Pariwisata yaitu aktivitas manusia yang sedang
melakukan suatu perjalanan yang dilakukan sementara
dari tempat tinggalnya menuju ke tempat yang akan
dikunjungi untuk keperluan rileks, bersenang – senang,
melepaskan stress, bisnis (tentang budaya daerah, seni
daerah dll), dan membeli buah tangan dll. Kemudian di
dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 dijelaskan
pula Bahwa Pariwisata yaitu segala sesuatu yang
berhubungan dengan wisata, termasuk Pengusahaan
objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang
terkait di bidang ini .
Pariwisata meliputi:
1. Semua kegiatan yang berhubungan dengan
perjalanan wisata.
2. Sebuah kegiatan dengan paket wisata yang ada
3. Pengusaha objek dan daya tarik wisata seperti
Kawasan wisata, taman rekreasi, kawasan
peninggalan sejarah, museum, pagelaran.
2
4. seni budaya, tata kehidupan warga , dan
yang bersifat alamiah keindahan alam, gunung
berapi, danau, pantai dan sebagainya.
Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar
(2000) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut :
Pariwisata yaitu suatu perjalanan yang dilakukan
orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan
dari suatu tempat ke Tempat lain meninggalkan
tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan
dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari
nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata
untuk menikmati kegiatan bertamasya dan rekreasi atau
untuk memenuhi keinginan yang beranekaragam.
Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
10 Tahun 2009 membahas topik pariwisata secara rinci
sebagai berikut:
1. Wisatawan yaitu orang yang melakukan
perjalanan;
2. Pariwisata yaitu kegiatan perjalanan yang
dilakukan oleh seseorang atau sekelompok
orang dengan mengunjungi suatu tempat
tertentu dengan tujuan rekreasi,
3
pengembangan diri, atau mempelajari daya
tarik wisata tempat itu dalam waktu singkat.
Menurut Persatuan Internasional Organisasi
Perjalanan Kantor (IUOTO) dan Organisasi Pariwisata
Dunia (WTO), "setiap orang yang melakukan perjalanan
ke suatu negara selam negara tempat ia bertempat
tinggal tetapi di luar lingkungan biasanya untuk jangka
waktu tidak lebih dari 12 bulan dan yang tujuan utama
kunjungannya bukan untuk melaksanakan suatu
kegiatan yang dibayar dari dalam negara yang
dikunjungi Ratiwisata yaitu berbagai macam kegiatan
wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan
yang disediakan oleh warga pengusaha,
pemerintah dan pemerintah daerah. Pariwisata yaitu
segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keindahan,
dan nilai yang bersumber dari keanekaragaman alam,
budaya, dan hasil karya manusia yang ada, dan muncul
sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta
interaksi antara wisatawan dan wisatawan. komunitas
lokal, satu sama lain. wisatawan, pemerintah daerah,
dan pengusaha.
4
Pariwisata yaitu segala kegiatan yang berkaitan
dengan pariwisata yang bersifat multidimensi dan
multidisiplin. Usaha Pariwisata yaitu usaha yang
menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan wisata
dan menyelenggarakan pariwisata. Pengusaha
pariwisata yaitu orang perseorangan atau sekelompok
orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
Industri pariwisata yaitu kumpulan usaha pariwisata
terkait yang menghasilkan barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan wisatawan dan penyelenggara
pariwisata. Objek dan daya tarik wisata yaitu sasaran
wisata.
Manfaat Pariwisata
1. Manfaat Ekonomi
Peningkatan Pendapatan dan Devisa: Industri
pariwisata berkontribusi besar terhadap
peningkatan pendapatan daerah dan nasional
melalui pajak dan pengeluaran wisatawan.
Penciptaan Lapangan Kerja: Pariwisata
menciptakan berbagai peluang pekerjaan di sektor-
5
sektor seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan
jasa lainnya.
2. Manfaat Sosial Budaya
Pelestarian Budaya: Pariwisata membantu
melestarikan budaya dan tradisi lokal dengan
memberikan nilai ekonomi pada warisan budaya,
sehingga warga lokal terdorong untuk
melestarikannya. Pemahaman Antarbudaya:
Wisatawan mendapatkan kesempatan untuk
memahami budaya dan tradisi setempat, yang dapat
meningkatkan toleransi dan pemahaman
antarbudaya.
3. Manfaat Lingkungan
Pelestarian Alam: Pariwisata berkelanjutan
berupaya melindungi dan melestarikan lingkungan
alam dengan mengurangi dampak negatif dan
mempromosikan konservasi.
Kesadaran Lingkungan: Pariwisata mendorong
kesadaran lingkungan di kalangan warga dan
6
wisatawan, yang berkontribusi pada upaya
pelestarian lingkungan.
4. Manfaat bagi warga Lokal
Pemberdayaan Komunitas: Pariwisata
melibatkan warga lokal dalam pengelolaan
dan pengembangan destinasi wisata, memberikan
mereka keterampilan dan peluang ekonomi.
Peningkatan Infrastruktur: Pengembangan
pariwisata sering kali diikuti oleh peningkatan
infrastruktur dan fasilitas publik yang bermanfaat
bagi warga setempat.
Manfaat-manfaat ini menunjukkan pentingnya
pariwisata bagi perkembangan ekonomi, sosial, budaya,
dan lingkungan di suatu daerah.
Sadar wisata yaitu konsep yang berkaitan dengan
kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam
mendukung dan memajukan sektor pariwisata. Ini
melibatkan pemahaman dan apresiasi terhadap potensi
wisata yang dimiliki suatu daerah, serta peran aktif
warga dalam menjaga, mengelola, dan
mempromosikan destinasi wisata. Sadar wisata juga
mencakup sikap ramah dan menghargai wisatawan,
menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta
pelestarian budaya lokal.
A. Komponen Sadar Wisata
1. Kesadaran Lingkungan: Memahami pentingnya
menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
sebagai daya tarik wisata.
2. Kesadaran Budaya: Menghargai dan
melestarikan budaya lokal serta
mempromosikannya sebagai bagian dari daya
8
tarik wisata.
3. Kesadaran Sosial: Membangun sikap ramah,
sopan, dan membantu terhadap wisatawan.
4. Kesadaran Ekonomi: Meningkatkan potensi
ekonomi lokal melalui pengembangan produk
dan layanan yang terkait dengan pariwisata.
B. Manfaat Sadar Wisata
1. Pengembangan Ekonomi
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
melalui peningkatan kunjungan wisatawan.
2. Pelestarian Budaya
Memotivasi warga untuk melestarikan
budaya dan tradisi lokal.
3. Peningkatan Kualitas Lingkungan
Mengajak warga untuk menjaga
lingkungan yang bersih dan asri.
4. Peningkatan Kualitas Hidup
Memberikan peluang kerja dan meningkatkan
pendapatan warga lokal.
9
C. Upaya Membuat Sadar Wisata
Desa menjadi sebuah desa wisata diperlukan
adanya kesadaran warga tentang sadar wisata.
warga yang sadar akan sumber daya alam dan
sumber daya manusia di desanya akan merasakan dan
merasa desanya dapat menjadi destinasi wisata. Upaya
yang dapat dilakukan untuk menyadarkan wisata
kepada warga desa yaitu :
1. Mengikuti Edukasi dan Sosialisasi
Mengadakan pelatihan dan workshop bagi
warga tentang pentingnya pariwisata, peran
warga dalam menciptakan destinasi yang
menarik, dan bagaimana pariwisata dapat
meningkatkan kesejahteraan ekonomi. warga
desa dan Pokdarwis dapat mengikuti pelatihan dan
sosialisasi yang diadakan oleh pemerintah desa,
Dinas Pariwisata, dan forum lainnya yang berkaitan
dengan pariwisata.
10
2. Pemberdayaan warga
Melibatkan warga dalam pengelolaan
objek wisata dan kegiatan pariwisata, seperti
homestay, kerajinan tangan, kuliner khas, dan lain-
lain. Ini akan menumbuhkan rasa memiliki dan
tanggung jawab. Kegiatan pemberdayaan
warga seperti yang diikuti oleh warga
dan Pokdarwis dan Pantai Karang Bereum pada
kegiatan PPK Ormawa Trisakti Innovation Club.
Dengan mengikuti kegiatan ini, warga secara
langsung dapat berlatih tentang pengelolaan objek
wisata.
3. Promosi Budaya dan Kearifan Lokal
Mengangkat keunikan budaya, adat, dan tradisi
lokal yang dapat menjadi daya tarik wisata. Ini bisa
berupa festival budaya, pertunjukan seni, atau
wisata budaya yang dikelola bersama.
11
4. Pengembangan Infrastruktur dan Fasilitas
Bersama pemerintah atau pihak swasta,
membangun infrastruktur yang mendukung
pariwisata seperti jalan akses, toilet umum, dan
pusat informasi wisata. Infrastruktur yang baik
akan mendorong warga untuk lebih peduli
terhadap potensi wisata daerah mereka.
5. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata
(Pokdarwis)
Membentuk kelompok warga yang
bertugas untuk mempromosikan, menjaga, dan
mengembangkan potensi wisata desa. Pokdarwis
juga bisa menjadi jembatan antara warga ,
pemerintah, dan wisatawan.
