nya
memiliki bobot yang sama berat,
namun tetap harus diputuskan.
Three of swords
Three of Swords melambangkan per-
bedaan persepsi antara diri sendiri
dengan pihak-pihak lain. Perbedaan
persepsi atau cara pandang bukan-
lah kata akhir dalam suatu komu-
nikasi yang berkelanjutan. Namun,
memang ada dorongan naluriah
agar perbedaan itu dijembatani satu
per satu sehingga tercapai saling
pengertian.
Four of swords
Four of Swords berarti melepas-
kan segala kekhawatiran atau ke-
cemasan tentang suatu hal sebab
memang tidak ada lagi yang dapat
dilakukan selain berhenti berusaha
dan membiarkan hal itu berjalan
dengan sendirinya. Pasrah, itulah
yang harus dilakukan ketika sese-
orang mencapai tahap ini.
Five of swords
Five of Swords yaitu berjalannya
usaha yang melibatkan pertukaran
ide dan pandangan. Bukan berjalan
dengan dipaksakan, namun berjalan
dengan sendirinya. Bahkan bisa
dikatakan tanpa usaha sama sekali,
seakan-akan telah ada mekanisme
yang ditempatkan di dalam suatu
50 51
hubungan tertentu sehingga dapat secara otomatis men-
jalankan tugasnya.
six of swords
Six of Swords yaitu suatu upaya
pencapaian sesuatu yang masih di-
jalankan, masih dalam proses. Jika
diibaratkan sebagai suatu perjalan-
an, maka situasi ini yaitu ketika
seseorang ada di tengah perjalanan.
Prosesnya telah dimulai, sedang ber-
jalan, dan jika diteruskan, akan
segera mencapai tujuan atau kese-
pakatan tertentu.
seven of swords
Seven of Swords yaitu segala
macam taktik atau metode komu-
nikasi yang diterapkan agar suatu
tujuan dapat tercapai. Ada metode
yang langsung dan terbuka, ada pula
yang memakai segala akal mus-
lihat. Seven of Swords yaitu taktik
komunikasi yang penuh dengan akal
muslihat demi memenangkan tujuan
yang diinginkan.
eight of swords
Eight of Swords yaitu situasi di
mana seseorang merasa tidak mem-
punyai pilihan lain, atau merasa
bahwa baginya hanya tersedia satu
pilihan yang mau tidak mau harus
diambilnya. Bukan berarti tidak ada
alternatif lain, namun diri orang yang
bersangkutan memang sedang ber-
kutat dengan pilihan yang dirasanya
cuma satu itu.
nine of swords
Nine of Swords merupakan lambang
dari keadaan di mana seseorang
tidak tahu lagi mengenai pilihan
apa yang harus diambilnya dan ba-
gaimana cara mengomunikasikan
keinginan dan rasa khawatirnya itu.
Segalanya terasa seperti lepas ken-
dali tanpa ada kepastian tentang apa
yang harus disampaikannya kepada
pihak lain.
Ten of swords
Ten of Swords yaitu situasi mak-
simum yang mampu dilakukan oleh
seseorang untuk memikirkan secara
tuntas tentang suatu hal dan mengo-
munikasikannya kepada orang-
orang yang berkepentingan. Hal ini
tercapai ketika semua tahap komu-
52 53
nikasi telah dilalui sehingga dapat secara gamblang ber-
bicara apa adanya.
Page of swords
Page of Swords yaitu simbol dari
situasi yang dapat dimengerti de-
ngan jelas. Atau, dapat juga berarti
seseorang dalam kehidupan penan-
ya yang ciri-cirinya: cerdas, banyak
bicara, tidak sabar, tidak terlalu bisa
berempati dengan perasaan orang
lain. Usianya sekitar 20 tahun, bisa
pria maupun wanita.
knight of swords
Knight of Swords yaitu situasi
yang berubah secara tiba-tiba tanpa
ada peringatan. Tiba-tiba bisa mun-
cul suatu keputusan yang dikomu-
nikasikan dengan tergesa-gesa dan
langsung harus dimengerti. Atau,
dapat juga berarti seseorang dengan
ciri-ciri sama seperti Page of Swords
namun usianya agak lebih tua. Knight
of Swords yaitu orang yang biasa-
nya membawa perubahan cepat da-
lam situasi status quo.
Queen of swords
Queen of Swords yaitu kemampuan
untuk mengomunikasikan jati diri
atau hal-hal yang dianggap penting
secara ringkas, padat, dan langsung.
Tidak ada pertimbangan tenggang
rasa atau ketersinggungan ketika
mengomunikasikannya. jika ada
seseorang dalam kehidupan pena-
nya, biasanya yaitu seorang wanita
dengan ciri-ciri sama dan berusia
sekitar 40 tahun atau lebih.
king of swords
King of Swords yaitu situasi di
mana penanya memiliki kemampuan
untuk membuat peraturan yang ber-
laku bagi orang lain. Ada sesuatu
yang dikomunikasikan kepada orang
lain dengan cara langsung, termasuk
alasan-alasannya yang juga jelas dan
dapat diuraikan. jika melam-
bangkan seseorang, ciri-cirinya ada-
lah: seorang pengambil keputusan,
tegas dan cerdas, berusia sekitar 40
tahun atau lebih.
54 55
3.4 Arkana Minor Elemen Tanah
(Pentacles)
ace of Pentacles
Ace of Pentacles yaitu simbol dari
modal besar yang dibutuhkan untuk
memulai suatu kerja, usaha, atau ini-
siatif secara konkret di dunia nyata;
termasuk bakat, keahlian, dan uang.
Paling tidak, hal itu yaitu sesuatu
yang dianggap bernilai oleh penanya
dan merupakan prasyarat baginya
untuk melangkah lebih lanjut.
Two of Pentacles
Two of Pentacles yaitu proses ke-
hidupan itu sendiri. Segala sesuatu
yaitu proses, dan kartu ini melam-
bangkan hal itu secara spesifik.
Proses berarti sesuatu yang berjalan
secara naik turun, jatuh bangun, bah-
kan melibatkan untung rugi dan ke-
mandekan maupun percepatan pada
saat tertentu. Ada yang dijalani dan
dialami secara pribadi.
Three of Pentacles
Three of Pentacles yaitu rutini-
tas atau standar yang berlaku da- lam
pekerjaan. Ada transaksi atau
penyerahan bagian pekerjaan yang
berjalan terus-menerus mengikuti
suatu konsep atau prosedur tertentu.
Kuncinya yaitu hal yang rutin dan
standar tersebut, sehingga segala-
nya dapat diketahui dan diprediksi
sebelumnya.
Four of Pentacles
Four of Pentacles yaitu situasi di
mana hasil yang telah dicapai oleh diri
sendiri berusaha dibandingkan dengan
hasil yang telah dicapai oleh orang lain.
Akibatnya muncul upaya untuk me-
ngonsolidasi diri dengan membatasi
pengeluaran dan menahan sebesar
mungkin hasil apa pun yang didapat.
Ada usaha bertahan dan memperkuat
diri sendiri secara materi.
Five of Pentacles
Five of Pentacles yaitu situasi ke-
terpurukan yang biasanya muncul
setelah ada upaya mempertahankan
diri sendiri secara materi. Materi di
sini berarti segala hal konkret; bisa
uang, keahlian, penghargaan, karier,
bahkan kesepakatan tertentu de-
56 57
ngan pihak lain. Memang masih bisa berjalan terus, namun
dengan tertatih-tatih.
six of Pentacles
Six of Pentacles yaitu kebalikan dari
kartu sebelumnya. Situasi yang di-
hadapi di sini yaitu kemurahhatian
dalam memberi kepada pihak-pihak
lain. Yang diberikan dapat berupa
uang ataupun segala hal lain yang
konkret. Akibatnya muncul reaksi
timbal balik. sebab murah hati ter-
hadap pihak lain, maka kemurahha-
tian dari pihak lain juga diperoleh
dan diterima.
seven of Pentacles
Seven of Pentacles yaitu lambang
keadaan di mana hasil dari usaha
yang sudah dijalankan masih harus
menunggu beberapa lama lagi sebe-
lum dapat dipetik. Memang hasil
yang diharapkan itu sudah tampak
di depan mata, namun belum dapat
dinikmati. jika waktunya diper-
panjang, maka hasil maksimum akan
dapat diraih.
eight of Pentacles
Eight of Pentacles yaitu lambang
ketekunan bekerja di bidang yang
telah dipilih dan dijalani. Kuncinya
yaitu meneruskan apa yang sudah
lama dikerjakan dan benar-benar
dikuasai tanpa memedulikan lagi
apa yang dikatakan oleh pihak lain,
bahkan tanpa memedulikan imbalan
yang akan diperoleh.
nine of Pentacles
Nine of Pentacles yaitu kemam-
puan memakai tubuh fisik se-
bagai medium untuk bekerja dan
mengekspresikan diri. Segala aktivi-
tas, baik mental maupun emosional,
selalu memakai tubuh sebagai
medium. Dan, kartu ini menunjuk-
kan saat ketika tubuh fisik dan ke-
mampuan mental–emosional telah
berjalan dengan sinkron.
Ten of Pentacles
Ten of Pentacles yaitu lambang
dari situasi ketika segala sesuatu
yang diupayakan dan dijalani selama
ini telah membawa hasil berlimpah.
Ada hasil berlebih, dan ada aktivi-
tas mengonsumsi hasil yang lebih
dari cukup itu. Mungkin pula akan
58 59
muncul rencana bagi tahap selanjutnya meskipun masih
di periode menikmati hasil kerja.
