Tampilkan postingan dengan label Desa wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa wisata. Tampilkan semua postingan

Desa wisata

 



Pariwisata yaitu  aktivitas manusia yang sedang 

melakukan suatu perjalanan yang dilakukan sementara 

dari tempat tinggalnya menuju ke tempat yang akan 

dikunjungi untuk keperluan rileks, bersenang – senang, 

melepaskan stress, bisnis (tentang budaya daerah, seni 

daerah dll), dan membeli buah tangan dll. Kemudian di 

dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 dijelaskan 

pula Bahwa Pariwisata yaitu  segala sesuatu yang 

berhubungan dengan wisata, termasuk Pengusahaan 

objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang 

terkait di bidang ini . 

Pariwisata meliputi: 

1. Semua kegiatan yang berhubungan dengan 

perjalanan wisata. 

2. Sebuah kegiatan dengan paket wisata yang ada 

3. Pengusaha objek dan daya tarik wisata seperti 

Kawasan wisata, taman rekreasi, kawasan 

peninggalan sejarah, museum, pagelaran. 

 

2  

4. seni budaya, tata kehidupan warga , dan 

yang bersifat alamiah keindahan alam, gunung 

berapi, danau, pantai dan sebagainya. 

Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar 

(2000) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : 

Pariwisata yaitu  suatu perjalanan yang dilakukan 

orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan 

dari suatu tempat ke Tempat lain meninggalkan 

tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan 

dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari 

nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata 

untuk menikmati kegiatan bertamasya dan rekreasi atau 

untuk memenuhi keinginan yang beranekaragam.  

Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 

10 Tahun 2009 membahas topik pariwisata secara rinci 

sebagai berikut: 

1. Wisatawan yaitu  orang yang melakukan 

perjalanan; 

2. Pariwisata yaitu  kegiatan perjalanan yang 

dilakukan oleh seseorang atau sekelompok 

orang dengan mengunjungi suatu tempat 

tertentu dengan tujuan rekreasi, 

 

3  

pengembangan diri, atau mempelajari daya 

tarik wisata tempat itu dalam waktu singkat. 

Menurut Persatuan Internasional Organisasi 

Perjalanan Kantor (IUOTO) dan Organisasi Pariwisata 

Dunia (WTO), "setiap orang yang melakukan perjalanan 

ke suatu negara selam negara tempat ia bertempat 

tinggal tetapi di luar lingkungan biasanya untuk jangka 

waktu tidak lebih dari 12 bulan dan yang tujuan utama 

kunjungannya bukan untuk melaksanakan suatu 

kegiatan yang dibayar dari dalam negara yang 

dikunjungi Ratiwisata yaitu  berbagai macam kegiatan 

wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan 

yang disediakan oleh warga  pengusaha, 

pemerintah dan pemerintah daerah. Pariwisata yaitu  

segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keindahan, 

dan nilai yang bersumber dari keanekaragaman alam, 

budaya, dan hasil karya manusia yang ada, dan muncul 

sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta 

interaksi antara wisatawan dan wisatawan. komunitas 

lokal, satu sama lain. wisatawan, pemerintah daerah, 

dan pengusaha.  

 

4  

Pariwisata yaitu  segala kegiatan yang berkaitan 

dengan pariwisata yang bersifat multidimensi dan 

multidisiplin. Usaha Pariwisata yaitu  usaha yang 

menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan wisata 

dan menyelenggarakan pariwisata. Pengusaha 

pariwisata yaitu  orang perseorangan atau sekelompok 

orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata. 

Industri pariwisata yaitu  kumpulan usaha pariwisata 

terkait yang menghasilkan barang dan jasa untuk 

memenuhi kebutuhan wisatawan dan penyelenggara 

pariwisata. Objek dan daya tarik wisata yaitu  sasaran 

wisata. 

Manfaat Pariwisata 

1. Manfaat Ekonomi 

Peningkatan Pendapatan dan Devisa: Industri 

pariwisata berkontribusi besar terhadap 

peningkatan pendapatan daerah dan nasional 

melalui pajak dan pengeluaran wisatawan. 

Penciptaan Lapangan Kerja: Pariwisata 

menciptakan berbagai peluang pekerjaan di sektor-

 

5  

sektor seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan 

jasa lainnya. 

2. Manfaat Sosial Budaya 

Pelestarian Budaya: Pariwisata membantu 

melestarikan budaya dan tradisi lokal dengan 

memberikan nilai ekonomi pada warisan budaya, 

sehingga warga  lokal terdorong untuk 

melestarikannya. Pemahaman Antarbudaya: 

Wisatawan mendapatkan kesempatan untuk 

memahami budaya dan tradisi setempat, yang dapat 

meningkatkan toleransi dan pemahaman 

antarbudaya. 

3. Manfaat Lingkungan 

Pelestarian Alam: Pariwisata berkelanjutan 

berupaya melindungi dan melestarikan lingkungan 

alam dengan mengurangi dampak negatif dan 

mempromosikan konservasi. 

Kesadaran Lingkungan: Pariwisata mendorong 

kesadaran lingkungan di kalangan warga  dan 

 

6  

wisatawan, yang berkontribusi pada upaya 

pelestarian lingkungan. 

4. Manfaat bagi warga  Lokal 

Pemberdayaan Komunitas: Pariwisata 

melibatkan warga  lokal dalam pengelolaan 

dan pengembangan destinasi wisata, memberikan 

mereka keterampilan dan peluang ekonomi. 

Peningkatan Infrastruktur: Pengembangan 

pariwisata sering kali diikuti oleh peningkatan 

infrastruktur dan fasilitas publik yang bermanfaat 

bagi warga  setempat. 

Manfaat-manfaat ini menunjukkan pentingnya 

pariwisata bagi perkembangan ekonomi, sosial, budaya, 

dan lingkungan di suatu daerah. 

  

 

 

Sadar wisata yaitu  konsep yang berkaitan dengan 

kesadaran dan partisipasi aktif warga  dalam 

mendukung dan memajukan sektor pariwisata. Ini 

melibatkan pemahaman dan apresiasi terhadap potensi 

wisata yang dimiliki suatu daerah, serta peran aktif 

warga  dalam menjaga, mengelola, dan 

mempromosikan destinasi wisata. Sadar wisata juga 

mencakup sikap ramah dan menghargai wisatawan, 

menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta 

pelestarian budaya lokal. 

A. Komponen Sadar Wisata 

1. Kesadaran Lingkungan: Memahami pentingnya 

menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan 

sebagai daya tarik wisata. 

2. Kesadaran Budaya: Menghargai dan 

melestarikan budaya lokal serta 

mempromosikannya sebagai bagian dari daya 

 

8  

tarik wisata. 

3. Kesadaran Sosial: Membangun sikap ramah, 

sopan, dan membantu terhadap wisatawan. 

4. Kesadaran Ekonomi: Meningkatkan potensi 

ekonomi lokal melalui pengembangan produk 

dan layanan yang terkait dengan pariwisata. 

B. Manfaat Sadar Wisata 

1. Pengembangan Ekonomi 

Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal 

melalui peningkatan kunjungan wisatawan. 

2. Pelestarian Budaya 

Memotivasi warga  untuk melestarikan 

budaya dan tradisi lokal. 

3. Peningkatan Kualitas Lingkungan 

Mengajak warga  untuk menjaga 

lingkungan yang bersih dan asri. 

4. Peningkatan Kualitas Hidup 

Memberikan peluang kerja dan meningkatkan 

pendapatan warga  lokal. 

 

 

 

9  

C. Upaya Membuat Sadar Wisata 

Desa menjadi sebuah desa wisata diperlukan 

adanya kesadaran warga  tentang sadar wisata. 

warga  yang sadar akan sumber daya alam dan 

sumber daya manusia di desanya akan merasakan dan 

merasa desanya dapat menjadi destinasi wisata. Upaya 

yang dapat dilakukan untuk menyadarkan wisata 

kepada warga  desa yaitu : 

1. Mengikuti Edukasi dan Sosialisasi 

Mengadakan pelatihan dan workshop bagi 

warga  tentang pentingnya pariwisata, peran 

warga  dalam menciptakan destinasi yang 

menarik, dan bagaimana pariwisata dapat 

meningkatkan kesejahteraan ekonomi. warga  

desa dan Pokdarwis dapat mengikuti pelatihan dan 

sosialisasi yang diadakan oleh pemerintah desa, 

Dinas Pariwisata, dan forum lainnya yang berkaitan 

dengan pariwisata. 

 

 

10  

2. Pemberdayaan warga  

Melibatkan warga  dalam pengelolaan 

objek wisata dan kegiatan pariwisata, seperti 

homestay, kerajinan tangan, kuliner khas, dan lain-

lain. Ini akan menumbuhkan rasa memiliki dan 

tanggung jawab. Kegiatan pemberdayaan 

warga  seperti yang diikuti oleh warga  

dan Pokdarwis dan Pantai Karang Bereum pada 

kegiatan PPK Ormawa Trisakti Innovation Club. 

Dengan mengikuti kegiatan ini, warga  secara 

langsung dapat berlatih tentang pengelolaan objek 

wisata. 

3. Promosi Budaya dan Kearifan Lokal 

Mengangkat keunikan budaya, adat, dan tradisi 

lokal yang dapat menjadi daya tarik wisata. Ini bisa 

berupa festival budaya, pertunjukan seni, atau 

wisata budaya yang dikelola bersama. 

 

 

 

11  

4. Pengembangan Infrastruktur dan Fasilitas 

Bersama pemerintah atau pihak swasta, 

membangun infrastruktur yang mendukung 

pariwisata seperti jalan akses, toilet umum, dan 

pusat informasi wisata. Infrastruktur yang baik 

akan mendorong warga  untuk lebih peduli 

terhadap potensi wisata daerah mereka. 

5. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata 

(Pokdarwis) 

Membentuk kelompok warga  yang 

bertugas untuk mempromosikan, menjaga, dan 

mengembangkan potensi wisata desa. Pokdarwis 

juga bisa menjadi jembatan antara warga , 

pemerintah, dan wisatawan. 