6. Kemitraan dengan Pemerintah dan Swasta
Bekerjasama dengan pemerintah daerah,
BUMDes, dan pelaku bisnis untuk mengadakan
program-program wisata yang melibatkan
warga . Kolaborasi ini bisa berupa event
12
pariwisata, promosi bersama, atau program CSR
dari perusahaan.
7. Penghargaan dan Pengakuan
Memberikan penghargaan kepada individu
atau kelompok yang aktif dalam memajukan
pariwisata desa. Pengakuan ini akan memotivasi
warga lain untuk turut berpartisipasi.
8. Kampanye Sadar Wisata
Mengadakan kampanye melalui media lokal,
media sosial, atau pemasangan baliho di tempat
strategis untuk meningkatkan kesadaran dan
antusiasme warga terhadap potensi wisata di
desa mereka.
Dengan langkah-langkah ini, warga desa akan
lebih sadar akan pentingnya pariwisata dan terdorong
untuk berperan aktif dalam pengembangannya.
13
BAB III
JENIS – JENIS PARIWISATA
Pariwisata memiliki jenisnya, yaitu:
1. Pariwisata Alam (Nature Tourism)
Pariwisata yang berfokus
pada eksplorasi keindahan
alam seperti gunung,
pantai, taman nasional, dan
hutan. Contoh: Geopark
Bayah Dome.
2. Pariwisata Budaya (Cultural Tourism)
Wisata yang berfokus pada
warisan budaya, sejarah,
dan tradisi suatu daerah.
Contoh: Mengunjungi Suku
Baduy.
14
3. Pariwisata Rekreasi (Recreational Tourism)
Wisata yang bertujuan untuk bersantai dan
bersenang-senang. Contoh: Liburan di resort,
bermain di taman hiburan.
4. Pariwisata Petualangan (Adventure Tourism)
Wisata yang melibatkan aktivitas fisik yang
menantang seperti mendaki gunung, arung
jeram, dan scuba diving. Contoh: Mendaki
Gunung Halimun, arung jeram.
5. Pariwisata Kuliner (Culinary Tourism)
Wisata yang berfokus pada pengalaman
mencicipi makanan dan minuman khas suatu
daerah. Contoh: Mengunjungi Wasata kuliner
Alun - Alun Serang
6. Pariwisata Pendidikan (Educational Tourism)
Wisata yang bertujuan untuk memperoleh
pengetahuan dan pengalaman pendidikan.
Contoh: Program pertukaran pelajar,
kunjungan ke universitas.
15
7. Pariwisata Religi (Religious Tourism)
Wisata yang bertujuan untuk mengunjungi
tempat- tempat suci atau keagamaan. Contoh:
Ziarah ke Masjid Agung Banten.
8. Pariwisata Medis (Medical Tourism)
Wisata yang bertujuan untuk
mendapatkan perawatan medis atau kesehatan.
Contoh: Operasi di rumah sakit Singapura,
terapi di Bali.
9. Pariwisata Olahraga (Sports Tourism)
Wisata yang bertujuan untuk menonton atau
berpartisipasi dalam acara olahraga. Contoh:
Menonton pertandingan sepak bola di Stadion
Gelora Bung Karno, mengikuti maraton di Bali.
16
10. Pariwisata Bisnis (Business Tourism)
Wisata yang berkaitan dengan kegiatan bisnis
seperti menghadiri konferensi, pameran
dagang, atau pertemuan bisnis. Contoh:
Menghadiri konferensi di Jakarta, pameran
dagang di Surabaya.
17
BAB IV
KOMPONEN PARIWISATA
Terdapat beberapa komponen pariwisata, namun
ada beberapa komponen wisata yang selalu ada dan
merupakan komponen dasar dari wisata. Menurut
Inskeep dan Zaei and Zaei (2013) sebagai berikut:
1. Atraksi dan kegiatan kegiatan pariwisata
Kegiatan yang dapat dilakukan di lokasi wisata
agar menarik minat wisatawan seperti halnya
kebudayaan, alam, dan keunikan suatu daerah.
2. Akomodasi
Fasilitas untuk wisatawan menginap seperti
hotel dan berbagai fasilitas lain yang
berhubungan dengan pelayanan untuk
wisatawan yang berniat bermalam selama
perjalanan.
3. Fasilitas atau layanan wisata
Fasilitas yang dimaksud yaitu fasilitas yang
dibutuhkan selama melakukkan perjalanan
18
pariwisata. Seperti travel, restoran, dan lain-
lain.
4. Insfastruktur
Penyediaan barang pendukung seperti halnya
listrik air saluran air dan alat telekomunikasi.
5. Elemen kelembagaan
Kelembagaan untuk menyusun perencanaan
wisata agar menentukan bagaimana wisata itu
berjalan.
19
BAB V
ATRAKSI WISATA
A. Atraksi (Attraction)
Merupakan segala hal yang memiliki daya tarik
untuk menarik wisatawan berkunjung ke suatu kawasan
wisata. Atraksi yaitu faktor utama yang mempengaruhi
keputusan wisatawan untuk mengunjungi suatu
destinasi. Atraksi dapat berupa keunikan dari sumber
daya alam, seperti pemandangan alam yang indah atau
fenomena alam yang langka.
Selain itu, aspek budaya juga dapat menjadi atraksi
utama, termasuk sejarah, agama, kehidupan
warga , sistem pemerintahan, dan tradisi-tradisi
lokal. Setiap destinasi memiliki atraksi uniknya sendiri
yang membuatnya berbeda dan menarik perhatian
wisatawan.
B. Aksesibilitas (Accessibilities)
Aksesibilitas mencakup segala fasilitas sarana dan
prasarana yang diperlukan oleh wisatawan untuk
20
mencapai destinasi wisata. Ini termasuk ketersediaan
jasa transportasi seperti penyewaan kendaraan dan
transportasi lokal, serta pola perjalanan atau rute yang
tersedia. Aksesibilitas merujuk pada sejauh mana suatu
destinasi wisata dapat dijangkau oleh wisatawan
Fasilitas yang termasuk dalam aksesibilitas mencakup
jalan raya, rel kereta api, jalan tol, terminal, stasiun
kereta api, dan kendaraan pribadi.
C. Fasilitas Pendukung (Amenities)
Fasilitas pendukung, atau amenities, merujuk pada
berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan di
destinasi wisata. Amenities mencakup beragam fasilitas
untuk memenuhi kebutuhan dasar wisatawan, seperti
akomodasi, restoran tempat hiburan, pusat
perbelanjaan, serta layanan lainnya seperti bank rumah
sakit, keamanan, dan asuransi.
Tiap destinasi memiliki jenis fasilitas yang berbeda,
namun secara umum, destinasi wisata berupaya untuk
menyediakan fasilitas yang sesuai dengan karakteristik
dan kebutuhan wisatawan yang berkunjung.
21
D. Penginapan (accommodation)
Merujuk pada tempat-tempat tinggal yang tersedia
di suatu destinası wisata. Jenis-jenis akomodasi ini dapat
bervariasi antara satu destinasi dengan destinasi
lainnya. Penginapan yang paling umum dikenal yaitu
hotel, yang menawarkan berbagai fasilitas untuk
kenyamanan tamu. Namun, penginapan di desa wisata
memiliki karakteristik yang berbeda dengan destinasi
lainnya. Di desa wisata, penginapan seringkali terdiri
dari rumah-rumah penduduk setempat atau unit-unit
penginapan yang dirancang dengan konsep tempat
tinggal warga lokal, yang biasa dikenal sebagai
homestay.
Penginapan di desa wisata dapat mendukung
konsep wisata berkelanjutan dengan memberdayakan
warga lokal dan mempromosikan kehidupan desa
yang autentik. Jenis-jenis penginapan di desa wisata
dapat mencakup camping ground, villa, atau bahkan
pondok wisata. Lokasi penginapan ini dapat
berada di dalam desa wisata atau di sekitar area desa
wisata, sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari
pengelolaan destinasi wisata ini .
22
E. Aktivitas (Activities)
Aktivitas mengacu pada kegiatan yang dilakukan
oleh wisatawan di destinasi wisata yang memberikan
pengalaman unik bagi mereka. Setiap destinasi memiliki
aktivitas yang berbeda sesuai dengan karakteristiknya.
Aktivitas wisata di destinasi merupakan faktor penting
yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk
mengunjungi destinasi ini .
F. Layanan Pendukung (Ancillary services)
Layanan pendukung, atau ancillary services,
mencakup berbagai dukungan yang disediakan oleh
organisası, pemerintah daerah, kelompok, atau
pengelola destinasi wisata untuk menyelenggarakan
kegiatan pariwisata. Ini termasuk kebijakan dan
dukungan yang diberikan oleh pemerintah atau
organisasi untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan
pariwisata.
Dalam konteks desa wisata, penyelenggaraan desa
wisata juga didukung oleh kebijakan pemerintah, baik di
tingkat daerah maupun nasional, untuk memastikan
berjalannya kegiatan pariwisata dengan baik. Constanta
23
(2009) tujuan utama dari pariwisata yaitu untuk
meningkatkan kesejahteraan para pengunjung dengan
menyediakan kesempatan untuk bersantai, mengisi
ulang tenaga, menikmati aktivitas rekreasi, dan
memperluas wawasan serta pengalaman mereka
melalui penemuan yang baru. Menurut Kastrul (2003).
seseorang yang melakukan perjalanan untuk mencari
kebahagiaan di luar kewajaran mempunyai beberapa
tujuan melakukan perjalanan. Tujuan melakukan
perjalanan:
1. Melaksanakan penelitian untuk
menambah ilmu pengetahuan (joumey of
Discovery, traveling around).
