Islam tidak han ya berfo kus pada urusan ibadah , tetapi
juga m en gatur berba gai aspek kehidup an sec ar a men yeluruh,
mencakup sis tem pendidi kan, keseh atan, sosi al dan poli ti k, serta
ekonomi . Konsekwensin ya adal ah bah wa seti ap tindakan dan
akti vit as manusia m enjadi objek hukum ya n g harus
dipertan ggun gjawabk an sesuai den gan atur an s ya riah (Al Fa risi,
2022) .
Kaji an ekonomi s yariah saat ini tidak han y a menarik
minat umat Musl im , tetapi juga mend apat pe rhati an dari ne gar a
dan penduduk non - Musl im . Bidan g kaji an ini ju ga telah m eluas
ke berba gai sektor, term asuk dalam indus tri pariwisata. Konsep
dan pr akti k pariwisat a halal sedan g menj adi tren ba gi
mas ya r ak at, perusaha an, maupun negar a. Saat ini , pariwisata
halal mengint e gr asikan aspek - asp ek ekonomi dengan prinsi p -
prinsi p s yari ah, dan pe rk emban gan posi ti f dalam tren pariwisata
halal terus menin gk at. Diskusi , artikel, desain, serta promosi -
promos i terkait w isata ha lal juga mul ai diarahk an untuk menarik
para pem an gku kepenti ngan dalam indus tri pariwisata halal
(Qit al et al., 2022) .
Pariwisata halal tel ah menarik perh ati an dunia seba gai
bagi an da ri pe rkemban gan indus tri pariwis ata ya n g berfokus
pada nil ai - nil ai Islam dan s ya riah. Menurut La poran ( Global
Muslim Travel Index (GMTI), 2023) , Indonesi a telah dinobatkan
seba gai tuj uan w isata halal nomor s atu di duni a , men gun gguli
140 ne gar a lainn ya. Kinerja ini menunjuk kan kemajuan
dibandingkan tahun lalu, saat Indonesia mendudu ki posi si kedua
dan Mala ysi a di posi si pertama . Lapor an GMT I edisi ke - 8 ini
dikeluarkan ol eh Mast erca rd - C res cent Rati n g dan dirili s di
2 | Pen gemb an gan Pariwi sata Halal di Indon esia
Singapur a pada tanggal 1 Juni 2023. Studi yan g terdap at dal am
laporan ini dibagi dal a m empat segme n utam a, ya kni akses,
komuni kasi, lingkungan, dan pela ya nan. ( Global Muslim Travel
Index (GMTI), 2023) .
Fenomen a glob al mengen ai pariwisata hala l menjadi
semakin signifikan se iring den gan pe rtumbuhan populasi
Musl im di seluruh dunia dan per geser an pref er ensi konsum en
ya n g lebih men gutamak an pen gal aman wisata yang holi sti k dan
sesuai den gan nil ai - nil a i reli gius me reka. Wisatawan Musl im
tidak han ya men cari des ti nasi yan g m emenuhi kebutuhan dasa r
mereka, sepe rti akomo dasi halal dan makan a n ya n g sesu ai
s ya riah, tetapi ju ga men cari pen galaman ya n g m endalam dalam
memahami buda ya dan sejarah yan g s ejalan de ngan ke ya kinan
mereka. Dal am konteks ini , pariwis ata halal muncul sebagai
konsep yan g dap at mengakomod asi aspirasi ini dan pada saat
ya n g s ama memberika n dampak posi ti f pada perekonomi an
lokal. Meskipun potens in ya besar, pen gemb an gan pariwisat a
halal juga dihadapk an pada sejum lah tantan ga n ya n g perlu
dia tasi (Rojabi et al., 2023) . Dalam bab ini , akan me mbahas
pengertian pariwis ata halal, sejarah dan perkemban gan
pariwisata halal, s erta perbeda an pari wisata halal den gan
pariwisata konvension al.
1.2 Pengertian Pariwisata Halal
Dalam peneli ti an tenta ng pa riwisata halal, t erdapat
beberap a termi nologi ya ng ker ap muncul , seperti " halal tourism "
atau " Islamic Tourism ." Meskipun terkadan g kon sep ini tampak
serupa, para cend ekia wan Musl im memberi definisi ya n g
berbeda. Rez a Dasan gga & Tri Ratn asari, (202 2) men gartikan
" halal tourism " seb a gai segala yan g dii z inkan oleh ajar an Allah,
sehingga dalam kontek s pariwisata, " halal " mengacu pad a
Konsep Dasa r Pariwisata Halal | 3
akti vit as yan g sesu ai de ngan prinsip - prinsi p Isla m. Di sis i lain,
ist il ah " Islamic " digun ak an untuk hal - hal yan g be rkait an den gan
agama, s eperti hukum - h ukum, prinsi p - pri nsip, keperc a ya an, dan
ibadah.
Den gan kata lain, pariwi sata halal merujuk pada seluruh
elemen atau akti vit as yan g sesuai den gan prinsi p Islam dan dapat
dii ntegrasik an ke dalam indus tri pariwisata. Defi nisi ini menjadi
fondasi dalam men yaji k an produk dan la yan an pariwisata untuk
konsum en, khususn ya ya n g men ganut Islam, termasuk hotel
ya n g berko nsep halal, re storan yan g men yaji kan makanan halal,
dan paket wisata halal. P ariwisata ini tidak han ya berfokus pada
area yan g ma yo ritas pendudukn ya Musl im , melainkan juga
mencakup l a yanan dan produk untuk pa ra wisa tawan Musl im
dari be rba gai ne gar a, baik yan g ma yo ritas Musl im maupun
bukan (Ferdians ya h, Hen dri, 2020) .
Konsep lain men gena i pariwisata halal m encakup
berba gai jenis pa riwisat a, te rmasuk wisata bud a ya , alam, dan
buatan, ya n g disaji kan dengan meme gan g prinsi p dan nil ai - nil ai
Islam. Sal ah satu ciri khas dari pa riwisata adal ah pen gemas an
nil ai - nil ai dan prinsi p - prinsi p Isl am agar dapat dini kmati oleh
wisatawan da ri berba gai latar belak a n g agama. Hal ini dil akukan
dengan memenuhi kebut uhan dasar wisataw an Musl im , seperti
men ye diakan fasil it as ibadah, makanan dan minu man yan g halal
dengan jaminan keh alal an, serta akomodasi ya ng ramah ba gi
wisatawan Musl im (Saputro et al., 2018) . Pariwisata halal telah
didefini sikan den gan berba gai car a oleh berb agai ilmuwan,
dengan fokus untuk memenuhi kebutuhan dasar wisatawan
Musl im yan g m encakup berba gai komponen se perti makanan
ya n g halal, hotel - hot el yang sesuai den gan prinsip Isl am, paket
perjalanan ya n g men gik uti aturan Islam, dan s pa ya n g sesuai
dengan nil ai - nil ai Islam.
4 | Pen gemb an gan Pariwi sata Halal di Indon esia
Den gan demi kian, dapat disi mpul kan bahwa pa r iwisata
halal adalah ke giat an wisata ya n g dil akukan sesua i dengan aj aran
Islam, yan g m eli batkan pen ye diaan la ya nan dan produk untuk
memenuhi kebutuhan dasar wisatawan, baik merek a yan g
bera gam a Islam maupun non - Musl im . Pariwisata merupak an
usaha yan g me n ye lur uh untuk mencipt aka n pengalaman
perjalanan yan g sesuai den gan nil ai - nil ai, nor ma - norma, dan
ke ya kinan Isl am. Hal ini merupakan res pons terhadap
permint aan wisataw an Musl im yan g men gin gin kan pen galaman
wisata yan g ka ya se car a spirit ual, sosi al, dan bu da ya . Dalam
konteks ekonomi , pariwisata halal tidak han ya berdampak pada
indus tri pariwisata, tet ap i juga berp en garuh pad a ekonomi lokal
dan glob al den gan memberikan peluan g pe rtumbuhan,
pencipt aan lapan gan ke rja, se rta mempromos ik an buda ya dan
dialog ant a rbuda ya (Wij aya , 2020 ) .
1.3 Perkembangan Pariwisata Halal di Indonesia
Indon esia memil iki potensi alam yan g san gat besar
dengan 17.100 pulau da n 742 bahas a yan g berb eda. Selain itu,
seba gai ne gar a kepulau an terb esar di dunia dengan panjan g
sekit ar 5.120 km dari Ba rat ke Timu r dan 1.760 km dari Uta ra ke
Selatan serta m emi li ki populasi sekit ar 270 jut a oran g (Wil son &
Samosi r, 2015) .
Pariwisata di Indon esia merupakan sal ah satu sektor
ekonomi utama ya n g memil iki keunggulan kompetit if dan
komparati f yan g si gnif ikan. Perta ma, pariwis ata merup akan
pen yumb an g devisa terb esar ba gi ne gara, den gan pro yeksi pada
ta hun 2023 mencapai sekit ar US$ 2,7 mil iar. Kedua, Indon esia
berambi si untuk menja di pemi mpi n pariwisata di kawas an
regional, bahkan be rpote nsi melampaui ASEAN, dengan pe sain g
utaman ya Thail and ya n g memil iki pendapat a n dari pariwisat a
Konsep Dasa r Pariwisata Halal | 5
sebesar US$ 22,26 mili ar. Keti ga, upa ya Branding negar a
dengan slogan " Wonderful Indonesia " telah ber hasil mencapai
peringk at 47 dal am daf tar brand ne ga ra te rke muka di dunia,
mengun gguli " Truly Asia " Mala ysia (perin gkat 96) dan
" Amazing Thailand " (p er ingkat 83).
Pengemb an gan pariwisa ta halal di Indon esia memil iki
potensi besar untuk mendoron g pe rtumbuhan ekonomi ,
khususn ya dalam ke ran gka ekonomi s yari ah. Bank Indonesia
telah men gidentifikasi i n i seba gai elemen kun ci dalam pen guat an
ekonomi Indon esia. Menurut data Kement eri an Pariwisata,
jum lah wisatawan musl im mancane gara yan g berkunjun g ke
Indon esia men galami pe ningkatan sekit a r 5,66 % dari pada tahun
2023 dengan jum lah kunjungan 1,06 jut a .
Kem enterian Pariwisata juga menc atat bah wa ada 13
provins i yan g m emi li ki potensi menjadi desti nasi pariwisata
halal, antara lain Aceh, S umatera Bar at, Bant en, Riau, Lampun g,
DK I J akarta, J awa Bar at, Yo g yaka rta, J awa Timur , J awa Ten gah,
Sulawesi Selatan, Nusa Tenggar a Barat (NTB), dan Bali . Aceh
dan NTB adal ah co ntoh provins i yan g telah berhasil
mengemban gkan poten si pariwisata halal dengan baik
(Prananda ri et al., 2023) .
