara umum, arti
tebaran dapat dilihat dari elemen-elemennya saja. Inilah
titik pasifnya. Jadi, seorang psikolog tarot pada titik ini
“membiarkan” imaji-imaji atau simbol-simbol dari kartu
beserta pesannya masuk ke dalam diri. Namun, pada saat
yang sama ia juga aktif sebab , untuk lebih spesifik, arti
dari tiap kartu harus diinkorporasikan ke dalam pewaca-
naan.
34 35
TAROT DAN PSIKOLOGI SIMBOL
Apakah mayor dan minor diperlakukan berbeda da-
lam pembacaannya atau sama saja dan bergantung pada
jawaban dari alam intuisi? Seperti sudah disinggung di
atas, secara umum kita memberi bobot lebih berat ke-
pada arkana mayor, namun ini tidak selalu. Jadi, benar jika
dikatakan bergantung pada jawaban dari alam intuisi. Ini
juga suatu titik di mana kita harus sadar bahwa kita sebe-
narnya bukan tengah membicarakan kartu-kartu, namun
hanya meninjau hal-hal mendasar dari suatu pewaca-
naan atau peramalan berdasarkan imajinasi dari kartu
tarot. Suatu pewacanaan hanyalah puncak dari suatu
gunung es. Gunung esnya yaitu persiapan sebelumnya
dan pengertian-pengertian tentang intuisi, meditasi, dan
spiritualisasi yang akan diuraikan dalam pembahasan
berikutnya.
Bab 3
Mengenal dan Memahami
Kartu Arkana Minor
“We choose our joys and sorrows long before we experience them.”
–Khalil Gibran
Arkana minor yaitu 56 kartu tarot yang melambangkan
tindakan-tindakan di dalam kehidupan manusia. Ada tin-
dakan yang dilakukan dalam bentuk fisik semata, dan itu
dinyatakan oleh kartu-kartu berelemen Api (Wands). Tin-
dakan secara mental intelektual, termasuk komunikasi
lisan dan tulisan, dinyatakan oleh kartu-kartu berelemen
Udara (Swords). Tindakan yang melibatkan emosi atau
hubungan antarpribadi dinyatakan oleh kartu-kartu ber-
elemen Air (Cups). Dan, tindakan-tindakan yang melibat-
kan hal-hal konkret seperti mengalirnya transaksi uang,
pemberian penghargaan, dan sebagainya akan dinyata-
kan oleh kartu-kartu berelemen Tanah (Pentacles). Tentu
saja jarang sekali perilaku manusia semata-mata hanya
berdasarkan salah satu elemen itu saja: Api, Udara, Air,
atau Tanah. Kebanyakan tindakan kita selalu melibatkan
keempat unsur itu: tindakan secara fisik yang diikuti oleh
pertukaran mental intelektual maupun emosi; selain ada
juga elemen tawar-menawar. sebab nya, untuk arti yang
akurat tetap diperlukan intuisi dalam pembacaan tarot
sesungguhnya.
36
Di bawah ini penulis akan menuliskan arti kartu-kar-
tu arkana minor secara umum; maksudnya, arti kartu-
kartu di dalam ruang vakum ketika pertimbangan lokal
dan temporal tidak ada. Konteks pertanyaan yang sangat
menentukan arti spesifik kartu dalam pembacaan sebe-
narnya juga tidak diformulasikan. Hal ini perlu diperte-
gas kembali sebab ketika kita berada dalam situasi pem-
bacaan sebenarnya, konteks pertanyaan selalu relevan,
sehingga arti kartu yang diberikan di bawah ini otomatis
akan mengikuti konteks spesifik dari pertanyaan yang
tentu saja berbeda-beda.
3.1 Arkana Minor Elemen Api (Wands)
ace of Wands
Ace of Wands berarti sumber ke-
kuatan untuk melaksanakan suatu
rencana telah ada dan tinggal men-
jalankannya. Tanpa perlu dipikirkan
kembali bagaimana melaksanakan-
nya, dan bahkan tanpa perlu mem-
pertimbangkan keberatan pihak
lain maupun keperluan mengum-
pulkan modal untuk memulainya.