6. Kemitraan dengan Pemerintah dan Swasta 

Bekerjasama dengan pemerintah daerah, 

BUMDes, dan pelaku bisnis untuk mengadakan 

program-program wisata yang melibatkan 

warga . Kolaborasi ini bisa berupa event 

 

12  

pariwisata, promosi bersama, atau program CSR 

dari perusahaan. 

7. Penghargaan dan Pengakuan 

Memberikan penghargaan kepada individu 

atau kelompok yang aktif dalam memajukan 

pariwisata desa. Pengakuan ini akan memotivasi 

warga  lain untuk turut berpartisipasi. 

8. Kampanye Sadar Wisata 

Mengadakan kampanye melalui media lokal, 

media sosial, atau pemasangan baliho di tempat 

strategis untuk meningkatkan kesadaran dan 

antusiasme warga  terhadap potensi wisata di 

desa mereka. 

Dengan langkah-langkah ini, warga  desa akan 

lebih sadar akan pentingnya pariwisata dan terdorong 

untuk berperan aktif dalam pengembangannya. 

  

 

13  

BAB III 

JENIS – JENIS PARIWISATA 

  

Pariwisata memiliki jenisnya, yaitu:  

1. Pariwisata Alam (Nature Tourism) 

Pariwisata yang berfokus 

pada eksplorasi keindahan 

alam seperti gunung, 

pantai, taman nasional, dan 

hutan. Contoh: Geopark 

Bayah Dome. 

2. Pariwisata Budaya (Cultural Tourism) 

Wisata yang berfokus pada 

warisan budaya, sejarah, 

dan tradisi suatu daerah. 

Contoh: Mengunjungi Suku 

Baduy. 

 

 

 

14  

3.  Pariwisata Rekreasi (Recreational Tourism) 

Wisata yang bertujuan untuk bersantai dan 

bersenang-senang. Contoh: Liburan di resort, 

bermain di taman hiburan. 

4. Pariwisata Petualangan (Adventure Tourism) 

Wisata yang melibatkan aktivitas fisik yang 

menantang seperti mendaki gunung, arung 

jeram, dan scuba diving. Contoh: Mendaki 

Gunung Halimun, arung jeram. 

5. Pariwisata Kuliner (Culinary Tourism) 

Wisata yang berfokus pada pengalaman 

mencicipi makanan dan minuman khas suatu 

daerah.  Contoh: Mengunjungi Wasata kuliner 

Alun - Alun Serang 

6. Pariwisata Pendidikan (Educational Tourism) 

Wisata yang  bertujuan untuk memperoleh 

pengetahuan dan pengalaman pendidikan. 

Contoh: Program pertukaran pelajar, 

kunjungan ke universitas. 

 

 

15  

7. Pariwisata Religi (Religious Tourism) 

Wisata yang bertujuan untuk mengunjungi 

tempat- tempat suci atau keagamaan. Contoh: 

Ziarah ke Masjid Agung Banten. 

8. Pariwisata Medis (Medical Tourism) 

Wisata yang bertujuan untuk 

mendapatkan perawatan medis atau kesehatan. 

Contoh: Operasi di rumah sakit Singapura, 

terapi di Bali. 

9. Pariwisata Olahraga (Sports Tourism) 

Wisata yang bertujuan untuk menonton atau 

berpartisipasi dalam acara olahraga.  Contoh: 

Menonton pertandingan sepak bola di Stadion 

Gelora Bung Karno, mengikuti maraton di Bali. 

 

 

 

 

 

16  

10. Pariwisata Bisnis (Business Tourism) 

Wisata yang berkaitan dengan kegiatan bisnis 

seperti menghadiri konferensi, pameran 

dagang, atau pertemuan bisnis.  Contoh: 

Menghadiri konferensi di Jakarta, pameran 

dagang di Surabaya. 

 

  

 

17  

BAB IV 

KOMPONEN PARIWISATA 

 

Terdapat beberapa komponen pariwisata, namun 

ada beberapa komponen wisata yang selalu ada dan 

merupakan komponen dasar dari wisata. Menurut 

Inskeep dan Zaei and Zaei (2013) sebagai berikut: 

1. Atraksi dan kegiatan kegiatan pariwisata 

Kegiatan yang dapat dilakukan di lokasi wisata 

agar menarik minat wisatawan seperti halnya 

kebudayaan, alam, dan keunikan suatu daerah. 

2. Akomodasi 

Fasilitas untuk wisatawan menginap seperti 

hotel dan berbagai fasilitas lain yang 

berhubungan dengan pelayanan untuk 

wisatawan yang berniat bermalam selama 

perjalanan. 

3. Fasilitas atau layanan wisata 

Fasilitas yang dimaksud yaitu  fasilitas yang 

dibutuhkan selama melakukkan perjalanan 

 

18  

pariwisata. Seperti travel, restoran, dan lain-

lain. 

4. Insfastruktur 

Penyediaan barang pendukung seperti halnya 

listrik air saluran air dan alat telekomunikasi. 

5. Elemen kelembagaan 

Kelembagaan untuk menyusun perencanaan 

wisata agar menentukan bagaimana wisata itu 

berjalan. 

  

 

19  

BAB V 

ATRAKSI WISATA 

 

A. Atraksi (Attraction)  

Merupakan segala hal yang memiliki daya tarik 

untuk menarik wisatawan berkunjung ke suatu kawasan 

wisata. Atraksi yaitu  faktor utama yang mempengaruhi 

keputusan wisatawan untuk mengunjungi suatu 

destinasi. Atraksi dapat berupa keunikan dari sumber 

daya alam, seperti pemandangan alam yang indah atau 

fenomena alam yang langka.  

Selain itu, aspek budaya juga dapat menjadi atraksi 

utama, termasuk sejarah, agama, kehidupan 

warga , sistem pemerintahan, dan tradisi-tradisi 

lokal. Setiap destinasi memiliki atraksi uniknya sendiri 

yang membuatnya berbeda dan menarik perhatian 

wisatawan. 

B. Aksesibilitas (Accessibilities)  

Aksesibilitas mencakup segala fasilitas sarana dan 

prasarana yang diperlukan oleh wisatawan untuk 

 

20  

mencapai destinasi wisata. Ini termasuk ketersediaan 

jasa transportasi seperti penyewaan kendaraan dan 

transportasi lokal, serta pola perjalanan atau rute yang 

tersedia. Aksesibilitas merujuk pada sejauh mana suatu 

destinasi wisata dapat dijangkau oleh wisatawan 

Fasilitas yang termasuk dalam aksesibilitas mencakup 

jalan raya, rel kereta api, jalan tol, terminal, stasiun 

kereta api, dan kendaraan pribadi. 

C. Fasilitas Pendukung (Amenities)  

Fasilitas pendukung, atau amenities, merujuk pada 

berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan di 

destinasi wisata. Amenities mencakup beragam fasilitas 

untuk memenuhi kebutuhan dasar wisatawan, seperti 

akomodasi, restoran tempat hiburan, pusat 

perbelanjaan, serta layanan lainnya seperti bank rumah 

sakit, keamanan, dan asuransi.  

Tiap destinasi memiliki jenis fasilitas yang berbeda, 

namun secara umum, destinasi wisata berupaya untuk 

menyediakan fasilitas yang sesuai dengan karakteristik 

dan kebutuhan wisatawan yang berkunjung. 

 

 

21  

D. Penginapan (accommodation)  

Merujuk pada tempat-tempat tinggal yang tersedia 

di suatu destinası wisata. Jenis-jenis akomodasi ini dapat 

bervariasi antara satu destinasi dengan destinasi 

lainnya. Penginapan yang paling umum dikenal yaitu  

hotel, yang menawarkan berbagai fasilitas untuk 

kenyamanan tamu. Namun, penginapan di desa wisata 

memiliki karakteristik yang berbeda dengan destinasi 

lainnya. Di desa wisata, penginapan seringkali terdiri 

dari rumah-rumah penduduk setempat atau unit-unit 

penginapan yang dirancang dengan konsep tempat 

tinggal warga  lokal, yang biasa dikenal sebagai 

homestay. 

Penginapan di desa wisata dapat mendukung 

konsep wisata berkelanjutan dengan memberdayakan 

warga  lokal dan mempromosikan kehidupan desa 

yang autentik. Jenis-jenis penginapan di desa wisata 

dapat mencakup camping ground, villa, atau bahkan 

pondok wisata. Lokasi penginapan ini  dapat 

berada di dalam desa wisata atau di sekitar area desa 

wisata, sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari 

pengelolaan destinasi wisata ini . 

 

22  

E. Aktivitas (Activities)  

Aktivitas mengacu pada kegiatan yang dilakukan 

oleh wisatawan di destinasi wisata yang memberikan 

pengalaman unik bagi mereka. Setiap destinasi memiliki 

aktivitas yang berbeda sesuai dengan karakteristiknya. 

Aktivitas wisata di destinasi merupakan faktor penting 

yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk 

mengunjungi destinasi ini . 

F. Layanan Pendukung (Ancillary services) 

Layanan pendukung, atau ancillary services, 

mencakup berbagai dukungan yang disediakan oleh 

organisası, pemerintah daerah, kelompok, atau 

pengelola destinasi wisata untuk menyelenggarakan 

kegiatan pariwisata. Ini termasuk kebijakan dan 

dukungan yang diberikan oleh pemerintah atau 

organisasi untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan 

pariwisata.  

Dalam konteks desa wisata, penyelenggaraan desa 

wisata juga didukung oleh kebijakan pemerintah, baik di 

tingkat daerah maupun nasional, untuk memastikan 

berjalannya kegiatan pariwisata dengan baik. Constanta 

 

23  

(2009) tujuan utama dari pariwisata yaitu  untuk 

meningkatkan kesejahteraan para pengunjung dengan 

menyediakan kesempatan untuk bersantai, mengisi 

ulang tenaga, menikmati aktivitas rekreasi, dan 

memperluas wawasan serta pengalaman mereka 

melalui penemuan yang baru. Menurut Kastrul (2003). 

seseorang yang melakukan perjalanan untuk mencari 

kebahagiaan di luar kewajaran mempunyai beberapa 

tujuan melakukan perjalanan. Tujuan melakukan 

perjalanan: 

1. Melaksanakan penelitian untuk 

menambah ilmu pengetahuan (joumey of 

Discovery, traveling around). 