Page of Pentacles
Page of Pentacles yaitu simbol keti-
ka ada hal-hal baru yang praktis dan
berguna sedang dipelajari dengan
intensif. Ada hasil nyata yang lang-
sung dapat dipakai atau dinikmati.
Jika melambangkan seseorang, ciri-
cirinya yaitu : tekun, serius, penuh
perhitungan untung rugi, realistis,
dan berusia sekitar 20 tahun. Bisa
wanita ataupun pria.
knight of Pentacles
Knight of Pentacles yaitu keadaan
di mana segala sesuatu yang sudah
direncanakan dan dijalankan ting-
gal diteruskan saja di arah yang
sama, tanpa perlu modifikasi dan de-
ngan hasil yang bisa dinikmati. Jika
melambangkan seseorang, ciri-ciri-
nya sama dengan Page of Pentacles
dan berusia sekitar 30 tahun.
Queen of Pentacles
Queen of Pentacles yaitu situasi di
mana usaha yang dijalankan dapat
terus-menerus membawa hasil nya-
ta. Suatu produktivitas. Jika melam-
bangkan seseorang, ciri-cirinya ada-
lah: wanita berusia sekitar 40 tahun
atau lebih, materialistis, sensual, me-
nikmati kemewahan, dan murah hati
untuk membantu orang lain.
king of Pentacles
King of Pentacles yaitu simbol ten-
tang kemampuan untuk melakukan
hal apa saja secara nyata sebab
segala modal yang diperlukan telah
ada. Kartu ini dapat melambang-
kan diri penanya, dapat juga orang
lain di kehidupan penanya dengan
ciri-ciri: pria berusia 40 tahun atau
lebih, sangat produktif dalam kerja,
dan mampu membuktikan apa yang
diinginkannya secara nyata.
60 61
Bab 4
Mengenal dan Memahami
Tebaran
“The happiness of your life depends upon the quality of your thoughts.”
–Marcus Aurelius
TAROT DAN PSIKOLOGI SIMBOL
Sebelum memasuki pemahaman lebih jauh, ada suatu
prinsip yang harus kita pahami di sini, yaitu bagaimana
seseorang mengolah realitas, lebih penting daripada re-
alitas itu sendiri. Prinsipnya, kita selalu berada di wak-
tu “sekarang” (here and now), jadi dapat melihat saat
ini, masa lalu, dan masa depan. Nah, dari sini, kita dapat
masuk dalam sebuah pemahaman lebih mendalam me-
ngenai psikologi tarot, bahwa yang benar yaitu bukan
meramal, namun membaca: membaca masa kini, masa
lalu, dan masa datang.
Masa lalu dan masa datang dapat berubah, jika
kita berubah. Maksudnya, persepsi tentang masa lalu da-
pat diubah sehingga menjadi lebih positif. Masa depan
yang terlihat suram dapat diubah menjadi cerah dengan
memodifikasi sikap dan tindakan kita di saat sekarang. Itu
prinsip yang penulis anut. Jadi, masa depan itu plas- tis,
masih dapat berubah, tergantung apakah kita mau
berubah di saat ini atau tidak. jika pewacana tarot me-
lihat sesuatu yang jelek di masa depan (yang sebenarnya
berupa proyeksi dari faktor-faktor di saat ini), pewacana
tarot akan selalu memberikan solusi agar yang jelek itu
tidak terjadi. Mau tidak mau berarti harus ada yang di-
ubah di saat ini, kan? Jika klien mau mengubah sikapnya,
penulis akan berkata-kata “amin”, dan itu akan melepas-
landaskan sesuatu yang positif ke masa depan, sehingga
yang lebih baik akan terjadi.
Melihat masa lalu relatif mudah sekali. Dengan ber-
tanya apa saja, otomatis masa lalu akan terlihat. Di kar- tu-
kartu sebaran tiga buah yang biasa dilakukan penulis,
salah satunya selalu memperlihatkan masa lalu. Jadi, bagi
penulis itu otomatis.
Masa depan itu bukan sesuatu yang dipatok mati, ke-
cuali sesuatu yang disebut “takdir”. Jadi, selalu ada pilihan
dalam masa depan. Misalnya: tentang calon suami atau
istri, kita dapat membandingkan siapa yang paling sesuai
bagi diri kita dan membawa kebaikan bagi semuanya. Jadi,
semuanya itu masih dapat dinegosiasikan. Biasanya
penulis melakukan proyeksi dengan asumsi-asumsi. Mi-
salnya, jika menikah dengan si A, bagaimana hasil-
nya. Dengan si B, bagaimana. Lalu hasilnya dibandingkan,
mana yang paling baik.
Berkaitan dengan pilihan dan perjalanan hidup manu-
sia, perlu diketahui bahwa sepanjang hidupnya manusia
meninggalkan “jejak-jejak” biologis, psikologis, bahkan
magnetis (ibaratnya manusia seperti disk drive yang se-
dang merekam gelombang hidupnya dalam suatu media
yang namanya “dunia”). Inilah yang memungkinkan un-
tuk dapat menjelaskan “ramalan” masa lalu. Ini pula yang
memungkinkan untuk langsung membaca seseorang
hanya berdasarkan “jejak-jejak” itu. Duduk berhadapan
dengan seseorang akan secara otomatis memunculkan
impresi itu dan dapat langsung keluar jika Anda ucap-
kan.
Penulis menganggap wajar jika pada titik ini Anda
membayangkan mengenai Clairvoyance atau melihat se-
suatu yang akan terjadi di masa depan. Masa Depan me-
mang dapat terlihat secara visual, namun seperti kilat, ce-
pat sekali. Penulis mengalami itu beberapa kali.
Namun, seperti telah dijelaskan sebelumnya, dalam
hidup ada yang namanya “takdir” dan “pilihan”. Kita da-
pat mengetahui sendiri mana yang takdir dan yang pilih-
an. Mungkin yang disebut “rencana Tuhan” yaitu yang
“takdir”. jika takdir, pasti akan terjadi. Namun, keban-
yakan tindakan kita diatur dalam mode “pilihan”. Kita da-
pat memilih untuk menerima atau tidak, dan Tuhan tidak
memaksa.
Manusia yaitu mikrokosmos (dunia kecil) sedang-
kan semesta yaitu makrokosmos (dunia besar). Da-
lam budaya Kejawen, keadaan ini digambarkan dengan
adanya jagad cilik (mikrokosmos) dan jagad gede (mak-
rokosmos). Ada energi besar, baik dalam diri manusia
(mikrokosmos) maupun semesta (makrokosmos). Energi
itulah yang mengarahkan dan membantu hidup manusia
tanpa mendiktenya. Inilah sebuah penjelasan mengenai
Tuhan yang ada dalam semesta dan dalam diri manusia
serta manusia yang ada dalam Tuhan dan Tuhan yang ada
dalam manusia (manunggaling kawulo gusti). Paparan ini
tak dapat terjelaskan oleh logika atau rasio.
Pemahamannya sederhana: bahwa alam bawah sadar
semua manusia yang hidup saat ini telah hidup di masa
lalu, dan bahkan yang akan hidup di masa depan seba-
gai satu kesatuan. Kesatuan itu yaitu “universal mind”.
Jadi, memang berhubungan. Kita sebagai pribadi memi-
liki “individual mind”. Namun, “individual mind” itu se-
64 65
lalu terhubung secara organik dengan “universal mind”.
sebab selalu terhubung, sebenarnya tidak ada yang da-
pat disembunyikan di dunia ini. Apa yang penulis rasakan
sebenarnya dapat pula Anda rasakan jika Anda mau
bersusah payah melebarkan “empathy” sehingga dapat
mengakses “universal mind”, dan dari sana masuk ke “in-
dividual mind” di diri penulis.
Itulah teorinya, atau kurang lebih seperti itu menurut
Jung. sebab adanya keterhubungan itu, maka arketipe
ditemukan di semua kebudayaan. Arketipe itu paralel,
meskipun nama-namanya berbeda di budaya yang ber-
beda. Misalnya, Kristos (Christ) di budaya yang dipenga-
ruhi oleh pola pikir Yunani bisa paralel dengan arketipe
Khrisna di budaya India. Santa Maria sebagai suatu arke-
tipe Eropa bisa paralel dengan Dewi Kwan Im di budaya
China, bahkan bisa paralel dengan arketipe Kanjeng Ratu
Kidul di budaya Jawa (meskipun tulisan ini dapat berim-
plikasi pada risiko dicaci maki).
Tentang Maria, Kwan Im, dan Kanjeng Ratu Kidul,
penulis melihat bahwa arketipe perempuan suci (Sacred
Feminine) dalam alam semesta ini yaitu pasangan dari
Sacred Masculine. Arketipe ini, layaknya spirit feminin,
merawat dan bersifat misterius. Ia tak dapat dipahami
sebagai logika, namun merupakan pasangan dari logika
untuk memahami semesta. Sayangnya orang kerap tak
memahami ini.
Jadi, penjelasan mengenai arketipe Sacred Feminine
sebenarnya tidak lantas dibenturkan dengan teks-teks
untuk beradu bukti, sebab esensi dari arketipe ini justru
pada kemisteriusan dan perawatannya, yang penulis kira
sejumlah orang pernah mengalami, baik dengan Bunda
Maria, Kwan Im, maupun Kanjeng Ratu Kidul.
4.1 Tebaran Satu
Tebaran satu yaitu tebaran (spread) yang hanya meng-
gunakan satu kartu. Untuk tiap pertanyaan, penanya cu-
kup mencabut satu kartu yang kemudian diinterpretasi-
kan oleh si pembaca (peramal) tarot.