Two of Wands
Two of Wands yaitu pekerjaan yang
telah dimulai dan sudah ber- jalan
sekitar 20%. Jadi, perjalanan- nya
masih panjang agar pekerjaan atau
tugas itu selesai. Namun, ener- gi
yang dimiliki masih banyak, se-
hingga tidak banyak masalah berarti.
Ini yaitu periode “bulan madu”, ke-
tika seseorang baru saja memasuki
pekerjaan baru.
Three of Wands
Three of Wands yaitu pekerjaan
yang sudah menunjukkan gejala akan
sukses, meskipun jalannya masih
panjang. Masih banyak yang perlu
dikerjakan sehingga posisi yang
dicanangkan dapat dipegang dengan
aman dan mampu berjalan dengan
sendirinya.
Four of Wands
Four of Wands yaitu pengakuan
pertama bahwa pekerjaan yang di-
jalankan itu sudah berhasil. Sudah
ada keberhasilan yang terlihat da-
lam arti pencapaian secara fisik. Jika
mengikuti analogi maraton, Four of
Wands yaitu sukses dalam tahap
pertama, namun masih ada tahapan
berikutnya yang harus dilalui.
Five of Wands
Five of Wands yaitu persaingan
fisik untuk memenangkan peker-
jaan yang ditangani. Banyak pihak
lain yang juga bergerak di jalur yang
sama, sehingga mau tidak mau akan
terjadi usaha saling menyikut. Be-
rat secara fisik, namun bukan berarti
tidak dapat diatasi.
six of Wands
Six of Wands yaitu sukses yang da-
pat dibanggakan di hadapan lebih
banyak orang. Boleh dikatakan ini
yaitu sukses di tahap kedua. Lebih
dari separuh usaha yang harus di-
jalani telah dijalani dengan sukses
,sehingga kebanggaan diri bertam-
bah.
seven of Wands
Seven of Wands yaitu kemampuan
untuk bertahan di puncak kemam-
puan sehingga tidak perlu lagi ber-
lari ke sana-kemari untuk menan-
gani pekerjaan. Apa yang harus di-
lakukan akan datang dengan sendi-
rinya, dan energi yang dikeluarkan
tidaklah sebesar apa yang biasanya
dikeluarkan di masa lalu.
eight of Wands
Eight of Wands yaitu perluasan
atau ekspansi kerja secara cepat ke
segala arah. sebab kemampuan te-
lah terbukti, segalanya kini berjalan
dengan cepat, bahkan seolah-olah
berjalan dengan sendirinya, otoma-
tis tanpa ada yang mengendalikan
dengan penuh kesadaran seperti
pada saat memulai usaha.
nine of Wands
Nine of Wands yaitu tahap terakhir
ketika harus maju menuntaskan apa
yang telah dimulai. Pertanyaannya:
Apakah akan mengambil tantangan
itu sehingga apa yang dimulai akan
tuntas? jika mau, tantangan da-
pat diambil sebab tenaga untuk
mencapainya masih ada.
Ten of Wands
Ten of Wands yaitu beban yang luar
biasa berat secara fisik yang harus
ditanggung. Memang sukses, namun
kesuksesan itu tidak datang dengan
cuma-cuma. Ada harga yang harus
dibayar berupa pengorbanan diri
menanggung beban pekerjaan
40 41
yang terus-menerus datang sehingga bukan kenikmatan
melainkan penderitaan yang dialami.
Page of Wands
Page of Wands berarti kabar gembira
tentang pekerjaan. Atau, dapat juga
berarti seseorang, yaitu pria atau
wanita muda dengan ciri-ciri seba-
gai berikut: periang, bersifat penuh
petualangan, bertindak gegabah
(bertindak lebih dahulu dan ber-
pikir belakangan), dan tidak terlalu
memedulikan perasaan pihak lain
atau tidak sensitif.
knight of Wands
Knight of Wands berarti situasi yang
berjalan terus tanpa perlu menoleh
ke belakang. Ada energi yang ber-
gerak dengan sendirinya, meskipun
belum tentu membawa hasil secara
nyata. Atau, dapat juga berarti orang
sesungguhnya dalam konteks yang
ditanyakan. jika orang, kemung-
kinan besar orang tersebut berusia
sekitar 30 tahun dan berposisi me-
nengah di dalam organisasi. Sifatnya
seperti api: langsung bertindak dan tidak terlalu banyak
berpikir atau bermain perasaan.