2. Mencari kesenangan. 

3. Bertujuan bersenang-senang melalui wisata 

rekreasi. 

4. Mencari tahu tentang agama melalui wisata 

religi. 

5. Ingin bersantai (walaupun kebiasaannya). 

6. Memenuhi rasa ingin tahu. 

7. Wisata minat khusus (menyelam, arung jeram, 

terbang, terbang, dll). 

 

24  

8. Ingin bertualang.  

9. Ingin menemukan tempat baru. 

Pasal 4 UU Pariwisata mengatakan bahwa tujuan 

kepariwisataan, yaitu: untuk meningkatkan 

pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, 

melestarikan lingkungan, memajukan budaya, dan 

mempererat persahabatan antarbangsa. 

  

 

25  

BAB VI 

PENGEMBANGAN WISATA 

 

Menurut Darmatasia et. al., (2020), pengembangan 

wisata yaitu  upaya untuk meningkatkan daya tarik 

lokasi untuk pertumbuhan sesuai dengan visi dan misi 

kepariwisataan. Swarbrooke dalam Pristiwasa (2017) 

mengatakan pengembangan pengembangan wisata 

yaitu  kumpulan atau upaya untuk mengintegrasikan 

berbagai sumber daya dan elemen di luar pariwisata 

yang berkontribusi pada keberlangsungan pariwisata 

secara langsung atau tidak langsung.  

Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2011 

menetapkan rencana induk pembangunan pariwisata 

nasional tahun 2010–2025, yang mencakup:  

1. Prinsip pembangunan pariwisata 

berkelanjutan 

2. Penerapan konsep pariwisata berkelanjutan 

3. Orientasi pada pariwisata internasional 

4. Menjadikan pariwisata Indonesia sebagai 

negara tujuan pariwisata berkelas dunia, 

 

26  

berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu 

mendorong pembangunan daerah dan 

kesejahteraan rakyat 

 Suwanti dan Yuliamir (2017) berpendapat bahwa 

pengembangan wisata harus memperhatikan tiga unsur 

penting, yaitu: 

1. Manusia merupakan tujuan primer dari seluruh 

aktivitas pariwisata. 

2. Tempat merupakan lokasi di mana semua 

aktivitas pariwisata dilakukan 

3. Waktu merupakan durasi yang diperlukan oleh 

seorang wisatawan untuk pergi ke suatu 

tempat. 

Santi dalam Fatiatun et. al., (2024) menerangkan 

bahwa dalam mengembangkan sektor pariwisata, 

diperlukan perencanaan. Dengan adanya perencanaan 

membuat pengembangan wisata dapat berjalan sesuai 

rencana dan mencapai tujuan. Peningkatan ekonomi 

suatu negara atau daerah diidentifikasi sebagai faktor 

utama yang mendorong Pengembangan pariwisata. 

Menurut Ginto dan Faqih dalam Fatiatun (2024), 

 

27  

pengembanganwisata difokuskan pada potensinya 

mengingat potensi wisata yang ada di Indonesia 

memiliki keunikan yang beragam. Potensi ini dapat 

membantu warga , komunitas, atau kelompok 

orang dengan kekurangan dan kelebihan mereka. 

Karakteristik budaya dan pariwisata suatu tempat dapat 

menunjukkan pengembangannya. 

Strategi pengembangan wisata juga menjadi bagian 

dalam perencanaan pengembangan wisata. Sutiarso 

dalam Lestari (2024) terdapat usaha yang dapat 

dilakukan dalam pengembangan wisata, yaitu: 

1. Mempromosikan objek wisata ke luar daerah 

2. Memiliki kelancaran dalam aksesbilitas dan 

kendaran 

3. Imigrasi yang mudah 

4. Akomodasi yang layak untuk wisatawan 

5. Pramuwusara yang terampil dalam 

berbicara maupun berbahasa 

6. Menawarkan produk atau jasa dengan kualitas 

yang baik dan harga terjangkau 

 

28  

Suwantoro dalam Lestari (2024) berpendapat 

bahwa strategi yang tepat dalam pengembangan wisata 

yaitu  sebagai berikut: 

1. Pemasaran atau promosi yaitu  upaya untuk 

memperkenalkan dan memberi tahu 

warga  banyak tentang objek wisata suatu 

daerah 

2. Aksesbilitas yaitu  kondisi jalan yang dilalui 

oleh pengunjung saat menuju temat wisata. Jika 

jalanya lancar dan mudah diakses, banyak 

wisatawan akan lebih tertarik untuk 

berkunjung. 

3. Tempat wisata harus dikembangkan oleh 

pemerintah daerah dan warga , termasuk 

menyediakan sarana dan prasarana. 

4. Jenis objek wisata yaitu  semua jenis wisata 

yang ada diwilayah ini  seperti 

pegunungan, pantai, budaya dan agama. 

5. Produk wisata yaitu  semua yang ditawarkan 

oleh wisata. Baik dari segi fasilitas yang tersedia 

maupun sarana dan prasarana tambahan yang 

tersedia. 

 

29  

BAB VII 

SAPTA PESONA 

 

 

Sapta Pesona yaitu  konsep yang diterapkan untuk 

meningkatkan daya tarik pariwisata indonesia. Terdiri 

dari tujuh unsur utama yang harus diperhatikan dalam 

pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata agar 

menarik minat wisatawan. 

Berikut yaitu  ketujuh unsur ini : 

1. Aman: Keamanan yaitu  prioritas utama. 

Destinasi wisata harus memastikan bahwa 

wisatawan merasa aman dari ancaman, 

kriminalitas, dan kondisi berbahaya lainnya. 

2. Tertib: Ketertiban mencakup pengelolaan yang 

baik dan konsisten dalam memberikan layanan 

kepada wisatawan, termasuk dalam hal 

 

30  

kebersihan dan manajemen pengunjung. 

 

3. Bersih: Kebersihan yaitu  faktor penting untuk 

kenyamanan dan kesehatan wisatawan. 

Tempat wisata harus bebas dari sampah dan 

terjaga kebersihannya. 

4. Sejuk: Menyediakan lingkungan yang sejuk dan 

nyaman, seperti adanya tempat berteduh dan 

area hijau, untuk memberikan kenyamanan 

lebih bagi wisatawan. 

5. Indah: Keindahan alam atau buatan yaitu  daya 

tarik utama. Destinasi wisata harus memiliki 

pemandangan yang menarik dan estetika yang 

memukau. 

6. Ramah: Keramahan penduduk lokal dalam 

menyambut dan melayani wisatawan sangat 

penting untuk menciptakan pengalaman yang 

menyenangkan dan berkesan. 

7. Kenangan: Menciptakan pengalaman dan 

kenangan yang berkesan bagi wisatawan 

sehingga mereka memiliki kesan positif dan 

keinginan untuk kembali. 

 

31  

Penerapan Sapta Pesona ini diatur dalam Keputusan 

Menteri Pariwisata, yang bertujuan untuk 

memaksimalkan potensi pariwisata Indonesia melalui 

nilai-nilai ini  (Hotelier) (Visit Klaten). 

  

 

32  

BAB VIII 

MARINE TOURISM 

 

 

Marine Tourism atau Wisata Bahari yaitu  seluruh 

kegiatan wisata yang berkaitan dengan bahari atau yang 

aktivitasnya dilakukan di bentang laut dan bentang 

darat selama melibatkan unsur perjalanan dengan 

kegiatan yang memanfaatkan potensi alam bahari 

sebagai Daya Tarik Wisata maupun wadah kegiatannya. 

Biasanya aktivitas ini  berkaitan dengan menikmati 

ekosistem laut yang indah, tetapi sekarang sudah 

dikemas dengan adanya beberapa event – event yang 

diselenggarakan di area laut, pantai dan sekitarnya. 

Seperti olahraga air, acara yang didukung oleh peralatan 

modern seperti speed boat, Diving, Snorkling, 

berselancar dll. Ada juga Marine Tourism Tradisional 

yaitu acara yang diselenggarakan dan didasarkan pada 

 

33  

adat dan budaya warga  setempat misalnya pesta 

nelayan yaitu suatu ritual sebagai bentuk syukur atas 

berlimpahnya hasil tangkapan ikan. 

Pantai Karang Buereum merupakan salah satu 

wisata Maritim yang menawarkan daya tarik wisata 

yang baik, dengan bebatuan yang besar dan volume 

ombak yang besar membuat hal ini  menjadi 

keunikan tersendiri bagi wisatawan. 

Jenis-jenis Marine Tourism 

1. Snorkeling dan Diving (Selam) 

Sumber: Terumbu karang, kapal karam, 

kehidupan laut seperti ikan tropis, penyu, hiu, dan 

makhluk laut lainnya. 

2. Olahraga Air (Water Sports) 

Sumber: Pantai dan laut terbuka, kegiatan ini 

meliputi jet skiing, parasailing, windsurfing, 

kitesurfing, dan paddleboarding. 

 

 

34  

3. Berlayar dan Kapal Pesiar (Sailing and 

Cruising) 

Sumber: Laut lepas, pulau-pulau tropis, dan 

pelabuhan yang menarik. 

4. Memancing (Fishing) 

Sumber: Perairan laut yang kaya akan ikan dan makhluk 

laut lainnya. 

5. Observasi Satwa Laut (Marine Wildlife 

Watching) 

Sumber: Habitat alami berbagai spesies laut, 

seperti lumba-lumba, paus, dan aneka burung laut. 

6. Ekowisata Laut (Marine Ecotourism) 

Sumber: Kawasan konservasi seperti taman 

laut nasional dan cagar alam bawah laut. 