2. Mencari kesenangan.
3. Bertujuan bersenang-senang melalui wisata
rekreasi.
4. Mencari tahu tentang agama melalui wisata
religi.
5. Ingin bersantai (walaupun kebiasaannya).
6. Memenuhi rasa ingin tahu.
7. Wisata minat khusus (menyelam, arung jeram,
terbang, terbang, dll).
24
8. Ingin bertualang.
9. Ingin menemukan tempat baru.
Pasal 4 UU Pariwisata mengatakan bahwa tujuan
kepariwisataan, yaitu: untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat,
melestarikan lingkungan, memajukan budaya, dan
mempererat persahabatan antarbangsa.
25
BAB VI
PENGEMBANGAN WISATA
Menurut Darmatasia et. al., (2020), pengembangan
wisata yaitu upaya untuk meningkatkan daya tarik
lokasi untuk pertumbuhan sesuai dengan visi dan misi
kepariwisataan. Swarbrooke dalam Pristiwasa (2017)
mengatakan pengembangan pengembangan wisata
yaitu kumpulan atau upaya untuk mengintegrasikan
berbagai sumber daya dan elemen di luar pariwisata
yang berkontribusi pada keberlangsungan pariwisata
secara langsung atau tidak langsung.
Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2011
menetapkan rencana induk pembangunan pariwisata
nasional tahun 2010–2025, yang mencakup:
1. Prinsip pembangunan pariwisata
berkelanjutan
2. Penerapan konsep pariwisata berkelanjutan
3. Orientasi pada pariwisata internasional
4. Menjadikan pariwisata Indonesia sebagai
negara tujuan pariwisata berkelas dunia,
26
berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu
mendorong pembangunan daerah dan
kesejahteraan rakyat
Suwanti dan Yuliamir (2017) berpendapat bahwa
pengembangan wisata harus memperhatikan tiga unsur
penting, yaitu:
1. Manusia merupakan tujuan primer dari seluruh
aktivitas pariwisata.
2. Tempat merupakan lokasi di mana semua
aktivitas pariwisata dilakukan
3. Waktu merupakan durasi yang diperlukan oleh
seorang wisatawan untuk pergi ke suatu
tempat.
Santi dalam Fatiatun et. al., (2024) menerangkan
bahwa dalam mengembangkan sektor pariwisata,
diperlukan perencanaan. Dengan adanya perencanaan
membuat pengembangan wisata dapat berjalan sesuai
rencana dan mencapai tujuan. Peningkatan ekonomi
suatu negara atau daerah diidentifikasi sebagai faktor
utama yang mendorong Pengembangan pariwisata.
Menurut Ginto dan Faqih dalam Fatiatun (2024),
27
pengembanganwisata difokuskan pada potensinya
mengingat potensi wisata yang ada di Indonesia
memiliki keunikan yang beragam. Potensi ini dapat
membantu warga , komunitas, atau kelompok
orang dengan kekurangan dan kelebihan mereka.
Karakteristik budaya dan pariwisata suatu tempat dapat
menunjukkan pengembangannya.
Strategi pengembangan wisata juga menjadi bagian
dalam perencanaan pengembangan wisata. Sutiarso
dalam Lestari (2024) terdapat usaha yang dapat
dilakukan dalam pengembangan wisata, yaitu:
1. Mempromosikan objek wisata ke luar daerah
2. Memiliki kelancaran dalam aksesbilitas dan
kendaran
3. Imigrasi yang mudah
4. Akomodasi yang layak untuk wisatawan
5. Pramuwusara yang terampil dalam
berbicara maupun berbahasa
6. Menawarkan produk atau jasa dengan kualitas
yang baik dan harga terjangkau
28
Suwantoro dalam Lestari (2024) berpendapat
bahwa strategi yang tepat dalam pengembangan wisata
yaitu sebagai berikut:
1. Pemasaran atau promosi yaitu upaya untuk
memperkenalkan dan memberi tahu
warga banyak tentang objek wisata suatu
daerah
2. Aksesbilitas yaitu kondisi jalan yang dilalui
oleh pengunjung saat menuju temat wisata. Jika
jalanya lancar dan mudah diakses, banyak
wisatawan akan lebih tertarik untuk
berkunjung.
3. Tempat wisata harus dikembangkan oleh
pemerintah daerah dan warga , termasuk
menyediakan sarana dan prasarana.
4. Jenis objek wisata yaitu semua jenis wisata
yang ada diwilayah ini seperti
pegunungan, pantai, budaya dan agama.
5. Produk wisata yaitu semua yang ditawarkan
oleh wisata. Baik dari segi fasilitas yang tersedia
maupun sarana dan prasarana tambahan yang
tersedia.
29
BAB VII
SAPTA PESONA
Sapta Pesona yaitu konsep yang diterapkan untuk
meningkatkan daya tarik pariwisata indonesia. Terdiri
dari tujuh unsur utama yang harus diperhatikan dalam
pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata agar
menarik minat wisatawan.
Berikut yaitu ketujuh unsur ini :
1. Aman: Keamanan yaitu prioritas utama.
Destinasi wisata harus memastikan bahwa
wisatawan merasa aman dari ancaman,
kriminalitas, dan kondisi berbahaya lainnya.
2. Tertib: Ketertiban mencakup pengelolaan yang
baik dan konsisten dalam memberikan layanan
kepada wisatawan, termasuk dalam hal
30
kebersihan dan manajemen pengunjung.
3. Bersih: Kebersihan yaitu faktor penting untuk
kenyamanan dan kesehatan wisatawan.
Tempat wisata harus bebas dari sampah dan
terjaga kebersihannya.
4. Sejuk: Menyediakan lingkungan yang sejuk dan
nyaman, seperti adanya tempat berteduh dan
area hijau, untuk memberikan kenyamanan
lebih bagi wisatawan.
5. Indah: Keindahan alam atau buatan yaitu daya
tarik utama. Destinasi wisata harus memiliki
pemandangan yang menarik dan estetika yang
memukau.
6. Ramah: Keramahan penduduk lokal dalam
menyambut dan melayani wisatawan sangat
penting untuk menciptakan pengalaman yang
menyenangkan dan berkesan.
7. Kenangan: Menciptakan pengalaman dan
kenangan yang berkesan bagi wisatawan
sehingga mereka memiliki kesan positif dan
keinginan untuk kembali.
31
Penerapan Sapta Pesona ini diatur dalam Keputusan
Menteri Pariwisata, yang bertujuan untuk
memaksimalkan potensi pariwisata Indonesia melalui
nilai-nilai ini (Hotelier) (Visit Klaten).
32
BAB VIII
MARINE TOURISM
Marine Tourism atau Wisata Bahari yaitu seluruh
kegiatan wisata yang berkaitan dengan bahari atau yang
aktivitasnya dilakukan di bentang laut dan bentang
darat selama melibatkan unsur perjalanan dengan
kegiatan yang memanfaatkan potensi alam bahari
sebagai Daya Tarik Wisata maupun wadah kegiatannya.
Biasanya aktivitas ini berkaitan dengan menikmati
ekosistem laut yang indah, tetapi sekarang sudah
dikemas dengan adanya beberapa event – event yang
diselenggarakan di area laut, pantai dan sekitarnya.
Seperti olahraga air, acara yang didukung oleh peralatan
modern seperti speed boat, Diving, Snorkling,
berselancar dll. Ada juga Marine Tourism Tradisional
yaitu acara yang diselenggarakan dan didasarkan pada
33
adat dan budaya warga setempat misalnya pesta
nelayan yaitu suatu ritual sebagai bentuk syukur atas
berlimpahnya hasil tangkapan ikan.
Pantai Karang Buereum merupakan salah satu
wisata Maritim yang menawarkan daya tarik wisata
yang baik, dengan bebatuan yang besar dan volume
ombak yang besar membuat hal ini menjadi
keunikan tersendiri bagi wisatawan.
Jenis-jenis Marine Tourism
1. Snorkeling dan Diving (Selam)
Sumber: Terumbu karang, kapal karam,
kehidupan laut seperti ikan tropis, penyu, hiu, dan
makhluk laut lainnya.
2. Olahraga Air (Water Sports)
Sumber: Pantai dan laut terbuka, kegiatan ini
meliputi jet skiing, parasailing, windsurfing,
kitesurfing, dan paddleboarding.
34
3. Berlayar dan Kapal Pesiar (Sailing and
Cruising)
Sumber: Laut lepas, pulau-pulau tropis, dan
pelabuhan yang menarik.
4. Memancing (Fishing)
Sumber: Perairan laut yang kaya akan ikan dan makhluk
laut lainnya.
5. Observasi Satwa Laut (Marine Wildlife
Watching)
Sumber: Habitat alami berbagai spesies laut,
seperti lumba-lumba, paus, dan aneka burung laut.