1.4 Pengkembangan Pariwisata Halal di Dunia
a. Mala ysi a
Mala ysi a adal ah ne gara ya n g ka ya den gan keber agaman
buda ya , yan g didom inasi oleh tiga kelom pok utama: Mela yu,
Cina, dan India. Meski pun Islam adalah agam a domi nan di
negara ini , ke ya kinan la in seperti Buddha, Hind u, dan Kristen
juga dihorm ati dan dipr akti k kan den gan bebas oleh war gan ya.
Negar a ini menjalankan regulasi be rdasa rkan prinsi p - prinsi p
6 | Pen gemb an gan Pariwi sata Halal di Indon esia
Islam yan g dit erima baik oleh Musl im dan non - Musl im
(Hende rson, 2016) .
Dalam hal pa riwisata, sektor ini mewakil i sumb er
pendapatan kedu a terb es ar bagi Mala ysia (Musth ofa et al., 2023 ) .
Awaln ya, fokus pariwisa ta nega ra ini adalah pad a wisatawan dari
Timu r Ten gah. Namun, setelah tra gedi 11 Septe mber, Mala ysia
berali h fokus ke pasa r wisatawan Musl im , te rutama kar ena
ban ya k ne gar a Ba rat memberlakukan regul asi ketat te rhadap
wisatawan Musl im . Kar ena alas an ini , Mala ysia menjadi salah
satu desti nasi utama bagi mereka.
Sejak 20 01, kunjungan wisatawan Musl im ke Mala ysi a
terus menin gkat (Has an et al., 2023 ) . Ku ala Lum pur, seba gai ibu
kota ne gar a, diken al seb agai tuj uan favorit ba gi wisatawan dari
Timu r Ten gah, te rutama seba gai desti nasi bulan madu. Mala ysia
telah meningkatk an fasil it as untuk memenuhi kebutuhan
wisatawan ini , ter masuk men yediak an makana n khas Timu r
Tengah dan staf ya n g ber bicara dalam bah asa Ara b di hotel - hotel
mereka.
Sebagai upa ya lebih la njut untuk menarik wi satawan
Musl im , Mala ysia tel ah mengenalkan stand ar hal al ya n g ket at di
tempat - tempat makan dan pen ginapa n, den gan menunjukkan
sertifikat halal yan g j e las. Ban ya k hotel di negara ini kini
mengadopsi standar ini seba gai ba gian dari strat egi pem asar an
mereka, den gan men yeb ut diri merek a seb a gai ho tel s ya riah yan g
men yaji k an makan an halal dan beb as alkohol . Data
menunjukkan ad a sekit a r 273 hotel bint an g 3 - 5 dan 53 hotel
bint ang 1 - 2 ya n g telah mendapatkan sertifikasi ini (Ulf y et al.,
2021) . Dalam indeks pariwisata halal global ya ng dirili s oleh
Masterca rd - C res ent Rati ng tahun 2023 , Mala ys ia menduduki
posi si ke dua .
Konsep Dasa r Pariwisata Halal | 7
b. J epang
Pertumbuhan wisatawan musl im telah mendorong bisni s
pariwisata halal di Jepan g, s ebuah ne ga ra yan g s ecar a geo gra fis
berjar ak jauh dari ne ga ra - ne gara ma yorit as Mu sli m. Populasi
Musl im di Jepang sangat minoritas, den gan ma yorit as
pendudukn ya men ganut agama S hint o (51.2%), Budha (43% ),
dan Krist en (1.0 %). Agam a Islam relatif ba r u dikenal oleh
ban ya k war ga J epan g (Sa fitri, 2018) .
Meski demi kian, J epang telah menjadi desti nasi wisata
populer kedua ba gi b a n yak turis kar ena buda ya ya n g unik,
pemandan gan alam yang indah, dan pes ona kota - kota
metropoli tan (Yusof dan Shutt o, 2014). Kampan ye "Visi t J apan"
ya n g dil uncurkan pada t ahun 2003 dan peluncur an pene rban gan
murah telah mendoron g pertumbuhan pariwisata, t ermasuk dari
wisatawan musl im , khususn ya dari Mala ysia (Kurniawan &
Jatm ika, 2021) . Kunci sukses J epang dalam mela ya ni para
wisatawan ad alah kons ep "omot enashi ", yan g mencerminkan
keramahtam ahan khas J epan g. Ini be rarti memb erikan la yan an
terbaik den gan tul us, mencipt akan hubun gan posi ti f antara
pemberi la yan an dan pel anggan (Futrianota, 2019 ) .
Den gan menin gkatn ya kunjungan wisata wan musl im,
konsep pariwisata halal mendapat perh ati an di Jepang. Di tahun
2013, wisataw an asin g yang be rkunjung ke Jepang m elebihi 10
jut a, di mana dipe rkirak an 30% di antar an ya ad alah wisata wan
musl im . Angka ini dipe rkirakan akan t erus nai k hingga tahun
2020. Meskipun Isla m merupakan minoritas di Jepan g,
antusi asme wisatawan musl im untuk berkunjung ke nega ra ini
teta p tinggi. Pemerin tah J epang berupa ya memfasil it asi
kebutuhan merek a dan sebagai hasil n ya , J epang dianu ge rahi
seba gai "W orld Best Non OIC Emer gin g Halal De sti nati on" pada
2016 (Rahmah & Tapotu bun, 2020) .
8 | Pen gemb an gan Pariwi sata Halal di Indon esia
Permint aan akan produ k dan fasil it as halal meningkat,
mendoron g pembentuka n Japan Halal Association (JHA) yan g
mengatur sertifikasi halal dan kamp a n ye tempat shalat
(J amaludin & Sugawa ra, 2022) . Ban yak agen perjal anan
menawark an paket wisat a halal di kot a - kota besa r sepe rti Tok yo
dan Osaka. J apan Nati onal Tourism (J NTO) telah meril is
panduan khu sus untuk wisatawan musl im , menunjukkan 52
restoran halal di kot a - kota besar sepe rti Tok yo, Osaka,
Hokkaido, dan Kyoto. Meskipun ada peningk atan dalam fasil it as
tempat shalat, kebutuhan tersebut belum sepenuhn ya te rpenuhi di
seluruh negeri, den gan kuran g d ari 241 tempat shalat dan 38%
dari 98 masjid di Jepang belum memil iki fasil it as wudhu.
c. Korea Selat an
Peningkatan jum lah wis atawan asing di Ko rea Selatan
dikaitkan den gan munc uln ya gelom ban g "Hall yu Wave " atau
gelom ban g Kore a (Poetr i, 2019) . Terutama, wisa tawan musl im ,
terutama dari Mala ysia dan Indonesia, telah menunjukkan
peningk atan signifik an. Data dari Korean Tourism Organization
memperkirak an bahwa sekit ar 1.3 jut a wisatawan akan
berkunjun g ke Kore a Se latan pada tahun 2020. Wisatawan dari
Mala ysi a dan Indon esia termasuk dalam sep uluh besar asal
wisatawan asing di Ko rea Selat an. Sementa ra itu, wisatawan
musl im dari ne gar a - ne gara Ti mur Ten gah sepe rti Arab Saudi,
UEA, Kuw ait , dan Qatar dikenal seb a gai pelanco ng ya n g boros,
mengh abiskan rata - rata 2590 $ per kunjun gan. J uml ah ini lebih
besar dib andingk an den gan wisataw an dari ne gara - n e gar a lain
seperti Cina, J epang, Rusia, dan Taiwan ya n g rata - r ata
mengeluarkan ku ran g da ri 2000 $ (Ulfah Aziz ah1 Mochamm ad
Fathoni 2, 2022) .
Dalam upa ya menin gk atkan pariwisata halal, pe merint ah
Korea Selatan bekerj a s ama den gan Ko rean Tou rism
Konsep Dasa r Pariwisata Halal | 9
Organiz ati on (KTO), Korean Musl im Fede rati o n (KMF), dan
Korean Halal Associ ati on (KHA). KT O me nginform asikan
bahwa te rdapat s ekit ar 130 restoran ya n g ramah terh adap
wisatawan musl im , dengan berb a gai kate gori sertifikasi,
termasuk restoran yan g telah bersertifikasi halal dari KMF,
restoran den gan sertifi kasi halal independen, restoran yan g
menawark an makanan halal tetapi juga men yaji kan alkohol ,
restoran ve getarian tan pa dagin g babi, dan restoran yan g
men yaji k an berba gai jenis dagin g ke cuali babi. Namun,
pemahaman t entan g hal al dan kebutuh an wisat a halal masih
terbatas di Kor ea Selata n. Sebagai contoh, han ya ada 28 temp at
shalat di seluruh ne gara , ya n g jauh lebih s ediki t dibandingk an
dengan ne gara - ne ga ra lai n (Poetri, 2019) .
d. Turki
Turki, den gan pen galaman luasn ya dal am indus tri
pariwisata dan da ya tarik wisatan ya, tel ah memberikan
pemahaman mendal am tentang konsep per h otelan halal.
(Fadhlan & Subakti , 2022) mencatat bahwa sekit ar 98%
penduduk Turki ber a ga ma Isl am, menjadikann ya seba gai ne gar a
dengan populasi musl im terbesar kedelap an di du nia berdas ar kan
data 2015. Men arikn ya, dalam indeks Global Musl im Travel
2023, Turki perin gkat lima . Pasca - kud eta 2016, indus tri
pariwisata Turki men ghadapi tantan gan, den gan penurun an
jum lah wisatawan menja di 30 jut a. Namun, industri ini bangkit
kembali dengan cepat, mencatatkan penin gkat a n sebesar 24%
dan mene rima 37 jut a wisatawan pada tahun 201 7, seperti ya n g
dil aporkan oleh UNW TO .
Men yika pi pertumbuhan ini , A ydn (2017 ) me ngam ati
bahwa hotel - hotel berk onsep halal di Turki memil iki tingkat
hunian yan g l ebih tinggi s e besa r 25% diba ndingkan hotel
konvension al. Dia juga menekankan bah wa beberap a hotel,
10 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
terutama yan g ber ada di kawasan pesis ir yan g seb elum n ya
mela ya ni wisata wan no n - musl im , telah memod ifikasi konsep
mereka menjadi hotel halal. Perubahan ini tidak tanpa tant an gan,
karena mem erlukan m odifikasi dalam penem patan fasil it as
seperti arah toi let agar s esuai den gan arah kibl at dan pemi sahan
fasil it as antara laki - laki dan perempu an.