Penanya cukup mengocok seluruh deck tarot satu kali
pada awal sesi. Setelah dikocok oleh penanya, terserah
berapa kali saja, deck tarot akan dikembalikan kepada
pembaca tarot yang lalu menebarkannya dalam bentuk
setengah lingkaran (kipas) di hadapannya. Pembaca tarot
lalu mempersilakan penanya untuk mengajukan perta-
nyaannya. Satu kartu untuk tiap pertanyaan.
4.1.1 Formulasi Pertanyaan: [Yes-No
Question]
Pertanyaan haruslah jelas, akurat, dan tidak mengam-
bang agar jawabannya pun dapat sesuai dengan apa yang
ditanyakan. Ada beberapa bentuk pertanyaan dan se-
orang pembaca tarot harus menguasainya dengan baik
agar dapat membantu penanya untuk memformulasikan
pertanyaannya. Dalam kesempatan ini, kita hanya akan
membahas Yes–No Question (Pertanyaan Ya–Tidak).
Contoh pertanyaan yang salah: “Apakah sebaiknya
saya terus bekerja di tempat yang sekarang ini atau
tidak?” Seharusnya: “Apakah sebaiknya saya terus be-
kerja di tempat sekarang?”
Itu yaitu Yes–No Question. Untuk pertanyaan jenis
itu, jawabannya bisa “ya”, “tidak”, atau “netral”.
Dalam sistem penulis, semua kartu Wands (Api) dan
Swords (Udara) diberi nilai positif. Artinya, jika kartu
Wands atau Swords yang tercabut, jawaban berarti “ya”.
66 67
Penjelasan dari jawaban “ya” dapat dilihat pada arti yang
disimbolkan oleh kartu yang tercabut.
Semua kartu Cups (Air) dan Pentacles (Tanah) diberi
nilai negatif. Artinya, jika kartu Cups atau Pentacles
yang tercabut, jawaban berarti “tidak”. Penjelasan dari
jawaban “tidak” dapat dilihat pada arti yang disimbolkan
oleh kartu yang tercabut.
Semua kartu arkana mayor (Elemen Roh) yaitu ne-
tral. jika kartu arkana mayor yang tercabut, berarti
jawaban yaitu “netral”, bukan “ya” bukan pula “tidak”.
Penjelasannya dapat dilihat pada arti yang disimbolkan
oleh kartu yang tercabut.
4.1.2 Contoh Tebaran Satu: Yes-No
Question
Pertanyaan: “Apakah sebaiknya
saya menerima tawaran pindah
ke perusahaan lain?”
Kartu: 5 of Pentacles (Tanah)
Kata kunci: Kesengsaraan
Jawaban: Tidak, sebab imbalan
yang ditawarkan tidak sebanding
dengan kemampuan.
Pertanyaan: “Apakah pacar saya
sekarang benar-benar ingin serius
dengan saya?”
Kartu: 2 of Swords (Udara)
Kata kunci: Pengambilan keputus-
an
Jawaban: Ya, ia ingin serius, namun
belum memutuskan dan mengo-
munikasikan niatnya itu.
Pertanyaan: “Apakah hubungan
saya dengan mantan pacar akan
berlanjut?”
Kartu: III. The Empress (Roh)
Kata kunci: Hasil karya
Jawaban: Bisa ya dan tidak, namun
tampaknya Anda dan mantan pa-
car mempunyai interes yang sama.
Jadi, paling tidak Anda berdua
masih dapat bekerja sama meng-
hasilkan sesuatu yang berguna.
68 69
4.1.3 Latihan
Latihan Tebaran Satu: Yes–No Question sudah dapat di-
mulai. Mulailah dengan membantu penanya untuk mem-
formulasikan pertanyaannya. Singkat, jelas, dan tidak
menimbulkan makna ganda.
Atau, dapat juga Anda sendiri yang menjadi “penanya”
dan “pembaca” sekaligus. Itu yang dahulu penulis laku-
kan saat mempelajari tarot: penulis memformulasikan
pertanyaan “ya–tidak” sebanyak-banyaknya untuk diri
penulis sendiri. Dan, untuk tiap pertanyaan, penulis akan
memberikan jawaban sesuai dengan kartu yang keluar,
yang juga penulis cabut sendiri. Setelah hal itu dikuasai,
dengan mudah penulis dapat membantu penanya untuk
memformulasikan pertanyaannya. jika cocok, Anda
juga dapat mengikuti metode ini.
4.2 Tebaran Tiga
Kita telah membahas mengenai Tebaran Satu: Yes–No
Question. Kali ini kita masih akan tetap dengan Yes–No
Question namun dengan memakai Tebaran Tiga.
Kenapa penulis begitu antusias membahas Yes–No
Question? sebab dalam pembacaan (reading) yang sebe-
narnya, Yes–No Question yaitu jenis pertanyaan yang
akan menentukan jenis pertanyaan-pertanyaan berikut-
nya seperti: Mengapa, Apa yang harus dilakukan, dan se-
bagainya.
Bahkan, jenis-jenis pertanyaan lainnya seperti: Kapan
dan Siapa dapat dijawab dengan memakai Yes–No
Question. Namun, ini akan dibahas pada bab-bab berikut-
nya. Di sini kita hanya akan membahas Yes–No Question
dengan Tebaran Tiga.
4.2.1 Contoh Tebaran Tiga: Yes-No
Question
Tebaran Tiga: Yes–No Question pada prinsipnya tidak
ada bedanya dengan Tebaran Satu: Yes–No Question (li-
hat penjelasan sebelumnya).
Bedanya hanyalah: dengan tiga kartu, kita mempu-
nyai kemungkinan untuk memberikan angka probabili-
tas (chance, kesempatan untuk terjadi) bagi suatu Perta-
nyaan Ya–Tidak.
Pertanyaan: “Apakah saya akan dapat naik gaji setelah
lebaran ini?”
Kartu 1: Ace of Swords
Kartu 2: 2 of Pentacles
Kartu 3: 4 of Wands
Jawaban: Anda memiliki kesempatan besar untuk naik
gaji setelah lebaran sebab sebenarnya hal itu telah dipu-
tuskan oleh atasan Anda (Ace of Swords) sebab presta- si
kerja Anda yang bagus (4 of Wands). Namun, situasi
keuangan perusahaan agak goyah saat ini (2 of Pentacles)
70 71
yang mengakibatkan keengganan atasan untuk mengata-
kan dengan tegas bahwa Anda akan mendapat kenaikan
gaji.
Saran: Bicaralah secara terbuka dengan atasan Anda
dan sebutkan semua portfolio prestasi Anda selama ini.
Dengan sedikit pressure, Anda akan memperoleh apa yang
Anda inginkan.
Analisis: Ini yaitu perbandingan dari nilai ya dan
tidak. Total seluruh nilai kartu yang tercabut yaitu 6.
Kartu yang positif memberikan jawaban Ya bernilai 4.
Kartu yang negatif memberikan jawaban Tidak ada 2.
Jadi, chance-nya yaitu 2/3 atau 66%.
Kita juga harus dapat menganalisis dengan mengguna-
kan elemen. Kartu 1 berelemen Udara yang berlawanan
dengan kartu 2 yang berelemen Tanah. Jadi, ada konflik
di sini. Kartu 3 berelemen Api yang bersesuaian dengan
kartu 1 yang berelemen Udara, dan netral dengan kartu 2
yang berelemen Tanah.
4.2.2 Latihan
Cobalah sebanyak-banyaknya Tebaran Tiga: Yes–No
Question untuk satu minggu ke depan ini. Anda tidak per-
lu memberikan arti kepada kartu-kartu itu (dengan past,
present, dan future misalnya). Pemberian arti kepada
tiap kartu yaitu tahap selanjutnya. Untuk kali ini, keti- ga
kartu itu dianggap sebagai jawaban. Semuanya harus
diperhitungkan untuk memberikan jawaban kepada pe-
nanya (klien).
Dengan latihan-latihan jenis ini, Anda akan fasih dan
akrab dengan nilai-nilai angka dari kartu-kartu arkana
minor. Dengan sekali lirik saja, Anda nanti akan langsung
tahu apa jawaban dari Yes–No Question yang diajukan
klien.
Sebagian pembaca (peramal) tarot menyusun kar-
tu-kartu yang tercabut secara urut: KARTU 1 - KARTU
2 - KARTU 3. Ketiga kartu itu dicabut oleh penanya dan
dikembalikan kepada pembaca tarot yang menyusunnya
secara tegak di hadapannya. Sebelum dicabut, pembaca
(peramal) tarot harus mengomunikasikan kepada alam
bawah sadarnya sendiri dan alam bawah sadar penanya
tentang maksud dari tiap kartu itu.
Misalnya:
Kartu 1 = masa lalu
Kartu 2 = masa kini
Kartu 3 = masa depan
Maksud dari posisi kartu-kartu bisa apa saja, tergan-
tung pertanyaannya, dan tergantung maksud apa yang
ingin diberikan oleh si pembaca tarot kepada kartu-kartu
yang akan tercabut itu. Maksud kartu-kartu tidak perlu
dikomunikasikan kepada penanya, namun yang perlu
dikomunikasikan yaitu interpretasi atau jawabannya.
Penulis sendiri selalu menaruh kartu yang tercabut
pertama di tengah kartu kedua dan ketiga, posisinya se-
bagai berikut: KARTU 2 - KARTU 1 - KARTU 3. Kartu per-
tama dicabut oleh penanya, sedangkan kartu kedua dan
ketiga penulis sendiri (sebagai pembaca tarot) yang men-
cabutkannya dari ujung paling kiri (untuk kartu 2), dan
ujung paling kanan (untuk kartu 3).