6. Ekowisata Laut (Marine Ecotourism)
Sumber: Kawasan konservasi seperti taman
laut nasional dan cagar alam bawah laut.
35
7. Pariwisata Pantai (Beach Tourism)
Sumber: Pantai-pantai dengan pemandangan
indah, pasir putih, dan air laut yang jernih.
8. Budaya dan Sejarah Maritim (Maritime
Culture and History Tourism)
Sumber: Situs-situs bersejarah maritim seperti
museum kapal, mercusuar, dan desa nelayan
tradisional.
9. Kayaking dan Canoeing:
Aktivitas mendayung menggunakan kayak atau
kano di perairan laut, laguna, atau teluk. Ini
memberikan kesempatan untuk menjelajahi area
yang lebih terpencil dan alami.
10. Marine Wildlife Watching:
Wisata ini melibatkan pengamatan satwa laut
seperti lumba-lumba, paus, penyu, dan burung laut
di habitat aslinya. Aktivitas ini sering kali dilakukan
dari atas kapal.
36
11. Eco-Marine Tourism:
Kegiatan wisata yang bertujuan untuk
mengedukasi wisatawan tentang pentingnya
konservasi laut dan lingkungan pesisir, termasuk
program pembersihan pantai, rehabilitasi terumbu
karang, dan tur edukasi ekosistem laut.
37
BAB IX
DESTINASI WISATA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "Destinasi
berarti "tempat tujuan atau daerah tujuan," serta
"wisata" berarti "tempat tujuan wisata." Jadi, destinasi
wisata yaitu lokasi tertentu di mana seseorang
memilih untuk tinggal selama waktu tertentu. Siburian
(2024) mendefinisikan destinasi wisata sebagai tempat
atau tujuan wisata yang dipilih oleh wisatawan domestik
dan internasional.
Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009,
daerah tujuan wisata yaitu suatu kawasan geografis
yang terletak dalam satu atau lebih wilayah
administratif, di mana letak daya tarik wisata, fasilitas
umum. fasilitas wisata, dan subwarga saling
bergantung satu sama lain untuk melengkapi tujuan
pariwisata. Yanuarti et al (2023) berpendapat bahwa
dalam proses menentukan destinasi wisata, citra
destinasi sangat penting bagi wisatawan. Untuk
38
membuat destinasi menarik wisatawan, menciptakan
citra yang positif sangatlah penting dilakukan.
Menurut Beerli dan Martin dalam Sitanggang (2020)
dan Yanuarti (2023), citra destinasi wisata
memengaruhi keputusan dan perilaku wisatawan
sebelum, selama, dan setelah mengunjungi tempat
ini . Dua karakteristik destinasi perjalanan
memengaruhi perilaku wisatawan, yaitu perilaku
selama proses pemilihan destinasi dan perilaku setelah
pengambilan keputusan, seperti pengalaman dan
evaluasi. Oleh karena itu, kesan umum wisatawan
terhadap destinasi wisata dapat untuk membantu
mereka membuat keputusan dan berperilaku.
Khan et. al., dalam Yanuarti (2023) juga
mengemukakan bahwa kepuasan wisatawan terbentuk
ketika wisatawan membangun atau mempertahankan
kesan positif tentang suatu destinasi wisata. Oleh karena
itu, semakin baik persepsi wisatawan terhadap suatu
tempat wisata, maka semakin besar kemungkinan
tempat ini terpilih sebagai tujuan wisata.
Hidayah dalam Sihasale (2023) menjelaskan bahwa
destinasi wisata dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
39
1. Destinasi wisata yang tidak memiliki batas
administratif yaitu destinasi wisata yang
hanya memiliki batas administratif tertentu
atau berada di antara dua batas administratif
atau lebih.
2. Destinasi wisata dengan batas administratif
yaitu destinasi wisata yang memiliki batas
administratif.
40
BAB X
WISATA PANTAI
Menurut Muljadi & Warman (2014), wisata bahari
yaitu perjalanan sementara yang dilakukan oleh
individu atau kelompok untuk menikmati atau
menyalurkan hobi yang terkait dengan laut atau air.
Aktivitas ini meliputi menikmati keindahan alam dan
berpartisipasi dalam olahraga air. Wisata bahari tidak
hanya berperan dalam perekonomian tetapi juga harus
memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan
dengan menghindari kerusakan atau pencemaran
ekosistem laut. Sementara itu, Arjana (2015:100)
menyatakan bahwa pariwisata laut atau pantai
merupakan jenis pariwisata yang dapat dikembangkan
berdasarkan keindahan alam seperti pasir, pantai, dan
laut, dengan fasilitas seperti petualangan menyelam,
makan malam sambil menikmati matahari terbenam di
kapal pesiar, dan klub pantai di kapal pesiar.
41
A. Fasilitas Pantai
1. Area Berenang dan Aktivitas Air Pantai
a. Pasir putih area pantai yang luas dan bersih
b. Tempat ideal untuk berjemur
c. Bermain pasir
d. Atau bersantai
2. Penyewaan Perahu
a. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk
menikmati pemandangan pantai dari laut
atau untuk melihat keindahan hamparan
biru laut.
b. Aktivitas dan rekreasi ombak pantai bagi
mereka yang menyukai olahraga air, area
dengan ombak yang cukup besar di
beberapa bagian pantai cocok untuk
berselancar atau bodyboarding.
c. Jalan-jalan pantai ada jalan setapak yang
memungkinkan pengunjung untuk
menikmati pemandangan pantai sambil
berjalan-jalan atau bersepeda.
42
3. Fasilitas Wisatawan Hotel dan Penginapan
a. Terdapat berbagai pilihan akomodasi,
mulai dari hotel mewah hingga losmen atau
penginapan yang lebih terjangkau, cocok
untuk berbagai budget wisatawan.
b. Restoran dan warung berbagai restoran,
warung makanan dan kafe menyajikan
makanan lokal atau internasional serta
hidangan seafood segar yang khas Pantai.
4. Layanan dan Fasilitas Tambahan
a. Penyewaan alat olahraga air pengunjung
dapat menyewa perlengkapan untuk
aktivitas seperti snorkeling, selam atau
olahraga air lainnya di sekitar pantai.
b. Toilet dan fasilitas mandi adanya toilet
umum dan fasilitas mandi untuk
kenyamanan pengunjung.
43
5. Kegiatan Wisatawan Pertunjukan Kesenian
Lokal Kadang-Kadang di Sekitar Pantai
a. Terdapat pertunjukan seni atau kesenian
lokal yang memperkaya pengalaman
wisata, salah satunya yaitu Pesta Laut.
b. Pasar Souvenir terdapat pasar atau
pedagang yang menjual berbagai spuvenir,
kerajinan tangan atau barang-barang
lainnya sebagai kenang-kenangan.
B. Keamanan Pantai
Keselamatan dan keamanan wisatawan merupakan
aspek penting saat ingin berwisata ke suatu tempat.
Dalam implementasinya, segala sesuatu yang
berhubungan dengan keselamatan dan keamanan
wisatawan harus disampaikan dengan sebaik-baiknya.
Bentuk penyampaian informasi ini dengan
menyediakan rambu-rambu, papan informasi dan
sosialisasi. Keselamatan dan keamanan pengunjung
merupakan pemberian suatu perlindungan secara
menyeluruh dari segala bentuk bahaya, risiko,
44
kecelakaan dan kerugian dari saat kedatangan
pengunjung menuju tempat tujuan, melakukan kegiatan
di tempat tujuan hingga pulang dari tempat tujuan
wisata. Sarana dan prasarana merupakan salah satu
indikator penting dalam pengembangan pariwisata dan
dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung
ke tempat wisata. Secara umum, aspek keselamatan
yaitu keberadaan infrastruktur, fasilitas, sarana dan
personel penyelamat, pada banyak lokasi wisata masih
belum maksimal Kesesuaian sarana prasarana
keselamatan dan keamanan ditempat wisata harus
sesuai dengan kriteria pedoman yang berlaku.
Pentingnya keselamatan dan keamanan wisatawan
dalam berwisata yaitu sebagai bentuk upaya agara
wisatawan mendapatkan kenyamanan dan keamanan
dalam berwisata dari kedatangan hingga kepulangan
dari tempat tujuan wisata baik individu maupun
bersama keluarga untuk mencegah terjadinya
kecelakaan di tempat pariwisata.
45
BAB XI
POKDARWIS
A. Pengertian Pokdarwis
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yaitu sebuah
kelompok atau organisasi yang terdiri dari warga
lokal yang secara sukarela berperan aktif dalam
mendukung, mengembangkan, dan mempromosikan
pariwisata di daerah mereka. Pokdarwis biasanya
dibentuk dengan tujuan untuk mengelola potensi wisata
yang ada di desa atau wilayah tertentu secara
berkelanjutan, dengan melibatkan warga setempat
dalam upaya pengembangan pariwisata ini .
B. Manfaat Pembentukan Pokdarwis:
1. Peningkatan Ekonomi Lokal:
Pokdarwis membantu menciptakan peluang
ekonomi baru bagi warga , seperti usaha
homestay, kerajinan tangan, kuliner, dan jasa
46
pemandu wisata, yang pada gilirannya
meningkatkan pendapatan warga desa.