Queen of Wands
Queen of Wands berarti suatu situ-
asi usaha atau bisnis yang dijalank-
an secara andal. Atau, dapat berarti
orang sesungguhnya di kehidupan
penanya: istri penanya, atasan pe-
nanya, atau rekan kerja penanya.
Dan, biasanya memang melam-
bangkan seorang wanita yang ber-
sifat keras dalam melaksanakan ke-
mauannya. Seorang wanita karier
yang tidak emosional dan bahkan
cenderung bersifat maskulin.
king of Wands
King of Wands berarti kemampuan
untuk melaksanakan pekerjaan
melalui banyak orang. Ada banyak
orang yang dapat diberi berbagai
macam tugas sehingga segalanya
akan berjalan dengan lancar. Atau,
dapat juga melambangkan orang
sesungguhnya dalam kehidupan
penanya: bisa suami, atasan, rekan
kerja, dan sebagainya. Yang jelas,
simbol ini biasanya memperlihatkan
seorang pria yang sangat mampu untuk melaksanakan
kemauannya tanpa perlu berkomunikasi maupun berem-
pati secara panjang lebar dan komprehensif. A man of ac-
tion.
3.2. Arkana Minor Elemen Air (Cups)
ace of Cups
Ace of Cups yaitu simbol kekuat-
an emosional yang berada di dalam
situasi tertentu, atau bahkan di diri
seseorang. Kekuatan emosional ber-
arti pertimbangan-pertimbangan
berdasarkan perasaan: bisa rasa
suka, rasa tidak suka, atau bahkan
rasa tak peduli. Dan, itu berimplikasi
kepada hubungan antarpribadi yang
dijalankan.
Two of Cups
Two of Cups yaitu keterikatan emo-
sional dengan orang atau hal terten-
tu. Dapat dengan pasangan hidup,
kekasih, bahkan dengan pekerjaan
atau hobi. Kelekatan itu dapat dira-
sakan seolah-olah menjadi bagian
dari diri sendiri, meskipun sebe-
narnya itu yaitu orang yang berbe-
da, atau bahkan sesuatu hal di luar
diri sendiri.
Three of Cups
Three of Cups yaitu simbol dari
lingkungan pergaulan yang dekat
dengan diri; sedemikian dekatnya
sehingga dapat saling menikmati ke-
hadiran satu sama lain bahkan untuk
waktu yang relatif sering atau terus-
menerus. Ada suatu perasaan sena-
sib yang dapat dibagi dan ada suatu
kelekatan dengan pribadi-pribadi
lain yang mirip.
Four of Cups
Four of Cups merupakan simbol
dari perasaan yang ingin mengalami
kembali puncak kebahagiaan seperti
yang pernah dialami di masa lalu.
Ada ketidakpuasan dan ketidak-
mengertian mengenai emosi yang
dikejar itu. Kenapa tidak bisa dirasa-
kan lagi? Dan, emosi itu akan terus
dikejar dengan akibat fatal: tidak
tercapai.
Five of Cups
Five of Cups yaitu situasi tengah
antara memberi dan menerima se-
cara emosional. Antara memberi
tanpa pamrih dan mengharap un- tuk
memperoleh empati emosional
dalam kadar yang sama. Akibatnya
yaitu rasa kecewa sebab dalam
perhitungan untung rugi hubungan
44 45
antara pribadi, setiap orang selalu merasa bahwa diri-
nyalah pihak yang memberi lebih dibandingkan pihak
lainnya.
six of Cups
Six of Cups yaitu keadaan di mana
diri selalu teringat kepada seseorang
atau hal yang sangat menyentuh
hati dan melekat selamanya bahkan
hingga saat ini. Hal itu dapat berupa
situasi di masa kecil; seseorang yang
bertemu di masa lalu; atau suatu
memori manis yang, meskipun tidak
diperhatikan, selalu muncul kem-
bali dan menempati satu relung per-
manen di dalam hati.
seven of Cups
Seven of Cups melambangkan ha-
rapan-harapan emosional tentang
hubungan-hubungan yang akan di-
bina dengan berbagai macam orang,
meskipun itu baru berupa angan-
angan belaka. Situasi ini melibatkan
banyak fantasi dan imajinasi yang di-
gerakkan oleh diri sendiri sehingga
seolah-olah nyata padahal itu hanya
ada di pikiran saja.