Alan ya , sebuah wila ya h di Turki, telah mencatatkan
pertumbuhan wisata ya n g pes at. Data statis ti k pariwisata tahun
2018 menunjukkan bahwa lebih dari 3,5 juta wisatawan
berkunjun g ke Alan ya, ya n g ber arti wila yah ini mela yani lebih
dari 8% dari tot al wi satawan ya n g be rkunju ng ke Turki.
Kenaikan wisataw an ini juga dii kuti oleh pertumbuhan hotel di
wila ya h te rsebut. Di an tara ban yakn ya hotel di Alan ya, 'Ber a
hotel Alan ya ' m enjadi salah satu yan g men dapat pe rhati an
khusus karen a dianu gerahi seb a gai hotel pertama ya n g
mendapatkan sertifikasi halal da ri Turkish Sta ndard Insti tut e
(TS E).
1.5 Perbedaan Pariwisata Halal dan Konvensional
P ariwisata halal pada dasarn ya memil iki kesamaan
dengan pa riwisata konv ension al, namun memil iki konsep ya n g
ekspl isi t denga n tuj ua n memberikan ken ya manan khusus.
Meskipun wisata halal dan wisata konvension al berbeda dalam
k onsepn ya , mer eka tidak sali ng m en ghil an gkan satu sama l ain
dan dap at sali n g mend ukung. Pa riwisata konv ension al pada
dasarn ya dapat menduk ung pelaks ana an pariwi sata halal atau
sesuai den gan prinsip - p rinsip Islam, asalkan ti dak melan gga r
aturan hukum Isl am. M enurut (Ma rz uki, 2020) , berikut ad alah
perbeda an antara wisata konvension al, wisata reli gi, dan wisata
s ya riah:
Konsep Dasa r Pariwisata Halal | 11
Tabel 1.1 Perbed aan pari wisata konvension al, reli gi dan halal
No. Aspek Konvension al Reli gi Halal
1 Objek Buda ya,
alam,
herita ge,
kuli ner
Peninggalan
sejaran,
tempat ibadah
Semuan ya
2 Tujuan Menghibur Meningk atkan
spirit ual
Meningk atkan
spirit ual dengan
cara m en ghibur
3 Tar get Men ye ntuh
kepuasan dan
kesenan gan
ya n g
berdimensi
nafsu,
semata - mata
han ya untuk
menghibur
Aspek
spirit ual yan g
dapat
menenan gkan
jiwa, gun a
mencari
ketenan gan
bati n
Memenuhi
kesenan gan dan
keinginan serta
menambah
kesadar an
bera gam a.
4 Guide Memah ami
dan
mengu asai
informasi
sehingga bisa
menarik
wisatawan
terhadap
ob yek wisata
Mengu asai
sejarah tokoh
dan lokasi
ya n g menjadi
ob yek wisata
Membuat
pengunjun g
tertarik kep ada
ob yek s erta
membangkit kan
spirit reli gi.
5 Fasil it an Sekedar
pelen gkap
Sekedar
pelen gkap
Menjadi ba gian
ya n g men yatu
dengan ob yek
wisata, ritual
ibadah menjadi
bagi an paket
hiburan
5 Kuliner Umum Umum Spesifik halal
12 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
6 Relasi
mas ya rak
at den gan
on yek
wisata
Komplement
er han ya
untuk
keuntungan
materi
Komplemente
r han ya untuk
keuntungan
materi
Inte grated yan g
berdasa rkan
prinsi p s yari ah
7 Agenda
Perjalana
n
Seti ap waktu Seti ap waktu Memperhati kan
waktu
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 13
Bab 2: Tinjauan Pariwisata Prespektif Islam
2.1 Pendahuluan
P ariwisata halal, dalam perspekti f Islam, adalah sebuah
bidang yan g semakin m endapatkan pe rhati an di seluruh duni a.
Pariwisata ini tidak han ya melibatkan aspek - aspe k konvension al
seperti tempat - tempat wisata dan akomodasi, tet api juga
mempertimb angk an nil ai - nil ai dan prinsi p - prinsi p Islam dalam
seluruh pen galam ann ya. Di dalam Isl am, ada berba gai a yat
dalam al - Qur 'an dan had it s Nabi ya n g memberik an panduan dan
pedoman terkait den ga n perjalanan, m enjelaja hi bumi , serta
bagaim ana car a bersika p dan berpe rilaku sela ma perjalan an
tersebut.
Bab ini ak an men gek splorasi ide wisata ha lal dari
perspekti f Islam, mak a dengan memfokuskan per hati an pada a yat
Al - Qur ‟ an dan hadis - ha dis yan g berk ait an. Ka mi akan melihat
bagaim ana prinsi p - prinsi p agama Islam memen ga ruhi pandan gan
tentang be rwisata, m en cari pelajar an dari pe ngal aman, dan
mematuhi nil ai - nil ai moral dan eti ka selama per jalanan. Selain
itu, bab ini juga akan me mbahas impli kasi dari pandangan Islam
terhadap pariwisata hal al dalam kehidu pan s ehari - h ari, dan
bagaim ana pem ahaman ini telah mempenga ruhi tren pariwisata
modern di kalan gan umat Musl im .
Dalam melihat a yat - a yat Alquran dan hadis - hadi s ya n g
relevan, kit a dapat lebih memahami ba gaim ana Islam
memandan g pariwisata halal seba gai suatu ben tuk perjalanan
ya n g memil iki makna yang lebih dalam dan be rpotensi untuk
menjadi ibadah. Semua ini akan memb antu kit a menjelajahi
konsep pariwisata halal dengan landas an yan g kokoh dalam
pandan gan agam a Islam , serta memberikan pe mahaman ya n g
14 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
lebih mendalam tentang penti ngn ya mematuhi prinsi p - prinsi p
Islam sel ama perjalanan wisata.
2.2 Tinjauan al-Quran
Konsep dasar pa riwisata berlandask an s ya riah berakar
pada al - Qur 'an seb a gai pondasi utama. Dala m bahasa Arab,
perjalanan se rin g disebut "rihlah" ya n g ber arti perjalanan.
Terdap at juga makn a la in seperti "saf ar a" dan "saf a " menurut
(Kar yati , 2021 ) . M. Faidah, (2016) mend efin isi kan "rihlan "
seba gai perpindah an dar i satu lokasi ke lokasi l ainn ya den gan
niat khusus. Definisi in i terinspi rasi dari tr adisi suku Qurais y
ya n g melakuk an perjalan an dua kali setahun, sekali pada musi m
dingin menuju Yaman d an pada musi m panas menuju S yam.
Contoh penggunan kat a "rihlah " di al - Qur 'an bisa dil ihat dalam
Qs Qurais y a yat 1 - 4:
ْْٓيِذ
َّ
لا ٍِۙجْيَب
ْ
لا ا
َ
ذٰو َّبَر اْوُدُتْعَي
ْ
ل
َ
ف ِِۚفْي
َّصلاَو ِءۤاَخ ِ
شلا
َ
ة
َ
لْضِر ْمِىِف
ٰ
لٖا ٍۙ ْشيَر
ُ
ق ِف
ٰ
لْيِاِل
ْعيُج ْن ِ م ْمُىَمَعْط
َ
ا فْيَخ ْن ِ م ْمُىَنَم
ٰ
ا َّو ٍۙە ࣖ
“Artinya: Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang
Quraisy. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin
dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan).
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini
(Ka„bah). Yang telah memberi mereka makanan untuk
menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa
takut.” (Qs. Qur ais y: 1 - 4 )
Ayat ters ebut men gga mbarkan kons ep "rihla h" ya n g
merujuk pada tradisi pe rjalanan suku Qurais y. Suku Qurais y,
merupakan p ed gan g, tinggal diwil a yah yan g kerin g dan memil iki
dua desti nasi utama perda gan gan. Dimus im dingan, me reka
ber ger ak menuju Yama n untuk mendapatkan rempah - r empah
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 15
dari Timu s melalui teluk persia. Sedan gkan di musi m panas,
mereka m enuju S yam untuk memperoleh hasil - hasil pertanian
ya n g nanti n ya ak an diba wa pulan g ke dae rah asa l merek a yan g
tandus. Perjalan an sep ert i ini telah menjadi ba gia n dari rutini tas
suku Qurais y selama bert ahun - tahun.
Disi si lain "safar " merujuk pada akti fita s yan g
men ya n gkut perjalan an d alam jarak te rtentu, den gan int e rpretasi
ya n g lebih khusus (Ifl ah & Putri, 2019) . Dalam al - Qur 'an, kata
"saf ar " dan var iasin ya muncul seban ya k 12 kali , sementara
"sar a " dan va riasin ya muncul 27 kali . Beb era pa kata di atas
memakai kata "s afa r " dengan konotasi s eba gai int ruksi untuk
beper gian.
a. S urat al - Qasas: 29
آْْيُث
ُ
كْما ِهِلْو
َ
اِل
َ
لا
َ
ق ۗاًراَن ِرْي ُّطلا ِبِناَص ْنِم َس
َ
ن
ٰ
ا ْٖٓهِلْو
َ
اِة َراَسَو
َ
لَص
َ
ا
ْ
لا ىَسْيُم ىٰض
َ
ق ا َّم
َ
ل
َ
ف ۞
َ
نْي
ُ
لَطْصَح ْم
ُ
ك
َّ
لَع
َ
ل ِرا َّجلا َن ِ م ةَو
ْ
ذَص ْو
َ
ا ظَب
َخِب اَىْن ِ م ْم
ُ
كْيِح
ٰ
ا ْْٓي ِ
لَع
َّ
ل اًراَن ُجْس
َ
ن
ٰ
ا ْْٓي ِ
نِا
“Artinya: Maka, ketika Musa telah menyelesaikan waktu
yang ditentukan itu dan berangkat dengan istrinya, dia melihat
api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya,
Tunggulah (di sini). Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-
mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari
(tempat) api itu atau (membawa) sepercik api agar kamu dapat
menghangatkan badan (dekat api).” ( Qs. al - Q asas : 29)
Nabi musa m en yetuj ui untuk menikah den ga n wanit a
ya n g ia temui dek at mata air, s esuai den gan ketentuan yan g
diberikan oleh san g aya h. Kemudi a, ia hidup bersama
keluar gan ya di Mad yan . Setelah bekerj a selam a satu dekad e,
Nabi Musa m emi li h untuk kembali ke tanah kelah irann ya , M esir,
bersama keluar gan ya untuk bertem u ibu dan saudari
perempuann ya .