  

 

 

35  

7. Pariwisata Pantai (Beach Tourism) 

Sumber: Pantai-pantai dengan pemandangan 

indah, pasir putih, dan air laut yang jernih. 

8. Budaya dan Sejarah Maritim (Maritime 

Culture and History Tourism) 

Sumber: Situs-situs bersejarah maritim seperti 

museum kapal, mercusuar, dan desa nelayan 

tradisional. 

9. Kayaking dan Canoeing: 

Aktivitas mendayung menggunakan kayak atau 

kano di perairan laut, laguna, atau teluk. Ini 

memberikan kesempatan untuk menjelajahi area 

yang lebih terpencil dan alami. 

10. Marine Wildlife Watching: 

Wisata ini melibatkan pengamatan satwa laut 

seperti lumba-lumba, paus, penyu, dan burung laut 

di habitat aslinya. Aktivitas ini sering kali dilakukan 

dari atas kapal. 

 

36  

11. Eco-Marine Tourism: 

Kegiatan wisata yang bertujuan untuk 

mengedukasi wisatawan tentang pentingnya 

konservasi laut dan lingkungan pesisir, termasuk 

program pembersihan pantai, rehabilitasi terumbu 

karang, dan tur edukasi ekosistem laut. 

  

 

37  

BAB IX 

DESTINASI WISATA 

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "Destinasi 

berarti "tempat tujuan atau daerah tujuan," serta 

"wisata" berarti "tempat tujuan wisata." Jadi, destinasi 

wisata yaitu  lokasi tertentu di mana seseorang 

memilih untuk tinggal selama waktu tertentu. Siburian 

(2024) mendefinisikan destinasi wisata sebagai tempat 

atau tujuan wisata yang dipilih oleh wisatawan domestik 

dan internasional. 

Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009, 

daerah tujuan wisata yaitu  suatu kawasan geografis 

yang terletak dalam satu atau lebih wilayah 

administratif, di mana letak daya tarik wisata, fasilitas 

umum. fasilitas wisata, dan subwarga  saling 

bergantung satu sama lain untuk melengkapi tujuan 

pariwisata. Yanuarti et al (2023) berpendapat bahwa 

dalam proses menentukan destinasi wisata, citra 

destinasi sangat penting bagi wisatawan. Untuk 

 

38  

membuat destinasi menarik wisatawan, menciptakan 

citra yang positif sangatlah penting dilakukan. 

Menurut Beerli dan Martin dalam Sitanggang (2020) 

dan Yanuarti (2023), citra destinasi wisata 

memengaruhi keputusan dan perilaku wisatawan 

sebelum, selama, dan setelah mengunjungi tempat 

ini . Dua karakteristik destinasi perjalanan 

memengaruhi perilaku wisatawan, yaitu perilaku 

selama proses pemilihan destinasi dan perilaku setelah 

pengambilan keputusan, seperti pengalaman dan 

evaluasi. Oleh karena itu, kesan umum wisatawan 

terhadap destinasi wisata dapat untuk membantu 

mereka membuat keputusan dan berperilaku. 

Khan et. al., dalam Yanuarti (2023) juga 

mengemukakan bahwa kepuasan wisatawan terbentuk 

ketika wisatawan membangun atau mempertahankan 

kesan positif tentang suatu destinasi wisata. Oleh karena 

itu, semakin baik persepsi wisatawan terhadap suatu 

tempat wisata, maka semakin besar kemungkinan 

tempat ini  terpilih sebagai tujuan wisata. 

Hidayah dalam Sihasale (2023) menjelaskan bahwa 

destinasi wisata dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 

 

39  

1. Destinasi wisata yang tidak memiliki batas 

administratif yaitu  destinasi wisata yang 

hanya memiliki batas administratif tertentu 

atau berada di antara dua batas administratif 

atau lebih. 

2. Destinasi wisata dengan batas administratif 

yaitu  destinasi wisata yang memiliki batas 

administratif. 

  

 

40  

BAB X 

WISATA PANTAI 

 

Menurut Muljadi & Warman (2014), wisata bahari 

yaitu  perjalanan sementara yang dilakukan oleh 

individu atau kelompok untuk menikmati atau 

menyalurkan hobi yang terkait dengan laut atau air. 

Aktivitas ini meliputi menikmati keindahan alam dan 

berpartisipasi dalam olahraga air. Wisata bahari tidak 

hanya berperan dalam perekonomian tetapi juga harus 

memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan 

dengan menghindari kerusakan atau pencemaran 

ekosistem laut. Sementara itu, Arjana (2015:100) 

menyatakan bahwa pariwisata laut atau pantai 

merupakan jenis pariwisata yang dapat dikembangkan 

berdasarkan keindahan alam seperti pasir, pantai, dan 

laut, dengan fasilitas seperti petualangan menyelam, 

makan malam sambil menikmati matahari terbenam di 

kapal pesiar, dan klub pantai di kapal pesiar. 

 

 

 

41  

A. Fasilitas Pantai 

1. Area Berenang dan Aktivitas Air Pantai 

a. Pasir putih area pantai yang luas dan bersih 

b. Tempat ideal untuk berjemur 

c. Bermain pasir 

d. Atau bersantai 

2. Penyewaan Perahu 

a. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk 

menikmati pemandangan pantai dari laut 

atau untuk melihat keindahan hamparan 

biru laut. 

b. Aktivitas dan rekreasi ombak pantai bagi 

mereka yang menyukai olahraga air, area 

dengan ombak yang cukup besar di 

beberapa bagian pantai cocok untuk 

berselancar atau bodyboarding. 

c. Jalan-jalan pantai ada jalan setapak yang 

memungkinkan pengunjung untuk 

menikmati pemandangan pantai sambil 

berjalan-jalan atau bersepeda. 

 

42  

3. Fasilitas Wisatawan Hotel dan Penginapan 

a. Terdapat berbagai pilihan akomodasi, 

mulai dari hotel mewah hingga losmen atau 

penginapan yang lebih terjangkau, cocok 

untuk berbagai budget wisatawan. 

b. Restoran dan warung berbagai restoran, 

warung makanan dan kafe menyajikan 

makanan lokal atau internasional serta 

hidangan seafood segar yang khas Pantai.  

4. Layanan dan Fasilitas Tambahan 

a. Penyewaan alat olahraga air pengunjung 

dapat menyewa perlengkapan untuk 

aktivitas seperti snorkeling, selam atau 

olahraga air lainnya di sekitar pantai. 

b. Toilet dan fasilitas mandi adanya toilet 

umum dan fasilitas mandi untuk 

kenyamanan pengunjung. 

 

 

 

 

43  

5. Kegiatan Wisatawan Pertunjukan Kesenian 

Lokal Kadang-Kadang di Sekitar Pantai 

a. Terdapat pertunjukan seni atau kesenian 

lokal yang memperkaya pengalaman 

wisata, salah satunya yaitu  Pesta Laut. 

b. Pasar Souvenir terdapat pasar atau 

pedagang yang menjual berbagai spuvenir, 

kerajinan tangan atau barang-barang 

lainnya sebagai kenang-kenangan. 

B. Keamanan Pantai 

Keselamatan dan keamanan wisatawan merupakan 

aspek penting saat ingin berwisata ke suatu tempat. 

Dalam implementasinya, segala sesuatu yang 

berhubungan dengan keselamatan dan keamanan 

wisatawan harus disampaikan dengan sebaik-baiknya. 

Bentuk penyampaian informasi ini  dengan 

menyediakan rambu-rambu, papan informasi dan 

sosialisasi. Keselamatan dan keamanan pengunjung 

merupakan pemberian suatu perlindungan secara 

menyeluruh dari segala bentuk bahaya, risiko, 

 

44  

kecelakaan dan kerugian dari saat kedatangan 

pengunjung menuju tempat tujuan, melakukan kegiatan 

di tempat tujuan hingga pulang dari tempat tujuan 

wisata. Sarana dan prasarana merupakan salah satu 

indikator penting dalam pengembangan pariwisata dan 

dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung 

ke tempat wisata. Secara umum, aspek keselamatan 

yaitu keberadaan infrastruktur, fasilitas, sarana dan 

personel penyelamat, pada banyak lokasi wisata masih 

belum maksimal Kesesuaian sarana prasarana 

keselamatan dan keamanan ditempat wisata harus 

sesuai dengan kriteria pedoman yang berlaku. 

Pentingnya keselamatan dan keamanan wisatawan 

dalam berwisata yaitu  sebagai bentuk upaya agara 

wisatawan mendapatkan kenyamanan dan keamanan 

dalam berwisata dari kedatangan hingga kepulangan 

dari tempat tujuan wisata baik individu maupun 

bersama keluarga untuk mencegah terjadinya 

kecelakaan di tempat pariwisata. 

  

 

45  

BAB XI 

POKDARWIS 

 

A. Pengertian Pokdarwis 

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yaitu  sebuah 

kelompok atau organisasi yang terdiri dari warga  

lokal yang secara sukarela berperan aktif dalam 

mendukung, mengembangkan, dan mempromosikan 

pariwisata di daerah mereka. Pokdarwis biasanya 

dibentuk dengan tujuan untuk mengelola potensi wisata 

yang ada di desa atau wilayah tertentu secara 

berkelanjutan, dengan melibatkan warga  setempat 

dalam upaya pengembangan pariwisata ini .  

B. Manfaat  Pembentukan Pokdarwis: 

1. Peningkatan Ekonomi Lokal: 

Pokdarwis membantu menciptakan peluang 

ekonomi baru bagi warga , seperti usaha 

homestay, kerajinan tangan, kuliner, dan jasa 

 

46  

pemandu wisata, yang pada gilirannya 

meningkatkan pendapatan warga desa. 

2. Pelestarian Budaya dan Lingkungan: 

Pokdarwis mendorong pelestarian budaya 

lokal dan lingkungan alam melalui kegiatan 

pariwisata yang bertanggung jawab. Ini termasuk 

menjaga adat istiadat, tradisi, serta merawat 

keindahan alam dan keanekaragaman hayati 

setempat. 