Begitu seterusnya sampai ke-78 kartu tarot habis ter-
pakai. Jadi, untuk setiap kali pembacaan (peramalan),
penanya dapat mengajukan sampai 26 pertanyaan. Pe-
nanya mencabut satu kartu, yang mana saja, untuk tiap
pertanyaan yang diajukannya. Pertanyaannya bisa apa
72 73
saja, tak terbatas. Dua kartu pendampingnya penulis
cabutkan dari ujung paling kiri dan paling kanan.
4.2.3 Tebaran Tiga: Umum
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat, kita
dapat mencabut tiga kartu. Sebelum dicabut harus dini-
atkan dahulu kepada diri sendiri sebagai penanya tarot
(tidak perlu diucapkan kepada penanya) tentang signifi-
kansi (maksud) dari posisi kartu-kartu.
Contoh 1
Seorang penanya mengajukan pertanyaan: “Bagaimana-
kah seharusnya saya menghadapi tawaran pekerjaan
baru itu agar mencapai hasil terbaik bagi masa depan
saya?”
Pembaca tarot mempersilakan si penanya untuk men-
cabut tiga kartu. Sebelum kartu dicabut, penanya sudah
memberitahukan kepada alam bawah sadarnya sendiri
tentang signifikansi (maksud) dari posisi tiap kartu. Jadi,
bisa dimaksudkan sebagai berikut:
Kartu 1 = tempat bekerja sekarang
Kartu 2 = jawaban
Kartu 3 = tawaran pekerjaan baru
Contoh 2
Pertanyaan: “Mengapa hubungan saya dengan suami
menjadi semakin dingin akhir-akhir ini?”
Signifikansi posisi kartu-kartu sebagai berikut:
Kartu 1: suami
Kartu 2: jawaban
Kartu 3: istri (si penanya sendiri)
Begitulah caranya untuk memformulasikan perta-
nyaan dan memberikan signifikansi kepada kartu-kartu
yang dicabut oleh penanya.
Tahap berikutnya tentu saja yaitu membacakan arti
dari kartu-kartu yang tercabut. Arti dari tiap kartu harus
disesuaikan dengan pertanyaannya dan dikaitkan dengan
sifnifikansi atau posisi kartu-kartu.
Elemen-elemen kartu juga harus diperhitungkan.
Menurut sistem penulis: Udara dan Api saling menguat-
kan, Air dan Tanah saling menguatkan; Udara dan Ta-
nah saling melemahkan, Api dan Air saling melemahkan;
Udara dan Air netral, Api dan Tanah netral.
Silakan latihan sebanyak-banyaknya dengan penanya
yang sesungguhnya. Ingat, formulasi pertanyaan akan
tergantung dari Anda sebagai penanya. Begitu pula sig-
nifikansi dari posisi kartu-kartu. Jadi, itu yaitu studi ka-
sus. Satu per satu, dan tidak berupa “kuliah umum” se-
perti dalam buku ini.
Sampai saat ini kita sudah membahas mengenai Teba-
ran Satu dan Tebaran Tiga. Walaupun jenis tebaran tarot
tidak terhingga banyaknya, penulis sangat enggan untuk
memberikan tebaran-tebaran lainnya, sebab kita sudah
bisa jalan ke mana-mana cukup dengan hanya berbekal-
kan Tebaran Tiga yang dikuasai sungguh-sungguh. Itu
alasan pertama. Alasan kedua yaitu , kita dengan mudah
dapat menciptakan tebaran sendiri, melatihnya sendiri,
dan memakai nya dalam praktik pewacanaan kita
sendiri.
4.2.4 Latihan Tebaran Tiga: Umum
Contoh 1
Nama: CV B.S.
74 75
Jenis usaha: Perdagangan umum/distributor alat-alat IT
Latar belakang usaha: Berdiri sejak tahun 2007, kepemilik-
an perusahaan keluarga, anak perusahaan dari PT MWI
Pertanyaan: “Bagaimana prospek bisnis ke depannya,
sebab selama ini sangat bergantung terhadap induk pe-
rusahaannya (PT. MWI)?”
Kartu: Page of Wands - XVI. The Tower - XIII. Death
Artinya: Akan ada sesuatu yang datang mendadak dan
tidak bisa diduga. Terlihat, meskipun perusahaan ini di-
jalankan atas inisiatif seorang pemuda atau sekelompok
karyawan muda, tampaknya hal itu tidak dapat diperta-
hankan terus. Sesuatu hal yang datang mendadak itu mem-
buka kemungkinan diadakannya perombakan hubungan
kepegawaian. Bisa saja orang yang tadinya memulai unit
usaha ini akhirnya memegang tanggung jawab yang ber-
beda. Dan, orang yang sudah belajar selama ini diberikan
kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Se-
suatu yang tak terduga tidak harus berarti jelek. Jika kita
siap untuk segala kemungkinan, sesuatu yang tak terduga
dapat menghasilkan sesuatu yang positif.
Pertanyaan: “Sudah sesuaikah bisnis/usaha di bidang
yang sedang digeluti sekarang (bidang=distributor alat-
alat IT)?”
Kartu: 10 of Swords - 6 of Cups - 7 of Cups
Artinya: Dahulu memang terlihat sangat cocok, namun un-
tuk saat ini dan masa depan yang dekat, bidang tersebut
terlihat sudah tidak cocok lagi.
Pertanyaan: “Apa yang harus saya lakukan untuk tetap
bisa bertahan dan dapat lebih mengembangkan bisnis
saya ini?”
Kartu: King of Wands - 3 of Wands - Knight of Swords
76 77
Artinya: Gunakan kemampuan yang ada untuk menerus-
kan apa yang seharusnya diteruskan, dengan pengertian
bahwa perusahaan akan bisa banting setir setiap saat be-
gitu ada kesempatan muncul.
Pertanyaan: “jika ada kemungkinan untuk melakukan
pengembangan usaha, kira-kira usaha apa yang sesuai
dan lebih pas atau prospek terhadap bisnis saya ini?”
Kartu: XI. Judgment - XXI. The World - IV. The Emperor
Artinya: Bisnis yang lebih pas yaitu usaha konsultan,
semacam memberikan jasa panduan dan bimbingan ter-
hadap mereka yang memiliki sumber daya keuangan cu-
kup untuk memasang instalasi IT di perusahaanya.
Pertanyaan: “Apa yang harus saya lakukan terhadap se-
makin maraknya kemunculan pesaing-pesaing baru pada
segmen dan care business yang sama dengan usaha yang
sedang saya geluti?”
Kartu: 3 of Pentacles - 2 of Pentacles - Queen of Swords
Artinya: Bisa dilakukan upaya tarik ulur antara sikap
business as usual seperti selama ini dan sikap menarik diri.
jika ternyata pesaing tidak dapat dihadapi de- ngan
cara yang umum dipakai sampai saat ini, cara beri- kutnya
yaitu membiarkan pesaing mengambil pelang- gan atau
calon pelanggan yang diperebutkan. Menarik diri dari
persaingan yang tidak sehat juga termasuk salah satu
taktik, bukan?
78 79
Contoh 2
Nama: R
Jenis usaha: Padepokan Linux (Disto Linux)
Latar belakang usaha: Berdiri sejak 1998, rencana target
2008
Pertanyaan: “Apa yang harus saya lakukan untuk mem-
perkenalkan Disto Linux kepada siswa yang ditarget (di
semua pendidikan)?”
Kartu: XX. Judgment - Queen of Wands - 4 of Pentacles
Artinya: Anda harus mempromosikannya dengan gaya
bisnis. Business like. Atau, dapat juga diberikan alasan
bahwa Anda telah berpengalaman mencoba dengan gaya
berbeda di masa lalu, ternyata gaya seperti itu tidak dapat
berjalan dan Anda harus banting setir. Tidak perlu takut
berpromosi secara terbuka dan agresif sebab Anda dapat
menjelaskan bahwa ada bagian yang menjadi tanggung
jawab Anda, dan ada bagian lainnya yang akan menjadi
tanggung jawab peserta. Harus ditegaskan perbedaannya
sehingga dapat berjalan dengan baik.
Pertanyaan: “Tujuan saya ingin perkenalkan usaha ini dan
mengambil keuntungan dari iklan-iklan yang ber-
hubungan dengan IT, bukan dari pendidikan. Bagaimana
saya harus memulainya?
Kartu: 6 of Wands - 2 of Swords - Ace of Cups
Artinya: Anda dapat memulainya dengan memutuskan
metode apa yang akan Anda gunakan. Anda juga dapat
memakai metode masa lalu yang memperlihatkan
prestasi Anda sebagai bagian dari tim yang kompak,
atau bisa juga dengan memakai metode dari mulut ke
mulut yang tampaknya belum pernah Anda gunakan,
namun dapat diambil jika Anda mau. Metode kedua tidak
tergantung dari orang atau kelompok tertentu, melainkan
memperlakukan semua orang sama, sebagai bagian dari
komponen “pasar”.
80 81
Pertanyaan: “Inti di atas itu, saya ingin pendidikan di In-
donesia ini tidak terpaut dengan hal yang komersial. Se-
lama ini saya masih aktif di salah satu komunitas yang
berhubungan dengan IT, bagaimana saya harus me-
ngawalinya?”
Kartu: 2 of Cups - Queen of Pentacles - 7 of Swords
Artinya: Anda dapat mengawalinya dengan mengguna-
kan segala kemampuan dan sumber daya yang ada pada
Anda saat ini. Jika di masa lalu Anda hanya mengurus satu
hal saja, maka di masa depan Anda dapat memegang ba-
nyak hal sekaligus. Anda akan mampu membagi sebagian
dari kemampuan Anda untuk segala macam teknik yang
dibutuhkan agar niat Anda menjadi kenyataan. Segala-
nya dimulai dari apa yang telah ada di diri Anda saat ini,
dengan orientasi ke masa depan, ke banyak jalan masuk
yang harus Anda lalui, dan bukan terpaku pada satu kon-
sentrasi saja seperti di masa lalu.