2. Pelestarian Budaya dan Lingkungan:
Pokdarwis mendorong pelestarian budaya
lokal dan lingkungan alam melalui kegiatan
pariwisata yang bertanggung jawab. Ini termasuk
menjaga adat istiadat, tradisi, serta merawat
keindahan alam dan keanekaragaman hayati
setempat.
3. Peningkatan Keterampilan dan
Pengetahuan:
Melalui pelatihan dan pendidikan, anggota
Pokdarwis dapat meningkatkan keterampilan
mereka dalam manajemen pariwisata, pelayanan
kepada wisatawan, serta pengelolaan usaha kecil.
4. Pengembangan Komunitas:
Pokdarwis mempromosikan kerjasama dan
solidaritas di antara anggota komunitas, yang
memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan
47
rasa memiliki serta tanggung jawab terhadap
kemajuan desa.
5. Promosi Pariwisata yang Efektif:
Dengan adanya Pokdarwis, promosi pariwisata
desa dapat dilakukan secara lebih terorganisir dan
terarah, menarik lebih banyak wisatawan ke desa
ini .
C. Tujuan Pembentukan Pokdarwis:
1. Mengembangkan Potensi Wisata Lokal:
Meningkatkan daya tarik wisata desa dengan
mengelola dan mengoptimalkan potensi wisata
yang ada secara profesional dan berkelanjutan.
2. Meningkatkan Kesejahteraan warga
Membuka peluang ekonomi bagi warga
setempat melalui kegiatan pariwisata, sehingga
meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup
mereka.
48
3. Melestarikan Warisan Budaya dan Alam
Mendorong pelestarian warisan budaya, tradisi,
dan lingkungan alam melalui kegiatan pariwisata
yang ramah lingkungan dan beretika.
4. Meningkatkan Kapasitas warga :
Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada
warga lokal untuk meningkatkan
keterampilan mereka dalam mengelola pariwisata
dan berinteraksi dengan wisatawan.
5. Memperkuat Identitas dan Kebanggaan
Desa:
Memupuk kebanggaan warga terhadap
identitas budaya dan potensi desa mereka, serta
memperkuat citra positif desa di mata wisatawan.
Pembentukan Pokdarwis tidak hanya berfungsi
sebagai penggerak pariwisata di desa, tetapi juga
sebagai alat pemberdayaan warga yang
mengedepankan prinsip keberlanjutan, baik dari aspek
ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
49
D. Pembentukan Pokdarwis
Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
yaitu langkah penting dalam pengembangan desa
wisata berkelanjutan. Berikut ini beberapa langkah yang
dapat diambil dalam pembentukan Pokdarwis untuk
mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan:
1. Identifikasi Potensi Wisata:
Lakukan pemetaan dan identifikasi potensi
wisata yang ada di desa, termasuk atraksi alam,
budaya, kuliner, dan sejarah. Libatkan warga
dalam proses ini agar mereka merasa memiliki dan
bertanggung jawab terhadap potensi wisata
ini .
2. Pembentukan Pokdarwis:
Bentuk kelompok kerja yang terdiri dari
perwakilan warga lokal yang memiliki minat
dan komitmen terhadap pengembangan pariwisata.
Susun struktur organisasi Pokdarwis dengan jelas,
50
termasuk ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota
yang memiliki peran spesifik.
3. Pendidikan dan Pelatihan:
Adakan program pelatihan untuk anggota
Pokdarwis mengenai pengelolaan pariwisata,
pelayanan kepada wisatawan, pengembangan
produk wisata, dan pelestarian lingkungan.
Pelatihan ini bisa melibatkan dinas pariwisata
4. Pemasaran dan Promosi:
Buat strategi pemasaran yang efektif untuk
menarik wisatawan, termasuk penggunaan media
sosial, kerjasama dengan agen perjalanan, dan
partisipasi dalam pameran wisata. Promosikan
konsep wisata berkelanjutanyang ditawarkan
oleh desa.
5. Pengelolaan dan Pemantauan:
Bangun sistem pengelolaan yang transparan
dan akuntabel untuk mengelola pendapatan dan
investasi dalam pengembangan desa wisata.
51
Lakukan pemantauan berkala terhadap dampak
pariwisata terhadap lingkungan, budaya, dan
ekonomi desa, dan lakukan penyesuaian strategi
jika diperlukan.
6. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan:
Jalin kerjasama dengan pemerintah, swasta,
dan komunitas lain yang dapat mendukung
pengembangan desa wisata, termasuk dalam hal
pendanaan, pelatihan, dan pemasaran. Kolaborasi
ini penting untuk memastikan dukungan dan
keberlanjutan jangka panjang.
Dengan langkah-langkah ini, pembentukan
Pokdarwis dapat menjadi motor penggerak dalam
pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, di mana
warga lokal menjadi aktor utama dan memperoleh
manfaat langsung dari aktivitas pariwisata.
52
BAB XII
GEOPARK
Organisasi dunia UNESCO berpendapat bahwa
geopark sebagai wilayah yang memiliki batas yang jelas
dan terbentang untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi lokal. Geopark terdiri atas tempat-tempat yang
di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang luar
biasa. Warisan geologi yaitu istilah yang digunakan
untuk menyebut geologi karena kelangkaan,
kepentingan ilmiah, dan keindahan. Geopark memiliki
nilai arkeologi, sejarah, budaya, dan lingkungan selain
keanekaragaman geologi. Menurut Perpres Nomor 9
Tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark, geopark
merupakan kawasan geografis yang berisi situs warisan
alam berharga serta mengaitkan dengan akomponen
53
warisan geologi, keanekaragaman geologi,
keanekaragaman hayati, dan keanekaragaman budaya.
Dengan mengubah perspektif dari ekstraksi ke
konservasi, geopark bertujuan untuk membangun
wilayah berkelanjutan melalui tiga pilar utama:
perlindungan, pendidikan dan penelitian, dan
pembangunan ekonomi warga . Geopark
meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya
melestarikan warisan geologi dan menciptakan identitas
daerah yang akan menumbuhkan rasa bangga
warga akan keberadaan alam di sekitarnya.
A. Jenis-Jenis Geopark
Berikut yaitu jenis-jenis geopark dan penjelasan
lengkap yang diambil dari buku “Geotourism:
Sustainability, impacts and management” oleh Ross
Dowling dan David Newsome:
1. Geopark Vulkanik
Penjelasan:Geopark ini terletak didaerah
dengan aktivitas vulkanik yang signifikan. Kawasan
ini mencangkup fitur-fitur geologis yang terbentuk
54
dari letusan gunung berapi seperti kawah, aliran
lava dan batuan vulkanik. Geopark ini juga
memberikan wawasan tentang sejarah geologi
kawasan ini dan pentingnya vulkanisme
dalam pembentukan lanskap. Contoh: Gunung Batur
di Bali, Indonesia.
2. Geopark Karst
Penjelasan: Geopark ini berfokus pada lanskap
karst yang terbentuk dari pelarutan batuan
karbonat seperti batu gamping dan dolomit oleh air.
Proses ini menghasilkan fitur geologis seperti gua,
sinkhole, stalaktit, stalagmit dan aliran bawah
tanah. Karst sangat penting untuk memahami
proses hiidrologi dan geologi yang unik. Contoh:
Geopark Gunung Sewu di Jawa Tengah, Indonesia.
3. Geopark Tektonik
Penjelasan: Geopark ini berlokasi di daerah
dengan aktivitas tektonik yang menonjol seperti
patahan, lipatan dan struktur geologis lainnya. Fitur
ini memberikan bukti pergerakan lempeng tektonik
55
dan proses deformasi batuan yang membentuk
permukaan bumi. Contoh: Geopark tanah Tinggi
Yandangshan di Cina.
4. Geopark Glasial
Penjelasan: Geopark ini mencangkup daerah
yang dipengaruhi oleh aktivitas glasial masa lalu
atau sekarang, seperti lembah glasial, morain, fjord
dan batuan yang diangkut oleh es. Lanskap glasial
memberikan wawasan tentang perubahan iklim dan
sejarah geologi selama periode glasial. Contoh:
Geopark Chablais di Prancis.
5. Geopark Pesisir
Penjelasan:Geopark ini berada di sepanjang
garis pantai dan mencangkup fitur geologis seperti
tebing, formasi batuan pesisir dan proses erosi serta
sedimentasi yang terjadi di daerah pesisir. Geopark
ini juga sering mencangkup ekosistem pesisir yang
penting dan budaya maritim. Contoh:Geopark
Langkawi di Malaysia.
56
6. Geopark Erosial
Penjelasan: Geopark ini berfokus pada formasi
geologis yang dihasilkan oleh proses erosi yang
disebabkan oleh angin, air atau es. Contohnya
termasuk ngarai, formasi batuan yang diukir oleh
angin dan lanskap gurun dengan bukit pasir yang
unik. Contoh: Geopark Zhangjiajie di China.
B. Manfaat Geopark
Manfaat Geopark yang paling utama yaitu untuk
melestarikan sumber daya alam, kegiatan konservasi
sekaligus mengedukasi warga . Lantas membangun
perekonomian lokal, regional dan juga nasional.
Tentunya dibarengi dengan peningkatan jumlah
kunjungan wisatawan yang semuanya itu memicu
pembangunan berkelanjutan.