16 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
Tetapi dalam perjal ana nn ya, Nabi Musa m en ya ksikan
caha ya api ya n g memanc ar disi si gunung, datan g dari arah Bukit
Sinai. Denga n penuh ke ya kinan, ia membe rita hu keluar gan ya
untuk menunggu di tempat tersebut dan tidak bera njak dari sana.
Ia menjelask an bahw a ia melihat caha ya api di te ngah ke gelap an
dan beren cana untuk mendekati n ya . Ia berhar ap bisa
mendapatkan berita tent ang arah perjalan an yan g ha rus merek a
ambi l atau bahkan membawa sediki t api untuk mengh an gatkan
tubuh mereka dal am perj alanan ters ebut.
b. S urat at - Tur: 10
َس
ُ
لاَت ِج
ْ
لا ُظْيِس
َ
ت َّو ۗاًظْي
“Artinya: Dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.”
(Qs. at - Tur: 10)
Pada hari kiamat, gunun g - gunun g akan be rpinda h tempat,
ber ger ak seperti aw an, dan bahkan akan ter an gkat ke lan git
sebelum akhirn ya turun ke bumi dan hancu r me njadi pecah an -
pecah an yan g m enjad i debu, mirip den ga n bulu ya n g
dihembuskan an gin. Makna dasa r dari kata " sara " adalah
berpindah. Keti ka kit a mengait kann ya den ga n termi nologi
pariwisata, bisa dii nterpretasikan seba gai pemi ndahan atau
perali han da ri suatu loka si ke lokasi lainn ya.
c. S urat Yusuf: 10, 19, 109
ْ
نِا ِةَرا َّي َّسلا ُضْعَة ُهْطِق
َ
خ
ْ
لَي ِ
بُج
ْ
لا ِجَتٰي
َ
غ ْيِف ُهْي
ُ
ق
ْ
ل
َ
اَو
َ
فُسْيُي اْي
ُ
لُخ
ْ
قَح ا
َ
ل ْمُىْن ِ م
ٌ
لِٕۤىا
َ
ق
َ
لا
َ
ق
َنْيِلِع
ٰ
ف ْمُخ
ْ
ن
ُ
ك
“Artinya: Salah seorang di antara mereka berkata,
Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke
dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir jika kamu
hendak berbuat. (Qs. Yu suf: 10) ”
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 17
ُهْو ُّرَس
َ
اَو ٌۗم
ٰ
ل
ُ
غ ا
َ
ذٰو ىٰرْشُبٰي
َ
لا
َ
ق ۗٗهَي
ْ
لَد ى
ٰ
لْد
َ
ا
َ
ف ْمُوَدِراَو اْي
ُ
لَسْر
َ
ا
َ
ف ٌةَرا َّيَس ْتَءۤاَصَو
ُ
ٰ
للّاَو ًۗثَعاَضِة
َ
نْي
ُ
لَمْعَي اَمِةا ٌمْيِل َْ
“Artinya: Datanglah sekelompok musafir. Mereka
menyuruh seorang pengambil air, lalu dia menurunkan
timbanya. Dia berkata, “Oh, senangnya! Ini ada seorang anak
muda.” Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang
dagangan. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
( Qs. Yusuf: 19 )
inti dari ayat tersebut adalah pemahaman te rkai t ist il ah
"musafir ". Nabi Yusuf berhadap an den gan anc aman kematian
saat renc ana untuk dil emparkan ke dalam sum ur. Akan tetapi,
sekelom pok musafir ya ng lew at didekat sumu r menemukan
Yusuf dan membaw a ketanah yan g be rja uhan. Hal ini
menggambarkan konsep perjalan an seba gai pro ses menempuh
jarak da ri satu tempat k e tempat lain yan g j auh , di mana dalam
kasus ini , perjalanan Yusuf ya n g sebelum n ya berad a dalam
baha ya berub ah menja di perjalan an yan g membawan ya ke
tempat ya n g lebih aman dan jauh.
ْر
َ
ا
ْ
لا ىِف اْوُظْيَِسي ْم
َ
ل
َ
ف
َ
ا ۗىٰر
ُ
ق
ْ
لا ِلْو
َ
ا ْن ِ م ْمِىْي
َ
لِا ْْٓيِحْي
ُّن ا
ً
لاَصِر ا
َّ
لِا َكِلْت
َ
ق ْنِم اَن
ْ
لَسْر
َ
ا ْٓاَمَو ِض
َ
نا
َ
ك
َ
فْي
َ
ك اْوُرُظْنَي
َ
ف ا
َ
ل
َ
ف
َ
ا ۗ اْي
َ
قَّحا َْنيِذ
َّ
ل ِ
ل ٌظْيَط ِةَرِخ
ٰ
ا
ْ
لا ُراَد
َ
لَو ۗ ْمِىِلْت
َ
ق ْنِم َْنيِذ
َّ
لا ُثَتِقا َْ
َ
نْي
ُ
لِقْعَح
“Artinya: Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi
Muhammad), kecuali laki-laki yang Kami berikan wahyu kepada
mereka di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka berjalan di
bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang
sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Sesungguhnya
18 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.
Apakah kamu tidak mengerti?” (Qs. Yusuf: 109)
Ayat yan g dim aksud me negaskan penti n gn ya tunduk dan
beribadah han ya kepad a Allah SW T, menjelajah dunia, dan
men ya dari akibat dari ti ndakan me reka yan g me ngab aikan para
rasul di masa lalu. Kom unit as yan g menolak ke benaran, sepe rti
umat Nabi Hud dan Nabi Saleh, men g alami kejatuhan dan
kehancur an. Sebali kn ya, mereka yan g ta at dan beriman kepad a
Allah serta rasul - rasul - N ya , men ghinda ri pen yembahan s elain -
N ya , dan menj alani kehidupan yan g sal eh, akan diberik an
kenikm atan di akhirat ya ng tidak bisa dibandin gk an den gan ap a
ya n g didapatk an oleh or ang - oran g yan g men yek utukan - N ya di
dunia.
d. S urat al - Hajj : 46
َىَّنِا
َ
ف ِۚاَىِة
َ
نْيُعَمْسَّي
ٌ
ناَذ
ٰ
ا ْو
َ
ا ْٓاَىِة
َ
نْي
ُ
لِقْع َّي ٌبْي
ُ
ل
ُ
ق ْمُى
َ
ل
َ
نْي
ُ
كَخ
َ
ف ِضْر
َ
ا
ْ
لا ىِف اْوُظْيَِسي ْم
َ
ل
َ
ف
َ
ا ا
َ
ل ا
ا ىَمْعَح ْنِك
ٰ
لَو ُراَصْة
َ
ا
ْ
لا ىَمْعَح ِرْوُد ُّصلا ىِف ْيِت
َّ
لا ُبْي
ُ
ل
ُ
ق
ْ
ل
“Artinya: Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga
hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat
mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi
yang buta ialah hati yang berada dalam dada.” (Qs. al - Hajj : 46)
Oran g - o ran g mus yrik di Makkah yan g men gabaik an a yat -
a ya t Allah SW T dan me nentan g dak wah Nabi M uhamm ad SAW
kerap men gembar a anta r a Makkah, S yiria, dan kawasan s ekit ar
J azirah Arab. Dalam perjalanan da gan g mereka, sambi l
mengan gkut baran g - b ara ng da gan gan, merek a juga men ya ksikan
sis a - sis a dari per adab an - per adab an terd ahulu ya n g telah
mendapatkan az ab dari Allah SW T. J ejak - jeja k dari ker ajaan
'Ad, Tsamud, reruntuha n kota Nabi Lut, S yu 'aib, dan lainn ya
dapat dili hat dalam perj alanan mer eka. T uju an perj alanan me reka
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 19
adalah untuk me renun gk an berb a gai pe risti wa tr agis ya n g telah
menimpa umat - umat terdahulu dan memiki rkan akibat dari
tindakan - ti ndakan me rek a.
e. S urat Ar - R um: 42
ْيِذ
َّ
لا ُثَتِقا َْ
َ
نا
َ
ك
َ
فْي
َ
ك اْوُرُظْنا
َ
ف ِضْر
َ
ا
ْ
لا ىِف اْوُظْيِس
ْ
ل
ُ
ق َنْيِِكرْش ُّم ْمُوُظ
َ
ث
ْ
ك
َ
ا
َ
نا
َ
ك ۗ
ُ
لْت
َ
ق ْنِم َن
“Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), Bepergianlah
di bumi, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang
dahulu. Kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik.”
(Qs. Ar - R um: 42 )
Allah SW T mengarah kan Nabi Muhammad untuk
mengajak kaum mus yrikin di Makkah unt uk menjelajahi
berba gai wila yah di bu mi . Hal ini dim aksudka n agar mer eka
dapat sec ara lan gsun g men ya ksikan dampak kehancur an yan g
menimpa komuni tas - komuni tas terdahulu yan g telah menentan g
perintah Allah SW T. Be berapa tempat te rsebut s ekaran g han ya
tersis a dalam kead aan puing - puin g. Pesan da ri perjalanan ini
adalah agar me reka da pat mengambi l pelajar a n bahwa Allah
SW T memili ki kekuasaan untuk menghan curka n mereka jika
mereka te rus dalam ke ad aan kafi r.
f. S ur at Fati r: 44
ُىْنِم َّدَش
َ
ا آْْيُنا
َ
كَو ْمِىِلْت
َ
ق ْنِم َْنيِذ
َّ
لا ُثَتِقا َْ
َ
نا
َ
ك
َ
فْي
َ
ك اْوُرُظْنَي
َ
ف ِضْر
َ
ا
ْ
لا ىِف اْوُظْيَِسي ْم
َ
لَو
َ
ا ْم
اًمْيِل َْ
َ
نا
َ
ك ٗهَّنِا ِۗضْر
َ
ا
ْ
لا ىِف ا
َ
لَو ِتٰيٰم َّسلا ىِف ءْي
َ
ش ْنِم ٗهَزِجْعُيِل ُ
ٰ
للّا
َ
نا
َ
ك اَمَو ًۗة َّي
ُ
ق اًرْيِد
َ
ق
“Artinya: Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu
melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka
(yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar
kekuatannya dari mereka? Tidak ada sesuatu pun yang dapat
melemahkan Allah, baik di langit maupun di bumi.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
20 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
(Qs. Fati r: 44)
Allah SW T mengarah kan Nabi Muhammad untuk
mengajak kaum mus yrikin di Makkah unt uk menjelajahi
berba gai wila yah di bu mi . Hal ini dim aksudka n agar mer eka
dapat sec ara lan gsun g men ya ksikan dampak kehancur an yan g
menimpa komuni tas - komuni tas terdahulu yan g telah menentan g
perintah Allah SW T.
g. S urat Muhamm ad: 10
َّمَد ْۗمِىِلْت
َ
ق ْنِم َْنيِذ
َّ
لا ُثَتِقا َْ
َ
نا
َ
ك
َ
فْي
َ
ك اْوُرُظْنَي
َ
ف ِضْر
َ
ا
ْ
لا ىِف اْوُظْيَِسي ْم
َ
ل
َ
ف
َ
ا ۞ ُ
ٰ
للّا َر
اَى
ُ
لاَثْم
َ
ا َنْيِرِف
ٰ
ك
ْ
لِلَو ْۖمِىْي
َ
ل َْ
“Artinya: Maka, apakah mereka tidak mengadakan
perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana
kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Allah telah
membinasakan mereka dan orang-orang kafir akan menerima
(nasib) yang serupa.” (Qs. Muhammad: 10)
Perjalanan tersebut men gant arkan mer eka melint asi sis a -
sis a reruntuhan da ri ker ajaan 'Ad, Samud, S yu a ib, dan lainn ya
ya n g telah mend apat az ab dari Allah SW T. Yang tersis a dari
keraja an - ke raja an ini a d alah reruntuhan, arte fak , dan lainn ya.