3. Peningkatan Keterampilan dan 

Pengetahuan: 

Melalui pelatihan dan pendidikan, anggota 

Pokdarwis dapat meningkatkan keterampilan 

mereka dalam manajemen pariwisata, pelayanan 

kepada wisatawan, serta pengelolaan usaha kecil. 

4. Pengembangan Komunitas: 

Pokdarwis mempromosikan kerjasama dan 

solidaritas di antara anggota komunitas, yang 

memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan 

 

47  

rasa memiliki serta tanggung jawab terhadap 

kemajuan desa. 

5. Promosi Pariwisata yang Efektif: 

Dengan adanya Pokdarwis, promosi pariwisata 

desa dapat dilakukan secara lebih terorganisir dan 

terarah, menarik lebih banyak wisatawan ke desa 

ini . 

C. Tujuan Pembentukan Pokdarwis: 

1. Mengembangkan Potensi Wisata Lokal: 

Meningkatkan daya tarik wisata desa dengan 

mengelola dan mengoptimalkan potensi wisata 

yang ada secara profesional dan berkelanjutan. 

2. Meningkatkan Kesejahteraan warga  

Membuka peluang ekonomi bagi warga  

setempat melalui kegiatan pariwisata, sehingga 

meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup 

mereka. 

 

 

48  

3. Melestarikan Warisan Budaya dan Alam  

Mendorong pelestarian warisan budaya, tradisi, 

dan lingkungan alam melalui kegiatan pariwisata 

yang ramah lingkungan dan beretika. 

4. Meningkatkan Kapasitas warga : 

Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 

warga  lokal untuk meningkatkan 

keterampilan mereka dalam mengelola pariwisata 

dan berinteraksi dengan wisatawan. 

5. Memperkuat Identitas dan Kebanggaan 

Desa: 

Memupuk kebanggaan warga  terhadap 

identitas budaya dan potensi desa mereka, serta 

memperkuat citra positif desa di mata wisatawan. 

 Pembentukan Pokdarwis tidak hanya berfungsi 

sebagai penggerak pariwisata di desa, tetapi juga 

sebagai alat pemberdayaan warga  yang 

mengedepankan prinsip keberlanjutan, baik dari aspek 

ekonomi, sosial, maupun lingkungan. 

 

49  

D.  Pembentukan Pokdarwis 

Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 

yaitu  langkah penting dalam pengembangan desa 

wisata berkelanjutan. Berikut ini beberapa langkah yang 

dapat diambil dalam pembentukan Pokdarwis untuk 

mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan: 

1. Identifikasi Potensi Wisata: 

  Lakukan pemetaan dan identifikasi potensi 

wisata yang ada di desa, termasuk atraksi alam, 

budaya, kuliner, dan sejarah. Libatkan warga  

dalam proses ini agar mereka merasa memiliki dan 

bertanggung jawab terhadap potensi wisata 

ini . 

2. Pembentukan Pokdarwis: 

  Bentuk kelompok kerja yang terdiri dari 

perwakilan warga  lokal yang memiliki minat 

dan komitmen terhadap pengembangan pariwisata.  

Susun struktur organisasi Pokdarwis dengan jelas, 

 

50  

termasuk ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota 

yang memiliki peran spesifik. 

3. Pendidikan dan Pelatihan: 

  Adakan program pelatihan untuk anggota 

Pokdarwis mengenai pengelolaan pariwisata, 

pelayanan kepada wisatawan, pengembangan 

produk wisata, dan pelestarian lingkungan. 

Pelatihan  ini  bisa  melibatkan  dinas  pariwisata 

4. Pemasaran dan Promosi: 

  Buat strategi pemasaran yang efektif untuk 

menarik wisatawan,  termasuk  penggunaan  media  

sosial, kerjasama dengan agen perjalanan, dan 

partisipasi dalam pameran wisata. Promosikan 

konsep wisata berkelanjutanyang ditawarkan 

oleh desa. 

5. Pengelolaan dan Pemantauan: 

  Bangun sistem pengelolaan yang transparan 

dan akuntabel untuk mengelola pendapatan dan 

investasi dalam pengembangan desa wisata. 

 

51  

Lakukan pemantauan berkala terhadap dampak 

pariwisata terhadap lingkungan, budaya, dan 

ekonomi desa, dan lakukan penyesuaian strategi 

jika diperlukan. 

6. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan: 

  Jalin kerjasama dengan pemerintah, swasta, 

dan komunitas lain yang dapat mendukung 

pengembangan desa wisata, termasuk dalam hal 

pendanaan, pelatihan, dan pemasaran. Kolaborasi 

ini penting untuk memastikan dukungan dan 

keberlanjutan jangka panjang. 

Dengan langkah-langkah ini, pembentukan 

Pokdarwis dapat menjadi motor penggerak dalam 

pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, di mana 

warga  lokal menjadi aktor utama dan memperoleh 

manfaat langsung dari aktivitas pariwisata. 

  

 

52  

BAB XII 

GEOPARK 

 

 

Organisasi dunia UNESCO berpendapat bahwa 

geopark sebagai wilayah yang memiliki batas yang jelas 

dan terbentang untuk mendorong pertumbuhan 

ekonomi lokal. Geopark terdiri atas tempat-tempat yang 

di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang luar 

biasa. Warisan geologi yaitu  istilah yang digunakan 

untuk menyebut geologi karena kelangkaan, 

kepentingan ilmiah, dan keindahan. Geopark memiliki 

nilai arkeologi, sejarah, budaya, dan lingkungan selain 

keanekaragaman geologi. Menurut Perpres Nomor 9 

Tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark, geopark 

merupakan kawasan geografis yang berisi situs warisan 

alam berharga serta mengaitkan dengan akomponen 

 

53  

warisan geologi, keanekaragaman geologi, 

keanekaragaman hayati, dan keanekaragaman budaya.  

Dengan mengubah perspektif dari ekstraksi ke 

konservasi, geopark bertujuan untuk membangun 

wilayah berkelanjutan melalui tiga pilar utama: 

perlindungan, pendidikan dan penelitian, dan 

pembangunan ekonomi warga . Geopark 

meningkatkan kesadaran warga  akan pentingnya 

melestarikan warisan geologi dan menciptakan identitas 

daerah yang akan menumbuhkan rasa bangga 

warga  akan keberadaan alam di sekitarnya.  

A. Jenis-Jenis Geopark 

Berikut yaitu  jenis-jenis geopark dan penjelasan 

lengkap yang diambil dari buku “Geotourism: 

Sustainability, impacts and management” oleh Ross 

Dowling dan David Newsome: 

1. Geopark Vulkanik 

Penjelasan:Geopark ini terletak didaerah 

dengan aktivitas vulkanik yang signifikan. Kawasan 

ini mencangkup fitur-fitur geologis yang terbentuk 

 

54  

dari letusan gunung berapi seperti kawah, aliran 

lava dan batuan vulkanik. Geopark ini juga 

memberikan wawasan tentang sejarah geologi 

kawasan ini  dan pentingnya vulkanisme 

dalam pembentukan lanskap. Contoh: Gunung Batur 

di Bali, Indonesia. 

2. Geopark Karst 

Penjelasan: Geopark ini berfokus pada lanskap 

karst yang terbentuk dari pelarutan batuan 

karbonat seperti batu gamping dan dolomit oleh air. 

Proses ini menghasilkan fitur geologis seperti gua, 

sinkhole, stalaktit, stalagmit dan aliran bawah 

tanah. Karst  sangat penting untuk memahami 

proses hiidrologi dan geologi yang unik. Contoh: 

Geopark Gunung Sewu di Jawa Tengah, Indonesia. 

3. Geopark Tektonik 

Penjelasan: Geopark ini berlokasi di daerah  

dengan aktivitas tektonik yang menonjol seperti 

patahan, lipatan dan struktur geologis lainnya. Fitur 

ini memberikan bukti pergerakan lempeng tektonik 

 

55  

dan proses deformasi batuan yang membentuk 

permukaan bumi. Contoh: Geopark tanah Tinggi 

Yandangshan di Cina. 

4. Geopark Glasial 

Penjelasan: Geopark ini mencangkup daerah 

yang dipengaruhi oleh aktivitas glasial masa lalu 

atau sekarang, seperti lembah glasial, morain, fjord 

dan batuan yang diangkut oleh es. Lanskap glasial 

memberikan wawasan tentang perubahan iklim dan 

sejarah geologi selama periode glasial. Contoh: 

Geopark Chablais di Prancis. 

5. Geopark Pesisir 

Penjelasan:Geopark ini berada di sepanjang 

garis pantai dan mencangkup fitur geologis seperti 

tebing, formasi batuan pesisir dan proses erosi serta 

sedimentasi yang terjadi di daerah pesisir. Geopark 

ini juga sering mencangkup ekosistem pesisir yang 

penting dan budaya maritim.  Contoh:Geopark 

Langkawi di Malaysia. 

 

56  

6. Geopark Erosial 

Penjelasan: Geopark ini  berfokus pada formasi 

geologis yang dihasilkan oleh proses erosi yang 

disebabkan oleh angin, air atau es. Contohnya 

termasuk ngarai, formasi batuan yang diukir oleh 

angin dan lanskap gurun dengan bukit pasir yang 

unik. Contoh: Geopark  Zhangjiajie di  China.  

B. Manfaat Geopark 

Manfaat Geopark yang paling utama yaitu  untuk 

melestarikan sumber daya alam, kegiatan konservasi 

sekaligus mengedukasi warga . Lantas membangun 

perekonomian lokal, regional dan juga nasional. 

Tentunya dibarengi dengan peningkatan jumlah 

kunjungan wisatawan yang semuanya itu memicu 

pembangunan berkelanjutan. 