Geopark juga membnatu pengembangan wilayah,
meningkatkan ketahanan masyrakat dari bencana,
mendidik warga pada kehidupan yang baik dengan
menghormati budaya yang beragam, pemberdayaan
perempuan untuk memperoleh tambahan sumber
57
pendapatan, memberikan peluang pekerjaan bagi
warga dengan adanya wisata geopark, serta
terjalinnya kerjasama antar daerah dan negara dalam
mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati
dan budaya serta jasa lingkungan secara berkelanjut.
C. UNESCO
Warisan Dunia UNESCO atau UNESCO’s World
Heritage Sites yaitu sebuah tempat khusus seperti
Taman Nasional, Hutan, Pegunungan, Danau, Pulau,
Gurun pasir, bangunan, Kompleks, Wilayah Pedesaan
dan Kota yang telah dinominasikan untuk program
Warisan Dunia Internasional yang dikelola UNESCO
World Heritage Committee, terdiri dari 21 kelompok
yang dipilih oleh Majelis Umum dalam kontrak 4 tahun.
Sebuah Situs Warisan Dunia yaitu suatu tempat
budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat
58
manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi
berikutnya.
Program ini bertujuan untuk mengkatalog,
menamakan dan melestarikan tempat-tempat yang
sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia.
Tempat-tempat yang didaftarkan dapat memperoleh
dana dari Dana Warisan Dunia di bawah syarat-syarat
tertentu. Program ini diciptakan melalui Pertemuan
Mengenai Pemeliharaan Warisan Kebudayaan dan
Alamiah Dunia yang diikuti oleh Konferensi Umum
UNESCO pada 16 November 1949.
D. Geopark UNESCO
Geopark yang mendapatkan kategori Warisan
UNESCO Sidang Dewan Eksekutif ke 216 UNESCO yang
diselenggarakan pada tanggal 10 s.d 24 Mei 2023 di
kantor Pusat UNESCO di Paris, telah menetapkan 18
59
Geopark baru, termasuk 4 Geopark Indonesia dalam
daftar UNESCO Global Geopark Network-UGGN Geopark
Dunia, UNESCO.
Ke-empat Geopark Indonesia ini yaitu
Geopark Ijen, Geopark Maros Pangkep, Geopark
Merangin dan Geopark Raja Ampat. Dengan
ditetapkannya empat geopark Indonesia pada sidang
ini , maka saat ini Indonesia patut bangga dengan
adanya 10 geopark Indonesia yang menjadi bagian
UGGN dari 195 geopark yang ada diseluruh dunia.
Geopark Indonesia yang telah terlebih dahulu diakui
UNESCO yaitu Geopark Batur, Geopark Gunung Sewu,
Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Geopark Rinjani
Lombok, Geopark Kaldera Toba dan Geopark Belitong.
Selain itu terdapat 3 (tiga) Geopark yang berhasil
direvalidasi pada tahun 2022 dan membuka akses yang
luas bagi penelitian, peningkatan pemahaman tentang
warisan alam, budaya dan arsip dokumenter dikalangan
generasi muda dalam memperkuat identitas nasional
melalui Kekayaan budaya dan sejarah yang tercermin
dalam arsip/naskah-naskah ini . Kedua penetapan
ini , yaitu geopark dan arsip Indonesia
60
berkontribusi dalam melindungi, melestarikan,
mempromosikan dan menghargai warisan Indonesia,
serta memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah
pembentukan dan pembangunan bangsa Indonesia.
E. Geopark Bayah Dome
Geopark Bayah Dome merupakan sebuah kawasan
yang memiliki 32 geosit dan tersebar dalam 14
kecamatan sehingga menjadi salah satu kawasan sedang
tengah diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak
menuju pencatatan dan perencanaan kawasan geopark
yang diakui UNESCO. Dinamakan Bayah Dome yaitu
karena terdapat bentang alam gunung api dari Neogen
hingga Kuarter (23 hingga 0,01 juta tahun lalu). Di
kawasan Bayah Dome juga terbentuk cebakan emas,
perak dan bahan galian logam lainnya yang bernilai
ekonomis.
61
Kawasan ini telah dikenal sebagai “Gold District”
atau “Daerah Emas” sejak zaman kolonialisme dan
masih ada penambangan di beebrapa tempat sehingga
saat ini. Dibagian utara tengah ada zona lembab yang
disebut Zona Depresi Citorek atau Negeri di Atas Awan.
Nama Bayah Dome Sudah sangat dikenal diseluruh
dunia, terutama bagi para ahli geologi. Kawasan Geopark
Bayah Dome memiliki karakteriistik yang seragam
dengan Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Sukabumi
dan Kabupaten Bogor. Di Kabupaten Lebak, ada flora
jamur basidiomycota yang tumbuh dikawasan
konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak
(TNGHS), dan ada badak bercula satu yang termasuk
dalam kategori mamalia vertebrata hewan.
Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui morfologi
cula, struktur gigi dan mulut. Badak biasanya suka
dedaunan, pucuk muda dan ranting pohon karena badak
dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara
langsung di alam, morfologinya cocok untuk hidup
dihutan tropis dengan penutupan tajuk yang tebal.
Selain itu banyak aktivitas ekonomi di sekitar Geopark
62
Bayah Dome termasuk pembuatan kulit, pengolahan biji
emas, manufaktur logam mulia dan galian geosite.
63
BAB XIII
SUMBER DAYA MANUSIA
A. Pengertian dan Peran SDM
Menurut artikel yang diterbitkan di journal of
Business Research, SDM yaitu sekumpulan individu
yang membentuk tenaga kerja dalam suatu organisasi.
Peran SDM meliputi rekrutmen, pelatihan,
pengembangan, manajemen kinerja, serta kompensasi
dan manfaat karyawan. Peran ini penting untuk
mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien.
64
B. Manajemen Sumber Daya manusia
Manajemen SDM yaitu proses strategis yang
melibatkan pengelolaan tenaga kerja untuk
meningkatkan kinerja organisasi. Menurut Internasional
Journal of Human Resource Management, manajemen
SDM mencangkup berbagai fungsi seperti rekrutmen,
seleksi, pelatihan, pengembangan dan manajemen
kinerja (Boxall & Purcell, 2011). Tujuan utama dari
manajemen SDM yaitu untuk memastikan bahwa
organisasi memiliki tenaga kerja yang kompeten dan
termotivasi.
C. SDM Pariwisata
Seluruh aspek manusia yang mendukung kegiatan
wisata baik bersifat tangible maupun intangible yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan
mewujudkan terciptanya kepuasan wisatawan serta
berdampak positif terhadap ekonomi, kesejahteraan
dan kelestarian lingkungan dan budaya disuatu kawasan
wisata.
65
SDM pada Pantai Karang Beureum diantaranya ada
Pelaku Usaha Gula Aren, Karang Taruna, Youth Forum,
Petani, Nelayan hingga Pelaku UMKM.
66
BAB XIV
warga
Menurut Nawirudin (2017) warga diartikan
sebagai sekelompok orang (individu) yang hidup
bersama dalam suatu wilayah tertentu dan saling
berinteraksi. Jobrohim dalam Cahyono (2016)
mengatakan bahwa warga yaitu sekelompok
orang yang hidup di suatu tempat tertentu dalam jangka
waktu yang lama, saling berinteraksi dan mempunyai
aturan serta adat istiadat yang menimbulkan suatu
kebudayaan.
Selain itu, warga juga merupakan suatu sistem
sosial yang terdiri dari berbagai strata sosial antara lain
pemerintahan, ekonomi, agama, pendidikan dan
keluarga. Strata sosial ini saling bergantung satu sama
lain, bekerja sama, berinteraksi dan menjalin hubungan.
Menurut definisi yang diberikan oleh sistem kebiasaan
dan tata cara yang mencangkup [embagian dan
[engawasan tingkah laku, wewenang dan kolaborasi
antara kelompok dan kebebasan manusia.
67
Menurut Kingley Davis dalam Soekanto (2007) dan
Cahyono (2016), terdapat 4 kriteria atau tipe-tipe
warga , yaitu:
1. Populasi Penduduk
2. Luas, Kekayaan dan Kepadatan Penduduk di
Wilayah Pedalaman
3. Fungsi Khusus warga Setempat Terhadap
warga Umum
4. Komunitas warga
Peran warga
Sarudin (2023) mengemukakan peran warga
dalam pengelolaan pariwisata sangat penting dan harus
diseimbangkan dengan peran pemerintah dan swasta.
Prinsip-prinsip kepariwisataan yang diatur dalam
Undang-undang Nomor 10 Tentang kepariwisataan
menyatakan bahwa warga memiliki peran penting
dalam pembangunan pariwisata, menjaga dan
melestarikan daya tarik wisata dan menciptakan
suasana aman, tertib, bersih dan berperilaku sopan
santun di lingkungan destinasi wisata, oleh karena itu,
dibutuhkan model atau metode pengembangan
68
kepariwisataan sebagai acuan dalam merencanakan dan
mengimplementasikan sehingga warga dapat
berpartisipasi sebagai pemangku penting dalam
mengembangkan destinasi wisata, yaitu model
pariwisata berbasis warga .