eight of Cups
Eight of Cups melambangkan orang
banyak yang hubungannya sudah
sedemikian erat dengan diri sen-
diri sehingga sudah dianggap se-
bagai anggota keluarga atau teman
dekat, dengan implikasinya bahwa
pertimbangan-pertimbangan dari
orang banyak itu akan memengaruhi
hubungan antarpribadi dan keputus-
an yang diambil oleh diri sendiri.
nine of Cups
Nine of Cups yaitu situasi di mana
diri sudah tidak lagi membedakan
antara berbagai jenis teman yang
ditemuinya; suatu situasi di mana
diri sudah dapat menerima apa pun
yang ditemuinya, dan tidak lagi terpe-
ngaruh oleh siapa yang menemani-
nya atau ditemuinya saat itu. Kunci
dari simbol ini yaitu kemampuan
untuk menikmati hubungan pribadi.
Ten of Cups
Ten of Cups merupakan simbol dari
situasi di mana diri dibutuhkan oleh
banyak orang dari berbagai kalang-
an, baik tua, muda, penting, maupun
biasa-biasa saja. Banyak orang yang
membutuhkan kehadirannya dan
hal itu akan dirasakan oleh dirinya
sebagai sesuatu yang membawa ke-
bahagiaan. Kebahagiaan yang terbe-
46 47
sar ketika dapat memberikan apa yang ada di dirinya dan
dibutuhkan oleh orang banyak tanpa pilih kasih.
Page of Cups
Page of Cups merupakan simbol
dari situasi yang memerlukan pe-
nanganan ekstra hati-hati sebab
ada seseorang yang sangat sensitif
secara emosional terlibat di dalam-
nya. Atau, dapat juga melambangkan
seseorang dengan ciri-ciri: naif, in-
tuitif, pendiam, dan berusia sekitar
20 tahun. Gender bisa pria ataupun
wanita.
knight of Cups
Knight of Cups berarti penciptaan
hubungan-hubungan antarpribadi
yang baru. Ada perluasan hubungan
sehingga hubungan yang ada selama
ini seolah ditinggalkan. Atau, dapat
juga melambangkan seseorang yang
selalu ingin mengeksplorasi hubung-
an-hubungan baru, berkarakter baik
hati dan tulus, serta berusia sekitar
30 tahun.
Queen of Cups
Queen of Cups yaitu situasi yang
menyesakkan secara emosional. Ada
tuntutan-tuntutan agar kekosongan
emosional seseorang dapat dipenuhi
tanpa bisa dimengerti alasannya.
Kartu ini dapat memperlihatkan se-
seorang dalam kehidupan penanya
dengan ciri-ciri: wanita berusia seki-
tar 40 tahun atau lebih, penggerutu,
pendiam, penuntut, dan manja.
king of Cups
King of Cups yaitu situasi yang ter-
kendali, namun terasa menggantung
sebab ada hal-hal yang seharusnya
dikerjakan namun diabaikan. Jika ada
seseorang di dalam kehidupan pe-
nanya, maka ciri-cirinya yaitu : pria
berusia sekitar 40 tahun atau lebih,
baik hati, penuh pengertian dan pe-
nerimaan, namun pasif dalam inisi-
atif.
48 49
3.3. Arkana Minor Elemen Udara (Swords)
ace of swords
Ace of Swords yaitu simbol kekuat-
an mental yang sanggup memecah-
kan masalah apa pun secara mental.
Ada penalaran dan pembuatan ke-
simpulan melalui cara induktif dan
deduktif, meskipun tidak selalu se-
cara formal. Dan, ada sesuatu yang
dikomunikasikan dengan efektif,
baik terhadap diri sendiri maupun
pihak lain.
Two of swords
Two of Swords yaitu simbol situasi
di mana seseorang harus mengambil
keputusan: Apakah alternatif per-
tama atau alternatif kedua? Apakah
harus jalan terus atau harus dihen-
tikan? Dan, kedua alternatif terakhir
yang harus diputuskan itu biasa











.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