Geopark juga membnatu pengembangan wilayah, 

meningkatkan ketahanan masyrakat dari bencana, 

mendidik warga  pada kehidupan yang baik dengan 

menghormati budaya yang beragam, pemberdayaan 

perempuan untuk memperoleh tambahan sumber 

 

57  

pendapatan, memberikan peluang pekerjaan bagi 

warga  dengan adanya wisata geopark, serta 

terjalinnya kerjasama antar daerah dan negara dalam 

mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati 

dan budaya serta jasa lingkungan secara berkelanjut. 

C. UNESCO 

 

Warisan Dunia UNESCO atau UNESCO’s World 

Heritage Sites yaitu  sebuah tempat khusus seperti 

Taman Nasional, Hutan, Pegunungan, Danau, Pulau, 

Gurun pasir, bangunan, Kompleks, Wilayah Pedesaan 

dan Kota yang telah dinominasikan untuk program 

Warisan Dunia Internasional yang dikelola UNESCO 

World Heritage Committee, terdiri dari 21 kelompok 

yang dipilih oleh Majelis Umum dalam kontrak 4 tahun. 

Sebuah Situs Warisan Dunia yaitu  suatu tempat 

budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat 

 

58  

manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi 

berikutnya. 

Program ini bertujuan untuk mengkatalog, 

menamakan dan melestarikan tempat-tempat yang 

sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. 

Tempat-tempat yang didaftarkan dapat memperoleh 

dana dari Dana Warisan Dunia di bawah syarat-syarat 

tertentu. Program ini diciptakan melalui Pertemuan 

Mengenai Pemeliharaan Warisan Kebudayaan dan 

Alamiah Dunia yang diikuti oleh Konferensi Umum 

UNESCO pada 16 November 1949.  

D. Geopark UNESCO 

 

Geopark yang mendapatkan kategori Warisan 

UNESCO Sidang Dewan Eksekutif ke 216 UNESCO yang 

diselenggarakan pada tanggal 10 s.d 24 Mei 2023 di 

kantor Pusat UNESCO di Paris, telah menetapkan 18 

 

59  

Geopark baru, termasuk 4 Geopark Indonesia dalam 

daftar UNESCO Global Geopark Network-UGGN Geopark 

Dunia, UNESCO. 

Ke-empat Geopark Indonesia ini  yaitu  

Geopark Ijen, Geopark Maros Pangkep, Geopark 

Merangin dan Geopark Raja Ampat. Dengan 

ditetapkannya empat geopark Indonesia pada sidang 

ini , maka saat ini Indonesia patut bangga dengan 

adanya 10 geopark Indonesia yang menjadi bagian 

UGGN dari 195 geopark yang ada diseluruh dunia. 

Geopark Indonesia yang telah terlebih dahulu diakui 

UNESCO yaitu Geopark Batur, Geopark Gunung Sewu, 

Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Geopark Rinjani 

Lombok, Geopark Kaldera Toba dan Geopark Belitong. 

Selain itu terdapat 3 (tiga) Geopark yang berhasil 

direvalidasi pada tahun 2022 dan membuka akses yang 

luas bagi penelitian, peningkatan pemahaman tentang 

warisan alam, budaya dan arsip dokumenter dikalangan 

generasi muda dalam memperkuat identitas nasional 

melalui Kekayaan budaya dan sejarah yang tercermin 

dalam arsip/naskah-naskah ini . Kedua penetapan 

ini , yaitu geopark dan arsip Indonesia 

 

60  

berkontribusi dalam melindungi, melestarikan, 

mempromosikan dan menghargai warisan Indonesia, 

serta memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah 

pembentukan dan pembangunan bangsa Indonesia.  

   

E. Geopark Bayah Dome 

 

Geopark Bayah Dome merupakan sebuah kawasan 

yang memiliki 32 geosit dan tersebar dalam 14 

kecamatan sehingga menjadi salah satu kawasan sedang 

tengah diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak 

menuju pencatatan dan perencanaan kawasan geopark 

yang diakui UNESCO. Dinamakan Bayah Dome yaitu  

karena terdapat bentang alam gunung api dari Neogen 

hingga Kuarter (23 hingga 0,01 juta tahun lalu). Di 

kawasan Bayah Dome juga terbentuk cebakan emas, 

perak dan   bahan galian logam lainnya yang bernilai 

ekonomis. 

 

61  

Kawasan ini telah dikenal sebagai “Gold District” 

atau “Daerah Emas” sejak zaman kolonialisme dan 

masih ada penambangan di beebrapa tempat sehingga 

saat ini. Dibagian utara tengah ada zona lembab yang 

disebut Zona Depresi Citorek atau Negeri di Atas Awan. 

Nama Bayah Dome Sudah sangat dikenal diseluruh 

dunia, terutama bagi para ahli geologi. Kawasan Geopark 

Bayah Dome memiliki karakteriistik yang seragam 

dengan Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Sukabumi 

dan Kabupaten Bogor. Di Kabupaten Lebak, ada flora 

jamur basidiomycota yang tumbuh dikawasan 

konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak 

(TNGHS), dan ada badak bercula satu yang termasuk 

dalam kategori mamalia vertebrata hewan. 

Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui morfologi 

cula, struktur gigi   dan  mulut. Badak biasanya suka 

dedaunan, pucuk muda dan ranting pohon karena  badak  

dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara 

langsung di alam, morfologinya cocok  untuk  hidup 

dihutan tropis dengan penutupan tajuk yang tebal. 

Selain itu banyak aktivitas ekonomi di sekitar Geopark 

 

62  

Bayah Dome termasuk pembuatan kulit, pengolahan biji 

emas, manufaktur logam mulia dan galian geosite. 

  

 

63  

BAB XIII 

SUMBER DAYA MANUSIA 

 

 

A. Pengertian dan Peran SDM 

Menurut artikel yang diterbitkan di journal of 

Business Research, SDM yaitu  sekumpulan individu 

yang membentuk tenaga kerja dalam suatu organisasi. 

Peran SDM meliputi rekrutmen, pelatihan, 

pengembangan, manajemen kinerja, serta kompensasi 

dan manfaat karyawan. Peran ini penting untuk 

mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. 

 

 

 

64  

B. Manajemen Sumber Daya manusia 

Manajemen SDM yaitu  proses strategis yang 

melibatkan pengelolaan tenaga kerja untuk 

meningkatkan kinerja organisasi. Menurut Internasional 

Journal of Human Resource Management, manajemen 

SDM mencangkup berbagai fungsi seperti rekrutmen, 

seleksi, pelatihan, pengembangan dan manajemen 

kinerja (Boxall & Purcell, 2011). Tujuan utama dari 

manajemen SDM yaitu  untuk memastikan bahwa 

organisasi memiliki tenaga kerja yang kompeten dan 

termotivasi. 

C. SDM Pariwisata 

Seluruh aspek manusia yang mendukung kegiatan 

wisata baik bersifat tangible maupun intangible yang 

bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan 

mewujudkan terciptanya kepuasan wisatawan serta 

berdampak positif terhadap ekonomi, kesejahteraan 

dan kelestarian lingkungan dan budaya disuatu kawasan 

wisata.  

 

65  

SDM pada Pantai Karang Beureum diantaranya ada 

Pelaku Usaha Gula Aren, Karang Taruna, Youth Forum, 

Petani, Nelayan hingga Pelaku UMKM. 

  

 

66  

BAB XIV 

warga  

 

Menurut Nawirudin (2017) warga  diartikan 

sebagai sekelompok orang (individu) yang hidup 

bersama dalam suatu wilayah tertentu dan saling 

berinteraksi. Jobrohim dalam Cahyono (2016) 

mengatakan bahwa warga  yaitu  sekelompok 

orang yang hidup di suatu tempat tertentu dalam jangka 

waktu yang lama, saling berinteraksi dan mempunyai 

aturan serta adat istiadat yang menimbulkan suatu 

kebudayaan.  

Selain itu, warga  juga merupakan suatu sistem 

sosial yang terdiri dari berbagai strata sosial antara lain 

pemerintahan, ekonomi, agama, pendidikan dan 

keluarga. Strata sosial ini saling bergantung satu sama 

lain, bekerja sama, berinteraksi dan menjalin hubungan. 

Menurut definisi yang diberikan oleh sistem kebiasaan 

dan tata cara yang mencangkup [embagian dan 

[engawasan tingkah laku, wewenang dan kolaborasi 

antara kelompok dan kebebasan manusia.  

 

67  

Menurut Kingley Davis dalam Soekanto (2007) dan 

Cahyono (2016), terdapat 4 kriteria atau tipe-tipe 

warga , yaitu: 

1. Populasi Penduduk 

2. Luas, Kekayaan dan Kepadatan Penduduk di 

Wilayah Pedalaman 

3. Fungsi Khusus warga  Setempat Terhadap 

warga  Umum 

4. Komunitas warga  

Peran warga  

Sarudin (2023) mengemukakan peran warga  

dalam pengelolaan pariwisata sangat penting dan harus 

diseimbangkan dengan peran pemerintah dan swasta. 

Prinsip-prinsip kepariwisataan yang diatur dalam 

Undang-undang Nomor 10 Tentang kepariwisataan 

menyatakan bahwa warga  memiliki peran penting 

dalam pembangunan pariwisata, menjaga dan 

melestarikan daya tarik wisata dan menciptakan 

suasana aman, tertib, bersih dan berperilaku sopan 

santun di lingkungan destinasi wisata, oleh karena itu, 

dibutuhkan model atau metode pengembangan 

 

68  

kepariwisataan sebagai acuan dalam merencanakan dan 

mengimplementasikan sehingga warga  dapat 

berpartisipasi sebagai pemangku penting dalam 

mengembangkan destinasi wisata, yaitu model 

pariwisata berbasis warga . 