Menurut Hiwasaki dalam Musleh (2023), Pariwisata
Berbasis warga yaitu pendekatan yang
menempatkan warga sebagai aktor utama dalam
pemberdayaan warga . Tujuan utama dari
pendekatan ini yaitu kesejahteraan warga lokal
setempat yang membantu dalam pengelolaan dan
pemanfaatan. Pariwisata Berbasis Masarakat membantu
warga , terutama dengan memberikan lapangan
kerja bagi orang-orang lokal. warga menyadari
bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk
membantu dan berkontrubusi dalam mengelola dan
menjaga tempat wisata ini . warga juga harus
memiliki aksi nyata dan dukungan besar terhadap
keterlibatan pembangunan kepariwisataan sehingga
menjadi komponen penting dalam upaya pertumbuhan
kemandirian dan proses pemberdayaan.
STEKHOLDER
Dilansir dari Corporate Finance Institute,
stakeholder dalam konteks ini yaitu pemangku
kepentingan. Setiap entitas, individu atau kelompok
yang memiliki minat dalam suatu organisasi seperti
perusahaan dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi atau dipengaruhi oleh operasi bisnis
merupakan bagian dari stakeholder. Contoh umum dari
stakeholder mencangkup karyawan, pelanggan,
pemegang saham, warga umum dan pemerintah.
Pada intinya, sebuah bisnis tidak bisa berdiri
sendiri. Untuk mencapai visi dan misi, perusahaan perlu
70
menjalin hubungan yang baik dengan para pemangku
kepentingan agar mencapai tujuan bisnis mereka.
Sebagai contoh, jika perusahaan ingin mengembangkan
produk baru, sangat penting bagi mereka untuk
mengindentifikasi siapa yang termasuk dalam
pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Dengan pemahaman yang baik mengenai
peran stakeholder, perusahaan dapat mengenali tujuan
dan harapan yang terkait dengan produk yang akan
mereka kembangkan.
Trisakti Innovation Club sudah menjalankan
stakeholder dengan beberapa pihak, diantaranya Dinas
Pariwisata Lebak Banten, Kepala Desa Karang
Kamulyan, Youth Forum Karang Kamulyan.
DIGITALISASI BRANDING
Digitalisasi branding merupakan memperkenalkan
suatu strategi yang penting dalam era digital, karena
memungkinkan merek untuk berinteraksi secara
langsung dengan konsumen melalui media sosial,
platform e-commerce dan teknologi lainnya. Berikut
beberapa konsep digitalisasi branding yang dapat di
lakukan oleh warga Pantai Karang Beureum, Desa
Karang Kamulyan, Kec. Cihara, Lebak, Banten, Jawa
Barat yaitu; Konten Marketing.
A. Konten Marketing
Pelatihan konten marketing ini menurut Fauzan Z
dan Dian A (2020) yang mengutip dari Frost dan Staruss
(2016) Content Marketing atau konten pemasaran
merupakan sebuah strategi yang melibatkan pembuatan
dan penerbitan konten dalam situs web dan media
sosial. Semua konten online dapat dikatakan content
marketing yang berkisar situs web, halaman jaringan
72
sosial, unggahan blog sampai video, white papers dan
juga e-book. Content marketing bertujuan untuk
merangsang adanya keterlibatan online dan memang
terbukti menjadi salah satu strategi terbaik yang muncul
dengan adanya media sosial karena content marketing
tools yang akurat terkait statistic customer engagement
maupun jumlah customer dan kemudian dapat
dikembangkan oleh suatu perusahaan atau merek
tertentu.
B. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat dari konten marketing
yaitu :
1. Meningkatkan kesadaran suatu brand (brand
awareness).
2. Menarik wisatawan.
3. Mempromosikan keunikan pantai.
4. Membangun hubungan antara pengunjung
dengan warga dan mendorong tindakan
keuntungan dari adanya konten marketing.
73
C. Elemen Konten Marketing
Adapun elemen-elemen dari konten marketing
yaitu sebagai berikut:
1. Relevasi: Konten yang relevan dengan
kebutuhan dan minat konsumen
2. Akurasi: Konten yang akurat dan dapat
dipercaya.
3. Nilai: konten yang memiliki nilai jual dan dapat
menarik konsumen.
4. Mudah di Pahami: Konten yang mudah dibaca
dan dimengerti oleh konsumen
5. Mudah di Temukan: Konten yang mudah
ditemukan melalui media yang terpercaya.
6. Konsisten: Konten yang dipertahankan secara
konsisten untuk mempertahankan minat
konsumen.
D. Contoh Strategi Content Konten Marketing
Contoh macam -macam strategi content marketing
untuk Pantai Karang Beureum yaitu sebagai berikut:
74
1. Blog dan Artikel: Menulis artikel informatif dan
menarik tentang Pantai Karang Beureum,
seperti keindahan alam, aktivitas yang dapat
dilakukan dan tips perjalanan.
2. Media Sosial: Menggunakan platform seperti
Instagram, Facebook dan Twitter untuk berbagi
foto, video dan cerita menarik tentang pantai.
3. Video: menggunakan video promosi yang
menampilkan pamandangan indah, kegiatan
seru dan testimoni dari pengunjung.
4. Infografis: membuat infografis yang
menunjukan fakta menarik dan statistik
tentang Pantai Karang Beureum.
75
BAB XV
TOWEL ART
Towel Art yaitu seni melipat handuk menjadi
berbagai bentuk yang menarik dan estetik. Seni ini
seringkali digunakan di industri perhotelan untuk
memberikan sentuhan personal dan kejutan kepada
tamu. Handuk sendiri memiliki sejarah panjang yang
dimulai di Bursa, Turki pada abad ke -17, pada masa itu
handuk dikenal sebagai peshtamal, yang merupakan
kain tenun datar dari kipas atau linen dan sering dihiasi
dengan bordir tangan. Seni melipat handuk
kemungkinan besar berkembang seiring dengan
meningkatnya standar pelayanan di industri perhotelan,
terutama di resor dan kapal pesiar, dimana staf mulai
melipat handuk menjadi bentuk-bentuk hewan dan
objek lainnya untuk menyambut tamu dengan cara yang
kreatif dan menyenangkan. Selain itu towel art juga bisa
menjadi hobi yang menyenangkan dan menantang bagi
individu.
76
A. Ritual Pernikahan
Handuk memainkan peran sentral dalam upacara
pernikahan Turki. Pengantin akan menggunakan
handuk yang dihias indah ini selama ritual mandi di
hammam atau pemandian, sebelum pernikahan mereka.
Handuk ini tidak hanya untuk mengeringkan tubuh
mereka, tapi melambangkan kemurnian, kesuburan dan
transisi ke tahap kehidupan baru.
B. Handuk dalam Ritual dan Upacara
Handuk memainkan peran penting dalam ritual dan
upacara, berfungsi sebagai jembatan antara yang sakral
dan yang profan, Pembaptisan dan Pemurnian dalam
Agama Kristen, handuk digunakan dalam upacara
pembaptisan melambngkan pembersihan dosa dan awal
kehidupan baru di dalam Kristus.
C. Pernikahan
Di banyak budaya, handuk diguanakan dalam
upacara pernikahan untuk melambangkan persatuan
dan kemurnian. Dalam pernikahan tradisional Yahudi,
77
misalnya handuk diletakkan di atas kepala pasangan
sebagai simbol ikatan dan komitmen mereka.
D. Pemakaman dan Duka
Handuk juga digunakan dalam ritual pemakaman
dan berkabung. Dalam beberapa budaya, handuk
diletakan di tubuh orang yang meninggal sebagai simbol
penghormatan dan untuk mempersiapkan
perjalanannya menuju akhirat.
E. Manfaat Towel Art
Adapun manfaat dari towel art yaitu sebagai
berikut:
1. Meningkatkan kepuasan tamu: Towel art
memberikan kesan yang baik kepada tamu dan
membuat mereka merasa dihargai.
2. Mempercantik tampilan kamar: Towel art
dapat mengubah tampilan kamar mandi
menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
3. Meningkatkan kreativitas: Membuat towel art
dapat merangsang kreativitas dan imajinasi.
78
4. Menjadi sarana promosi: Hotel dapat
menggunakan towel art sebagai sarana promosi
untuk meningkatkan citra merek.
F. Jenis-Jenis Towel Art
Adapun jenis-jenis dari towel art yaitu sebagai
berikut:
1. Bear Towel
Gulung kedua bagian sisi, ketemukan di titik
tengah bath towel. Balikkan setengah derajat . tarik
sisi atas towel ke bawah. Pitakan bagian tengahnya.
Bear towel siap digunakan.
2. Swan Towel
Lipat kedua bagian sisi atas bath towel ke
tengah hingga membentuk segilima. Gulung kedua
sisi hingga bertemu di titik tengah. Balik bath towel
langkah terakhir, buatlah lengkungan hingga
menyerupai kepala angsa. Swan towel siap
digunakan.
79
3. Flower Fold
Lipat menjadi dua bagian hingga membentuk
persegi. Kumpulkan keempat sisi bath towel ke
tengah. Balik towel, lalu kumpulkan kembali
keempat sisi bath towel ke tengah. Tarik setengah
bagian bawah keempat sisi bath towel. Flower Fold
siap digunakan.