Negeri - n e geri t ersebut dahulu kala me rupaka n titi k sentral
perda gan gan dan ber ada di lintasan perd agan gan ya n g
menghubun gk an timur dan barat. Mer eka me mahami bahwa
kehancur an menimpa umat - umat seb elu mn ya akibat
pembe rontakan te rhadap Allah SW T dan rasul - rasul - N ya. Akan
tetapi, mereka tampakn ya tidak berk ein ginan untuk merenung
dan men yad ari bahwa hukum alam Allah berl aku ba gi s eti ap
indi vidu yan g menent an g ajarann ya .
h. S urat Al - Imran: 10
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 21
ْن
َ
ل اْوُر
َ
ف
َ
ك َْنيِذ
َّ
لا
َّ
نِا ُدْي
ُ
قَو ْمُو َك ِٕىٰۤ لو
ُ
اَو ۗا ٔـً ْيَش ِ
ٰ
للّا َن ِ م ْمُوُدا
َ
لْو
َ
ا ْٓا
َ
لَو ْمُى
ُ
لاَيْم
َ
ا ْمُىْنَع َيِنْغُح
ِۗرا َّجلا
“Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, tidak
akan berguna bagi mereka sedikit pun harta benda dan anak-
anak mereka (untuk menyelamatkan diri) dari (azab) Allah.
Mereka itulah bahan bakar api neraka.” (Qs. Al - Imran: 10)
Allah SW T mengin gatkan manusia aga r tidak berulan g
kali melakukan dosa dan terpe ran gkap di dalamn ya . A yat
tersebut kemudi an menga rahkan me reka untuk memperhati kan
nasib dan keadaan dari bangs a - ban gs a ya n g tela h lalu. Mereka
dianjurkan untuk menjelajahi berba gai wila yah di bumi dan
memerhati kan jejak - jej ak sejarah. Tujuan dari hal ini adalah aga r
mereka dapat mem eti k hikm ah dan pelaja ran dar i nasib malan g
ya n g dial ami oleh mere ka ya n g menen tan g da n mendustakan
para rasul .
i. S urat Al - Kahfi: 47
ِۚاًدَض
َ
ا ْمُىْنِم ْرِداَغُن ْم
َ
ل
َ
ف ْمُه
ٰ
نْرَشَح َّو ًٍۙةَزِراَة َضْر
َ
ا
ْ
لا ىَرَحَو
َ
لاَت ِج
ْ
لا ُظ ِ
يَس
ُ
ن َمْيَيَو
“Artinya: (Ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan
gunung-gunung (untuk dihancurkan) dan engkau melihat bumi
itu rata. Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia) dan tidak
Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (Qs. Al - Kahfi: 47)
j. S urat Al - Maidah: 96
ُخْمُد اَم ِ
ظَب
ْ
لا ُدْيَص ْم
ُ
كْح
َ
ل َْ َم ِ
رُحَوِۚ ِةَرا َّي َّسلِلَو ْم
ُ
ك
َّ
ل ا ًْ اَتَم ٗهُماَعَطَو ِرْحَب
ْ
لا ُدْيَص ْم
ُ
ك
َ
ل
َّ
لِض
ُ
ا ْم
َ
نْوُرَش ْح
ُ
ت ِهْح
َ
لِا ْْٓيِذ
َّ
لا َ
ٰ
للّا اي
ُ
قَّحاَو ۗاًمُرُح
“Artinya: Dihalalkan bagi kamu hewan buruan laut dan
makanan (yang berasal dari) laut sebagai kesenangan bagimu,
22 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan
atasmu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu dalam
keadaan ihram. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-
Nya kamu akan dikumpulkan.” (Qs. Al - Maidah: 9 6)
2.3 Tinjauan al-Hadits
Untuk mengu atkan bu kti yan g ada dalam aya t - a yat
Alquran tentan g konsep pariwisata, terd apat bera gam hadit s,
kisah perjalanan, dan catatan sejarah yan g relev an. Ini
menunjukkan bahwa ke dua sumb er utama huku m dalam Islam
memeg an g per anan vit al dalam membentuk pemahaman
mengenai pa riwisata ha lal. Khususn ya , hadit s - hadit s tersebut
men yoroti penti n gn ya kebij aksanaan dalam berper gi an dan
pariwisata, m ence rminkan seja rah di mana par a musafir
seringk ali diberkahi dan dihargai oleh Al lah SW T keti ka mer eka
beper gian den gan niat ya n g tul us men ca ri keridhaan - N ya.
Sebagai ilustrasi, terdapat riwa ya t dari Ibrahim Abu Isma 'il As -
S aksaki, ya n g men gu ti p sabda Rasulul lah SAW : "Aku
menden gar Abu Burda ya n g men emani Yaz id bin Abi Kabsha
dalam per jalanan. Ya z id biasan ya berpu asa saat dalam
perjalanan. Abu Burd a m engatakan, 'Aku pernah menden gar Abu
Musa berkali - kali men gat akan bahw a Rasul Allah bersabda,
keti ka seoran g bud ak jatuh sakit atau sedan g dal am perjalan an,
maka dia akan mendapa tkan pahala ya n g sama seperti saat dia
berada di rum ah dal am keada an seh at.'" (Shahih al - Bukhari: Vol.
4, Buku 52, Hadit s 239) (Bukhari, 1992 ) .
Dalam sebuah Hadit s ya ng disampaikan oleh Ibn u Abbas,
din yatak an bah wa berpi ndah dari s atu lokasi ke lokasi lainn ya ,
baik di dunia ini maupun di akhirat , adalah suatu hal yan g pasti .
Hal ini menggambark an bahwa dalam Isla m, melakukan
perjalanan atau pariwisat a dipandan g seb a gai tind akan yan g baik.
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 23
Nabi Muhammad SAW juga men gakui bahwa para jamaah haji
atau pa ra travel er mun gkin akan menemui berb agai rinta n gan
dan tan tangan selama pe rjalanan mer eka . Sejarah juga mencat at
bahwa par a pez iar ah s eringk ali men gh adapi rintangan dal am
perjalanan hidup me rek a.
Den gan pemah aman ini , Islam memberik an kem udahan
atau Allah membe rika n kerin ganan ( rukhsah ) kepad a par a
pe lancon g dalam menjalankan kewaji ban - kew aji ban agaman ya,
khususn ya keti ka mere ka sed an g dal am pe rja lanan. Seba gai
contoh, pez iarah mungki n diiz inkan untuk menunda puasa
selama bulan Ramadha n saat m erek a sed an g beper gian, atau
untuk menggabun gkan dan mempers ingk at waktu shol at saat
mereka ber ada dal am pe rjalanan men ggun akan unta atau kuda.
Be git u juga, kerin gan an (rukhsah) ini dianugerahk an kepada para
pelancon g s eba gai ben tuk kemudahan dalam melaksanak an
kewaji ban - k ewaji ban aga man ya .
Dalam sebuah Hadit s ya ng disampaikan oleh Ibn u Abbas,
disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berada di suatu tempat
selama sembi lan bel as ha ri dan menjalank an shala t dalam bentuk
ya n g dipendekk an . Keti k a par a pez iar ah atau pela ncong Musl im
melakukan perjalan an selama sembi lan belas h ari, mereka
biasan ya mempersin gkat shalat mereka, sesuai dengan tunt unan
tersebut. Hal ini men unjukkan bahwa dala m Islam, para
wisatawan atau pez iarah diharapk an untuk mema tuhi kewaji ban
agama me reka dalam berba gai sit uasi, ter masuk selama
perjalanan. Sela in itu, ganj aran dan keb erkah a n yan g didapat
selama perjalan an iba dah akan direali sasika n jika mereka
menjalankan tu gas mer eka s eba gai hamba Al lah (khali f ah)
dengan melaksanak an kewaji ban - kew aji ban a gama sesu ai
dengan aja ran Islam .
24 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
Selain itu, dalam Islam , wisatawan, sepe rti wi satawan
non - Musl im pada umu mn ya, diharapk an untu k memberikan
perlakuan yan g baik terh adap tamu dan berp erilak u sopan selama
perjalanan mer eka. Hal ini sesuai den gan Hadit s yan g
disampaika n oleh Abu S yuraih Al - K a 'bi, di mana Rasulul lah
SAW mengaja rkan pen ti ngn ya m enjamu tamu den gan baik.
Menurut hadit s tersebut, tamu dihormati selama tiga hari, tetapi
memberikan pen gho rmat an ekstra den gan tin ggal selama seha ri
semalam di tempat ta mu dan tidak men gina p lebih lama di
tempat saudar a seor an g Musl im jika hal itu dapat men yeb abkan
keti dakn ya manan atau kesuli tan ba gi tuan ru mah. Hal ini
menggarisbaw ahi nil ai - n il ai keramah an dan ada b dalam Islam
ya n g harus dipatuhi oleh para wisat awan Musl im .
Hadit s tersebut me mberikan pemah aman bahwa
walaupun a da kewaji ban bagi pemi li k rumah untuk memberikan
sedekah kepada tamu, namun kebaikan te rhadap para pelancon g
harus tetap dib erikan. Hal ini men ggambark a n betapa dalam
ajaran Islam, nil ai - nil ai keramah an dan persaud araan di antar a
umat Musl im sangat dit ekan kan. Seba gai tuan ru mah, seseoran g
harus memberi bantuan ya n g s etara kepada tamu n ya. Hadit s ini
juga menek ankan bahw a sikap enggan men eri ma tamu atau
kuran gn ya kebaikan kep ada me reka dapat beruju ng pada dampak
negati f, seba gaim ana dic eritakan dal am kisah k e pala suku ya n g
digi git oleh ular karena menolak tamu.