Menurut Hiwasaki dalam Musleh (2023), Pariwisata 

Berbasis warga  yaitu  pendekatan yang 

menempatkan warga  sebagai aktor utama dalam 

pemberdayaan warga . Tujuan utama dari 

pendekatan ini yaitu  kesejahteraan warga  lokal 

setempat yang membantu dalam pengelolaan dan 

pemanfaatan. Pariwisata Berbasis Masarakat membantu 

warga , terutama dengan memberikan lapangan 

kerja bagi orang-orang lokal. warga  menyadari 

bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk 

membantu dan berkontrubusi dalam mengelola dan 

menjaga tempat wisata ini . warga  juga harus 

memiliki aksi nyata dan dukungan besar terhadap 

keterlibatan pembangunan kepariwisataan sehingga 

menjadi komponen penting dalam upaya pertumbuhan 

kemandirian dan proses pemberdayaan. 

 


STEKHOLDER 

 

 

 

Dilansir dari Corporate Finance Institute, 

stakeholder dalam konteks ini yaitu  pemangku 

kepentingan. Setiap entitas, individu atau kelompok 

yang memiliki minat dalam suatu organisasi seperti 

perusahaan dan memiliki kemampuan untuk 

mempengaruhi atau dipengaruhi oleh operasi bisnis 

merupakan bagian dari stakeholder. Contoh umum dari 

stakeholder mencangkup karyawan, pelanggan, 

pemegang saham, warga  umum dan pemerintah. 

Pada intinya, sebuah bisnis tidak bisa berdiri 

sendiri. Untuk mencapai visi dan misi, perusahaan perlu 

 

70  

menjalin hubungan yang baik dengan para pemangku 

kepentingan agar mencapai tujuan bisnis mereka. 

Sebagai contoh, jika perusahaan ingin mengembangkan 

produk baru, sangat penting bagi mereka untuk 

mengindentifikasi siapa yang termasuk dalam 

pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun 

tidak langsung. Dengan pemahaman yang baik mengenai 

peran stakeholder, perusahaan dapat mengenali tujuan 

dan harapan yang terkait dengan produk yang akan 

mereka kembangkan. 

Trisakti Innovation Club sudah menjalankan 

stakeholder dengan beberapa pihak, diantaranya Dinas 

Pariwisata Lebak Banten, Kepala Desa Karang 

Kamulyan, Youth Forum Karang Kamulyan. 

  

 

DIGITALISASI BRANDING 

 

Digitalisasi branding merupakan memperkenalkan 

suatu strategi yang penting dalam era digital, karena 

memungkinkan merek untuk berinteraksi secara 

langsung dengan konsumen melalui media sosial, 

platform e-commerce dan teknologi lainnya. Berikut 

beberapa konsep digitalisasi branding yang dapat di 

lakukan oleh warga  Pantai Karang Beureum, Desa 

Karang Kamulyan, Kec. Cihara, Lebak, Banten, Jawa 

Barat yaitu; Konten Marketing.  

A. Konten Marketing 

Pelatihan konten marketing ini menurut Fauzan Z 

dan Dian A (2020) yang mengutip dari Frost dan Staruss 

(2016) Content Marketing atau konten pemasaran 

merupakan sebuah strategi yang melibatkan pembuatan 

dan penerbitan konten dalam situs web dan media 

sosial. Semua konten online dapat dikatakan content 

marketing yang berkisar situs web, halaman jaringan 

 

72  

sosial, unggahan blog sampai video, white papers dan 

juga e-book. Content marketing bertujuan untuk 

merangsang adanya keterlibatan online dan memang 

terbukti menjadi salah satu strategi terbaik yang muncul 

dengan adanya media sosial karena content marketing 

tools yang akurat terkait statistic customer engagement 

maupun jumlah customer dan kemudian dapat 

dikembangkan oleh suatu perusahaan atau merek 

tertentu. 

B. Tujuan dan Manfaat 

Adapun tujuan dan manfaat dari konten marketing 

yaitu : 

1. Meningkatkan kesadaran suatu brand (brand 

awareness). 

2. Menarik wisatawan. 

3. Mempromosikan keunikan pantai. 

4. Membangun hubungan antara pengunjung 

dengan warga  dan mendorong tindakan 

keuntungan dari adanya konten marketing. 

 

 

 

73  

C. Elemen Konten Marketing 

Adapun elemen-elemen dari konten marketing 

yaitu  sebagai berikut: 

1. Relevasi: Konten yang relevan dengan 

kebutuhan dan minat konsumen 

2. Akurasi: Konten yang akurat dan dapat 

dipercaya. 

3. Nilai: konten yang memiliki nilai jual dan dapat 

menarik konsumen. 

4. Mudah di Pahami: Konten yang mudah dibaca 

dan dimengerti oleh konsumen 

5. Mudah di Temukan: Konten yang mudah 

ditemukan melalui media yang terpercaya. 

6. Konsisten: Konten yang dipertahankan secara 

konsisten untuk mempertahankan minat 

konsumen. 

D. Contoh Strategi Content Konten Marketing 

Contoh macam -macam strategi content marketing 

untuk Pantai Karang Beureum yaitu  sebagai berikut: 

 

74  

1. Blog dan Artikel: Menulis artikel informatif dan 

menarik tentang Pantai Karang Beureum, 

seperti keindahan alam, aktivitas yang dapat 

dilakukan dan tips perjalanan. 

2. Media Sosial: Menggunakan platform seperti 

Instagram, Facebook dan Twitter untuk berbagi 

foto, video dan cerita menarik tentang pantai. 

3. Video: menggunakan video promosi yang 

menampilkan pamandangan indah, kegiatan 

seru dan testimoni dari pengunjung. 

4. Infografis: membuat infografis yang 

menunjukan fakta menarik dan statistik 

tentang Pantai Karang Beureum. 

  

 

75  

BAB XV 

TOWEL ART 

Towel Art yaitu  seni melipat handuk menjadi 

berbagai bentuk yang menarik dan estetik. Seni ini 

seringkali digunakan di industri perhotelan untuk 

memberikan sentuhan personal dan kejutan kepada 

tamu. Handuk sendiri memiliki sejarah panjang yang 

dimulai di Bursa, Turki pada abad ke -17, pada masa itu 

handuk dikenal sebagai peshtamal, yang merupakan 

kain tenun datar dari kipas atau linen dan sering dihiasi 

dengan bordir tangan. Seni melipat handuk 

kemungkinan besar berkembang seiring dengan 

meningkatnya standar pelayanan di industri perhotelan, 

terutama di resor dan kapal pesiar, dimana staf mulai 

melipat handuk menjadi bentuk-bentuk hewan  dan 

objek lainnya untuk menyambut tamu dengan cara yang 

kreatif dan menyenangkan. Selain itu towel art juga bisa 

menjadi hobi yang menyenangkan dan menantang bagi 

individu. 

 

 

76  

A. Ritual Pernikahan 

Handuk memainkan peran sentral dalam upacara 

pernikahan Turki. Pengantin akan menggunakan 

handuk yang dihias indah ini selama ritual mandi di 

hammam atau pemandian, sebelum pernikahan mereka. 

Handuk ini tidak hanya untuk mengeringkan tubuh 

mereka, tapi melambangkan kemurnian, kesuburan dan 

transisi ke tahap kehidupan baru. 

B. Handuk dalam Ritual dan Upacara 

Handuk memainkan peran penting dalam ritual dan 

upacara, berfungsi sebagai jembatan antara yang sakral 

dan yang profan, Pembaptisan dan Pemurnian dalam 

Agama Kristen, handuk digunakan dalam upacara 

pembaptisan melambngkan pembersihan dosa dan awal 

kehidupan baru di dalam Kristus. 

C. Pernikahan 

Di banyak budaya, handuk diguanakan dalam 

upacara pernikahan untuk melambangkan persatuan 

dan kemurnian. Dalam pernikahan tradisional Yahudi, 

 

77  

misalnya handuk diletakkan di atas kepala pasangan 

sebagai simbol ikatan dan komitmen mereka. 

D. Pemakaman dan Duka 

Handuk juga digunakan dalam ritual pemakaman 

dan berkabung. Dalam beberapa budaya, handuk 

diletakan di tubuh orang yang meninggal sebagai simbol 

penghormatan dan untuk mempersiapkan 

perjalanannya menuju akhirat. 

E. Manfaat Towel Art 

Adapun manfaat dari towel art yaitu  sebagai 

berikut: 

1. Meningkatkan kepuasan tamu: Towel art 

memberikan kesan yang baik kepada tamu dan 

membuat mereka merasa dihargai. 

2. Mempercantik tampilan kamar: Towel art 

dapat mengubah tampilan kamar mandi 

menjadi lebih menarik dan menyenangkan. 

3. Meningkatkan kreativitas: Membuat towel art 

dapat merangsang kreativitas dan imajinasi. 

 

78  

4. Menjadi sarana promosi: Hotel dapat 

menggunakan towel art sebagai sarana promosi 

untuk meningkatkan citra merek. 

F. Jenis-Jenis Towel Art 

Adapun jenis-jenis dari towel art yaitu  sebagai 

berikut: 

1. Bear Towel 

Gulung kedua bagian sisi, ketemukan di titik 

tengah bath towel. Balikkan setengah derajat . tarik 

sisi atas towel ke bawah. Pitakan bagian tengahnya. 

Bear towel siap digunakan. 

2. Swan Towel 

Lipat kedua bagian sisi atas bath towel ke 

tengah hingga membentuk segilima. Gulung kedua 

sisi hingga bertemu di titik tengah. Balik bath towel 

langkah terakhir, buatlah lengkungan hingga 

menyerupai kepala angsa. Swan towel siap 

digunakan. 

 

 

79  

3. Flower Fold 

Lipat menjadi dua bagian hingga membentuk 

persegi. Kumpulkan keempat sisi bath towel ke 

tengah. Balik towel, lalu kumpulkan kembali 

keempat sisi bath towel ke tengah. Tarik setengah 

bagian bawah keempat sisi bath towel. Flower Fold 

siap digunakan. 

4. Spa Fold 

Lipat menjadi dua bagian hingga membentuk 

persegi. Lipat kedua bagian sisi yang saling 

berseberangan ketengah towel lalu balik. Gulung 

towel perlahan, lalu kunci ujung towel. Spa fold siap 

digunakan.  