Contoh 3
Nama: FA S
Jenis usaha: Freelance
Latar belakang usaha: Empat bulan, sebuah tim yang me-
makai bagi hasil, menghasilkan buku-buku untuk pener-
bit di Jakarta
Pertanyaan: “Seberapa lama tim ‘X’ ini akan eksis?” Kartu
1: XIV. Temperance - Page of Pentacles - 8 of Cups Kartu
2: 9 of Swords - Page of Swords - XII. The Hanged Man
Artinya: Tim “X” ini akan eksis dalam waktu enam bulan
sampai satu tahun ke depan. Kartu-kartu yang pertama
menjawab bahwa tim tidak akan eksis lebih dari satu ta-
hun. Dan, kartu-kartu yang kedua menjawab bahwa tim
akan eksis dalam waktu enam bulan ke depan. Kesimpu-
lannya: tim dapat eksis antara enam bulan sampai satu
tahun ke depan.
82 83
Contoh 4
Nama: MS
Jenis usaha: Writer
Latar belakang usaha: Baru rencana
Pertanyaan: “Saya ingin jadi penulis, mungkinkah saya
bisa jadi seorang penulis?”
Kartu: King of Cups - VII. The Chariot - 7 of Pentacles
Artinya: Jika Anda tidak melakukan sesuatu apa pun, Anda
tidak mungkin menjadi seorang penulis. Saya lihat bahwa
Anda kurang memiliki sikap kritis, selain cenderung un-
tuk menunggu saja, meskipun tidak bisa dibilang bahwa
Anda tidak sukses. Anda bisa sukses di bidang yang seka-
rang, namun untuk menjadi seorang penulis dibutuhkan
banyak hal, dan Anda belum mempersiapkannya.
Pertanyaan: “Sekarang ini saya berprofesi sebagai se-
orang layouter, apa pekerjaan itu cocok bagi saya?”
Kartu: King of Pentacles - IX. The Hermit - X. Wheel of For-
tune
Artinya: Anda tidak merasa pekerjaan ini cocok bagi Anda,
namun orang lain di tempat Anda bekerja melihat bahwa
Anda memiliki intuisi tertentu yang membuat pekerjaan
Anda menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan oleh me-
reka.
Pertanyaan: “Saya pernah mengajar komputer, apa suatu
saat nanti saya dapat menjadi pengajar lagi?”
Kartu: Page of Cups - 3 of Cups - VI. The Lovers
84 85
Artinya: Di sini terlihat bahwa Anda tidak akan lagi
memiliki kesempatan untuk menjadi pengajar sebab
orang-orang dekat di sekitar Anda tidak memungkinkan-
nya. Anda membutuhkan banyak hal di luar dari apa yang
dapat diberikan oleh pekerjaan sebagai seorang pengajar
secara resmi. Di luar itu tentu saja Anda tetap dapat men-
jadi seorang “pengajar”. Anda sudah mengajar dengan
cara Anda berbicara, bukan?
Pertanyaan: “Saya bisa mengerti tentang komputer.
Menurut kartu tarot Anda, apa saya punya peluang untuk
menjadi penjual komputer?”
Kartu: 4 of Wands - 7 of Wands - Page of Pentacles
Artinya: Walaupun sampai saat ini Anda mungkin telah
berhasil menjual atau membantu menjual komputer, akan
ada banyak tugas utama yang akan menghalangi niat
Anda itu. Anda tidak dapat begitu saja meninggalkan
tugas-tugas Anda sekarang dan langsung menjadi penjual
komputer.
Penanya: Pria yang akan melangsungkan pernikahan.
Pertanyaan: “Bagaimanakah hubungan saya dengan calon
istri?”
Kartu Tercabut:
Kartu 1: XVII. The Star
- Maksud: si penanya
Kartu 2: 6 of Pentacles
- Maksud: hubungan penanya dengan calon istri
Kartu 3: III. The Empress
- Maksud: calon istri
Posisi Tebaran Tiga:
6 of Pentacles - XVII. The Star - III. The Empress
Jawaban (Interpretasi): Hubungan Anda dan calon istri
baik, saling mendukung, sehingga apa yang tidak dapat
dicapai oleh Anda sendiri-sendiri, dapat dicapai berdua,
terutama menghadapi publik atau warga luas, pe-
langgan, hal-hal baru, dan tantangan-tantangan di luar
diri Anda. jika sendiri-sendiri, Anda cenderung self
sufficient (berdikari), tidak terlalu peduli dengan dunia
luas. Namun, dengan berjalan berdua, dunia luas yang
enggan diarungi itu sekarang terasa lapang, mudah, dan
segalanya terbuka. Termasuk di sini yaitu ruang lingkup
86 87
pergaulan, cakrawala atau wawasan pemikiran baru, ide-
ide baru, bahkan cita-cita baru!
Saya melihat bahwa Anda cenderung “boros”, baik da-
lam membantu orang maupun bagi diri sendiri. Ini bukan
dalam arti negatif, sebab Anda juga seorang yang kom-
peten dalam pekerjaan dan penghasilan sehingga ban-
tuan yang Anda berikan kepada rekan-rekan Anda tidak
akan menyusahkan Anda sendiri.
Calon istri Anda memiliki temperamen yang sama de-
ngan Anda: konkret, membumi, tidak banyak impian dan
kreasi baru. Namun, dengan bertemunya Anda berdua,
hal-hal yang tadinya tak terpikirkan mulai terbuka. Keli-
hatannya calon istri memiliki kemampuan atau resources
yang lebih daripada Anda sendiri. Jika Anda masih terli-
hat bekerja untuk mencapai sesuatu, calon istri tampak-
nya lebih santai sebab “prosedur” telah ada. Dengan kata
lain, terlihat cenderung lebih mapan.
Terlihat bahwa Anda dan calon istri agak kesulitan un-
tuk mendeskripsikan jenis hubungan Anda berdua. Anda
berdua cocok secara temperamen dan bisa membentuk
tim yang kuat untuk menghadapi dunia luar, namun me-
ngapa hubungannya menjadi seperti “itu” agak susah un-
tuk Anda berdua terima?
Saran saya, itu yaitu opportunity. Memang sebelum-
nya tak terpikirkan, namun itulah jalan yang terbuka bagi
Anda untuk melangkah ke tingkat yang lebih “tinggi”.
Saya tidak dapat lebih spesifik lagi, namun Anda seba-
gai penanya pasti mengerti apa yang saya maksudkan.
4.3 Menciptakan Tebaran
Misalkan seseorang bertanya tentang bagaimana men-
ciptakan hubungan harmonis di antara anggota-anggota
keluarganya yang terdiri dari suami, istri, dan tiga orang
anak. Jadi, Anda sudah tahu bahwa ada lima kartu yang
dibutuhkan untuk melihat lima anggota keluarga itu da-
lam tebaran. Dan, ada satu kartu yang dibutuhkan untuk
menjawab pertanyaan.
Tebaran yang dapat dibuat yaitu demikian:
K1 K2 K3
K4 K5 K6
K1= Suami
K2= Jawaban
K3= Istri
K4= Anak 1
K5= Anak 2
K6= Anak 3
Dari jawaban yang diberikan, kita dapat langsung
melihat hubungan antara solusi mencari cara membina
hubungan harmonis dengan masing-masing individu:
suami, istri, dan masing-masing dari ketiga anak.
Lihatlah elemennya! (Pelajaran tentang elemen sudah
diberikan di bab sebelumnya). jika elemen di kartu
suami dan kartu istri ternyata bertentangan (Api Vs. Air
atau Udara Vs. Tanah), berarti ada sesuatu yang harus
dilakukan oleh orang-orang itu agar solusi bisa berhasil.
jika elemen antara pribadi lainnya juga bertentangan,
harus diusahakan bagaimana solusinya. Atau, dapat juga
elemen tidak bertentangan, namun saling menguatkan (Api
dan Udara atau Air dan Tanah). jika saling me-
nguatkan, itu bagus, asalkan tidak terlalu ekstrem.
Yang dimaksud ekstrem yaitu dominannya satu ele-
men di seluruh tebaran. jika elemen Api yang domi-
nan, berarti keluarga itu terlalu banyak elemen Apinya:
masing-masing terlalu sibuk dengan kegiatan sendiri
88 89
sehingga tidak ada waktu atau iktikad untuk mewujud-
kan keharmonisan. Banyaknya elemen Udara di tebaran
mengindikasikan bahwa keluarga itu terlalu banyak ko-
munikasi tanpa melakukan tindakan apa-apa. Banyaknya
elemen Air menandakan keluarga yang penuh cinta seh-
ingga tidak dapat bertindak rasional. Banyaknya elemen
Tanah menandakan keluarga yang sangat memperhi-
tungkan tindakan: harus ada sesuatu yang pasti sebelum
suatu tindakan akan dilakukan.
Banyak cara menciptakan tebaran, dan itu semua ber-
gantung dari pertanyaannya. sebab nya, formulasi per-
tanyaan haruslah akurat dan tidak menimbulkan makna
ganda (hal itu juga sudah kita bahas di pelajaran-pelajar-
an sebelumnya).