4. Spa Fold
Lipat menjadi dua bagian hingga membentuk
persegi. Lipat kedua bagian sisi yang saling
berseberangan ketengah towel lalu balik. Gulung
towel perlahan, lalu kunci ujung towel. Spa fold siap
digunakan.
Towel Art biasanya digunakan berbagai
penginapan, Home Stay, hotel dan sebagainya. Langkah-
langkah pembuatan diatas sudah diajarkan kepada
warga Pesisir Pantai Karang Beureum.
80
BAB XVI
RUMPUT LAUT
Rumput laut yaitu salah satu tumbuhan laut yang
tergolong dalam makroalga benthik yang banyak hidup
melekat di dasar perairan. Umumnya, rumput laut dapat
ditemukan banyak di daerah interdal atau perairan
payau dengan cahata matahari yang cukup.
Rumput laut merupakan ganggang yang hidup di
laut dan tergolong dama divisi thallophyta. Rumput laut
termasuk tumbuhan tingkat rendah, sebab rumput laut
mempunyai sifat tidak bia dibedakan antara akar,
batang dan daun.
Seluruh bagian pada rumput laut disebut dengan
thallus, dimana bentuk thallus rumput laut bermacam-
macam, ada yang bulat seperti tabung, pipih, gepeng,
bulat dan lain sebagainya.
Rumput laut memperoleh atau menyerap
makanannya melalui sel-sel yang terdapat pada thallus.
Nutrisi akan terbawa oleg arus air yang menerpa rumput
81
laut kemudian akan diserap, sehingga rumput laut bisa
tumbuh dan berkembang biak.
Berikut beberapa jenis Rumput Laut yang ada di
Pantai Karang Beureum:
1. Ulva
Ulva atau selada laut merupakan rumput laut
makro alga yang tergolong dalam divisi Chlorophyta
karena sel-sel mengandung banyak mengandung
klorofil sehingga memberikan warna hijau pada
rumput laut ini. Habitatnya yaitu di air laut dan
morfologinya berupa thallus tipis dan gepeng
seperti pedang yang terdiri atas 2 lapis sel. Tidak
ada referensi jaringan dan seluruh sel memiliki
bentuk yang kurang lebih identik, kecuali pada sel-
sel basal yang mengalami elongasi membentuk
rhizoid penempel.
Ulva lactuca memiliki panjang sampai 100 cm
dan berwarna hijau apel terang dan memiliki
bentuk strap-shaped blades (pedang melipat)
dengan tepi yang halus tapi bergelombang. Bagian
tengah dari setiap helaian seringkali berwarna
82
pucat dan semakin ke arah tepi warnanya semakin
gelap. Pada daerah tropis, tumbuhan ini bisanya
terdapat di air yang dangkal (zona intertidal bagian
atas sampai kedalaman 10 meter).
2. Sargassum
Sargassum merupakan rumput laut yang
tergolong ke dalam jenis divisi Phaeophyta
(ganggang coklat). Rumput laut jenis Sargassum
pada umumnya yaitu tanaman perairan yang
mempunyai warna coklat, berukuran relatif besar.
Tumbuh dan berkembang pada substrat dasar
yang kuat. Bagian atas tanaman menyerupai semak
yang berbentuk simetris bilateral atau radial serta
dilengkapi bagian sisi pertumbuhan. Sargassum
memiliki pigmen yang memberikan warna coklat
dan dapat menghasilkan algin atau alginat,
laminarin, selulosa, fikoidin dan manitol yang
komposisinya sangat tergantung pada jenis
(spesies), masa perkembangan dan kondisi tempat
tumbuhnya. Sargassum tumbuh di perairan hangat
tropis dan subtropis berasal dari perairan Jepang,
83
China dan Alaska. Di Indonesia, persebaran
tanaman sargassum dapat ditemukan di perairan
yang tenang dan menempel batu karang di Pantai
Pulau Jawa dimulai dari garis pantai hingga
kedalaman 10 meter.
Karakteristik Biologi: rumput laut Sargassum
Crassifolium (alga coklat) hidup dan tumbuh
didaerah pesisir pantai dengan substrat batu
karang. Sargassum crassifolium tumbuh didaerah
intertidal, subtidal sampai daerah dengan ombak
besar dan arus yang deras. Alga ini tumbuh pada
daerah tropis dengan suhu 27=3- derajat celcius
salinitas 32-33 ppt dan kedalaman 0,5-10 m.
Gracilaria textorii dapat dibudidayakan dengan
metode akuakultur, termasuk teknik-teknik seperti
penanaman di tambak atau rakit di laut.
Memerlukan perhatian terhadap kualitas air, suhu
dan cahaya matahari untuk pertumbuhan optimal.
84
BAB XVII
INOVASI PRODUK
A. Permen Santan
Bahan-bahan:
1. 250 gr Gula Pasir
2. ¼ sdt Garam
3. ±120 ml Santan Kental (menyesuaikan)
4. ¼ sdt vanila (opsional)
5. Kertas Wajik (bungkusan permen)
Cara pembuatan:
1. Siapkan semua bahan
2. Nyalakan kompor dan panaskan teflon
3. Sangrai gula pasir sampai kecoklatan (gunakan
api kecil/ sedang agar tidak gosong)
4. Setelah gula pasir meleleh dan kecoklatan
tuangkan sedikit demi sedikit santan hingga
tercampur rata.
5. Tambahkan ¼ sdt garam dan vanilla. Aduk
sampai rata hingga kenyal.
85
6. Diamkan hingga bisa di sentuh. Lalu bentuk
sesuai keinginan.
7. Bungkus sesuai keinginan.
8. Permen siap dinikmati.
Untuk variasi lain:
1. Permen Santan Kacang (Sweety Beureum
Nuts): Bahan sama tinggal tambahkan kacang
tanah dengan sangrai -+ 3 menit dengan api
sedang dan ditumbuk kasar. Kemudian
cmpurkan setelah tahap ke-4 cara pembuatan.
2. Permen Santan Jahe (Sweety Beureum Ginger):
Bahan sama tinggal ditambahkan sari jahe -+50
gram untuk bahan diatas dan larutkan pada
santan.
B. Sambal Ikan
Bahan-bahan:
1. Ikan kembung
2. 8 siung bawang merah
3. 3 siung bawang putih
4. 10 cabe merah/ secukupnya
86
5. 5 buah cabe rawit
6. 1 buah tomat
7. Terasi bakar
8. Garam secukupnya
9. Gula pasir secukupnya
10. Kaldu ayam/jamur seikhlasnya
11. Jeruk nipis
12. Minyak secukupnya
Cara pembuatan:
1. Cuci ikan dan bersihkan dari kotorannya.
Kemudian beri perasan jeruk nipis. Goreng ikan
kemudian Suwir daging ikan dan sisihkan.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai
rawit, cabai merah, tomat dan terasi.
3. Panaskan minyak, tumis hingga harum dan
matang kemudian masukan ikan yang telah
disuwir dan tambahkan penyedap rasa dll.
Aduk sampai rata dan masak hingga matang.
87
C. Masker Rumput Laut
Bahan-bahan:
1. 500 gr Rumput Laut
2. 1 sdm Minyak Zaitun
3. 3 sdm Yogurt
4. 3 sdm Madu
5. ½ Buah Lemon Air perasan
Cara Pembuatan:
1. Cuci bersih rumput laut.
2. Masukan semua bahan ke dalam blender dan
haluskan sampai tercampur rata.
3. Setelah tercampur, pindahkan ke dalam wadah
yang bersih.
4. Oleskan masker kewajah secara merata, hindari
area mata, mulut dan lubang hidung.
5. Diamkan sekitar 10-15 menit.
6. Bilas dengan air hangat dan
7. Keringkan menggunakan handuk bersih
berbahan lembut.
88
D. Kerajinan Kerang
Bahan-bahan:
1. Kerang
2. Pasir Pantai
3. Wadah Bulat
4. Kuas
5. Lem Putih
6. Lem Bakar
Cara pembuatan:
1. Cuci bersih kerang lalu keringkan.
2. Siapkan wadah dan baluri dengan lem putih
mengunakan kuas.
3. Taburi pasir pada bagian badan wadah, tunggu
sekitar 10 menit hingga kering.
4. Siapkan lem bakar dan kerang.
5. Baluri kerang dengan lem bakar dan tempelkan
sesuai keinginan, tunggu sampai kering,
kerajinan kerang siap digunakan.
89
E. Peyek Rumput Laut
Bahan-bahan:
1. 2 genggam rumput laut
2. 1 kg tepung beras
3. 1 butir telur
4. 1 bungkus santan kara
5. 2 ruas kencur
6. 5 siung bawang merah
7. 3 siung bawang putih
8. 1 butir kemiri
9. Ladaku secukupnya
10. Garam secukupnya
11. Penyedap secukupnya
12. Air secukupnya
Cara pembuatan:
1. Haluskan bawang merah, putih, kencur, kemiri.
2. Masukkan tepung beras ke dalam wadah dan
campurkan air, santan dan telur. Aduk tingga
rata.
90
3. Campurkan bumbu halus ke dalam adonan
tepung dan masukan garam, lada dan penyedap.
4. Masukan rumput laut yang dipotong-potong ke
dalam adonan.
5. Panaskan minyak goreng ke dalam wajan dan
goreng adonan hingga kuning kecoklatan.











.jpeg)