Seperti yan g tel ah dibahas sebelum n ya , agama Islam
mendoron g umatn ya unt uk melakukan pe rjalanan karen a terd apat
ban ya k man faat ya n g da pat merek a nikm ati . Selain itu, ban yak
umat Musl im yan g s aat i ni me laksanakan perj ala nan ke berba gai
belahan dunia, dan tr en ini terus men galami pe rtumbuhan ya n g
signifikan. Fenom ena ini dipengaruhi ol eh berba gai fakto r,
seperti: ketersedi aan an gga ran pen erban gan ya ng terjan gk au,
Tinj auan Pariwisata Pres pekti f Isl am | 25
aturan visa yan g lebih fleksibel, sert a pe rtumbuhan ekonomi
ya n g stabil di nega ra - negara Musl im . Selain itu, perubahan
dalam pola piki r gener a si muda Musl im juga berper an dalam
meningkatk ann ya minat dalam perjalan an.
Hal ini disebabkan oleh faktor - fakto r sepe rti ajar a n - ajar an
ya n g te rdap at dalam A l - Qur 'an dan hadis - hadis ya n g berkait an
dengan pe rintah untuk menjelajahi bumi da n mengambi l
pelajaran dari pen galam an tersebut, ini merupak an bukti bahwa
berwisata adalah tindak an ya n g diperbol ehkan, bahkan dap at
menjadi sunnah jika dil akukan den gan niat bai k untuk ibadah
atau untuk mempe role h pelajar an yan g dap a t memperka ya
kehidupan agama seseo r ang. Seba gai contoh, me lakukan umrah
dianjurkan dalam Islam, sehin gga s eseor an g ya n g m en gunjungi
Mekkah dan Madinah dengan niat untuk umrah akan
mendapatkan pahal a. Be git u pula, jika kunjungan dil akukan atas
perintah agama sepe rti Haji ba gi yan g mampu, maka berh aji
akan melibatkan perj alanan ke Saudi Arabia, termasuk
kunjungan ke Mekkah da n Madinah dalam ran gka melaksanakan
ibadah Haji (Kar yati , 202 1) .
Oleh kar ena itu, hukum ya n g terk ait den gan be rwisata
akan be r gantun g pad a tuj uan perjalan an dan ni at di bali kn ya. J ika
niatn ya han ya untuk bersen an g - sen an g, berlibur, atau
menjelajahi tempat - tem pat, maka tindakan ter sebut dianggap
mubah (boleh dil akuk a n), namun bisa juga m enjadi makruh
(dianjurkan untuk dihi n dari) at au bahk an haram (dilaran g) jika
niatann ya tidak baik atau bertentan gan den gan nil ai - nil ai agama.
26 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
Manajemen Pariwisat a Halal | 27
Bab 3: Manajemen Pariwisata Halal
3.1 Pendahuluan
Dalam bebe rapa dekad e terakhir, indus tri pariwis ata telah
mengalami transformasi signifikan seirin g den gan mun culn ya
berba gai tr en ba ru. Sala h satu tren yan g pali ng menonjol adalah
munculn ya pariwis ata ha lal. Pariwisata halal, yan g berfokus pad a
pemenuhan kebutuh an dan ekspektasi wisat awan Musl im , telah
tum buh menjadi salah s atu bidan g pariwisata ya ng b erk emban g
pali ng cepat di dunia . Konsep ini bukan han ya sekad ar
men ye diakan m akanan ya n g sesuai s ya riat, tetapi meliput i
keseluruhan pen galam a n wisata yan g s elar as dengan prinsi p -
prinsi p Islam. Ini me ncakup, namun tidak terbatas pad a,
akomodasi, akti vit as rekreasi, se rta la ya nan tr ansportasi yan g
memperhati kan ket entua n hukum Islam.
Kepatuhan terh adap sya ri at Isl am dalam pariwisata
bukanlah sekeda r kein gi nan, melainkan kebutuha n bagi seba gi an
besar wisatawan Musl im . Merek a men cari desti nasi dan fasil it as
ya n g tidak ha n ya indah dan menarik, tetapi ju ga memberikan ras a
aman dalam menjalanka n ibadah dan akti vit as sehari - h ari tanpa
melanggar ke ya kinan mereka. Ol eh karen a itu, manajemen yan g
efekti f dalam pari wisata halal menjadi sangat krusial. Hal ini
memerlukan pemaham an mendalam tentang ap a yang diha rapkan
dan dibut uhkan oleh wisatawan Musl im . Selain i tu, pemahaman
kult ural dan reli gius j uga penti n g untuk me masti kan bahwa
la ya nan yan g dit aw arka n tidak han ya m emenuh i standar teknis,
tetapi juga spiritual.
Den gan menin gk atn ya j uml ah wisatawan Musl im yan g
beper gian ke seluruh dunia, potensi pas ar pariwisata halal
semakin besa r. Namun, potensi ini han ya dapat dir eali s asikan jika
indus tri pariwisata dap at memahami dan me ngad aptasi diri
28 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
dengan kebutuh an kh usus dari se gmen pa sar ini . Dal am
ekspl orasi mendal am tentan g pa riwisata hal al, bab ini ak an
membahas se ran gk aian t opik krusial yan g menc e rminkan elem en
penti ng indus tr i ini . pertama m empelajari pen gemban gan
desti nasi pariwisata ha lal, men yo roti int egr as i buda ya dan
kearif an lokal den gan prinsip - prinsi p Isl am. kedu a ber fokus pad a
sertifikasi dan ak redit asi halal, menjelaskan proses serta
penti ngn ya standa r i ni dalam memb an gu n kepe rca ya an
wisatawan. Strate gi pr omos i dan pemasaran dalam konteks
pariwisata halal menj adi sorotan, se rta m endalami per an
teknologi dan media sosi al dalam mencapai segmen pasar. Sain
itu mengan gk at penti n gn ya pelatihan dan pe ndidi kan untuk
memasti k an la yan an yang konsi sten dan ses uai ekspektasi.
Melalui seti ap pembahasan, pembac a akan mendapatkan
wawas an mendal am tent ang kompl eksit as dan po tensi pariwisata
halal khususn ya dalam m anajemen.
3.2 Pengembangan Destinasi Pariwisata Halal
Dalam sektor pariwis ata berbasis s ya riah, ada beberap a
komponen kunci ya n g harus ada, s eperti m en ye diakan mak anan
ya n g s esuai s ya riah, te mpat ibadah ya n g me madai, la ya nan
makanan s aat waktu berbuka di Ramadha n, dan membatasi
kegi atan ya n g tidak sesuai dengan ajaran s ya ri ah (Muhamm ad
Niz ar, 2020) . Adapun menurut ( Global Musl im Tr avel Ind ex
(GMT I ), 2023) , fasil it as dan la ya nan yan g harus ad a dalam
pariwisata halal meliput i lokasi untuk beribad ah, makanan serta
minuman bertanda hala l, kamar mandi yan g higienis den gan
ketersedia an air, se rta l a ya nan pendukun g s ela ma Ramadhan ,
lingkun gan bebas alkoh ol, serta hot el y an g me nerapkan prinsi p
s ya riah.
Manajemen Pariwisat a Halal | 29
Den gan demi kian, stra tegi pen gemb an gan pa riwisata
s ya riah di Indonesia bisa diwujudkan melalui langk ah - lan gk ah
berikut:
a. Mendoron g pembuatan desti nasi ya n g ram a h keluar ga,
dengan menek an kan pada wila yah - wila yah te rtentu ya n g
dipromosi kan seba gai tuj uan wisata hal a l unggulan,
contohn ya Lombok dan Aceh. Ini men cakup ini s iatif sepe rti
zona bebas alkohol dan pemi sahan area ba gi laki - laki dan
perempuan di tempat - te mpat wisata.
b. Meningk atkan la y an an dan fasil it as yan g sesu ai untuk kaum
Musl im , ini mencakup kemudahan aks es ke fasil it as ibadah,
makanan dan minuman ya n g sudah mendap atka n sertifikasi
halal, fasil it as toi let ya ng bersih den gan pasok an air, serta
la ya nan tambah an selam a bulan Ramadhan , biro perjalanan
ya n g memp ertimb an gk an jadwal shalat da lam paket
wisatan ya , sert a kete rsed iaan hotel berkons ep s ya r iah.
c. Meningk atkan kesad aran tentan g keha lalan dan
mempromos ikan desti nasi melalui sertifikasi halal yan g
dikeluarkan oleh M U I . Ini akan memas ti kan stan dar fasil it as
memenuhi krit eria, sehin gga m emberikan keper ca ya a n kep ada
wisatawan bahw a produ k atau j asa ya n g me rek a konsum si
aman, n yaman, dan higi e nis.
Mengemban gkan desti nasi pariwisata hal al me merlukan
pendekatan ya n g holi stik, memasti kan bahwa s eti ap aspek dari
desti nasi men yesu aikan dengan kebutuhan wisatawan Musl im .
Maka ini mencakup aspek - asp ek sep erti makanan ya n g
memenuhi s yar at halal, fasil it as ibadah yan g memadai, serta
hiburan dan akti vit as yan g sesu ai de n gan prinsip - prinsi p Islam .
Sebagai contoh, hotel di desti nasi pariwisata halal
mungkin menawa rkan menu makanan halal, ters edia area shalat
ya n g khusus dan fasil it as rekreasi yan g terpis ah untuk pria dan
30 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
wanit a . Lokasi wisata, se perti pantai atau kolam ren an g, mun gkin
juga men awa rkan area khusus untuk wanit a atau waktu tertentu
khusus untuk wanit a, m emasti kan privasi dan ken ya manan ba gi
para pen gunjun g.
Untuk mengemb an gka n pemasaran desti nasi halal,
komuni kasi yan g ef ekti f menjadi kunci uta man ya . Hal ini
me merlukan pendek atan yan g terstruktur dalam men yampaik an
informasi. Salah s atu metode yan g bisa dit erapkan dalam
komuni kasi pemasaran ini adalah model AID A, seperti yan g
tercantum dalam buku pa nduan den gan judul terse but, tahapan ini
mencakup perhati an, m in at, kein gin an, dan ti ndakan s eba gai
contoh "Pandu an Indon esia untuk Pen gunjun g Musl im ", yan g
dirancan g bersam a Kementerian Pariwisat a dan HalalT rip,
disediakan petunj uk bagi wisataw an Musl im yan g hendak
berkunjun g ke Indonesia dengan car a hal al. Info r masi dalam buku
tersebut dikelompokkan berdas arkan kate gori - k ate gori tertentu,
antara lain: akti vit as yan g di anjurkan, rekomend a si tempat makan
dengan keter an gan apak ah tempat tersebut halal, men yediak an
fasil it as shol at, atau infor masi akomodasi.