Yang perlu diingat hanya satu, yaitu sebagai seorang
pewacana tarot Anda memiliki prerogatif untuk mencip-
takan tebaran. Hanya Anda sendiri yang perlu tahu ten-
tang maksud dari kartu-kartu itu. Berapa banyak kartu
pun yang Anda minta kepada penanya untuk dicabut- nya,
penanya cukup mencabut kartu yang dibutuhkan dan
Anda yang akan membacakan kartu-kartu itu sesuai
dengan maksud dari kartu-kartu itu, yang sudah Anda
canangkan di dalam hati sebelum dicabut oleh penanya.
4.4 Tebaran Enam
Tebaran Enam dapat dipakai untuk menjawab semua
pertanyaan, dari yang paling sederhana sampai yang pa-
ling sulit. Untuk penulis, tebaran ini selalu memberikan
jawaban akurat. Banyak pengalaman aneh yang penulis
alami dengan tebaran ini: dari penanya yang kaget kare-
na penulis dapat langsung menunjuk hambatan dan jalan
keluar dari persoalannya dengan deskripsi terperinci,
sampai penanya yang langsung pergi saat baru dibacakan
separuhnya sebab mungkin malu jika dibacakan semua.
4.4.1 Bentuk Tebaran Enam
Kartu 1 Kartu 2 Kartu 3
Kartu 6 Kartu 5 Kartu 4
Definisi dari posisi kartu-kartu:
Kartu 1, 2, dan 3 membuka keadaan si penanya dan
hubungannya dengan faktor-faktor yang ditanya.
Kartu 2 selalu ditempati oleh penanya atau sesuatu
yang ditanyakan oleh penanya. Sesuatu yang ditanyakan
itu dapat berarti orang lain atau suatu situasi tertentu.
Kartu 1 dan 3 selalu ditempati oleh faktor-faktor
eksternal atau lingkaran di luar diri si penanya yang
dampaknya diperkirakan paling besar.
Kartu 4 selalu ditempati oleh kartu yang melambang-
kan perspektif atau cara pandang yang diperlukan.
Kartu 5 selalu ditempati oleh kartu yang melambang-
kan jawaban atau saran.
Kartu 6 selalu ditempati oleh kartu yang melambang-
kan hal tersembunyi dan tak terlihat oleh mereka yang
terlibat di dalam hal yang ditanyakan.
4.4.2 Contoh Pemberian Definisi bagi Posisi
Kartu-kartu
Untuk seseorang yang menanyakan apakah ada prospek
lebih bagus di pekerjaan yang baru ditawarkan, biasanya
penulis akan memberikan arti sebagai berikut:
Kartu 1 = Keuangan di tempat baru
Kartu 2 = Diri penanya
90 91
Kartu 3 = Atasan di tempat baru
Kartu 4 = Perspektif atau sudut pandang
Kartu 5 = Jawaban atau saran
Kartu 6 = Faktor tersembunyi
Perhatikan bahwa kartu yang melambangkan diri si pen-
anya, kartu 2, diletakkan di tengah antara kartu 1 yang
melambangkan keuangan di tempat baru dan kartu 3 yang
melambangkan atasan di tempat baru. Penempatan diri
penanya di tengah akan memudahkan pewacanaan,
mengingat bahwa penanya berinteraksi dengan faktor-
faktor eksternal yang diletakkan di sebelah kiri dan ka-
nannya.
Peringkat derajat yang digunakan yaitu Peringkat
Derajat Elemen (Elemental Dignity), yaitu penentuan har-
monisasi atau disharmonisasi kartu-kartu yang keluar
berdasarkan elemen dari kartu-kartu itu sendiri (lihat
pembahasan mengenai elemen-elemen tarot di pelajar-
an-pelajaran sebelumnya).
4.4.3 Contoh Pewacanaan Tebaran Enam
Pertanyaan: “Kendala atau hambatan apakah yang di-
hadapi oleh anggota-anggota milis clubtarot@yahoo-
groups.com dalam menguasai pewacanaan kartu tarot?”
Definisi dari posisi enam kartu yaitu sebagai berikut:
Kartu 1: Hambatan fisik
Kartu 2: Hambatan mental
Kartu 3: Hambatan spiritual
Kartu 4: Perspektif terhadap hambatan
Kartu 5: Saran
Kartu 6: Hal yang tersembunyi
Tebaran Enam Kartu:
Kartu 1: III. Empress
Kartu 2: Ace of Wands
Kartu 3: Ace of Cups
Kartu 4: 4 of Pentacles
Kartu 5: 2 of Wands
Kartu 6: 5 of Wands
Jawaban: Tidak ada hambatan sama sekali secara fisik,
mental, dan spiritual. Malah secara fisik atau konkret,
anggota-anggota milis yang masih belajar akan sanggup
menghasilkan pewacanaan yang akurat dan berbobot.
Secara mental, spirit untuk maju mengilhami upaya
yang dilakukan. Secara spiritual, gairah yang besar terus
92 93
mengilhami. Namun, aspek perspektif (kartu 4) dengan
gamblang memperlihatkan bahwa ada perasaan frustrasi.
Bukan frustrasi sebab tidak mampu, melainkan kare-
na ada kendala lain. Kendala itu diperlihatkan oleh aspek
“hal yang tersembunyi” (kartu 6). Di sini ada “persain-
gan” dalam aktivitas yang dilakukan oleh individu-indi-
vidu yang bersangkutan, yang dapat juga diartikan bah-
wa ternyata banyak hal lain yang harus diprioritaskan.
Dengan kata lain, ada kesulitan untuk membagi waktu
yang dibutuhkan agar dapat berkonsentrasi pada usaha
menguasai pewacanaan tarot. Saran yang diberikan ada-
lah kartu 2 of Wands yang berarti Awal Perjalanan: “Ter-
uslah berjalan dengan optimis, sebab tidak ada kendala
yang berarti di hadapan Anda!”
Pertanyaan: “Usaha apakah yang cocok saya lakukan agar
berhasil sebagai seorang wiraswasta?” (Penanya yaitu
seorang mantan wanita karier yang sekarang menjadi ibu
rumah tangga penuh waktu dan berniat memulai usaha
sendiri).
Tebaran Enam Kartu beserta definisinya:
Kartu 1: XIII. Death - Alternatif A
Kartu 2: Page of Pentacles - Alternatif B
Kartu 3: 3 of Wands - Alternatif C
Kartu 4: Queen of Swords - Perspektif
Kartu 5: 7 of Pentacles - Jawaban
Kartu 6: Queen of Swords - Hal tersembunyi
Jawaban: Mengenai usaha yang cocok untuk Anda, harap
diingat-ingat tiga alternatif utama yang Anda telah pikir-
kan selama ini (Alternatif A, B, dan C) sebab jawaban ha-
rus dicocokkan dengan ketiga alternatif ini.
Untuk alternatif pertama, jawabannya yaitu tidak
cocok sebab Anda harus mengadakan perubahan besar
untuk melakukannya. Alternatif kedua yaitu yang paling
cocok untuk Anda. Terlihat Anda baru mempelajarinya
atau dibantu oleh seorang pria berusia di bawah 30 tahun
jika Anda melakukan alternatif kedua ini. Alternatif
kedua ini akan menghasilkan uang yang lumayan jika
Anda tekun menjalaninya.
Alternatif ketiga dapat juga dilakukan. Ada seorang
wanita karier yang kelihatannya siap membantu, namun
saya tidak melihat bahwa usaha itu akan menghasilkan
uang dalam waktu dekat. Yang jelas, dari ketiga alternatif
ini, Anda akan mampu memilih dan mengambil keputus-
an yang paling tepat.
Analisis elemen sebagai dasar jawaban: Ada tiga calon
usaha yang dinamakan alternatif A, B, dan C, masing-
masing diberikan posisi di kartu 1, kartu 2, dan kartu 3.
jika kartu yang keluar yaitu Elemen Positif (Api atau
Udara), maka jawaban berarti “ya, cocok”. Bila kartu yang
keluar yaitu Elemen Negatif (Air atau Tanah), maka ar-
tinya “tidak cocok”.
Jika tiga kartu pertama saja yang dicabut, selintas akan
terlihat bahwa alternatif A dan B tidak cocok (keduanya
Elemen Negatif); yang cocok yaitu alternatif C (Elemen
Positif). Namun, jika enam kartu yang dicabut, terlihat
bahwa yang sesuai dengan keinginan penanya (peng-
hasilan uang untuk jangka panjang) yaitu alternatif B.
Alternatif B di posisi kartu 2 berhubungan langsung de-
ngan posisi jawaban di kartu 5. jika alternatif C akan
menghasilkan uang segera, hal itu akan terlihat di kartu 4,
kartu 5, dan kartu 6, namun untuk kasus ini tidak terlihat.
Yang terlihat hanyalah bahwa alternatif C dapat langsung
dikerjakan.
94 95
Pertanyaan: “Apakah saya harus memilih alternatif A, B,
atau C sebagai pilihan terbaik bagi hidup saya?” (Penanya
yaitu seorang wanita yang akan menikah, namun ia ragu
apakah harus meneruskan rencana menikah atau tidak.
Alternatif A yaitu pilihan untuk menikah, alternatif B
berarti menunda menikah, dan alternatif C berarti tidak
menikah).
Tebaran Enam Kartu beserta definisinya:
Kartu 1: 6 of Wands - Alternatif A
Kartu 2: 5 of Pentacles - Alternatif B
Kartu 3: VIII. Strength - Alternatif C
Kartu 4: Ace of Swords - Perspektif
Kartu 5: 2 of Cups - Jawaban atau saran
Kartu 6: Ace of Pentacles - Hal tersembunyi
Jawaban: Saya melihat bahwa saran yang diberikan ada-
lah agar Anda memperdalam ikatan batin dan saling
pengertian dengan pasangan Anda sebelum memutuskan
alternatif apa yang akan diambil. Itu yaitu arti dari kartu
2 of Cups di posisi jawaban.