Towel Art biasanya digunakan berbagai 

penginapan, Home Stay, hotel dan sebagainya. Langkah-

langkah pembuatan diatas sudah diajarkan kepada 

warga  Pesisir Pantai Karang Beureum. 

  

 

80  

BAB XVI 

RUMPUT LAUT 

 

Rumput laut yaitu  salah satu tumbuhan laut yang 

tergolong dalam makroalga benthik yang banyak hidup 

melekat di dasar perairan. Umumnya, rumput laut dapat 

ditemukan banyak di daerah interdal atau perairan 

payau dengan cahata matahari yang cukup. 

Rumput laut merupakan ganggang yang hidup di 

laut dan tergolong dama divisi thallophyta. Rumput laut 

termasuk tumbuhan tingkat rendah, sebab rumput laut 

mempunyai sifat tidak bia dibedakan antara akar, 

batang dan daun. 

Seluruh bagian pada rumput laut disebut dengan 

thallus, dimana bentuk thallus rumput laut bermacam-

macam, ada yang bulat seperti tabung, pipih, gepeng, 

bulat dan lain sebagainya. 

Rumput laut memperoleh atau menyerap 

makanannya melalui sel-sel yang terdapat pada thallus. 

Nutrisi akan terbawa oleg arus air yang menerpa rumput 

 

81  

laut kemudian akan diserap, sehingga rumput laut bisa 

tumbuh dan berkembang biak. 

Berikut beberapa jenis Rumput Laut yang ada di 

Pantai Karang Beureum: 

1. Ulva  

Ulva atau selada laut merupakan rumput laut 

makro alga yang tergolong dalam divisi Chlorophyta 

karena sel-sel mengandung banyak mengandung 

klorofil sehingga memberikan warna hijau pada 

rumput laut ini. Habitatnya yaitu  di air laut dan 

morfologinya berupa thallus tipis dan gepeng 

seperti pedang yang terdiri atas 2 lapis sel. Tidak 

ada referensi jaringan dan seluruh sel memiliki 

bentuk yang kurang lebih identik, kecuali pada sel-

sel basal yang mengalami elongasi membentuk 

rhizoid penempel.  

Ulva lactuca memiliki panjang sampai 100 cm 

dan berwarna hijau apel terang dan memiliki 

bentuk strap-shaped blades (pedang melipat) 

dengan tepi yang halus tapi bergelombang. Bagian 

tengah dari setiap helaian seringkali berwarna 

 

82  

pucat dan semakin ke arah tepi warnanya semakin 

gelap. Pada daerah tropis, tumbuhan ini bisanya 

terdapat di air yang dangkal (zona intertidal bagian 

atas sampai kedalaman 10 meter). 

2. Sargassum 

Sargassum merupakan rumput laut yang 

tergolong ke dalam jenis divisi Phaeophyta 

(ganggang coklat). Rumput laut jenis Sargassum 

pada umumnya yaitu  tanaman perairan yang 

mempunyai warna coklat, berukuran relatif besar.  

Tumbuh dan berkembang pada substrat dasar 

yang kuat. Bagian atas tanaman menyerupai semak 

yang berbentuk simetris bilateral atau radial serta 

dilengkapi bagian sisi pertumbuhan. Sargassum 

memiliki pigmen yang memberikan warna coklat 

dan dapat menghasilkan algin atau alginat, 

laminarin, selulosa, fikoidin dan manitol yang 

komposisinya sangat tergantung pada jenis 

(spesies), masa perkembangan dan kondisi tempat 

tumbuhnya. Sargassum tumbuh di perairan hangat 

tropis dan subtropis berasal dari perairan Jepang, 

 

83  

China dan Alaska. Di Indonesia, persebaran 

tanaman sargassum dapat ditemukan di perairan 

yang tenang dan menempel batu karang di Pantai 

Pulau Jawa dimulai dari garis pantai hingga 

kedalaman 10 meter. 

Karakteristik Biologi: rumput laut Sargassum 

Crassifolium (alga coklat) hidup dan tumbuh 

didaerah pesisir pantai dengan substrat batu 

karang. Sargassum crassifolium tumbuh didaerah 

intertidal, subtidal sampai daerah dengan ombak 

besar dan arus yang deras. Alga ini tumbuh pada 

daerah tropis dengan suhu 27=3- derajat celcius 

salinitas 32-33 ppt dan kedalaman 0,5-10 m. 

Gracilaria textorii dapat dibudidayakan dengan 

metode akuakultur, termasuk teknik-teknik seperti 

penanaman di tambak atau rakit di laut. 

Memerlukan perhatian terhadap kualitas air, suhu 

dan cahaya matahari untuk pertumbuhan optimal. 

  

 

84  

BAB XVII 

INOVASI PRODUK 

 

A. Permen Santan 

Bahan-bahan: 

1. 250 gr Gula Pasir 

2. ¼ sdt Garam 

3. ±120 ml Santan Kental (menyesuaikan) 

4. ¼ sdt vanila (opsional) 

5. Kertas Wajik (bungkusan permen) 

Cara pembuatan: 

1. Siapkan semua bahan 

2. Nyalakan kompor dan panaskan teflon 

3. Sangrai gula pasir sampai kecoklatan (gunakan 

api kecil/ sedang agar tidak gosong) 

4. Setelah gula pasir meleleh dan kecoklatan 

tuangkan sedikit demi sedikit santan hingga 

tercampur rata. 

5. Tambahkan ¼ sdt garam dan vanilla. Aduk 

sampai rata hingga kenyal. 

 

85  

6. Diamkan hingga bisa di sentuh. Lalu bentuk 

sesuai keinginan. 

7. Bungkus sesuai keinginan. 

8. Permen siap dinikmati. 

Untuk variasi lain: 

1. Permen Santan Kacang (Sweety Beureum 

Nuts): Bahan sama tinggal tambahkan kacang 

tanah dengan sangrai -+ 3 menit dengan api 

sedang dan ditumbuk kasar. Kemudian 

cmpurkan setelah tahap ke-4 cara pembuatan. 

2. Permen Santan Jahe (Sweety Beureum Ginger): 

Bahan sama tinggal ditambahkan sari jahe -+50 

gram untuk bahan diatas dan larutkan pada 

santan. 

B. Sambal Ikan 

Bahan-bahan: 

1. Ikan kembung 

2. 8 siung bawang merah 

3. 3 siung bawang putih 

4. 10 cabe merah/ secukupnya 

 

86  

5. 5 buah cabe rawit 

6. 1 buah tomat 

7. Terasi bakar 

8. Garam secukupnya 

9. Gula pasir secukupnya 

10. Kaldu ayam/jamur seikhlasnya 

11. Jeruk nipis 

12. Minyak secukupnya 

Cara pembuatan: 

1. Cuci ikan dan bersihkan dari kotorannya. 

Kemudian beri perasan jeruk nipis. Goreng ikan 

kemudian Suwir daging ikan dan sisihkan. 

2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai 

rawit, cabai merah, tomat dan terasi. 

3. Panaskan minyak, tumis hingga harum dan 

matang kemudian masukan ikan yang telah 

disuwir dan tambahkan penyedap rasa dll. 

Aduk sampai rata dan masak hingga matang. 

 

 

 

87  

C. Masker Rumput Laut 

Bahan-bahan: 

1. 500 gr Rumput Laut 

2. 1 sdm Minyak Zaitun 

3. 3 sdm Yogurt 

4. 3 sdm Madu 

5. ½ Buah Lemon Air perasan 

Cara Pembuatan: 

1. Cuci bersih rumput laut. 

2. Masukan semua bahan ke dalam blender dan 

haluskan sampai tercampur rata. 

3. Setelah tercampur, pindahkan ke dalam wadah 

yang bersih. 

4. Oleskan masker kewajah secara merata, hindari 

area mata, mulut dan lubang hidung. 

5. Diamkan sekitar 10-15 menit. 

6. Bilas dengan air hangat dan 

7. Keringkan menggunakan handuk bersih 

berbahan lembut. 

 

 

88  

D. Kerajinan Kerang 

Bahan-bahan: 

1. Kerang 

2. Pasir Pantai 

3. Wadah Bulat 

4. Kuas 

5. Lem Putih 

6. Lem Bakar 

Cara pembuatan: 

1. Cuci bersih kerang lalu keringkan. 

2. Siapkan wadah dan baluri dengan lem putih 

mengunakan kuas. 

3. Taburi pasir pada bagian badan wadah, tunggu 

sekitar 10 menit hingga kering. 

4. Siapkan lem bakar dan kerang. 

5. Baluri kerang dengan lem bakar dan tempelkan 

sesuai keinginan, tunggu sampai kering, 

kerajinan kerang siap digunakan. 

  

 

89  

E. Peyek Rumput Laut 

Bahan-bahan: 

1. 2 genggam rumput laut 

2. 1 kg tepung beras 

3. 1 butir telur 

4. 1 bungkus santan kara 

5. 2 ruas kencur 

6. 5 siung bawang merah 

7. 3 siung bawang putih 

8. 1 butir kemiri 

9. Ladaku secukupnya 

10. Garam secukupnya 

11. Penyedap secukupnya 

12. Air secukupnya 

Cara pembuatan: 

1. Haluskan bawang merah, putih, kencur, kemiri. 

2. Masukkan tepung beras ke dalam wadah dan 

campurkan air, santan dan telur. Aduk tingga 

rata. 

 

 

 

90  

3. Campurkan bumbu halus ke dalam adonan 

tepung dan masukan garam, lada dan penyedap. 

4. Masukan rumput laut yang dipotong-potong ke 

dalam adonan. 

5. Panaskan minyak goreng ke dalam wajan dan 

goreng adonan hingga kuning kecoklatan. 

  

 


Share:

POPULAR

TRANSLATE

Privacy Policy

viewer

Penulis

Foto saya
saya mahluk lain asli cuma hanya sekedar asal asalan berpura pura menjadi penulis kecil kecilan saja tanpa tujuan tanpa arti ini tulisan sederhana yang tidak menarik tidak bisa dipahami terlalu berbelit Belit

SEARCH