Sementara itu , dalam panduan lain berjudul " Wonderful
Indonesia: A Muslim Travel Guide ", pet a den ga n rekomendasi
untuk wisatawan Musl im disediakan. Seb a gai ilustrasi, peta
tersebut membe rikan petunj uk untuk mer ek a yan g in gin
menginap di hotel den gan konsep s ya riah at a u ya n g ram ah
kepada wisata wan Musl im , tersedia pil ihan penginap an ya n g
sesuai , den gan beb erap a rekomend asi Contohn ya sepe rti Noor
Hotel, GH Unive rsal, Or ange 's Home Sha ri a, dan berba gai pili han
lainn ya .
Id e Smart Tourism bisa digunak an untuk mengem bangk an
p ariwisata hal al di Indon esia den gan beber apa str ate gi berikut ini :
Manajemen Pariwisat a Halal | 31
a. Mengedepank an asp ek informativeness, yait u men yaji k an
informasi melalui teknologi dan meman fa atkan Big Dat a. Hal
ini bertujuan untuk memberikan informasi ya ng ber gun a,
teperc a ya, dan memil i ki nil ai bagi wisataw an Musl im
sebelum dan selama kunj ungan ke desti nasi wisata halal.
b. Mengutam akan prinsi p accessi bil it y, yakni memasti kan
bahwa wisat awan Musl i m dapat den gan mud ah mengakses
informasi dan la yan an melalui teknologi saat bera da di lokasi
wi sata halal.
c. Menerapk an prinsi p i nteracti vit y, ya n g be r fokus pada
pemban gunan hubun ga n dan int eraksi den ga n wisatawan
Musl im melalui platform khusus, yan g bisa berfu ngsi seba gai
pusat informasi bagi wisatawan Musl im . Platform ini juga
dapat digun akan untuk mendapatkan masuk an berupa ulasan,
krit ik, saran, dan lain - l ain dari par a wisataw an.
d. Mengint e grasikan unsur personali z ati on, denga n memberi
ruan g kepada wisata wan Musl im untuk memberikan
tanggapan dan komenta r. Hal ini penti ng aga r pengelol a
desti nasi wisa ta hal al dapat men erima feedback dan
melakukan perbaikan berdasa rkan sar an dan krit ik ya n g
dit erima.
3.3 Sertifikasi dan Akreditasi Halal
P roduksi adalah tindaka n yan g dil akuk an oleh produsen
untuk memanfaatkan su mber da ya alam yan g t ersedia den gan
tu juan mem enuhi kebutu han manusia aga r dap at d ikons umsi oleh
mas ya rak at. Keti ka me ncipt akan produk atau la ya nan, patuh
terhadap no rma dan eti ka ya n g sesuai den gan peratur an yan g
berlaku san gatl ah penti ng. Dari sudut pandan g Islam, eti ka
produksi didasarkan pad a pedo man ilahi ya n g te rcantum dalam
Al - Qur 'an dan Sunnah. Al - Qur 'an, dal am aya t 165 dari surah Al -
32 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
Baqa rah, mene gaskan kepenti ngan ba gi umat Islam untuk
memil ih ma kanan ya n g halal dan berm anfa at .
Islam memb erikan pe rha ti an besar terh adap isu halal dan
haram. Oleh karen a itu, para produs en harus me masti kan bahwa
produk ya n g merek a hasi lkan memenuhi ketentua n s yari ah Islam
dan menja ga hak kons umen. Lan gkah pertam a dalam pros es
pembuatan produk halal adalah memil ih bahan ba ku yan g sesu ai,
dan ini ha rus dil akukan d ari awal hin gga pros es pr oduksi . Dalam
sit uasi produk halal, ke perca ya an pad a lemba ga diperli hatkan
melalui sertifikasi hala l dan lamban g yan g men ye rtain ya.
Dahulu, kepe rc a yaan pr oduksi halal didasark an pada nil ai - nil ai
dan kep erc a ya an ant ara produsen dan konsum en. Namun, den gan
masukn ya rantai mak an an cep at saji asing ke negara - ne gara
dengan ma yorit as musl im , muncul kecemasan m engenai standa r
kehalalan m akanan mereka. Keh adiran merek mak anan
i nternasional di pasar dengan domi nasi musl im mendorong
konsum en untuk meminta keterbukaan men ge nai status halal
produk tersebut (S. April ia & Prianti na, 2022) .
Produksi baran g halal melibatkan ser an gkaian langk ah
mul ai dari seleksi bahan hin gga pendist ribusian. Penti ng untuk
memasti kan bahwa s emua tahapan produksi dilaksanakan den gan
int egritas, adil , dan tanp a unsur ne gati f. Selama rantai pasok an,
produsen harus bert an ggung jaw ab untuk memasti kan tidak ada
kontaminasi produk halal dengan ba r an g yan g tidak halal.
Konsti tusi Indonesia, Yait u Pasal 29 a yat (2) UUD 1945
menjami n kebebasan be ra gama ba gi pendudukn ya , dan dalam
hubungan ini , pemerint a h harus memasti kan bah wa produk ya n g
dikons umsi oleh umat Islam sesuai den gan atur an halal. Ol eh
kar ena itu, Indonesia tel a h menges ahkan Und an g - Undan g No 33
tahun 2014 tentan g J ami nan Produk Halal, yang mewaji bkan
pelaku bisni s untuk menandai produk me reka den gan label hal al.
Manajemen Pariwisat a Halal | 33
Ini bertujuan memberik an ke ya kinan kepad a konsum en bahw a
produk terseb ut mematu hi prinsi p - prinsi p Islam . Lo go halal pada
produk menunjukkan ba hwa produsen t elah me matuhi prinsi p
halal ya n g diverifikasi oleh lembaga sertifikasi halal (Tahli ani,
2023) . Selain itu, produk halal tidak han ya menunjukkan
kesesuaian den gan aja ran agama t etapi ju ga mene gaskan
komi tm en terhadap ku ali tas dan kes ehatan. Den gan adan ya
sertifikasi halal, konsu men mendapat jaminan bahwa produk
telah diproduksi sesuai dengan tunt unan s ya riat Isl am dan am an
untuk dikonsum si (F. April ia & Sar aswati , 2021) .
Menurut Undan g - Und an g No. 33 Tahun 2014, semua
produsen diha ruskan m e n yem atkan s ertifikasi h al al pada produk
ya n g m erek a pasa rkan. Konsep dasa r sertifikasi ini berakar pada
prinsi p halal menurut s ya riah Islam. Sertifikasi halal bukan
han ya tentan g m en gk onfirmasi kehalal an s uatu produk,
melainkan juga menjadi tanda kuali tas dan nil ai dari produk
t ersebut. Hal ini tidak han ya be rlaku untuk se ktor makanan,
tetapi juga menc akup ind ustri lain seperti farmasi, kosm eti k, dan
hiburan. Di Indonesia, proses sertifikasi halal ad alah hasil dari
kolaborasi antar a beber a pa enti tas, termasuk BPJ P H Kemena g,
LPH, dan LPP OM MU I (Ras yid, 2018). LPP OM MU I memil iki
peran khusus dalam mengevaluasi kehalalan produk dalam
sektor pa n gan, ob at - obat an, dan kosm eti k.
Dalam pelaksan aan pr oses sertifikasi, LPP O M MU I
menjali n kerja sam a dengan be rba gai inst it usi baik dari
pemeri ntah maupun sektor swasta. Ini merup akan langkah untuk
memperkuat aturan te rkait halal. Pem erinta h men yetuj ui
Undan g - Und an g Nomor 33 Tahun 2014, yan g membentuk
Badan Pen ye len gga ra J ami nan Produk Halal. BPJP H memil i ki
tanggun g j awab ya n g men cakup regist ra si , verifikasi,
pembi naan, pen gaw asa n kehalalan produk, dan kerjasama
34 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
dengan s emua peman gku kepenti n gan. BPJ P H juga men yedi akan
berba gai l a yanan s eper ti sertifikasi halal int ernasional dan
akredit asi LP H (BP J P H, 2019). Adapun alur s ertifikasi halal
adalah:
a. P engusah a men gajuk an permohonan se rtifikasi melalui portal
S IHA LA L (htt ps:/ /pt ps.halal.go.id).
b. Maksimal dalam 10 hari kerja, BPJ P H akan meninjau
dokumen yan g diajuka n. Jika ada kekuran ga n, pemohon
diberi waktu hingga 5 hari kerja untuk melen gk ap in ya.
c. BP J P H akan menunjuk LPH sesuai pilihan pemohon.
d. S elanjutn ya, LPH akan melakukan pen guji an pr oduk, ya n g
bisa memakan waktu antara 40 hin gga 60 hari ker ja.
e. S etelah proses pen guji an, BPJ P H akan menerima dan
melakukan ve rifikasi ter hadap hasil yan g telah di berikan oleh
LPH.
f. MU I ak an menggelar sidang untuk memberikan fatwa
mengenai keh alalan prod uk tersebut.
g. Berd asark an fatw a MU I, Kemudi an, BPJP H akan
mengeluarkan sertifikat halal untuk produk yan g telah melalui
proses tersebut .
Dalam mengajukan serti fikat halal, dok umen ya ng perlu
dil engkapi meli puti (S ya f it ri et al., 2022) :
a. Id enti tas pelaku usah a dapat dikonfirmasi melalui nomor
identifikasi bisni s atau doku men iz in usaha ya n g
berhubun gan .
b. Nama sert a tipe produk yang di ajukan ha rus konsi sten den gan
ya n g akan dise rtifikasi.
c. S emua produk dan baha n yan g di gunak an waji b bersertifikat
halal, kecu ali untuk bah an yan g se ca ra al ami dianggap hal al
atau yan g tidak be rpoten si mengandun g elemen haram.
Manajemen Pariwisat a Halal | 35
d. Dokumen ya n g menjela skan proses produksi baran g, da ri
tahap pembelian bahan baku, pene rimaan, pe n yim panan,
hingga pros es pen golaha n, pengemas an, dan dist r ibusi produk
akhir .
e. Kepala BPJ P H menetapkan sistem jami nan kehala lan produk.