Analisis elemen sebagai dasar jawaban: Baik kartu 4
(perspektif ) maupun kartu 5 (jawaban) tidak ada yang
sama elemennya dengan kartu 1 (alternatif A), kartu 2
(alternatif B), atau kartu 3 (alternatif C). Kartu 4, posisi
perspektif, yaitu Ace of Swords, yang juga merupakan
elemen Udara satu-satunya di dalam tebaran. Artinya,
perspektif atau cara pandang memengaruhi ketiga po- sisi
kartu di atasnya (kartu 1, kartu 2, dan kartu 3). Jadi,
kekuatan mental dan intelektual ternyata dimiliki oleh
yang bersangkutan sehingga ia dapat memutuskan alter-
natif mana yang akan dipilihnya. Yang dapat dikatakan
yaitu bahwa sang penanya ini cenderung untuk mem-
pertimbangkan alternatif A atau C. Alasannya: sebab ele-
men Udara berkawan baik dengan elemen Api (kartu 1
dan kartu 3), dan antipati dengan elemen Tanah (kartu
2). Masih ada satu lagi, yaitu “hal tersembunyi” di po-
sisi kartu 6. Ace of Pentacles berarti suatu windfall atau
anugerah materi yang luar biasa. Ini berhubungan dengan
alternatif B. Jadi, bila sang penanya memilih alternatif B,
windfall itu akan menjadi milik dia.
Pertanyaan: “Apakah saya harus mengambil alternatif A
atau alternatif B?”
Tebaran Enam Kartu beserta definisinya:
Kartu 1: King of Cups - Alternatif A
Kartu 2: XII. The Hanged Man - Penanya
Kartu 3: 4 of Cups - Alternatif B
Kartu 4: 2 of Swords - Perspektif
Kartu 5: XV. The Devil - Jawaban
Kartu 6: V. The Hierophant - Hal tersembunyi
Jawaban: Baik alternatif A maupun alternatif B tidak da-
pat Anda ambil, meskipun kelihatannya dua pilihan itu
yaitu yang sudah Anda pikirkan matang-matang. Dan,
secara prinsip kedua pilihan tersebut tidak terlalu ba-
nyak konsekuensinya bagi Anda pribadi yang kelihatan-
nya siap untuk mengambil keputusan serta menjalankan-
nya meskipun dengan cara-cara yang tidak umum. Ada
sesuatu yang kelihatannya belum Anda lakukan, yaitu
meminta nasihat dari pihak-pihak yang mengerti perma-
salahan yang Anda hadapi.
Analisis elemen sebagai dasar jawaban: Hal pertama
yang saya lihat di Tebaran Enam ini yaitu alternatif A
(kartu 1), alternatif B (kartu 3), dan jawaban (kartu 5).
Perlu diingat bahwa dibalik pertanyaan utama di atas ada
96 97
pertanyaan implisit berupa Pertanyaan Ya–Tidak yang
dijawab di kartu 1 dan kartu 2. Jadi, alternatif A dijawab
“tidak” sebab penanya sebenarnya mengerti bahwa ada
alternatif yang lebih bijaksana daripada itu. Alternatif B
dijawab “tidak” sebab penanya akan kecewa jika al-
ternatif itu diambil. Jawaban di kartu 5 memperlihatkan
bahwa penanya terobsessi untuk segera mewujudkan
dorongan perasaannya untuk menjalankan alternatif A
atau B. Keduanya sama kuat tarikannya untuk si penan-
ya.
Jawaban berada di elemen Tanah, sedangkan kedua
alternatif berada di elemen Air; kita tahu bahwa elemen
Tanah harmonis dengan elemen Air. Si penanya sendiri, di
kartu 2, berada di elemen Air, bahkan elemen Air yang
paling air, yaitu arkana mayor XII. The Hanged Man. Yang
terjadi yaitu “banjir besar”: penanya memberi dorongan
yang sama besar untuk kedua alternatif ini untuk berjalan
bersamaan bahkan sebelum keputusan diambil.
Kartu 4 yaitu perspektif dan berada di dimensi
pikiran (elemen Udara), sedangkan kedua alternatif dan
si penanya sendiri terutama berada di dimensi perasaan
atau hubungan emosional (elemen Air). Kartu 4 mem-
perlihatkan bahwa keputusan harus diambil di dimensi
pikiran atau logika dan dikomunikasikan kepada pihak-
pihak yang berkepentingan. Kartu 6 menyatakan hal
tersembunyi yang belum diajak serta oleh penanya dan
dapat membantunya jika digunakan. Elemen yang
tidak ada di tebaran (missing element) yaitu elemen
Api. Jadi, penanya disarankan untuk mengambil inisiatif
melakukan tindakan konkret, yaitu hal-hal yang bermuat-
an elemen Api.
4.5 Formulasi Pertanyaan
Pertanyaan pada dasarnya hanya berkisar pada beberapa
kata tanya berikut:
1. Apakah (what)
Contoh:
Apakah yang menyebabkan hubungan saya dan teman
hidup saya semakin merenggang?
Yes–No Question juga selalu dimulai dengan “Apakah”.
Contoh:
Apakah bekerja terus di perusahaan sekarang merupa-
kan pilihan terbaik untuk saya?
2. Kapan (when)
Contoh:
Kapankah saya menemukan jodoh saya?
Pertanyaan “kapan” juga dapat diucapkan dengan kata-
kata lain sehingga menjadi Yes–No Question yang relatif
lebih mudah. Jadi, “Kapankah saya menemukan jodoh
saya?” dapat diganti dengan “Apakah saya akan menemu-
kan jodoh saya dalam waktu yang telah saya targetkan?”
3. Bagaimana (how)
Contoh:
Bagaimanakah seharusnya saya menghadapi bos saya
yang susah diajak bicara?
4. Berapa banyak (how much/many)
Contoh:
Berapa banyakkah yang akan saya peroleh jika saya
menjalankan bisnis baru itu?
98 99
Pertanyaan berapa banyak biasanya jarang sekali dita-
nyakan oleh orang Indonesia. Yang paling banyak dita-
nyakan yaitu yang memakai “apakah, kapan, dan
bagaimana.”
4.6. Adakah Kartu Negatif?
Dalam Tebaran Satu, jika kartu yang tercabut mem-
berikan jawaban Ya (kartu Wands atau Swords), namun
arti kartu ternyata negatif (misalnya Nine of Swords), ba-
gaimana mengartikannya ?
Banyak yang bertanya seperti ini, dan itu diakibatkan
oleh kesalahkaprahan. Sebagian pembaca (peramal) ta-
rot membagi kartu-kartu menjadi kartu yang berarti baik
(positif atau sehat) seperti 10 of Cups, 4 of Wands, dan
sebagainya. Sebagian kartu lainnya dianggap berarti jelek
(negatif atau sakit) seperti 5 of Pentacles, 3 of Swords, 9
of Swords, dan sebagainya.
Pada dasarnya, semua kartu yaitu netral, tidak sehat
maupun sakit. Bisa bersifat sehat atau sakit bergantung
dari pertanyaan dan jawaban yang diterima oleh pem-
baca tarot melalui intuisinya. Jadi, tidak ada kartu yang
sudah dipatok mati sejak awal sebagai kartu baik atau
kartu jelek. Bahkan kartu arkana mayor XIII. Death atau
XV. The Devil tidaklah selalu berarti kartu bencana atau
malapetaka.
Anda bisa saja mengikuti sistem yang membagi se-
bagian kartu sebagai arti baik dan sebagian lainnya berar-
ti jelek. Namun, yang penulis ajarkan di sini yaitu sistem
yang mengasumsikan semua kartu yaitu netral sampai
arti spesifiknya muncul di intuisi si pembaca tarot.
Contoh
Pertanyaan: “Apakah target yang sudah saya canangkan
akan terselesaikan sebelum Lebaran?”
Kartu: 10 of Wands
Jawaban: Ya, namun akan banyak kerja lembur. Kerja fisik
yang diforsir secara maksimal untuk mencapai target itu.
Pertanyaan: “jika kartu sudah dicabut, arti apakah
yang akan digunakan? Arti yang disesuaikan dengan per-
tanyaannya atau arti yang sebenarnya?”
Jawaban: Mudahnya dapat penulis jawab bahwa yang
harus diberikan yaitu arti yang disesuaikan dengan per-
tanyaannya, yaitu arti yang muncul begitu saja di dalam
intuisi Anda sebagai seorang pembaca tarot.
Lalu, arti sebenarnya yang bagaimana? Penulis kira yang
dimaksud di sini yaitu Kata Kunci, yaitu satu arti bagi
satu kartu yang sudah Anda hafalkan. Kata Kunci itu tidak
perlu menjadi obsesi, sebab lama-kelamaan Anda akan
memiliki banyak Kata Kunci untuk tiap kartu. Arti sebe-
narnya yang mana? Ya semuanya itu, namun jawaban yang
diberikan yaitu salah satu dari mereka itu.
4.7 Pewacanaan Maraton
Format sebenarnya sama saja, baik pewacanaan maraton
(yang terus-menerus tiada henti) maupun pewacanaan
biasa yang memiliki jeda waktu cukup. Maraton ada dua
macam: yang umum dan tidak umum. Yang umum yaitu
pewacanaan dalam waktu sekitar 30 menit per penanya,
sedangkan yang tidak umum yaitu 5 menit per penanya
seperti dalam acara-acara tertentu untuk warga
umum. Jadi, bila diberikan waktu selama 4 jam, total ada
100 101
sekitar 50 penanya yang memperoleh pewacanaan secara
berturut-turut.
Dasar pewacanaan maraton yaitu kondisi gelombang
otak Alpha dari si pewacana atau peramal tarot, sehingga
penanya langsung memperoleh jawaban seketika dari
pewacana setelah kartu-kartu dicabut olehnya. Pewacana
tidak akan mempunyai waktu sama sekali untuk berpikir.
Yang keluar dalam pewacanaan yaitu yang berasal dari
intuisi semata-mata dan pewacana hanya tinggal mengu-
capkannya.
Contoh pewacanaan maraton sebagai berikut:
T = Penanya
W = Pewacana
W: Selamat malam. Saya Leo, Anda?
T: ... (Penanya menyebutkan namanya).
W: OK, Mbak/Mas pertama-tama kita kocok dulu kartu-
nya ya. Terserah berapa kali saja. (Saya akan mengocok
kartu terlebih dahulu, lalu menggenggamnya dengan
kedua belah tangan, dan saya angkat ke atas sampai me-
lewati dahi atau mata ketiga saya. Pada posisi teratas saya
diam selama sedetik: itu doa saya meminta jawaban bagi
penanya dari “Alam Semesta”. Setelah itu, baru kartu saya
serahkan kembali kepada penanya).
T: (Penanya mengocok kartu dan mengembalikannya ke-
pada saya).
W: (Saya menerima segenggam kartu itu, memegangnya
dengan kedua belah tangan, dan sekali lagi menaikkan-
nya ke atas melewati dahi saya; ada doa sedetik juga di
sini. Setelah itu kartu-kartu saya tebarkan dalam bentuk
kipas). Pertanyaan pertamanya apa Mbak/Mas? Bisa ber-
tanya apa saja. Kalau pertanyaannya umum, jawabannya
akan umum, kalau pertanyaannya spesifik, jawaban bisa
spesifik juga.
T: (Penanya mengajukan pertanyaan pertamanya).
W: Silakan dicabut satu kartu, yang mana saja.
T: (Penanya mencabut satu kartu dari tebaran kipas).
W: (Saya mengambil kartu itu, menempatkannya di te-
ngah. Lalu saya mencabut satu kartu dari paling kiri dan
paling kanan tebaran kipas untuk mendampingi kartu
yang dicabut oleh penanya). OK, Mbak/Mas (ini jawaban
yang diberikan). Sekarang pertanyaan keduanya apa?
T: (Penanya mengajukan pertanyaan keduanya).
W: (Saya mengulangi prosedur yang sama seperti di atas
sampai tiga pertanyaan tuntas diajukan dan dijawab).
Untuk tipe maraton kilat, tanya jawab untuk tiga perta-
nyaan seperti contoh di atas dapat dilakukan dalam waktu
kurang lebih 5 menit saja. jika penulis dapat melaku-
kannya, tentu saja Anda juga dapat melakukannya!
102 103
Bab 5
Memahami Dasar Psikologi
bagi Tarot
“Man is the only creature who refuses to be what he is.”
–Albert Camus
TAROT DAN PSIKOLOGI SIMBOL Tarot reading pada dasarnya yaitu proses konseling.
Di situ ada klien yang membawa permasalahan dan ada
konselor yang mencoba membantu klien mencari jawab-
an atas permasalahannya. Dengan demikian, proses da-
lam tarot reading, suka atau tidak suka, akan berhubung-
an dengan psikologi.
5.1 Psikologi dan Aliran-alirannya
Mengaitkan antara tarot dan psikologi mungkin akan
membuat orang bertanya-tanya: Di mana letak tarot da-
lam ilmu jiwa manusia ini? Secara umum, dapat dikata-
kan bahwa tarot mengambil posisi tersendiri dalam du-
nia psikologi. Ia tak secara kaku menetap dalam sebuah
mazhab pemikiran. Psikologi tarot yaitu sebuah proses
konseling, yang memungkinkan seorang tarot reader
memakai berbagai pendekatan psikologi dalam
membantu kliennya.
Pada pengembangan lebih luas dari psikologi tarot,
kita dapat masuk pada psikologi simbol. Kita tahu bah- wa
manusia bereaksi terhadap simbol. Manusia, sejak
berabad-abad lalu, mencoba menginterpretasi dunianya
melalui simbol-simbol. Dan, dalam alam bawah sadar pun,
mekanisme simbol bekerja membantu manusia
meredusir kecemasan atau menyampaikan “alarm” untuk
memperingatkan akan kemungkinan terjadinya sesuatu.
Fenomena ini terutama dapat dilihat dalam mimpi.
Psikologi simbol yang mendasari tarot dapat meru-
pakan perpotongan lebih dari satu mazhab pemikiran. Ia
berpotongan dengan psikoanalisis ketika kita membahas
simbol-simbol dari ketaksadaran. Sementara ada bagian
yang masuk dalam pembahasan humanistis ketika kita
memakai simbol-simbol tersebut untuk melakukan
self-therapy pada diri klien. Dan, di bagian lain, ada juga
pembahasan dari psikologi transpersonal ketika memba-
wa simbol tersebut ke ranah pertumbuhan spiritual. Bah-
kan, pembahasan dari psikologi behavioristis pun dapat
dilakukan ketika menempatkan simbol sebagai stimulus
yang memicu aksi.
Dalam psikologi ada sejumlah mazhab. Mengacu
pada apa yang kerap diajarkan di Fakultas Psikologi di In-
donesia, maka setidaknya ada tiga mazhab di sini, yaitu:
Behavioristis, Psikoanalisis, dan Humanistis, ditambah
dengan tiga mazhab lain yang belum banyak diajarkan
di Fakultas Psikologi, yaitu Transpersonal, Integral, dan
Positif. Penulis tak ingin berpanjang lebar menjelaskan
mengenai keenam mazhab tersebut sebab memang buku
ini bukan porsinya untuk menjelaskan hal itu. Apa yang
penulis ungkapkan di sini hanyalah sepintas saja, seka-
dar untuk pembaca tahu mazhab-mazhab dalam dunia
psikologi dan melihat letak psikologi tarot dan psikologi
simbol di antara mazhab-mazhab tersebut.
5.1.1 Behavioristis
Mazhab behavioristis melihat bahwa perilaku manusia
didorong oleh reaksinya terhadap stimulus-stimulus
dari luar dirinya. Jadi, dalam behavioristis analisis ter-
hadap manusia dilakukan berdasarkan perilakunya yang
tampak. Behaviorisme banyak berkembang dalam teori
belajar, terutama berkaitan dengan reward-punishment,
sejumlah tokoh yang dapat kita kenali sebagai behavio- ris
yaitu Pavlov, Skinner, Bandura, dan sejumlah nama lagi.
5.1.2 Psikoanalisis
Mazhab psikoanalisis diawali oleh Sigmund Freud. Ia me-
lihat bahwa perilaku manusia yang tampak ibarat “ha-
nya” seperti puncak dari gunung es. Artinya, ada sesuatu
yang lebih besar berada di bawah permukaan air. Puncak
gunung es yang menyembul di atas permukaan air hanya-
lah sebagian kecil dari perilaku manusia. Semakin lama
Psikoanalisis berkembang pesat dan mulai bermunculan
sejumlah tokoh dalam mazhab ini. Carl Gustav Jung pada
awalnya yaitu tokoh yang sejalan dengan Freud, namun
pada suatu titik mereka mengalami perbedaan. Walaupun
memiliki banyak kemiripan dengan psikoanalisis, Jung
lebih suka menamakan pemikirannya sebagai psikologi
analitik. Sejumlah nama dalam psikoanalisis muncul, se-
perti Erik H Erikson, Karen Horney, Murray, Erich Fromm,
106 107
hingga tokoh-tokoh neo-psikoanalisis seperti Jacques La-
can, Julia Kristeva, Luce Irigaray, dan lain-lain.
5.1.3 Humanistis
Tokoh mazhab humanistis yang paling terkenal yaitu
Abraham Maslow dengan teori hierarki kebutuhannya
tersebut. Maslow awalnya mencoba memasukkan pe-
mikirannya ke dalam psikoanalisis, namun penolakan dari
psikoanalisis terhadap pemikirannya membuatnya masuk
ke dalam humanistis. Maslow pernah mengklaim bahwa
humanistis menyatukan apa yang menjadi kelemahan
behavioris dan psikoanalisis. Menurutnya, jika behavio-
ris terlalu melihat manusia berdasarkan hal-hal di luar
diri dan psikoanalisis terlalu memandang manusia di-
kendalikan oleh alam bawah sadar (dalam diri), maka hu-
manistis memperhitungkan keduanya. Dalam pandangan
penulis, pandangan ini salah. Humanistis ya humanistis,
itu sesuatu arah yang baru lagi dalam pemikiran psikolo-
gi dengan konsep yang baru juga dan sama sekali bukan
menyatukan pertentangan behavioris dan psikoanalisis.
Humanistis, sesuai namanya, menekankan pada manu-
sianya dalam menjalani kehidupannya. Fokus humanistis
terletak pada eksistensi, sehingga dalam konsepnya ban-
yak berbicara mengenai tanggung jawab, cinta, kepuas-
an, kreativitas diri, dan sebagainya. Sejumlah tokoh yang
masuk dalam mazhab ini yaitu Viktor Frankl, Carl Ro-
gers, dan lain-lain.
5.1.4 Transpersonal
Transpersonal sebenarnya memiliki kedekatan dengan
psikoanalitis Jung dan Psikologi Timur. Psikologi trans-
personal lebih mengarah pada sisi spiritual kehidupan
manusia.
5.1.5 Integral
Psikologi integral terkenal dengan beberapa nama to-
kohnya, seperti Sri











.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