Sertifikat halal da ri pr oduk bisa dit arik kem bali jika
dit emukan adan ya kont ami nasi bahan har am. MU I memil iki
w ewen an g untuk men c abut sertifikat halal da ri produk yan g
bersan gkutan. Untuk me masti kan kehalalan te rus - menerus, seti ap
produk ya n g telah be rsertifikat halal ha rus memperbaha rui
sertifikasin ya seti ap du a tahun sesuai ketentuan ya n g berl aku.
J ika perusahaan tidak memperbaha rui sertifikat setelah dua tahun,
maka status halal produ k tersebut bukan la gi m enjadi tan ggun g
jawab MU I.
36 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
Bab 4: Dampak Pariwisata Halal
terhadap Ekonomi dan Masyarakat
4.1 Pendahuluan
Indust ri pa riwisata telah menduduki posi si sentral dalam
perekonomi an glob al, di kenali seba gai kat ali s utama Pencipt a an
lapan gan ke rja dan pe r tum buhan ekonomi di ban ya k ne ga ra
seringk ali terkait erat. Oleh karena itu, t idak mengher ankan
bahwa s ektor ini memi li ki dampak yan g si gni fikan terh adap
Produk Do mesti k Bruto (PDB) suatu ne ga ra . Pen a mbahan jum lah
wisatawan musl im menawark an peluan g ema s namun juga
tantangan dalam men ge mbangk an sektor pariwisata.
Dalam konteks yan g leb ih luas, Ompusunggu & Munt he,
(2022) , men guraikan tuj uh dampak ekonomi dari pariwisata. Dari
pencipt aan devis a ba gi nega ra hin gga pen ga ruh terhad ap
pemban gunan dae rah wisata, dampak - damp a k ini memili ki
impli kasi nyata ba gi kes ejahtera an ekonomi mas ya r akat, s eperti
pengu ran gan an gka pen g anggu ran dan penin gkata n infrastruktur.
Menu rut Surwi yanta, (2021) , ad a variabel tertentu ya n g
mempengaruhi pendap atan da ri pariwisata, seperti tingkat
konsum si dan jarak dari objek wisata.
Sementara itu, Eza Ok h y Aw ali a Br Nasuti on et al.,
(2022) mende finisi kan pertumbuhan eko nomi sebagai
kemampuan menin gkat dar i sebuah ne gara untuk men ye diakan
lebih ban yak baran g dan jasa kep ada rak yatn ya , ya n g didukung
oleh inovasi teknologi dan adaptasi struktural. Mengin gat potensi
dan tantan gann ya, pari wisata seba gai pil ar ek onomi memil iki
dampak luas tak han ya pada ekonomi , tetapi juga pad a tatanan
sosi al, buda ya , dan li ngkun gan mas yar akat sekit ar. Dal am
merespons pe rtumbuhan pariwisata yan g dina mi s, pendekatan
berkelanjutan m enjadi esensial agar manf aat maksim al dapat
Dampak Pariwisata Halal terhadap Ekonomi dan Mas ya rak at | 37
diraih tanpa men ges ampi ngkan damp ak ne gati f yan g mun gkin
timbul .
4.2 Dampak Ekonomi Positif
S ebagaim ana dij elaska n pada ba gian aw al, sektor
ekonomi adalah salah sat u dari tiga sektor ya n g te rpen garuh oleh
pertumbuhan pa riwisata di suatu kaw asan atau negara. Dat a da ri
2019 menunjukkan bahwa pariwisata berkontri busi sekit ar US$
8,9 trili un atau 10,3% terhadap PD B global, menurut laporan
World Travel & Tourism Council pada 2020. S elain itu, laporan
ya n g s ama men ye butkan bahwa indus tri pariwis a ta mencipt akan
pelu an g pek erjaan ba gi sekit ar 330 jut a oran g dan mena rik
investasi sekitar US$ 948 mil iar (WTTC, 2021) .
Mengin gat signifikansi dampak pariwisata terh ad ap sektor
ekonomi suatu wila yah atau ne gar a, tak her a n jika ban yak
pemerint ah daer ah mau pun nasional melihat indust ri pariwisata
seba gai sebu ah peluan g untuk meran gsan g da n memperbarui
pertumbuhan ekonomi n ya (Marbun & Sim anjunt ak, 2021) .
Pariwisata ker ap dil iha t seba gai sumb er l apa ngan kerja dan
pendapatan ekonomi , menjadikann ya seb a gai sarana str ate gis
bagi pihak pemerint ah dan swasta untuk mend ap atkan dukun gan
dari mas yar akat dalam u pa ya pen gemban gan desti nasi wisata.
Inil ah beber apa keuntun gan atau dampak finan sial dari
pertumbuhan indus tri par iwisata menurut Arianti, (2014) :
a. Diversifikasi dan Stabili tas Ekonomi
Indust ri pariwisata se ring kali dil ihat seba ga i solus i
alt ernati f yan g m enduku ng pe rtumbuhan ekonom i suatu wila ya h
atau ne gara, terutam a sa at men galami p enurunan . Hal ini bias a
terjadi pada ne gar a atau daerah den gan sumb er da ya mine ral dan
hutan yan g melim pah. Karena sumb e r da ya miner al bersifat tidak
dapat diperbarui, pert ambangan bisa berhenti keti ka sumb er da ya
38 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
tersebut habis. Ef ek dari hal ters ebut dap at mempengaruhi
ekonomi negara atau da erah, yan g akan men galami penurunan.
Oleh seb ab itu, indus tri pariwisata bisa m enjad i pil ar ekonomi
alt ernati f yan g memb awa stabil it as finansial.
b. P eningkatan Paj ak untuk Mendukung Pem erintah
Sektor pariwisata adala h sa lah satu kontribut o r utama
dalam hal pen dapatan pajak untuk ne gara, melalui sumb er -
sumb er seperti hotel, fasil it as wisata, tuj uan wisata, bisnis
perjalanan, dan lainn ya. Pajak yan g dit erima dari indus tri
pariwisata oleh peme rintah kemudi an dialokasikan unt uk
mendukung pen gemban gan infrastruktur serta meningk atkan
kuali tas sumber da ya ma nusi a dalam bidan g pari wisata.
Ind a yani & Hartono, (2020) men yoroti empat manfaat
utama dari pertumbuha n indus tri pariwisata terhadap ekonomi
suatu wila yah atau ne gar a. Berikut rin gkasan da ri e mpat manfaat
tersebut:
a. Mendoron g Perekonomi a n Lokal
Kedatan gan wisataw an men yunti kkan dan a ke ekonomi
lokal, mendorong pe r putaran uan g yan g signifikan. Ini
mencipt akan doron gan ekonomi , memasti kan bahwa daer ah atau
negara mend apatkan ke untungan finansial d ari wisatawan yan g
berkunjun g.
b. Mencipt akan Peluan g Pe kerjaan
Indust ri pariwisat a seringk ali merupakan sumb er
pekerja an ba gi ban yak oran g. Dari sekto r ak omodasi hingga
makanan dan minuman, pariwisata mencipt ak an ban ya k peluan g
pekerja an ba gi mas yar ak at loka l, yan g pad a akhir n ya mem ajukan
ekonomi setempat.
c. Memperbaiki Struktur dan Stabili tas Ekonomi Lo kal
Mirip dengan yan g din yatakan oleh M arbun &
Sim anjunt ak, (2021) , pariwisata dapat dianggap seba gai alt ern ati f
Dampak Pariwisata Halal terhadap Ekonomi dan Mas ya rak at | 39
untuk mengu atkan dan menstabilkan ekonomi s uatu dae rah atau
negara, khususn ya di te mpat - tempat ya n g mun gkin kekuran gan
sumb er pendap atan lainn ya .
d. Mendoron g Sema n gat Kewirausah aan
Den gan ked atan gan wi satawan, munculn ya ke butuhan
akan la ya nan sepe rti pengin apan, transportasi, makanan, dan
lainn ya. Hal ini mendorong mas ya rak at lokal untuk memulai
usaha dan prakti k kewirausah aan, yan g pada gil ir ann ya
memberikan doron gan ta mbahan ke ekonomi loka l.
Walaupun pariwisata da pat memberikan dampa k posi ti f
ya n g signifik an pada ekonomi suatu daerah at au ne ga ra, Nu r
Fadil ah & Gun awan, (2 022) men gingatkan bah wa indus tri ini
memil iki sifat yan g tida k stabil . Berikut adal ah lima alasan yan g
menjelaskan keti dakstabi lan sektor pariwisat a:
a. S ifat Mus im an dan Dinami s
Pariwisata memil iki sifat yan g san gat be rflu ktuasi dan
dinamis . Tren wisata dan lapan gan pek erja a n yan g ad a di
dalamn ya dap at berub ah dengan cepat. Serin gk a li , pekerjaan di
bidang pariwisata dikai tkan den gan keti daksta bil an, terutama
karena indus tri ini sangat dipenga ruhi oleh faktor - faktor ekstern a l
seperti kondis i geopoli ti k. Sebagai contoh, pan demi Covid - 19
telah memberikan dampa k negati f yan g sa n gat bes ar pada indus tri
pariwisata di seluruh dun ia.
b. Faktor Ekste rnal yan g M emen garuhi Keputus an Wisatawan
Keputus an wisata wan dalam memil ih desti na si wi sata
seringk ali dipen garuhi ol eh faktor - faktor ekstern a l seperti sit uasi
poli ti k, kondis i cuaca, atau musi m. Pen gelol a desti nasi wisata
seringk ali tidak memil iki kontrol atas faktor - fakto r ini.
40 | Pen gemb an gan Pari wisata Halal di Indon esia
c. Kompleksit as Mot ivasi Wisatawan
Seti ap wisatawan memil iki m oti vasi yan g berb e da - beda
saat memutus kan untuk berwisata. Faktor - faktor ya n g
mempengaruhi keputus a n ini san gat din ami s da n dapat berub ah
dengan cepat.
d. Elastis it as Pendapatan dari Sektor Pariwisata
Pendapatan dari s ektor pariwisata s an gat s ensit if terhadap
berba gai faktor. Sebua h kejadian atau sit uasi tertentu dap at
men ye babkan penurunan drasti s dalam pendap ata n.
e. Homogenit as Desti nasi Wisata
Ban yak desti nasi wisata yan g diban gun den gan konsep
atau tema yan g mirip seh ingga kur an g memil iki keunikan. Hal ini
dapat men gur an gi da ya t arik ba gi wisataw an untu k berkunjun g ke
suatu tempat.
Kebocor an ekonomi akibat pariwisata, atau ya n g dikenal
seba gai " tourism leakage ", meru pakan sal ah sa tu risiko besar
dalam pen gemban gan indus tri pariwisata (Wirana tha et al., 2017) .
Hal ini terjadi











.jpeg)
